
~{Sudut Pandang Syarif}~
Kami berhasil melarikan diri dari Dungeon berkat salah satu granat yang kami miliki. Akulah yang masih menyimpan granat tersebut untuk saat-saat menentukan, dan akhirnya dengan itu kami berhasil keluar dari Dungeon.
Itu benar bahwa kami berhasil melarikan diri dari Dungeon, hanya saja kami masih berusaha melarikan diri dari pengejaran pasukan Goblin.
Tapi untungnya tidak ada Goblin Tipe 6 (Goblin General) yang mengejar kami. Tampaknya mereka hanya mengirimkan bawahan mereka.
Meskipun aku mengatakan itu, faktanya, kami masih berada di situasi yang buruk. Karena pasukan yang mengejar kami mungkin sekitar 50 Goblin.
"Aaaaa....!!"
Teriakan terdengar dibelakang ku, aku menoleh ke belakang dan melihat bahwa Deni lah yang tadi berteriak. Anak panah menancap dalam dipunggungnya dan dia meringis kesakitan, tapi tidak berhenti berlari.
Mungkin karena kecepatan kami yang semakin melambat karena kelelahan, panah yang di tembakkan para pengejar mencapai kami.
Setelah itu teriakan lain terdengar dari bawahan ku yang lain. Bawahan ku yang membawa *Tameng/Perisai huru-hara telah membuangnya ketika kami melarikan diri, karena itu kami tidak bisa kami tidak bisa melindungi diri dari tembakan panah.
(*note : perisai transparan yang digunakan polisi)
'Sepertinya kami tidak bisa melarikan diri'
Berpikir demikian aku mengeraskan tekadku dan berhenti berlari, berbalik kebelakang aku menangkis anak panah yang datang ke arahku dengan Katana, dan kemudian berkata kepada bawahan ku.
"Aku akan menahan mereka. Pergilah tanpa diriku" (Syarif)
Sambil mengatakan itu, aku menoleh ke arah mereka dengan ekspresi bertekad.
" "Ap—" "
Mereka akan mengatakan sesuatu tapi setelah melihat ekspresi dan mataku, mereka tampak diyakinkan akan sesuatu.
Sepertinya mereka telah merasakan tekad yang tidak tergoyahkan didalam diriku.
Meskipun ini malam hari dan Desa ini gelap, di beberapa titik saat melarikan diri aku mendapatkan Skill [Night Vision] dan kemungkinan besar bawahanku juga mendapatkannya.
Menghadap kembali ke arah para Goblin, aku bersiap untuk menahan dan membunuh sebanyak mungkin Goblin.
'Ku harap mereka berhasil melarikan diri'
Sementara aku berharap akan keselamatan bawahan ku, aku tidak mendengar suara langkah kaki dibelakang ku.
Aku mengira bahwa bawahanku telah berlari cukup jauh sehingga aku tidak dapat mendengarnya. Tapi setelah aku menoleh untuk memastikan, aku melihat mereka telah berbalik dan bersiap dengan senjata mereka.
"Ada apa dengan wajah itu Kapten?" (Deni)
Sementara Deni mengatakan itu, dia dan yang lainnya tertawa akan sesuatu.
Meskipun aku tidak bisa melihatnya, aku tahu dari apa yang dikatakan Deni bahwa aku membuat ekspresi yang lucu karena terkejut.
__ADS_1
"Mengapa kalian ti—" (Syarif)
"Ya ya ya, aku tahu apa yang akan anda katakan Kapten. Tapi meskipun kami terus berlari kami akhirnya akan terkejar dan harus bertarung juga" (Deni)
"Dan juga, bukannya saya meremehkan anda Kapten. Tapi tidak mungkin anda bisa menahan mereka semua dengan kondisi anda saat ini" Lanjut Deni.
"Jadi saya berpikir lebih baik untuk bertarung bersama Kapten disini. Yang lain juga sepertinya memikirkan hal sama denganku"
Seperti yang dikatakan Deni, dengan kondisiku saat ini yang sudah tidak memiliki Mana yang tersisa dan kelelahan karena menipisnya Stamina, aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan terbaikku.
Melawan 50 Goblin sendirian dengan kondisi ini, aku pasti akan terbunuh segera.
Melihat bahwa mereka (bawahanku) telah memutuskan untuk bertarung bersamaku di sini sampai akhir. Aku merasakan perasaan yang rumit. Bangga, terharu, senang, bersalah, dan frustasi dengan diriku sendiri.
Aku tidak mengatakan apapun dan hanya mengangguk pada mereka.
Kami memutuskan bahwa kami akan bertarung di sini sampai akhir, meskipun tidak yakin bahwa kami akan selamat.
****
~{Sudut Pandang MC/Ochid}~
Halo, Ochid disini.
