2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.26 Dunia yang Berubah #Kelompok Lainnya


__ADS_3

Setelah aku selesai menyerap [Crystal Skill], Aku pergi ke halaman belakang rumah untuk mengurus mayat-mayat Goblin yang ada di Inventory ku.


Setelah selesai aku kembali kedalam rumah dan melihat bahwa Fitri juga sudah selesai mandi, dia mengenakan baju kaos dan celana olahraga panjang milikku.


"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Fitri bertanya kepadaku saat aku mendekatinya.


Kemudian aku bertanya mengenai informasi terkait Dungeon padanya. Jadi kami membahas tentang rencana kami selanjutnya untuk sementara waktu. Dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak melawan Goblin King kali ini, karena jumlah pasukannya yang telah menjadi sangat banyak di dalam Dungeon.


Jadi aku mengurungkan niatku untuk pergi ke Dungeon dan melawan Goblin King dengan pasukannya secara langsung, karena sepertinya aku akan kehabisaa Stamina dan Mana terlebih dulu sebelum aku bisa melawan Goblin King. Jadi aku berencana untuk mengurangi jumlah mereka terlebih dahulu dan naik level secara perlahan.


Itu pun akan kulakukan nanti di masa depan setelah Bonus Time berakhir, karena para Goblin tidak akan bertambah banyak secara instan setelah Bonus Time berakhir.


Dengan itu kami memutuskan akan berada di Zona Berbahaya ini untuk berlatih dan mendapatkan beberapa Skill baru sampai gelombang ketiga datang dan kemudian melarikan diri segera. Saat ini adalah jam 20 : 33 jadi kurang dari 4 lagi sampai gelombang ketiga muncul.


Jadi aku memberi tahu Fitri tentang [Mana Circle] dan menjelaskan bagaimana membentuknya. Kemudian dia segera bermeditasi untuk membentuk Mana Circle Pertamanya.


Sementara itu aku kembali ke halaman belakang rumah untuk mencoba [Sihir Non-atribut]. Seperti namanya, Sihir ini adalah Sihir yang tidak memiliki atribut, misalnya Skill [Penguatan Tubuhku].


Meskipun Skill tersebut termasuk kedalam Sihir Non-atribut, tapi aku tidak langsung mendapatkan Sihir Non-atribut saat mendapatkan Skill Penguatan Tubuh sebelumnya karena [Non-attribute Magic] memiliki kondisi atau persyaratan yang lebih sulit dibandingkan dengan persyaratan mendapatkan Skill dasar lainnya.


Dan sepertinya membutuhkan 3 SP untuk membeli [Non-attribute Magic Lv.1].


Pengaplikasian Non-attribute Magic sangatlah beragam, contohnya seperti [Lifestyle Magic (Sihir Gaya Hidup)] ini adalah Sihir yang dibutuhkan untuk mempermudah kehidupan sehari-hari yang kita lakukan, seperti Mantra [Wash] yang menghilangkan kotoran dari tubuh dan pakaian atau [Clean] untuk membersihkan benda atau tempat.


Kemudian ada Sihir serangan dari Non-attribute Magic seperti, [Magic Bullet]. Dan untuk pertahanan seperti [Magic Shield].


Dan masih banyak lagi penggunaan dari [Non-attribute Magic] seperti Penguatan Tubuh. Dan saat ini aku sedang berlatih untuk mengetahui apa saja yang kubisa dengan [Non-attribute Magic].


....


Kurang dari tiga puluh menit kemudian Fitri selesai membentuk Mana Circle Pertamanya dan datang ke halaman belakang untuk menemui ku. Aku memberikan [Crystal Skill : Strong Lv.1] untuk dia serap dan kemudian kami mulai pelatihan kami. Aku mengajarinya beberapa Skill yang mudah di dapatkan yang aku ketahui...


****


Sementara itu, di tempat lain di Zona Berbahaya yang sama. Sekelompok manusia sedang beristirahat di sebuah rumah yang telah di tinggalkan oleh pemiliknya.


18 Orang yang terdiri dari 13 pria dan 5 wanita mengenakan pakaian yang seragam, lebih tepatnya mereka mengenakkan seragam kepolisian dengan rompi anti peluru. Tapi mereka memegang senjata yang tidak atau jarang digunakan oleh orang-orang di kepolisian atau ketentaraan di zaman modern ini.


