2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.5 Dunia yang berubah #Goblin datang dan Level Up


__ADS_3

Swusss... Swusss... Swusss...


Aku berlatih menggunakan tombak, menusuk, memutar, mengayunkan dan menebas, berulang kali untuk mendapatkan Skill Spearmarship.


~tring~


[ Skill Spearmarship Lv.1 diperoleh]


Akhirnya aku mendapatkannya setelah siapa tau berapa kali aku mengulanginya, meskipun aku sudah melakukan banyak banyak gerakan yang seharusnya membuatku lelah.


Tapi aku tidak merasa terlalu lelah. Apakah ini efek dari kenaikan pada stat Stp(Stamina poin).


Aku juga ingin mendapatkan skill Swordmarship tapi aku tidak memiliki sebuah pedang.


Apakah aku harus membuat pedang kayu? Tapi pedang kayu tidak akan terlalu berguna.


Aku berbalik menuju rumah untuk mencari sesuatu yang dapat digunakan. Tapi aku terjatuh karena tersandung sebuah batu sebesar bola tenis.


"Ugh... "


Ya, itu lumayan sakit secara fisik dan psikologis, meskipun tidak ada yang melihatnya aku merasa malu pada diriku sendiri.


Aku mengambil batu tersebut dan melemparnya karena kesal.


Swosss.....


Batu tersebut terlempar lebih cepat dari biasanya.


Oh bisakah aku mendapatkan Throwing, Jika aku terus melempar batu?


{ Ya Master, tapi anda harus mencapai target yang anda tetapkan dengan jarak lebih dari 15m }


Aku mulai mengumpulkan batu dengan ukuran sekitar bola tenis. Dan membuat satu Earth Wall lagi di halaman belakang rumah di dalam tembok dan menetapkannya sebagai target.


Baiklah, ini dia...


Swooos...... Dug!


Swooos...... Dug!


Swooos...... Dug!


Suara batu yang kulempar mengenai tembok menghasilkan suara yang cukup keras.


Mungkin ini berkat kenaikan stat STR. Tempat yang terkena juga memiliki bekas yang cukup besar.


~tring~


[ Skill Throwing Lv.1 di peroleh]

__ADS_1


Setelah cukup banyak melempar aku akhirnya mendapatkan Skill Throwing.


Baiklah....!Bagaimana kalau ini...!


Swusss!..... Slap!....


"...?.."


Aku melempar tombak kayu runcing, setelah mendapatan Skill Throwing. Tombak tersebut pun terbang dengan cepat dan dapat menebus tembok, meskipun tidak menembus melewatinya itu tertanam cukup dalam di tembok tanah yang kokoh itu.


Mungkin ini cukup untuk membunuh seseorang atau monster tingkat rendah seperti goblin.


Ketika aku sedang memikirkan itu,


Aku mendengar suara langkah kaki, sepertinya bukan hanya satu orang yang datang.


Aku melihat kearah suara langkah kaki tersebut, di kejauhan yang kulihat bukanlah sekelompok orang yang datang, mereka terlihat seperti orang pendek dengan kulit berwarna hijau. Ya, mereka adalah goblin seperti yang kulihat sebelumnya.


Mereka cukup banyak, mungkin sekitar 20an mereka berlari dengan cepat. Sepertinya kemungkinan mereka sedang menuju kesini, ke rumahku? Mereka benar-benar sedang menuju ke rumahku, mungkin karena tembok yang kubangun yang mengelilingi rumahku terlihat lebih mencolek.


Mereka akan segera datang dan aku bersiap-siap untuk melemparkan beberapa tombak tanpa mata pisau yang kubuat.


Karena aku belum mengetahui jarak maksimal lemparan tombakku, aku menunggu jarak mereka dengan tembok cukup dekat, mungkin sekitar 20m, agar seranganku efektif.


Ketika mereka berada pada jarak yang ku tentukan, aku melemparkan satu tombak pada goblin paling depan....


Swoss..... Jlep...!


Goblin tersebut jatuh dengan kuat dan menghalangi yang berada di belakangnya. Meskipun tidak langsung terbunuh tapi dia tidak akan bisa bertarung lagi.


Aku melempar 4 tombak lagi setelahnya, dan mereka mengenai 4 goblin di depan,


meskipun terhalang oleh rekannya yang terkena tombak, mereka tidak melambat sedikit pun.


