
~{Sudut Pandang MC//Ochid}~
Setelah membunuh Para Goblin, aku mengajak ke 4 manusia yang tersisa untuk pergi bersama kami kerumah ku.
Tebakanku tentang identitas mereka adalah benar dilihat dari apa yang mereka kenakan.
Aku menebak bahwa kelompok yang datang saat sore hari tersebut adalah Tentara atau Polisi. Dan seragam yang mereka kenakan adalah seragam kepolisian dengan rompi anti peluru.
Aku menyelamatkan mereka karena mereka akan berguna untuk apa yang aku rencanakan saat aku pergi dari Zona Berbahaya ini.
Sebenarnya aku berencana untuk menjual beberapa informasi kepada pemerintah, tapi itu akan cukup sulit jika aku tidak memiliki koneksi ke mereka. Dan kemudian kesempatan ini datang. Tentu saja aku tidak akan melewatkannya.
Informasi yang akan kuberikan tentu saja akan berguna untuk mereka dan juga masyarakat. Tapi aku hanya akan menjual informasi yang tidak akan merugikan ku dan informasi yang kemungkinan akan di ketahui secara luas dengan sendirinya.
Ngomong-ngomong.
Pergerakan kami untuk kembali kerumah ku cukup lambat karena kondisi 2 orang dari kelompok Polisi cukup parah. 2 lainnya juga terluka tapi tidak terlalu parah, jadi mereka membantu 2 orang itu untuk berjalan.
Sementara itu, aku mengurus semua Goblin yang kami temui dalam perjalanan.
Aku juga menyimpan mayat mereka dengan Inventory ku. Meskipun sebenarnya aku tidak ingin menunjukkan sebanyak mungkin Skill yang kumiliki kepada orang lain, tapi aku juga tidak mungkin untuk menyia-nyiakan sumber daya yang berharga seperti Mana Stone.
Dan aku juga membawa kedua mayat kolega mereka, karena permintaan mereka setelah mereka mengetahui bahwa mayat-mayat Goblin yang menghilangkan adalah karena aku.
Aku memberitahu mereka bahwa aku memiliki semacam Skill yang dapat menyimpan benda mati, jadi mereka memintaku untuk membawa mayat kedua teman mereka. Tapi aku tidak menjawab pertanyaan mereka tentang mengapa dan untuk apa aku menyimpan mayat-mayat Goblin tersebut.
Karena aku juga telah memperingatkan Fitri untuk tidak memberitahu mereka sesuatu yang tidak perlu, jadi mereka juga tidak mendapatkan jawaban darinya.
....
Setelah perjalanan yang cukup lambat, akhirnya kami dapat melihat tembok tanah setinggi 3 meter lebih yang terlihat seperti sebuah benteng yang kokoh dengan parit yang cukup lebar dan dalam yang mengelilinginya.
Kelompok Polisi tersebut terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Haa... Akhirnya kami sampai juga. Sebaiknya kita segera masuk dan memberikan pertolongan pertama pada luka kalian" (Ochid)
Aku mengatakan itu kepada mereka yang masih terlihat terkejut.
"Tapi bagaimana caranya kita melewati parit dan tembok tinggi yang tidak memiliki pintu?" (Syarif)
Yang bertanya adalah seorang pria paruh baya yang terlihat cukup kuat dari penampilannya, yang sebenarnya memang cukup kuat saat aku melihat Status Window miliknya sebelumnya.
~
Nama : Syarif Affandi
Ras : Manusia (laki-laki)
Usia : 48 tahun
Lv.14
Party (2/6) : Leader
•STR. : 32
Atk : 120
•VIT. : 45
Hp : 030±/450±
Stp : 015±/450±
Def : 67.5
•INT. : 21
Mp : 008/210
Ma : 105
Mr : 31.5
•AGI. : 40
•LUK. : 20
__ADS_1
*BSP : 4
*SP : 4
• Gift : Captain
• Skill + : Leadership Lv.3 Stongest Lv.3 Swordmarship Lv.4 Spearmarship Lv.1 Shield Mastery Lv.2 Shooting Lv.3
Night Vision Lv.1 Sprint Lv.1 Determination/Tekad Lv.1
•Title : {Leader} {Captain} {Goblin Sleyer}
•Achievement : Tidak ada
Statistik Fisik nya hampir sama dengan ku, dan bahkan stat Vitality nya lebih tinggi dari ku. Meskipun Levelnya lebih rendah dariku dan bahkan dia tidak memiliki Pencapaian.
Jadi kupikir mungkin ini dikarenakan faktor umur. Dengan umur 48 tahun itu berarti dia memiliki 48 BSP di awal.
Dengan kata lain setiap orang yang sudah berumur memiliki banyak BSP untuk dialokasikan dengan bebas, dan membuat mereka lebih kuat diawal dari pada yang lebih muda.
