2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.32 Dunia yang Berubah #Negosiasi Lanjutan


__ADS_3

~Sudut Pandang MC/Ochid~


Sabtu, 6 Mei 20XX.


8 hari sejak Dunia ini Berubah.


Kabupaten Tangerang. Kecamatan Cisauk. Desa Sempoa.


(note: nama Desa Sempoa sebenarnya tidak ada)


"Earth Wall" "Earth Wall..."


Casting Mantra Earth Wall terdengar dari setiap sudut. Orang-orang dibelakang ku berbaris dan membuat tembok tanah dengan Magic Earth.


Kebanyakan dari mereka semua adalah warga sipil sementara beberapa orang yang terlihat seperti polisi bercampur sambil menginstruksikan para warga sipil.


Saat ini, mereka sedang membuat tembok yang bertujuan sebagai pembatas dari wilayah yang telah dikuasai oleh para Monster agar tidak ada monster yang berkeliaran di wilayah manusia yang kebanyakan terdiri dari warga sipil.


Didepan warga sipil yang sedang membangun tembok, dengan kata lain disisi lain tembok yang mereka bangun, beberapa tentara sedang berjaga-jaga dari monster di wilayah ini.


Mereka semua bersenjatakan senapan otomatis dengan senjata tajam sebagai cadangan ketika amunisi habis.


Diantara mereka, seorang pria yang mengenakan Hoodie berwarna hijau gelap dan tidak bersenjata terlihat menguap karena bosan. Nama pria tersebut adalah Orchid Wijaya Kusuma, dengan kata lain adalah Aku.


Aku menoleh kebelakang untuk melihat kemajuan dari pekerjaan konstruksi berbasis Sihir yang sedang dilakukan.


"Lambat, terlalu lambat..." (Ochid)


Aku bergumam pada diriku sendiri setelah melihat kecepatan tembok yang dibangun.


'Haa... Kenapa jadi kayak gini'


Saat ini, aku bertugas sebagai penjaga konstruksi pembatas wilayah monster bersama dengan para tentara. Aku sebenarnya tidak ingin melakukan pekerjaan ini, lebih tepatnya aku memang tidak ingin bekerja.


Seharusnya aku sedang berburu monster dan menaikkan level, kemudian menaklukkan Dungeon yang ada di dekat rumahku sebelumnya. Tapi tampaknya aku terlalu menganggap enteng tentang negosiasiku dengan pihak pemerintah....


***


Setelah aku menunjukkan kekuatan dari Magic Slingshot ku, aku menjelaskan sedikit tentang kegunaan dari Mana Stone dan aku akan memberitahukan mereka tentang cara pengaplikasiannya dan sumbernya. Termasuk bagaimana cara membuat Senjata Sihir, dan tentu saja dengan imbalan yang sesuai tentunya.


Karena Bapak Sofyan yang hanya sekedar Kepala Kepolisian Sektor merasa tidak mungkin untuk menjamin atau memiliki hak menandatangani kesepakatan ini. Dia akan menghubungi atasannya. Jadi aku disuruh untuk menunggu di tempat pengungsian ini.


...


Keesokan harinya saat fajar, aku diminta untuk segera pergi ke Jakarta Pusat, untuk melakukan negosiasi dengan pihak negara.


Sebelum aku pergi, aku meminta mereka untuk mengantarkan Fitri ke tempat orang tuanya yang sedang berlibur di kota Bandung. Sebelumnya, Fitri sudah menghubungi orang tuanya dan untungnya hotel tempat mereka menginap cukup jauh dari Zona Berbahaya yang ada di sana.


Jadi sepertinya mereka akan aman jika pemerintah telah membuat pertahanan sebelum Durasi Pembatas atau Zona Berbahaya berakhir.


Sedangkan untuk keluargaku... mereka saat ini berada di salah satu tempat pengungsian di wilayah Tangerang kota. Ibu dan adikku berhasil bertemu dengan ayah, tapi ternyata tempat tinggal ayahku disana pun berada di dalam Zona Berbahaya. Jadi mau tak mau mereka harus pergi ke tempat pengungsian.


...


Setelah persiapan selesai.


Mereka mengantarku dengan mobil dan beberapa polisi yang menemaniku sebagai penjaga atau mungkin pengawas.

__ADS_1


...


Perjalanan ini memakan cukup banyak waktu, kami harus mengambil jalan memutar karena beberapa rute jalan berada dalam wilayah yang dikuasai oleh monster dan ditetapkan sebagai wilayah berbahaya.


