2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.19 Dunia yang Berubah #Kembali ke Rumah dan Sebuah Kisah Cinta?


__ADS_3

Setelah beberapa saat berlari, aku dapat melihat benteng kokoh tinggi yang terbuat dari tanah, yang merupakan rumahku.


Melihatnya lagi dari luar, bukankah rumah ku menjadi sangat mencolok dan terlihat tidak pada tempatnya? Sementara rumah-rumah yang lain memiliki jendela yang pecah dan pintu yang rusak.


Daerah di Zona Berbahaya benar-benar kacau dengan rumah-rumah yang dirusak oleh para Monster.


Di dekat parit aku menggunakan Earth Magic untuk membuat jembatan untuk melewati parit, dan kemudian membuat tangga untuk menaiki tembok benteng yang tinggi. Aku turun dari tembok benteng dengan mudah karena bagian dalam sudah memiliki tangga yang kubuat sebelumnya ketika menghadapi pasukan Goblin saat gelombang kedua.


Dan aku tidak lupa untuk menghilangkan jembatan di parit dan tangga yang berada di bagian luar.


Membuka pintu belakang rumah, aku segera masuk dan menuju ke ruang tengah.


Aku menurunkan wanita tersebut dari gendongan punggungku dan membaringkannya dengan posisi tengkurap. Melihat anak panah yang tertancap aku segera mengingat kembali rasa sakit yang pernah kurasakan sebelumnya. Berjalan ke dapur untuk mengambil air dan kain lap yang bersih untuk membersihkan luka dan menghentikan pendarahannya.


Kembali dari dapur dengan air di dalam baskom dan kain lap bersih, aku menaruh baskom berisi air dan kain lap bersih di lantai di samping wanita tersebut terlebih dahulu untuk pergi mengambil kotak P3K.


Setelah persiapan selesai, aku memfokuskan diriku untuk melakukan pertolongan pertama pada luka panahnya terlebih dulu. Aku menggunting bajunya agar lebih mudah untuk mengurus luka dan anak panah yang tertancap. Panah tersebut tertancap cukup dalam dan membuat warna kulit di sekitarnya menjadi ungu gelap karena racun yang terdapat padanya dan ada darah yang keluar dari lukanya.


Aku mencabut anak panah tersebut, dan kemudian luka yang terbuka mengeluarkan banyak sekali darah. Aku segera mencucinya dengan air yang kuambil sambil berpikir apakah aku harus mengeluarkan racunnya dengan cara menghisapnya menggunakan mulut, tapi darah yang keluar sangat banyak.


Baiklah aku hanya akan melakukannya seperti saat mengurus luka ku sendiri dan juga aku tidak tahu cara untuk menjahit luka, yah mungkin dia akan mendapatkan Skill Perlawanan dan Pemulihan sepertiku... Semoga?


Setelah selesai mengurus luka panahnya, aku melihat bahwa dia tidak memiliki luka lain yang memerlukan pertolongan pertama segera. Karena tidak ada yang bisa kulakukan selain melakukan pertolongan pertama pada luka panahnya jadi aku tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk membuatnya lebih baik.


'Aku perlu mengganti pakaiannya dan membersihkannya'


Jadi pertama aku harus melepaskan pakaiannya terlebih dulu. Karena pakaiannya sudah kugunting sebagian ketika mengurus lukanya aku memutuskan untuk menggunting seluruhnya. Kemudian aku membalikkan tubuhnya dan aku melihat bahwa rambutnya terlihat seperti habis terbakar tapi beruntungnya itu hanya sedikit yang terbakar sehingga dia bisa memotongnya untuk merapikannya.


Wajahnya kotor dengan debu tanah dan air mata, jadi aku pergi untuk mengambil air bersih menggantikan air dalam baskom yang telah diwarnai oleh darah dan mengambil kain lap bersih lainnya.


Setelah wajahnya bersih aku dapat melihat seorang wanita yang cantik yang terlebih lagi aku memang mengenalnya. Ya, dia adalah teman ku saat SD, Fitri. mungkin bisa dibilang seorang Osananajimi (teman masa kecil) yang sangat dekat.


Namun hubungan kami mulai menjadi jauh saat semester 2 kelas 6.


Awalnya kami sering bermain bersama dan bahkan berangkat ke sekolah bersama. Karena aku akan melewati rumahnya untuk pergi ke sekolah jadi sekalian saja aku menjemputnya dan pergi bersama ke sekolah, bahkan setelah pulang sekolah aku pergi bersamanya dan terkadang bermain di rumahnya sebentar. Dan kami mulai akrab satu sama lain.