Mereka sudah cukup dekat dengan tembok. Tapi karena parit yang kubuat dengan satu satunya jalan kecil yang hanya mungkin dilewati oleh 2 orang, mereka terlihat seperti sedang berbaris, menuju tembok yang lebih pendek.


Dua goblin mencapai tembok, meskipun tembok tersebut ku buat cukup pendek tapi masih lebih tinggi satu kepala dari para goblin. Aku bersembunyi di balik tembok disebelah goblin yang mencoba memanjat tembok pendek.


Hanya satu goblin yang bisa memanjat karena luas tembok tersebut.


Seketika setelah goblin yang memanjat turun dari tembok, aku menusuk lehernya dari samping dengan tombak kayu tanpa mata pisau yang tersisa, perasaan menusuk daging secara langsung sedikit membuatku merasa ngeri.


Goblin tersebut terkejut dengan seranganku yang tiba-tiba, aku segera menarik kembali tombakku dan darah pun bercucuran, aku bergerak mundur untuk menghindarinya, goblin tersebut kemudian jatuh, dan berusaha bergerak untuk menyerang ku, tapi aku menusukkan tombakku lagi padanya.


Setelah ku pastikan dia mati, aku segera menarik tubuh goblin tersebut dan menyingkirkannya agar goblin selanjutnya tidak melihatnya.


Bersiap-siap di posisi ku lagi, aku menunggu goblin selanjutnya.


Sepertinya mereka tidak mencoba menghancurkan tembok, mungkin karena aku membuat jalan bagi mereka atau mereka tidak dapat menghancurkannya? Ya apapun itu, itu baik bagiku.

__ADS_1


Kemudian goblin ke-lima yang turun aku menusuk lehernya juga dan menarik tubuhnya yang jatuh lalu memotong lehernya dengan tombak bermata pisau, kerena tombak tanpa mata pisau menjadi tumpul setelah menggunakannya 2 kali, aku menggunakan yang bermata pisau.


meskipun mereka terluka parah mereka masih bertahan hidup dan berusaha untuk menyerangku jadi aku mengambil tindakan lebih untuk membunuhnya.


~tring~


[Level Up]


Akhirnya aku naik level juga, apakah aku harus membunuh 10 goblin untuk naik ke level 2? Atau kerena jarak dari 5 goblin yang di luar terlalu jauh?


{Tidak Master, 5 goblin di luar yang terkena lemparan tombak master belum terbunuh}


Yah, sepertinya mereka memang cukup ulet...


Setelah goblin ke-8 yang kubunuh, tidak ada yang mencoba mencoba memanjat tembok lagi.


Apakah mereka mengetahui apa yang terjadi pada yang memasuki tembok? Dan kemudian menghentikan serangan mereka dan pergi?


Tapi sepertinya mereka tidak akan menyerah begitu saja, karena aku sebelumnya melihat satu goblin yang terlihat berbeda dari yang lainnya.


Aku menjauh dari tembok untuk melihat apa yang terjadi pada para goblin, para goblin yang tersisa yang ada di depan tembok berbalik dan menjauh.


Apakah mereka benar-benar pergi dan menyerahkan menyerang rumah ini? Yah, mungkin begitu karena sepertinya hanya ada satu manusia di rumah ini.


Setelah mereka mundur cukup jauh, salah satu goblin yang hanya melihat saja sejak mereka tiba disini, yang terlihat lebih besar dari yang lainnya meskipun sebenarnya masih seukuran manusia dewasa pada umumnya, dia terlihat lebih kuat dan berotot, dia bahkan memakai armor kulit dengan pedang panjang yang terlihat lebih terawat dari yang di gunakan goblin yang lain.


Apakah itu pemimpin kelompok ini? Sepertinya ini hanya sebuah kelompok kecil, apakah itu Hobgoblin atau Goblin Knight? Apapun itu, itu terlihat lebih kuat dan berbahaya.


Dia kemudian mulai berlari kemari dengan sangat cepat, sepertinya dia akan menghancurkan tembok.


Bukankah aku dalam bahaya jika dia bisa menghancurkan tembok dan kemudian aku harus bertarung secara langsung dengannya..


Untuk sesaat aku panik dengan apa yang harus aku lakukan, tapi aku melihat sesuatu yang dapat ku gunakn untuk melawannya.


Aku mendekat ke arah tembok yang sepertinya akan diterobos olehnya...


Dan kemudian aku.....


Next.....»




No Face disini.



Yah sebenarnya tidak ada yang ingin di katakan.

__ADS_1



No Face.


__ADS_2