Ketika kami sampai, matahari sudah sangat tinggi. Mobil berhenti di suatu tempat.


Dan saat aku turun dari mobil, aku dapat melihat sebuah gedung dengan tulisan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia diatasnya.


Mereka membawaku masuk kedalam Gedung Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, dan ternyata aku akan bernegosiasi langsung dengan Menteri Pertahanan Indonesia dan Menteri Dalam Negeri Indonesia.


Awalnya aku berpikir bahwa setidaknya aku akan bisa bernegosiasi dengan wakil dari pemerintah di Wilayah Provinsi Banten. Tapi setelah aku diminta untuk pergi ke Jakarta Pusat, aku berpikir bahwa aku akan bernegosiasi dengan sekretaris negara atau semacamnya, dan aku tidak mengira bahwa aku akan dibawa ke Gedung Kementerian Pertahanan Indonesia untuk bernegosiasi langsung dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri.


Yah meskipun mungkin bernegosiasi dengan sekretaris negara juga akan membuatku gugup. Jadi aku hanya bisa mengeraskan tekadku dan menenangkan diri ku untuk negoisasi ini.


Aku diantar kesebuah ruangan yang sepertinya adalah ruangan rapat. Dengan meja panjang besar dan kursi-kursi yang mengelilinginya, diujung meja terlihat tiga pria yang telah melewati usia paruh baya duduk dikursi yang berdekatan.


Sebelumnya, aku diberitahu bahwa aku akan bertemu dengan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri. Tapi kemudian ada tiga orang pada pertemuan ini.


Kemudian orang tambahan dalam pertemuan ini ternyata adalah Menteri Sekretariat Negara, dan ini meningkatkan tekanan yang kuterima dalam negosiasi ini. Meskipun sebenarnya bernegosiasi dengan seorang kepala polisi sektor (Pak Sofyan) sudah membuatku gugup.


Berhadapan dengan ketiga orang besar negara ini, Pak Yudi Menteri Dalam Negeri, Pak Tarigan Menteri Pertahanan, dan Pak Rudy Menteri Sekretariat Negara. Benar-benar membuatku sangat gugup sehingga aku sempat berpikir untuk memberikan semua informasi yang kuketahui tanpa negosiasi/meminta imbalan apapun.


Jadi, aku kembali mengeraskan tekadku dan berjuang untuk tidak terlalu gugup atau tertekan saat bernegosiasi dengan ketiga Menteri tersebut. Jika saat ini kami berada di Zona Berbahaya dan Bonus Time masih berlaku, mungkin aku akan mendapatkan semacam skill resistance untuk mengurangi kegugupan dan tekanan yang kurasakan.


...


Kemudian kami memulai negosiasi kami. Dan aku berhasil mendapatkan sebagian besar dari apa yang kuinginkan.


Dua Rumah yang berada di wilayah yang dijamin aman dari Monster dan Dungeon beserta sejumlah besar uang yang lebih besar daripada yang mungkin aku hasilkan meskipun aku bekerja 24 jam non-stop sebagai kasir minimarket selama sisa hidupku.


Sedangkan untuk mereka.... Mereka mendapatkan informasi mengenai asal/sumber Mana Stone, kegunaan dan cara pengaplikasian/menggunakannya, termasuk cara membuat Alat Sihir dan Senjata Sihir.


Aku memberikan informasi kepada negara juga mungkin karena aku masih memiliki rasa patriotisme pada negaraku, dan aku tidak ingin negara ini kacau atau menjadi lebih lemah daripada negara lain ketika era baru ini dimulai.


Kami juga mendiskusikan tentang berbagai hal atau lebih tepatnya aku hanya memberitahu mereka tentang apa yang kupikirkan yang mungkin akan terjadi dimasa depan.


Aku memberi tahu mereka, jika Informasi mengenai Mana Stone dan Pembuatan Alat Sihir atau Senjata Sihir memang akan segera diketahui oleh masyarakat, mungkin lebih baik jika pemerintah segera mengumumkan informasi tersebut pada masyarakat dan sekalian memberikan pajak mengenai kepemilikan Senjata Sihir dan Alat Sihir berdasarkan seberapa kuat atau langka senjata tersebut. Juga pajak pada pihak yang memproduksinya secara masal untuk penjualan.


Dengan itu, aku berhasil mendapatkan 10% dari pajak tersebut disetiap tahunnya dimasa mendatang.