Saat ini aku dan Fitri sedang berlari di blok perumahan yang gelap di Desa ini.
Apakah kami tidak mengalami masalah berlari di kegelapan?
Itu tidak masalah karena kami telah mendapatkan Skill [Night Vision].
Mengapa dan kemana kami berlari?
Kami sedang joging malam bersama, bisa juga dianggap sebagai kencan joging.
Ya tentu saja itu hanya lelucon, tidak mungkin kami joging ditempat yang berbahaya ini.
Kami saat sedang dalam misi penyelamatan yang diusulkan oleh ku dan sedang menuju blok C ke arah Barat Laut dengan Dungeon sebagai titik pusat.
Di sanalah tempat orang-orang yang akan kami selamatkan. Mereka adalah kelompok yang datang ke Zona Berbahaya ini saat sore hari.
Aku selalu memperhatikan peta dari waktu ke waktu saat melakukan pelatihan untuk meningkatkan dan mendapatkan Skill.
Aku mengetahui bahwa kelompok dengan 18 orang tersebut berpisah dengan 6 setelah berdiam diri cukup lama di satu tempat. 6 orang pergi ke luar Zona Berbahaya sementara 12 lagi menuju ke arah Dungeon.
Mereka cukup lama berada di dalam Dungeon, tapi kemudian mereka juga berlari dan sekelompok Goblin mengejar mereka.
Terlebih lagi jumlah mereka berkurang menjadi setengah di beberapa titik saat berada di dalam Dungeon.
Jadi aku memutuskan untuk membantu mereka. Yah, meskipun tidak hanya karena niat baik saja.
__ADS_1
Aku memiliki tebakan tentang identitas mereka. Jika tebakanku benar, aku dapat melakukan salah satu recana yang telah kupikirkan dengan lebih mudah setelah menyelamatkan mereka. Jika ternyata salah, maka aku akan tetap menyelamatkan mereka jika memang aku bisa, dan kemudian menggali informasi dari mereka.
Untuk saat ini kami berlari dengan kecepatan maksimal Fitri, karena aku tidak ingin meninggalkannya di belakang.
Jarak dari rumah ku dengan arah mereka melarikan diri tidak terlalu jauh tapi juga tidak dekat, karena rumah ku berada di blok F, atau Barat Daya dengan Dungeon sebagai titik pusat.
Kami dapat menghindari pertemuan dengan Goblin-goblin karena mereka membawa obor dan karena kami memiliki Skill tipe [Stealth].
Setelah melewati beberapa rumah, kami akhirnya tiba di lokasi melihat bahwa pertempuran sedang berlangsung, dengan 4 manusia tersisa dan lebih dari 30 Goblin masih tersisa sementara ke 4 manusia tersebut tidak akan bisa bertarung lebih lama lagi.
Membidik dengan Magic Slingshot.
Aku segera menembak jatuh Goblin yang akan membunuh salah satu manusia tersebut. Lalu aku menembak Goblin-goblin lainnya yang sedang bertarung dengan ke 3 manusia lainnya.
Tidak hanya aku yang membunuh para Goblin, Fitri juga membunuh beberapa Goblin dengan Sihir Anginnya, Wind Blade. Karena Sihir Anginnya telah naik level dan juga mungkin karena dia telah membentuk Mana Circle Pertamanya, sihir tersebut dapat membunuh Goblin dengan sekali serang.
Fitri menggunakan Sihir Angin karena sulit untuk dilihat bahkan disiang hari, dan juga terlalu mencolok untuk menggunakan Sihir Api.
Tidak hanya para Goblin yang terkejut dengan sekutu mereka yang tiba-tiba terjatuh dan beberapa kepala terpisah dari tubuh sekutu mereka. Tapi ke 4 manusia yang kami bantu juga terkejut dengan hal tersebut. Mereka menoleh ke arah kami berdua dengan waspada tapi segera membuat ekspresi lega setelah melihat bahwa kami adalah manusia dan datang untuk membantu mereka.
Dan aku, setelah melihat bahwa tebakanku benar tersenyum dalam hati.
Baiklah mari kita basmi para Goblin dengan cepat.
Mengganti senjata ku dengan dua pedang, aku berlari ke arah para Goblin. Dan pembantaian sepihak pun terjadi.
To be continued......»
***
Hai,
No Face disini.
Tidak ada yang ingin
saya katakan kali ini.
Ah! tapi aku minta maaf jika bab kali ini mungkin terlalu pendek dari pada bab-bab sebelumnya.
Yah, mungkin panjang bab ini sama dengan bab-bab di awal yang juga cukup pendek.
Itu saja yang bisa saya katakan.
Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.
Salam saya.
No Face
__ADS_1