Kelas 6 SD aku menyadari bahwa aku menyukainya tapi tentu saja aku tidak langsung memberitahukannya, jadi aku menjadi lebih sering bermain ke rumahnya. Karena aku semakin sering bermain dengannya, teman-teman sekelasku (anak laki-laki) mengolok-olokku bahwa kami berpacaran, dan tentu saja hal tersebut menular ke anak-anak perempuan di kelas juga.


Aku merasa kesal dengan ejekan mereka tapi di saat bersamaan aku juga merasa senang, aku berpikir bahwa mungkin dengan ini aku bisa menyampaikan perasaanku padanya.


Kemudian semester 2 di mulai dan ejekan mereka masih bertahan.


Saat itu waktu istirahat sekolah, kami anak laki-laki bermain bola di lapangan, dan anak-anak lain masih mengolok-olokku mengenai hubunganku dengan Fitri jadi aku berhenti bermain bola dan kembali ke kelas.


Di depan kelas aku dapat mendengar suara para anak perempuan yang sedang mengolok-olok Fitri mengenai hubungan kami, dan tentu saja Fitri menyangkalnya, bahwa kita tidak tidak berpacaran. Kemudian salah satu temannya bertanya padanya.


"Jadi, sebenarnya kamu suka gak sama Ochid, Fit?" (Teman 1)


Mendengar itu, aku menjadi tidak bisa memasuki kelas, atau lebih tepatnya aku bersembunyi di balik tembok di luar kelas karena aku juga ingin mengetahui perasaan Fitri padaku. Aku menunggu dengan jantung berdebar. Jika ternyata dia menyukaiku aku memutuskan akan menyampaikan perasaanku padanya saat itu juga. Tapi...


"I-itu... aku gak punya perasaan suka sama dia" (Fitri)


Hah? Hm?.....


Ketika aku mendengarnya pikiranku menjadi kosong dan aku merasakan sakit di dadaku. Aku berbalik dan pergi ke toilet dan menangis di sana. 'Ugh! Aku tidak bisa masuk kelas setelah menangis seperti ini' Pada akhirnya aku membolos sampai sekolah berakhir.


***


Jadi begitulah kisah cinta pertamaku berakhir, meskipun itu mungkin adalah cinta monyet aku tetap merasa sakit hati waktu itu. Kemudian aku mulai menjaga jarak dengannya untuk menarik perhatiannya, tapi sikapnya tetap biasa-biasa saja. Meskipun aku sudah jarang bermain dengannya dan juga aku jarang ke rumahnya, tapi sepertinya dia tidak terlalu memikirkannya.


Dan begitulah jarak yang kubuat sendiri membuat hubungan kami menjadi hanya sekedar teman yang tidak terlalu akrab, dan aku pun pergi ke SMP dan SMA yang berbeda dengannya, lebih tepatnya aku menghindari dia.


.


Kami terkadang bertemu di jalan ketika SMP dan SMA tapi setelah lulus SMA aku belum bertemu dengannya lagi.


Setelah sekian lama aku tidak melihatnya bukankah dia menjadi lebih cantik.


Deg deg!

__ADS_1


Dadaku berdebar saat aku memikirkannya. Hah? Apa ini? tidak mungkin aku masih memiliki perasaan padanya. Mungkin ini hanya karena aku melihat seorang wanita yang cantik. Ya! Itu pasti benar, ini bukan karena wanita tersebut adalah 'dia' tapi ini karena wanita tersebut cantik.


Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa debaran yang kurasakan sesaat tadi hanya karena aku melihat seorang wanita yang cantik dan bukan karena cinta monyet ku yang muncul kembali.


'Fuu... baiklah, mari mengganti bajunya segera'


Aku pergi ke kamar ku untuk mengambil bajuku untuk dikenakan olehnya, karena tubuhku sedikit lebih besar darinya jadi tidak ada masalah dengan ukuran. Aku memilih bajuku karena aku tidak ingin mengobrak-abrik lemari ibuku dan adikku. Ya, ini bukan karena aku ingin melihatnya menggunakan baju milikku...


Aku memilih baju yang terlihat nyaman untuk di kenakan, aku melihat tumpukan celana dan berpikir apakah aku harus menggantikan celananya juga.


Tidak, tidak tidak. Dia pasti akan berpikir sesuatu yang buruk tentangku nanti ketika dia sadarkan diri.


Aku kembali ke ruang tengah dengan membawa baju yang kupilih. Kemudian aku menggunting lengan baju yang dia kenakan agar lebih mudah untuk melepaskannya, yah, karena bagian belakangnya sudah kugunting jadi aku dengan mudah melepaskannya.


Aku dapat melihat bahwa dia memiliki tubuh yang bagus.


Glup!...


"tidak, tidak tidak aku tidak boleh"


Aku menelan ludah saat melihat tubuhnya yang menggoda dan menggelengkan kepalaku dengan cepat beberapa kali untuk mengusir bisikan setan yang manis.