Karena aku merasa senang dengan sejumlah uang gratis yang lumayan besar yang bisa kudapatkan setiap tahunnya tanpa harus bekerja, aku memberitahu mereka tentang kemungkinan orang-orang yang sangat kuat akan muncul yang kemudian mendirikan sebuah organisasi pribadi seperti Guild atau semacamnya. Jadi aku menyarankan mereka untuk segera membuat persyaratan, peraturan dan kewajiban untuk Guild swasta.


Aku juga menyarankan mereka untuk menciptakan Lisensi Hunter atau semacamnya untuk orang-orang yang bergabung dengan sebuah Guild dan orang-orang yang menjadikan berburu Monster atau menaklukkan Dungeon sebagai pekerjaan mereka.


Jadi mereka memutuskan untuk menciptakan sebuah organisasi baru untuk memantau Guild atau Hunter, dan menunjukku sebagai kepala/pemimpin organisasi tersebut, yang tentu saja aku menolaknya dengan keras.


Sepertinya mereka menilaiku terlalu tinggi, yang mana aku hanyalah seorang pemuda yang baru berusia 21 tahun dengan ide-idenya yang dipikirkan atau dapatkan karena telah banyak membaca novel fantasi yang berkaitan atau semacamnya.


Meskipun sebenarnya aku berpikir bahwa menjadi kepala sebuah organisasi besar cukup keren. Hanya saja, aku merasa tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin sebuah organisasi. Yah, mungkin aku akan mendapatkan pengalaman seiring berjalannya waktu dan menjadi pemimpin yang cakap.


Tapi bukan itu alasanku menolak menjadi kepala/pemimpin organisasi tersebut. Aku hanya berpikir bahwa hal tersebut terlalu merepotkan dan kemungkinan besar mereka ingin mengikatku, memanfaatkan aku sepenuhnya dan membatasi kebebasanku.


Karena dunia ini berubah dan suara misterius waktu itu mengatakan penggabungan penuh 2 dunia atau semacamnya dalam 3 bulan, dengan kemungkinan besar Dunia yang bergabung dengan Dunia ini adalah Dunia Fantasi yang memiliki berbagai Ras Fantasi didalamnya. Maka aku ingin menjelajahi dunia ini dan melihat Ras-Ras Fantasi tersebut.


Dengan demikian aku harus segera menjadi lebih kuat untuk petualangan ku menjelajahi dunia yang berubah ini. Dan juga aku harus memiliki kebebasan untuk melakukan hal tersebut. Meskipun jika aku memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga hanya segelintir orang saja di dunia ini yang dapat bersaing denganku, secara otomatis aku memiliki kebebasan tersebut.


Jadi tujuan ku untuk saat ini adalah level up dan menjadi lebih kuat.... mungkin yang terkuat di negara ini.

__ADS_1


Setelah aku menolak penunjukan posisi kepala sebuah organisasi baru tersebut. Pak Tarigan, Menteri Pertahanan berbicara tentang rumahku yang katanya telah menjadi sebuah benteng kecil dalam laporan yang mereka terima bersamaan dengan laporan mengenai permintaanku untuk bernegosiasi dengan negara.


Aku memberitahu mereka bahwa aku membangun benteng tersebut dengan Sihir Tanah, dan aku menceritakan tentang proses dan kinerja benteng tanah tersebut.


Aku juga menyarankan mereka untuk membuat pembatas dengan cara yang sama untuk mengelilingi sebagian atau seluruh wilayah yang dikuasai oleh monster dan dianggap berbahaya. Dan mereka meminta ku untuk membantu mereka melakukan hal tersebut.


Aku benar-benar ingin menolaknya, tapi mereka mengatakan satu hal yang kulupakan. "Mungkin dimasa depan Dungeon-Dungeon yang ada dan yang baru muncul akan diawasi dan diatur oleh negara, beserta hak untuk memasuki wilayah berbahaya termasuk Dungeon tersebut. Belum lagi tentang pengeluaran Lisensi Hunter...." Dengan kata lain, mereka mengatakan bahwa aku tidak akan bisa memasuki Dungeon atau wilayah berbahaya dan bahkan mereka tidak akan mengeluarkan Lisensi Hunter untukku meskipun aku yang memberikan ide tersebut.