Kebanyakan dari mereka memegang sebuah pedang dengan satu bilah tajam yang melengkung, atau lebih tepatnya adalah sebuah Katana. Sementara beberapa dari mereka memegang sebuah tombak. Tidak hanya senjata, mereka juga dilengkapi dengan perisai modern yang terlihat transparan.


"Jadi apa yang akan kita lakukan selanjutnya Kapten?" Tanya seorang pria dengan tombak yang bersandar di bahu kanannya.


"Yah, tempat ini semakin berbahaya seiring berlalunya waktu seperti yang mereka bilang. Kukira sebaiknya kita menaklukkan Dungeon secepatnya, tapi ada juga pilihan untuk tetap pada rencana yang di berikan atasan untuk membersihkan daerah sekitar terlebih dulu sebelum menaklukkan Dungeon" Jawab seorang pria yang sedang duduk sambil mengelap pedangnya.


"Kapten, saya berpikir bahwa jumlahnya mereka yang kita hadapi sebelumnya terlalu banyak dari pada laporan yang kita terima tentang Zona Berbahaya di daerah lain" Kata salah satu dari 5 wanita yang ada di dalam kelompok tersebut.


"Ya kamu benar, jumlah pasukan Goblin yang kita hadapi sebelumnya mungkin sekitar 250. Dan kita bahkan masih belum berada di pusat Zona Berbahaya. Sepertinya mereka mengirim pasukannya ke tempat kita berada" (Kapten)


"Menurut laporan, jumlah pasukan tersebut seharusnya berada di dalam Dungeon. Jadi apakah itu berarti mereka sudah tidak memiliki banyak pasukan lagi di dalam Dungeon?" (Polisi Pria 1)


"Tidak, menurut laporan mereka yang sudah menaklukkan Dungeon di Zona Berbahaya lainnya, mereka menghadapi sebuah pasukan yang terdiri dari 50 Goblin sebelum siang hari. Kemudian mereka menghadapi 180 di siang hari. Lalu mereka memasuki Dungeon dan menemukan 300 lebih Goblin di dalamnya dengan satu Goblin raksasa yang sangat kuat" (Kapten)


"Jadi memang benar bahwa jumlah mereka bertambah seiring berjalannya waktu, dan kemungkinan besar mereka masih memiliki banyak pasukan di dalam Dungeon. Kita anggap saja sekitar 300 Goblin masih ada di dalam Dungeon, jadi apakah kita akan memasuki Dungeon atau tidak?" (Kapten)


"Yah, 300 hanya sedikit lebih banyak dari sebelumnya... Jadi menurut saya kita harus menghilangkan Dungeon secepatnya sebelum jumlah mereka bertambah" (Polisi pria 1)


"Tapi bagaimana dengan Raja Goblin yang mereka sebutkan? Bukankah kata mereka dia sangat kuat?" (Polisi Wanita 1)


"Hahaha! Bukankah gambaran mereka tentangnya itu seperti Goblin besar yang kita hadapi sebelumnya! Kita hanya perlu menahan pergerakannya dan menghabisinya dengan senapan kita" (Polisi pria 1)


"Tidak, tidak, tidak.... Kita diberikan senapan dan granat untuk menggunakannya pada Goblin King oleh atasan, tapi kita malah menggunakannya pada Goblin besar sebelumnya, dan yang tersisa hanya 5 granat dan sedikit amunisi..." (Polisi wanita 1)


"Belum lagi tiga orang terluka dari pertempuran sebelumnya" (Polisi wanita 1)


"Tapi kita juga sudah naik beberapa Level dari saat kita datang ke Zona Berbahaya ini... Dan aku sekarang sudah Level 7 aku merasa semakin kuat" (Polisi pria 1)


"Hmph... Meskipun Level kamu masih dibawah ku yang sekarang sudah Level 8, jadi aku sarankan kamu tidak akan terlalu percaya diri" (Polisi wanita 1)


"Tcih, omong kosong! Itu hanya beda satu leve saja. Aku akan segera menyusul mu jika aku membunuh satu Goblin lagi" (Polisi pria 1)


Keduanya saling memelototi satu sama lain.... kemudian mereka mengalihkan pandangannya ke pria yang mereka panggil Kapten.


" "Jadi berapa Level anda kapten?" "

__ADS_1


Keduanya bertanya pada saat yang bersamaan. Sementara sang Kapten membuat ekspresi bermasalah di wajahnya.


