2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.33 Dunia yang Berubah #Proyek Membangun Pembatas Wilayah Berbahaya/Monster


__ADS_3

~Sudut Pandang MC/Ochid~


Keesokan harinya, aku kembali ke gedung Kementerian Pertahanan Indonesia untuk rapat tentang proyek pembangunan pembatas Wilayah Monster/Wilayah Berbahaya.


Kemudian diputuskan bahwa kami akan meminta bantuan atau lebih tepatnya mungkin menggunakan para warga sipil terutama para pengungsi untuk proyek ini. Dengan meminta para warga untuk menggunakan SP mereka untuk mendapatkan/membeli Skill [Mana Perception], [Mana Control] dan [Earth Magic]. Dan membuat mereka membangun tembok pembatas untuk Wilayah Berbahaya agar tidak ada monster yang berkeliaran di wilayah dimana manusia tinggal.


Dengan demikian proyek ini juga disampaikan ke seluruh wilayah di Indonesia.


Setelah rapat selesai, aku ditugaskan di salah satu Pleton dengan sekitar 30 tentara yang dipimpin oleh Kapten Haris untuk mengurus proyek ini di Wilayah Jakarta Selatan.


Setelah perkenalanku dengan mereka, kami bersiap untuk segera pergi ke salah satu kamp pengungsian yang ada di Wilayah Jakarta Selatan.


Saat kami sampai, nampaknya informasi tentang rencana pembangunan pembatas Wilayah Monster sudah di sampaikan kepada orang yang bertanggung jawab atas kamp tersebut. Sehingga pengumpulan personel dapat dilakukan dengan cepat.


Hanya saja, aku tidak mengira bahwa personel dari warga sipil tidak sebanyak yang aku pikirkan. Kebanyakan dari mereka juga adalah dari para pengungsi.


Setelah diinvestigasi, ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil tersebut. Pertama, dikarenakan kurangnya SP.


SP awal didasarkan pada jumlah stat Luck diawal, belum lagi harga Skill telah naik setelah Bonus Time berakhir, dengan harga Skill [Mana Perception], [Mana Control] dan [Earth Magic] menjadi 3 SP setiap Skill.


Kedua, pemerintah tidak mewajibkannya dan hanya meminta warga untuk menjadi sukarelawan saja, meskipun pemerintah juga akan memberikan bayaran/gaji pada mereka.


Dengan demikian kebanyakan dari sukarelawan tersebut adalah para pengungsi. Terlebih lagi, hampir semua sukarelawan adalah para orang tua sekitar usia paruh baya. Kemungkinan besar karena para pemuda, telah menggunakan SP mereka untuk mendapatkan Skill yang mereka inginkan atau hanya sekedar ingin menyimpannya saja.


Karena mereka berpikir bahwa pemerintah juga tidak mungkin mengetahui jumlah SP yang mereka miliki. Meskipun mungkin ada beberapa orang yang memiliki semacam skill penilaian di pihak pemerintah, orang-orang tersebut mungkin berpikir bahwa pemerintah tidak mungkin mengecek mereka satu persatu. Dan mereka memang benar.


Meskipun demikian kami segera memulai Proyek Pembangunan Pembatas Wilayah Monste/Wilayah Berbahayar ini.


Pertama aku menjelaskan dan menunjukkan pada mereka terutama para polisi yang ditugaskan untuk membantu proyek ini bagaimana cara melakukannya. Setelah mereka memahaminya, aku ditugaskan untuk menjadi penjaga sama seperti para tentara sementara mereka akan mengurus masalah konstruksinya.


Diawal, pembangunan pembatas tersebut sangat lambat karena Level skill mereka yang hanya Level 1 dengan MP yang terbilang cukup rendah juga. Karena pemerintah juga tidak mengumumkan informasi mengenai Mana Circle.


