
Selesai makan, aku menyusun rencana untuk apa yang akan kulakukan selanjutnya. Aku berpikir untuk mengalahkan monster Boss dengan kata lain Goblin King sebelum jumlah pasukan menjadi terlalu besar dan Goblin General muncul.
Dari informasi yang kudapatkan pada berita yang kulihat di tv, nampaknya pemerintah sudah mulai bergerak sebelum gelombang Monster ke-2 di mulai, mereka mengirimkan TNI untuk membersihkan setiap Zona Berbahaya yang mereka bisa dan juga Dungeonnya. Bahkan tidak hanya TNI saja yang pemerintah kerahkan untuk membersihkan Zona Berbahaya tetapi Kepolisian juga.
Dan sepertinya tidak hanya Goblin yang muncul di Zona Berbahaya, kobold, serigala besar, orc, lizardman dan mungkin ada monster lain yang belum diketahui. Karena Dungeon juga mungkin muncul di hutan yang lebat dan luas di Indonesia seperti hutan Kalimantan.
Jadi sepertinya mereka tidak bisa mengirimkan semua personil untuk membersihkan Zona Berbahaya, karena mereka juga harus mengurus para pengungsi.
Mereka pasti sangat sibuk untuk mengurus 270 juta lebih penduduk.
Dan sepertinya belum ada tim yang dikirim pemerintah yang akan datang ke Zona Berbahaya ini, jadi sebagai warga negara Indonesia yang baik, aku akan membantu negara dengan membersihkan Zona Berbahaya ini dan mengalahkan monster Boss yang merupakan Dungeon Master.
Yah meskipun sejak awal aku memang berniat untuk Leveling sehingga aku cukup kuat untuk melindungi diriku sendiri dan keluargaku di dunia yang berubah ini, ah! meskipun sebagian adalah karena jiwa gamer dan jiwa wibu ku yang tersulut.
Meskipun aku menyebutkan diriku sebagai wibu tapi aku tidak mengoleksi barang-barang yang berkaitan, yang kulakukan hanyalah menonton anime, membaca manga dan novel yang tidak terbatas hanya pada produk Jepang.
Jadi aku butuh kekuatan yang cukup untuk melakukannya, pertama aku harus meng-upgrade Magic Slingshot dengan kata lain melakukan Mana Crafting lagi. Karena sepertinya Magic Slingshot dapat menyerap Mana dari Mana Stone lebih cepat dari sebelumnya, jadi Megumin menyusun rencana yang efisien untuk melakukan Mana Crafting setiap satu jam sekali sesuai dengan kapasitas dan pemulihan Mp yang kumiliki.
Dengan bermeditasi aku dapat mempercepat pemulihan Mp ku, tapi itu masih membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk pulih. Jadi lebih baik aku menunggu Mp ku pulih sendiri sambil berlatih atau melakukan sesuatu untuk mendapatkan Skill lain.
'Sekarang jam 2 kurang, jadi aku akan mulai rencana mengalahkan Goblin King sekitar jam 5 sore'
Dengan demikian aku mulai berlatih dan melakukan sesuatu untuk mendapatkan Skill baru.
****
Di tempat lain di Zona Berbahaya yang sama 6 orang yang terdiri dari 3 pria dan 3 wanita sedang bertarung melawan kompi lain yang di kirim Goblin King.
Pria pertama dengan sebuah pedang, pria kedua membawa busur, dan pria terakhir menggunakan pedang pendek. Sementara para wanita memegang tombak, tapi mereka hanya menggunakannya untuk pertahanan saja karena mereka menggunakan Sihir dari waktu ke waktu.
Meskipun mereka berenam, mereka kesulitan untuk mengalahkan para Goblin Knight dan Goblin Elite Knight, mereka berhasil menghabisi Goblin biasa dan Goblin Archer dengan serangan sihir area tetapi Goblin Knight dan Goblin Elite Knight yang memiliki ketahanan lebih tinggi dapat bertahan dari sihir area level rendah yang dilancarkan.
Setelah beberapa menit perjuangan, akhirnya mereka berhasil mengalahkan semua Goblin Knight dan Goblin Elite Knight.
"Ha... ha... Akhirnya kita membunuhnya, dan level gua juga naik"
Seorang pria memegang pedang yang berhasil memberikan serangan terakhir pada Goblin Elite Knight berbicara dengan nafas berat.
"Oh, tapi gua juga naik level"
Kata seorang perempuan yang berada di barisan belakang.
" " " "Gua juga'' " " "
Sahut keempat yang lainnya.
"Yah, berarti emang expnya di bagi rata ya"
"Ya kayaknya emang gitu"
"Jadi kita mau ngapain lagi habis ini?"
"Buat sekarang kita kembali ke rumah Fitri aja dulu buat istirahat"
__ADS_1
Tidak ada yang keberatan dengan saran pria tersebut, kemudian mereka berbalik arah dan mulai berjalan.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka sampai di rumah yang terlihat besar tapi tidak terlalu mewah. Memasuki rumah mereka langsung duduk atau tiduran di lantai di ruang tamu.