"Yah.... Levelku tidak terlalu berbeda dengan kalian" (Kapten)


" "Dan..!" "


"...."


Sementara sang kapten diam tidak menjawab, mereka semakin menekannya dengan tatapan mereka. Tapi tidak hanya mereka berdua yang memberikan tekanan padanya, semua orang yang berada di ruangan tersebut dengan kata lain semua bawahannya menatapnya dengan rasa ingin tahu yang memberikan tekanan yang sama.


"Baiklah, baiklah.... Aku sudah Level 10" Sang kapten menjawab sambil mengangkat kedua tangannya yang mengisyaratkan bahwa dia menyerahkan dengan tekanan yang mereka berikan.


"Kuh!, Dia lebih tinggi 3 level dariku" (Polisi pria 1)


"Seperti yang diharapkan dari kapten! Anda memang hebat" (Polisi wanita 1)


Suara kagum dan kata-kata hormat dan pujian keluar dari mulut anak buahnya setelah mengetahui Levelnya. Dia menggaruk pipinya dengan jari telunjuknya karena malu.


Faktanya. Dia sang kapten atau lebih tepatnya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Syarif Affandi dan 17 bawahannya baru di tugaskan untuk membersihkan Zona Berbahaya dan menghilangkan Dungeon tadi sore, setelah tim lain yang telah menaklukkan Dungeon lain kembali.


Dia dan bawahnya, awalnya di tugaskan hanya untuk mengurus para pengungsi di tempat penampungan, dan mereka hanya melawan beberapa Goblin saat melindungi para warga sipil.


Kemudian Dia di berikan tugas oleh atasannya untuk membersihkan Zona Berbahaya dan menghilangkan Dungeon yang terletak di Desa. Asgard Kec. Pagedangan.


(note: Nama Desa nya tidak benar-benar ada..... Mungkin! Tapi Kec. Pagedangan memang benar adanya di Kab. Tangerang)


Dia, AKP Syarif Affandi di berikan laporan dan riset dari Tim yang telah menaklukkan Dungeon beserta surat perintah/tugas oleh atasannya. Juga dia diberikan senapan otomatis, granat tangan dan senjata abad pertengahan untuk digunakan olehnya dan bawahannya untuk tugas ini.


Kemudian AKP Syarif mengumpulkan bawahannya untuk memberitahukan tentang tugas yang diberikan atasan kepadanya dan bawahnya. Lalu dia membagikan lembar laporan dan riset yang berisi informasi tentang Zona Berbahaya dan Dungeon dari Tim yang telah menaklukkan Dungeon.


Mereka jadi lebih mengetahui tentang Status Window setelah mempelajari laporan tersebut tapi tidak hanya itu, mereka juga mempelajari tentang Zona Berbahaya dan Dungeon.


Jadi mereka memutuskan untuk menaikkan Level mereka terlebih dahulu sambil membersihkan Goblin yang berada di dalam Zona Berbahaya.


Mereka berencana untuk tidak terlalu dekat dengan pusat Zona Berbahaya dan menaikkan level mereka terlebih dulu sebelum memasuki Dungeon. Tapi kemudian mereka di datangi oleh pasukan Goblin yang berjumlah lebih dari 250 Goblin.


Jadi mereka terpaksa menggunakan senapan otomatis dan granat tangan yang jumlahnya terbatas untuk selamat dari pasukan Goblin tersebut.


Jumlah amunisi senapan otomatis dan granat tangan yang mereka dapatkan tidak terlalu banyak, mungkin karena itu adalah Kepolisian bukan TNI. Atau mungkin juga karena memang persediaannya yang sedikit dan telah berkurang setelah penugasan Tim lainnya.


Menurut Laporan yang mereka terima, Goblin King memiliki tinggi lebih dari 3 meter tapi kurang dari 4 meter. Meskipun dengan tubuhnya yang besar, dia memiliki kecepatan yang luar biasa sehingga seorang dengan keahlian menembak yang cukup mahir tidak dapat mengenainya.


Goblin King dapat menghindari tembakan yang ditunjukkan kepadanya, karena dia melihat saat seseorang mengarahkan senapannya ke arahnya, dan dia bergerak menghindar sebelum senapan ditembakkan.