Kali ini faktor U memiliki nilai positif.
Yah, meskipun itu membuatku sedikit iri dengan jumlah BSP yang mereka terima diawal, tapi aku tidak terlalu menginginkannya jika kesepakatannya adalah untuk menukarkan masa mudaku dengan sejumlah BSP.
Tidak mungkin aku akan mengorbankan masa mudaku yang baru saja dimulai.
Ah! Ngomong-ngomong, aku tidak menjawab pertanyaan Kapten Syarif dan hanya membuat jembatan dan tangga dengan Earth Magic.
Aku dan Fitri memimpin mereka ke rumah ku. Membawa mereka ke ruang tengah aku meminta mereka duduk sesukanya. Sementara aku pergi mengambil air dengan ember untuk membersihkan luka mereka, Fitri mengambil kain lap bersih di dapur dan kotak P3K di lemari di bawah tv.
Seharusnya mereka membawa barang-barang untuk pertolongan pertama, tapi sepertinya mereka membuang semua ransel mereka termasuk ransel yang berisi barang-barang tersebut. Jadi mereka hanya bisa melakukan pertolongan pertama minum dengan barang-barang yang ada di kotak P3K yang aku miliki.
...
Setelah mereka selesai mengurus luka mereka, dua orang yang memiliki luka cukup serius, tertidur setelahnya.
Kami membaringkan keduanya di sofa di ruang tamu.
Yang tersisa adalah Kapten Syarif dan bawahnya *Iptu Fera.
(*Iptu : Inspektur polisi satu)
Kami berempat, Aku, Fitri, Kapten Syarif dan Iptu Fera berkumpul di ruang tengah (ruang keluarga).
"Sekali lagi, saya berterimakasih karena telah menyelamatkan kami, nak Ochid dan nak Fitri" (Syarif)
Kapten Syarif berterimakasih sambil membungkuk 45 derajat kearah Aku dan Fitri .
'Apakah anda orang Jepang Kapten!'
Aku berteriak dalam hati, sambil terkesan dengan sikap tulusnya.
"Tolong angkat kepala anda Kapten Syarif! Aku hanya melakukan apa yang kuinginkan" (Ochid)
Meskipun aku telah mengatakan hal tersebut, Kapten Syarif mengucapkan terimakasih beberapa kali lagi kepadaku dan bahkan Iptu Fera mengikutinya.
...
Setelah itu kami mendiskusikan beberapa hal, dimana aku yang lebih banyak mengajukan pertanyaan kepada Kapten Syarif.
kesimpulannya.
Informasi yang kudapatkan darinya hampir sama dengan apa yang dikatakan Fitri sebelumnya. Hanya saja ternyata ada 4 Goblin General di dalam ruangan Goblin King.
Seperti yang diharapkan tidak mungkin untuk menaklukkan Dungeon dengan kekuatanku saat ini.
Mereka telah mengumpulkan banyak pasukan setelah 3 Gelombang Monster berlalu. Terlebih lagi mereka berkumpul di satu tempat.
'Tapi mengapa mereka berkumpul di satu tempat di dalam ruangan Goblin King?'
Bukankah seharusnya mereka menyebar meskipun berada di dalam Dungeon.
{Kemungkinan besar Goblin King dengan sengaja mengumpulkan pasukannya untuk melakukan invasi menyeluruh setelah semua pasukannya terkumpul}
Megumin memberikan pendapatnya saat aku bertanya pada diriku sendiri.
Hmm... Begitu..
__ADS_1
'Tapi apakah invasi tersebut hanya terbatas pada daerah seluas Zona Berbahaya ini?'
{Ya, tapi hanya untuk saat ini, karena wilayah Zona Berbahaya adalah pembatas yang tidak bisa dilewati para Monster yang dibuat untuk membantu makhluk di bumi agar bersiap untuk menghadapi mereka}
'Jadi setelah Zona Berbahaya yang sebenarnya adalah pembatas menghilang, para monster dapat memperluas wilayah invasi mereka?'
{Itu tepat seperti yang anda katakan Master}
'Dan mengapa Zona Berbahaya/Pembatas tersebut hanya satu hari?'
{Sayangnya saya tidak mengetahuinya dan bahkan tidak ada informasi mengenai hal tersebut pada Gift Google}
Begitu....
Yah karena hal tersebut tidak terlalu penting untuk apa yang ingin kulakukan, maka aku akan berhenti memikirkannya.
Saat aku memikirkan hal tersebut, aku melihat bahwa ternyata sudah jam 11:35 malam. Jadi aku memberi tahu Fitri dan juga Kapten Syarif untuk bersiap pergi.
Yang kumaksud dengan pergi adalah pergi dari Zona Berbahaya ini, bukan pergi ke Dungeon. Karena sebelumnya aku juga sudah memutuskan bahwa aku tidak akan menaklukkan Dungeon hari ini, apalagi setelah mendengar informasi yang dikatakan Kapten Syarif.