"Fit! Minta minum dong"
Kata seorang wanita yang tiduran di lantai.
"Sisca, temanku yang imut. dapur kan deket, jadi lu ambil aja sendiri"
Jawab Fitri dengan mata tertutup ketika duduk bersandar di dinding.
"Lah kan elu tuan rumahnya, yang seharusnya menyambut tamu dengan baik"
"Kalo tamunya baik, itu juga"
"Udah, udah, gua aja yang ambil airnya"
Pria yang menggunakan busur menengahi keduanya, dan berdiri.
"Oh! Makasih Restu~"
Kata Sisca dengan suara manis
"Ya,ya"
Restu tersenyum dan pergi ke dapur, mengambil air di kulkas dan membawa beberapa gelas dia kembali ke ruang tamu.
"Nih yang mau minum"
" "Makasih Tu!.." "
Ke-5 berkata bersamaan
"Ha.... Seger banget!"
Kata Sisca setelah minum, yang lain pun mengangguk setuju.
"Jadi kita mau ngapain abis ini?"
Tanya salah satu dari mereka.
"Kayaknya semakin lama waktu berlalu, Goblinnya juga makin banyak..."
"Ya, semuanya juga tau kalo itu mah"
"Maksud gua, kita harus ngalahin Boss Goblin secepatnya sebelum Goblin nya makin banyak. Jadi gimana kalo kita lanjut ketempat Boss Goblin di Dungeon setelah istirahat selesai?"
Pria dengan pedang menyarankan, bahwa mereka harus melawan Monster Boss sebelum jumlah pasukannya bertambah.
"Gua kira ini mulai berbahaya dah, jadi sebaiknya kita keluar dari Zona Berbahaya habis istirahat"
Fitri menyuarakan pendapatnya.
__ADS_1
"Gua juga setuju sama Fitri"
Kata pria yang menggunakan pedang pendek saat bertarung.
Pendapat mereka terpecah untuk yang ingin melawan Boss dan yang ingin pergi dari Zona Berbahaya.
"Ok, gimana kalo kita tentuin dengan suara terbanyak aja"
"Ga,ga,ga.. ini bahaya tau gak sih lu Dit"
"Gak bakal bahaya kalo semuanya kerjasama, juga tadi kan kita udah ngabisin banyak Goblin. jadi Goblin yang tinggal di Dungeon pasti tinggal dikitkan"
"Kita kan gak tau jumlah pasti Goblin yang ada di Zona Berbahaya ini, jadi gua gak setuju"
Setelah beberapa saat berdebat, Aditya, pria menggunakan pedang memutuskan dengan egois.
"Jadi siapa yang setuju buat nyerang Boss?, angkat tangan!"
Empat orang termasuk Aditya mengangkat tangannya, sedangkan dua orang yang tersisa Pria yang sependapat dengan Fitri terlihat bermasalah, sementara Fitri terlihat sangat kesal dengan sikap Aditya.
'Jadi sudah di putuskan, kita akan melawan Boss Goblin, yah mungkin Goblin King"
Aditya mengkonfirmasi rencana yang akan mereka lakukan setelah beristirahat.
****
Jam 15:00. Aku di ingatkan oleh Megumin untuk melakukan Mana Crafting, pertama aku akan meningkatkan sihir perbaikan otomatis tingkat rendah ke tingkat menengah dan menambah kan sihir kedua. Karena katanya peningkatan membutuhkan Mana yang lebih sedikit daripada penerapan sihir, dan menurut perhitungan Megumin MP ku cukup untuk melakukan keduanya.
Jadi aku mempercayainya, meskipun dia terdengar memiliki Ego dengan suara tiruannya. Tapi dia tetaplah AI tanpa Ego yang hanya bertugas untuk membantu ku.
Karena akulah yang mengharapkannya begitu. Aku berpikir bahwa berbahaya bila dia memiliki Ego, mungkin dia akan mengambil alih tubuhku suatu hari jika dia memiliki Ego, atau mungkin aku hanya terlalu paranoid.
Yah, pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan. Jadi aku hanya mengikuti pepatah yang sering didengar.
To be continued...»
****
Halo,
No Face disini.
Saya hanya berpikir bahwa membuat novel lebih sulit dari yang saya bayangkan, meskipun di awal aku dapat menulis dengan santai, tapi setelah cerita berkembang semakin banyak hal yang perlu diperhatikan.
Seperti di bab kali ini saya kesulitan untuk menentukan setting pada karakter baru yang keluar.
Dan untuk nama, saya hanya mengambil beberapa nama yang sering saya dengar. Meskipun belum semua nama keluar di bab ini.
Yah mungkin masih banyak kesalahan yang ada jadi saya akan melihat semua pendapat kalian di kolom komentar.
Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like, dan komentar juga tambahkan ke favorit kalian bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.
Salam saya.
__ADS_1
No Face