Tapi tidak hanya itu saja, dalam laporan tersebut dikatakan bahwa Goblin King juga memiliki kekuatan yang luar biasa dan dapat menggunakan Sihir, juga, dikatakan bahwa dia memiliki beberapa kemampuan atau Skill.


Kesimpulannya adalah Goblin King tidak bisa di hadapi hanya dengan senjata modern saja apalagi hanya senjata abad pertengahan. Jika ingin mengalahkan Goblin King seseorang harus memiliki statistik dasar yang cukup untuk berhadapan dengannya. Tapi seseorang juga dapat menutupi kurangnya statistik dasar mereka dengan Skill atau Sihir yang hebat.


Faktanya, hanya lima orang yang kembali dengan selamat dari Tim yang memberikan laporan tersebut, itu pun mereka mengalami luka yang cukup parah. Tapi mereka berhasil mengalahkan Goblin King dan menghancurkan Dungeon Core, yang membuat Dungeon tersebut lenyap.


Dan Syarif berserta Tim nya tidak mengetahui keadaan Tim yang memberikan laporan tersebut.


Syarif menjalankan tugas tersebut karena rasa patriotismenya yang terpacu oleh keadaan Dunia yang Berubah ini, juga mungkin karena dia memang seseorang yang memiliki jiwa Kepahlawan atau Orang Baik yang mementingkan keselamatan orang lain di atas keselamatannya sendiri.


Bisa dibilang Syarif adalah seorang polisi yang ideal karena cita-cita, idealisme, dan prinsipnya sejalan dengan pekerjaan sebagai Polisi yang salah satu tugasnya adalah menjaga keamanan masyarakat.


Sementara bawahannya mengagumi dan menghormatinya, meskipun sebagian besar dari mereka hanya menganggap Kepolisian sebagai sebuah pekerjaan.


Kesampingkan itu.


Mari kita kembali ke keadaan Syarif dan Timnya.


"Jadi bagaimana menurutmu kapten. Apakah kita akan memburu Goblin yang berkeliaran di sekitar untuk menaikkan level kita lebih tinggi? Atau langsung melawan Goblin King?" (Polisi pria 1)


"Hmm... Mungkin tidak keduanya..." Jawab Syarif seorang AKP (Ajun Komisaris Polisi) atau setara dengan pangkat Kapten di kemiliteran.


"Apa yang anda maksud kapten?" (Polisi wanita 1)


"Yang Deny tanyakan adalah pendapatku kan?" (Kapten Syarif)


"Itu benar" (Polisi pria 1)


Jawab Deni seorang Inspektur Polisi Dua atau setara dengan pangkat Letnan Dua dalam militer.

__ADS_1


"Menurut pendapatku kita harus kembali dan memberikan laporan tentang apa telah kita ketahui tentang Zona Berbahaya ini...." (Kapten Syarif)


"Tapi tujuan dari misi kita adalah menaklukkan Dungeon setelah membersihkan daerah Zona Berbahaya terlebih dahulu..." (Kapten Syarif)


"Jadi kita akan tetap gagal memenuhi misi kita meskipun kita mengalahkan Goblin King dan menghilangkan Dungeon" (Kapten Syarif)


"Sejak awal misi ini memang tidak masuk akal. Karena kita disuruh untuk membunuh setiap Goblin yang ada dalam Zona Berbahaya ini sebelum akhirnya menaklukkan Dungeon..." (Deni)


"Bukankah akan membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk mencari setiap Goblin di area dengan luas sekitar 5 kilometer dengan hanya 18 Orang saja" (Deni)


"Kali ini aku setuju denganmu, Den.... Jadi kapten, menurut saya kita harus kembali saja seperti kata kapten" (Polisi wanita 1)


"Yah, saya juga mau begitu. Tapi kita juga harus memenuhi misi kita agar tidak bertambahnya korban dari warga sipil...." (Kapten Syarif)


"Dan juga, bukankah Fera memiliki kerabat yang rumahnya berada di salah satu Zona Berbahaya di Tangsel yang mengharuskan mereka mengungsi ketempat penampungan..?" (Kapten Syarif)


"Dan jika kita berhasil membersihkan Zona Berbahaya dan menaklukkan Dungeon, maka para monster akan berhenti muncul di daerah tersebut dan warga dapat segera kembali kerumah mereka..." (Kapten Syarif)


"Jadi apakah kita akan tetap berkeliling untuk membersihkan Zona Berbahaya ini? Tapi bukankah akan terlalu lama kapten dan mungkin saja pasukan mereka terus bertambah saat kita sedang beristirahat seperti ini..." (Polisi Wanita 1) Fera, seorang inspektur Polisi Satu atau setara dengan pangkat Letnan Satu, bekata dengan nada kesal yang ditujukan untuk atasan yang memberikan misi tersebut kepada mereka.