Jika aku terlalu sombong dengan kekuatanku yang masih lemah ini, aku mungkin akan mati segera karena kesombongan ku sendiri.
Meskipun aku memang ingin sedikit sombong jika nanti aku benar-benar sudah menjadi sangat kuat.
Yah, itu mungkin jalan yang panjang dan sulit.
Untuk saat ini aku akan melakukan apa yang kubisa semampuku.
Kesampingkan itu.
Dengan kondisi Kapten Syarif dan bawahnya, tentu saja mereka akan kembali ke markas mereka untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik segera.
Aku telah mendiskusikannya dengan Kapten Syarif, bahwa aku dan Fitri juga akan pergi dari Zona Berbahaya ini. Aku juga telah mendiskusikan tentang permintaanku untuk bertemu dengan atasannya atau penjabat pemerintah yang berpengaruh karena aku ingin memberikan beberapa informasi berharga yang ku ketahui, yang tentunya akan berguna untuk negara ini. Dan tentu saja aku tidak memberikan informasi tersebut secara gratis.
Belum lagi kedua mayat bawahan Kapten Syarif masih ada di dalam Inventory ku. Jadi diputuskan bahwa aku dan Fera akan mengikuti kelompok Kapten Syarif ke markas mereka, Polsek Pagedangan. Yang juga dijadikan sebagai salah satu tempat pengungsian bagi warga yang rumahnya berada didalam Zona Berbahaya, di wilayah kecamatan Pagedangan.
Setelah Kapten Syarif membangunkan kedua bawahnya yang tertidur, kami pergi ke bagian depan rumah ku untuk pergi keluar dari Zona Berbahaya.
Aku menawarkan untuk membawakan senjata mereka karena mereka sudah mengetahui bahwa aku memiliki semacam skill penyimpanan. Kedua orang yang terluka parah menerima tawaranku segera, sementara Kapten Syarif dan Iptu Fera menolaknya dengan alasan kemungkinan untuk bertemu dengan Goblin diperjalanan.
Meskipun kami hanya akan berjalan sebentar dan melewati beberapa rumah untuk keluar dari Zona Berbahaya ini. Dan bahkan jika kami memang bertemu dengan Goblin diperjalanan, aku dan Fitri sudah cukup untuk berurusan dengan sekelompok kecil Goblin tanpa berkeringat.
Aku memberitahu mereka hal tersebut, tapi mereka berdua tetap menolak tawaranku untuk membawakan senjata mereka. Aku pun tidak memaksa mereka dan segera membuat tangga dengan Earth Magic untuk melewati tembok benteng yang kubangun dengan susah payah.
Mungkin ini juga adalah perpisahanku dengan rumah dimana aku tinggal dan tumbuh besar. Rumah yang memiliki banyak kenangan ini kemungkinan besar akan dihancurkan dan ditempati oleh para Goblin. Meskipun aku akan menaklukkan Dungeon di Zona Berbahaya ini nantinya, tapi kemungkinan sudah terlambat bagi rumahku saat itu.
Yah, aku juga telah membawa semua barang yang berguna dan berharga di rumah ini sampai kapasitas Inventory ku hampir penuh.
Setelah kami melewati tembok dan parit, kami berjalan pergi dengan kecepatan maksimal dari orang yang terluka parah di kelompok ini.
Dan tentu saja aku telah menghilangkan tangga diluar tembok dan jembatan di parit.
Menoleh ke belakang, aku mengucapkan perpisahan pada rumahku di dalam hati dan pergi untuk melihat masa depan dunia yang telah berubah ini yang sepertinya akan menyenangkan sekaligus dipenuhi dengan bahaya.
To be continued......»
***
Halo,
No Face disini.
Pada paragraf terakhir di bab ini mungkin terkesan bahwa Arc ini (Dunia yang Berubah) telah berakhir.
Tapi tentu saja Arc ini (Dunia yang Berubah) masih berlanjut yang kemungkinan besar sampai kedua Dunia (Bumi dan Akasia) bergabung/bersatu dengan sempurna dalam rentang waktu 3 bulan dari hari dimana dunia ini berubah.
Juga...
Bagaimana dengan bab kali ini? Apakah sudah lumayan panjang atau masih terlalu pendek. Mungkin masih terlalu pendek karena bab sebelumnya sekitar 1,200 kata dan bab ini hanya sekitar 1,600 kata.
Ya, peningkatannya hanya sedikit. Tapi aku sudah berusaha, jadi aku akan meningkatkannya sedikit demi sedikit.
Itu saja untuk bab kali ini.
Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga, tambahkan ke favorit kalian dan mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.
Salam saya.
__ADS_1
No Face