Meskipun dunia ini sudah berubah tapi moral dan prinsip ku tidak boleh berubah dengan mudah, yah mungkin nanti juga akan berubah tapi aku berharap perubahan tersebut condong ke arah yang baik.


Setelah selesai mengganti bajunya, aku memindahkan dia ke sofa di depan TV dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Sekarang apa yang harus kulakukan?"


Tidak mungkin aku meninggalkannya sendirian dan pergi ke Dungeon begitu saja.


Sepertinya aku harus menunda penaklukan Dungeon ku.


Karena hari semakin gelap, aku berpikir untuk menyiapkan makan malam saja. Meskipun yang kubisa hanya memasak mie instan.


Hmm.. mungkin aku akan membuat nasi goreng dicampur mie instan untuk kali ini.


Jadi aku berpikir untuk mencobanya pada Fitri.


"Megumin! Analisis statusnya"


{Baik Master!}


.....


Kemudian Status Window Fitri di tampilkan di depan ku.


~


Nama : Fitriyana Putri


Ras : Manusia (perempuan)


Usia : 21 tahun


Lv.6


•STR. : 16


Atk : 64


•VIT. : 23


Hp : 020/230


Stp : 010/230


Def : 34,5


•INT. : 35

__ADS_1


Mp : 015/350


Ma : 175


Mr : 52,5


•AGI. : 17


•LUK. : 17


*BSP : 0


*SP : 5


• GIFT : 4 Element Master


• Skill+ : Fire Magic Lv.4 Wind Magic Lv.1 Earth Magic Lv.3 Water Magic Lv.1 Magic/Mana Perception Lv.2 Magic/Mana Control Lv.2 Spearmarship Lv.1 Sprint Lv.1 Battle Sense Lv.1


•Title : {User of 4 Element magic} {Goblin Slayer} {Betrayed Person (orang yang dikhianati)}


•Achievement : *[Orang pertama di benua Asia yang memiliki ke 4 sihir elemen dasar]


Oh! Dia sepertinya fokus pada sihir. Dan sepertinya aku dapat melihat seluruh statusnya dengan lengkap bukankah kemampuan ini terlalu curang!


{Itu karena Level Master lebih tinggi darinya dan dia tidak memiliki Skill untuk memblokir Analyst dan dia juga tidak dalam keadaan untuk menggunakan Sihir untuk memblokirnya}


Hee.. jadi begitu.


Yang lebih penting lagi adalah Titlenya yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang Korban bukan Pahlawan. Sepertinya dia dikhianati...


Aku tidak tahu apa yang sebenarnya dia alami dan rasakan jadi kupikir aku tidak akan bertanya mengenai detailnya ketika dia sudah bangun.


Karena dia memiliki kisahnya sendiri dan dia adalah tokoh utama dalam kisah tersebut aku tidak akan terlalu ikut campur karena aku bukanlah siapa-siapa baginya.


Mungkin kisahnya akan menjadi kisah tentang perjuangan untuk menjadi lebih kuat untuk membalas dendam. Itu adalah salah satu dari tag/genre novel yang kusuka.


Bagaimana pun, itu adalah hidupnya sendiri jadi dialah yang akan memutuskan bagaimana dia akan menjalani hidupnya. Yah, mungkin aku akan mendengarkan curhatannya ketika dia bangun.


B-bukan berarti aku mencoba untuk PDKT lagi dengannya... Cinta pertamaku yang adalah cinta monyet sudah lama berakhir sejak lama dan Ini hanya karena aku bersimpati padanya... Mungkin?


To be continued.....»


***


Halo,


No Face disini.


Bab ini menceritakan sedikit tentang masa kecil Ochid dengan Fitri dan cinta pertamanya lebih tepatnya cinta monyet saat SD. Meskipun dia kalah sebelum bertempur.


Bukankah terlalu dini bagi anak SD untuk jadi seorang bucin?


Saya tidak tahu mengenai yang lain tapi ketika saya duduk di bangku sekolah dasar, saya memiliki seorang yang saya suka, meskipun tidak memiliki kisah drama seperti sang MC.


Mungkin kebanyakan orang juga memiliki seorang yang mereka suka saat SD meskipun aku tidak tahu apakah ini benar-benar cinta atau hanya sekedar suka.


Kalian bisa memberikan pendapat kalian mengenai perasaan cinta dan suka di komentar.


Mari kesampingkan hal tersebut.


Cerita kali ini dilihat dari sudut pandang MC/Ochid. Mungkin nanti akan ada cerita dari sudut pandang Fitri. Mungkin!


Itu saja untuk bab kali ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.


Salam saya.


No Face

__ADS_1


__ADS_2