Jadi mau tak mau aku menyetujuinya, dengan catatan bahwa aku hanya akan membantu selama 1 Minggu tentu saja dengan jam kerja normal. Tapi mereka mereka memintaku untuk bekerja selama 2 Minggu dengan jam kerja normal tanpa hari libur dengan pengeluaran gratis Lisensi Hunter Eksklusif sebagai tambahan untukku. Meskipun aku tidak tahu apa yang mereka maksud dengan Eksklusif ini, aku hanya menyetujuinya sebelum mereka berbicara sesuatu yang lebih merepotkan lagi dan meminta mereka untuk segera membuat kontrak mengenai negosiasi ini.


Aku khawatir apakah mereka benar-benar akan membuat kontrak tersebut, tapi kemudian seorang masuk ke ruang ini dengan membawa beberapa lembar kertas yang ternyata itu adalah kontrak mengenai hal-hal yang telah kami diskusikan sebelumnya.


Sepertinya ada cctv atau penyadap atau semacamnya diruangan ini di suatu tempat yang telah mereka persiapan sebelumnya. Dan ini menunjukkan bahwa aku benar-benar ceroboh dan naif karena melupakan hal tersebut dan tidak menyadarinya.


Tapi untunglah mereka tidak sejahat itu, untuk membatalkan kontrak dan mengusirku begitu saja. Meskipun mereka adalah rubah tua yang licik, tapi sepertinya mereka masih memiliki hati nurani.


Atau mungkin, mereka mengantisipasi agar aku tidak memberontak atau semacamnya. Yah, mereka mungkin tidak salah. Karena jika kontrak tersebut dibatalkan setelah aku memberikan semua informasi diatas dan mereka mengusirku begitu saja aku pasti akan menjual informasi ke negara lain dan pindah bersama keluargaku ke negara tersebut.


Mari kita kesampingkan itu.


Aku menandatangani kontrak tersebut setelah membacanya cukup lama beberapa kali untuk memastikan tidak ada yang salah atau sesuatu yang mencurigakan dengan isinya.


....


Jadi aku mulai bekerja keesokan harinya, sementara masalah mengenai rumah dan keluargaku akan diurus oleh mereka dan satu rumah lagi adalah untuk Fitri dan keluarganya yang juga akan mereka urus. Aku telah memberi tahu Fitri mengenai hal tersebut menggunakan telepati dari efek Party yang ternyata tidak terbatas pada deteksi keberadaan anggota Party yang berjarak hanya 5 km.


Pada penjelasan efek Party memang tidak disebutkan mengenai batas telepati tersebut, aku bertanya pada Megumin dan ternyata dia juga tidak mengetahui batas atau penjelasan lain mengenai hal tersebut.


Setelah kami selesai dengan negosiasi dan penandatanganan kontrak, matahari sudah mulai terbenam. Jadi aku diantar ke sebuah hotel yang berada didekatnya dan tagihannya akan ditanggung oleh pemerintah, jadi aku memesan makanan terenak dan termahal dengan pelayanan penuh dari layanan yang disediakan hotel.


To be continued......»


***


Hai,


No Face disini.


Saya minta maaf karena tidak update selama 2 hari ini, hari Sabtu sebelumnya, ada saudara yang berkunjung kerumah kami dan diantara mereka ada sepupu saya yang baru kelas 1 SMP yang suka bermain dengan saya sehingga saya tidak bisa berkonsentrasi untuk menulis cerita.


Dia menginap di rumah kami, sementara ibu dan ayahnya yang tidak lain adalah bibi dan pamanku, pulang lebih dulu karena sebenarnya rumah kami hanya beda Desa yang jaraknya tidak terlalu jauh. Jadi mereka akan menjemputnya keesokan harinya saat sore hari.


Saat sepupu tersebut ada di sini, saya membuatnya untuk menonton anime di laptop saya dan saya harus mengawasinya agar dia tidak terlalu tenggelam di dunia perwibuan.


Terlebih lagi, ada beberapa file yang tidak boleh dilihat olehnya didalam laptop saya jadi aku menemaninya untuk memilih dan menonton anime yang aman untuknya.


Ah! Maksud dari file tersebut adalah anime yang tidak terlalu pantas untuknya seperti anime yang memiliki genre ecchi.


Karena itulah aku tidak bisa berkonsentrasi untuk menulis karena aku akan merasa tidak tenang untuk membiarkannya menonton anime dan mengoperasikan laptopku sendirian.


...


Yah, salam penutup kali ini tidak ada informasi yang penting kecuali tentang permintaan maaf saya, begitu juga dengan salam penutup pada beberapa bab sebelumnya yang mungkin tidak terlalu penting.


Itu saja untuk bab kali ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.

__ADS_1


Salam saya.


No Face.


__ADS_2