"Hmm.... Baiklah, bagaimana jika kita memutuskannya dengan suara terbanyak saja?" Kapten Syarif menyarankan dan bertanya kepada semua bawahannya.


Dan semua bawahannya tidak ada yang menolak sarannya tersebut.


"Baiklah, pilihan pertama adalah kembali dan gagal dalam misi. Yang kedua adalah kita hanya akan membersihkan sekeliling Zona Berbahaya saja dan tidak memasuki Dungeon. Dan yang ketiga adalah langsung menuju Dungeon dan menaklukkannya" Syarif memberikan pilihan tersebut karena menurutnya tidak mungkin untuk menyelesaikan misi membersihkan Zona Berbahaya dan menaklukkan Dungeon dengan segera.


"Jadi yang memilih pilihan pertama angkatan tangan..." Setelah Syarif mengatakan itu beberapa orang mengangkat tangannya, dan Syarif menghitungnya sambil mengingat siapa saja yang mengangkat tangannya.


"Baiklah, kalian boleh menurunkannya.... Lalu untuk mereka yang memilih pilihan kedua...." (Kapten Syarif)


Beberapa orang mengangkat tangannya.


"Oke cukup.... Jadi sisanya adalah yang memilih pilihan ketiga ya..." (Kapten Syarif)


"4 orang untuk pilihan pertama, 5 orang untuk pilihan kedua, dan sisanya 9 orang termasuk saya untuk pilihan ketiga..." (Kapten Syarif)


"Jadi sudah di putuskan bahwa kita akan langsung pergi menuju Dungeon setelah beristirahat sebentar lagi" (Kapten Syarif)


"Tapi karena tiga orang terluka dan sepertinya akan sulit untuk melakukan pertempuran, maka 3 orang tersebut harus dibawa kembali ke markas untuk mendapatkan pertolongan yang tepat. Jadi tiga orang yang masih bisa bertarung tapi merasa tidak sanggup untuk melanjutkan akan menemani mereka untuk kembali ke markas" (kapten Syarif)


"Tapi kapten, bukankah itu berarti kita akan memasuki Dungeon hanya dengan 12 saja?" Tanya Fera dengan cemas.


"Kamu terlalu khawatir Fer, kalau kamu emang takut kamu bisa menemani mereka kembali ke markas" kata Deni dengan nada yang terdengar mengejek.


"Apa kamu bilang, aku takut–" Fera berhenti di tengah kalimatnya dan mengambil nafas sejenak untuk menenangkan emosinya.


"Fuuh.... Aku tidak akan terpancing olehmu kali ini.... " (Fera)


"Kapten, kita tidak mungkin untuk menaklukkan Dungeon hanya dengan 12 orang saja, karena bahkan saat kita menghadapi pasukan sebelumnya kita sudah kewalahan meskipun kita memiliki 18 orang" (Fera)


"Hmm.... Pendapat kamu memang benar Fera, tapi saat itu Level kita yang tertinggi bahkan hanya 5 dan kemudian saat kita berada di akhir pertempuran kitalah yang membantai para Goblin secara sepihak..." (Kapten Syarif)


"Jadi menurutku kita juga sudah menjadi lebih kuat dari sebelumnya" (Kapten Syarif)


"Haa... Baiklah aku akan mengikuti keputusan anda kapten" (Fera)


"Baiklah, karena sudah diputuskan sebaiknya kalian beristirahat dengan benar. Kita akan bergerak pada jam setengah sepuluh malam" kata Syarif setelah melihat jam tangannya.


To be continued.....»


****


Hai,


Kembali lagi dengan


No Face disini.


Karena bab ini sudah lumayan panjang, aku tidak akan menambahkan jumlah kata dengan salam penutup kali ini. Yah meskipun ini saja sudah menambahkan jumlah kata.


Itu saja untuk bab kali ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.

__ADS_1


Salam saya.


No Face


__ADS_2