Dan kebanyakan orang juga telah mendistribusikan BSP mereka ke stat Fisik karena dapat meningkatkan kekuatan Fisik mereka, terutama dengan meningkatkan stat Vitality yang meningkatkan daya tahan tubuh.


Belum lagi ada faktor kecocokan Afinitas Sihir setiap individu. Sehingga tidak semua orang memiliki kecocokan dengan Earth Magic.


Jika Afinitasmu rendah terhadap suatu sihir, maka kamu akan kesulitan menggunakan Sihir tersebut dan konsumsi Mana yang lebih besar atau efek sihirnya lebih kecil. Belum lagi sulit untuk meningkatkan Levelnya.


Meskipun demikian, proyek ini berjalan dengan lancar. Dengan terkadang ada beberapa kelompok kecil monster yang terlihat dan mulai menyerang kami, tapi para tentara yang menjadi penjaga dengan mudah mengatasi mereka. Dan aku bahkan tidak perlu turun tangan.


Kami membangun Pembatas Wilayah Monster dengan jarak yang lebih luas dari pada luas Zona Berbahaya sebelumnya, sehingga hanya sekelompok kecil monster yang terlihat dan menyerang kami. Ini seperti membuat kandang raksasa untuk mengurung para monster.


Kecepatan konstruksi berbasis Sihir ini menjadi lebih cepat di hari-hari berikutnya, karena setelah Level Skill mereka juga meningkat, terlebih lagi jumlah sukarelawan juga bertambah.


Meskipun demikian, kami hanya menyelesaikan 2 Pembatas Wilayah Berbahaya dengan luas lebih dari 5 km setelah 5 hari, dan kemudian aku ditugaskan di Wilayah Kabupaten Tangerang karena sepertinya mereka sudah terbiasa dan hanya ada beberapa Wilayah Berbahaya lagi di Jakarta Selatan.


Dan begitulah akhirnya aku menjadi penjaga bersama dengan Tim baru di Wilayah ini, yang ternyata masih cukup lambat bahkan setelah 6 hari mendapatkan instruksi dari pusat.


***

__ADS_1


"Lambat, terlalu lambat...." (Ochid)


Aku bergumam pada diriku sendiri setelah melihat kecepatan tembok yang dibangun.


"Haha, tentu saja ini akan lambat. Karena ini adalah Tim baru, yang terpisah dari Tim utama" Sahut suara seorang pria yang mendekatiku ketika aku sedang memperhatikan pekerjaan orang-orang yang melakukan konstruksi berbasis Sihir ini.


"Ah! Kapten Bagas" (Ochid)


Aku berseru setelah melihat sosok pria tersebut, Kapten Bagas. Dia adalah seorang pria paruh baya yang memimpin Pleton tentara yang menjaga keamanan Tim ini. Dia memiliki tinggi diatas rata-rata tinggi orang Indonesia, dengan badan yang terbilang cukup kekar juga.


"Tim utama sedang mengurus pembangunan di Wilayah Berbahaya lainnya, karena masih banyak Dungeon yang belum dibereskan di Wilayah ini, Kabupaten Tangerang. Jadi Tim baru dibentuk untuk mengurus Wilayah Berbahaya lainnya agar proyek diselesaikan dengan lebih cepat meskipun pengeluarannya juga bertambah" (Kapten Bagas)


Jelas Kapten Bagas.


"Begitu kah?" (Ochid)


"Ya" (Kapten Bagas)


Jadi begitu. Maka berarti jumlah Dungeon yang tersisa di Jakarta lebih sedikit dari Wilayah Kabupaten Tangerang.


"Kapten Bagas, apakah saya boleh membantu melakukan pekerjaan konstruksi tembok juga? Karena sepertinya tidak ada monster yang akan datang, dan jika memang ada monster yang datang, para tentara lebih dari cukup untuk mengatasi sekelompok kecil monster tersebut" (Ochid)


Lebih dari itu, aku hanya merasa terlalu bosan karena aku dan para tentara yang menjadi penjaga tidak diperbolehkan untuk memainkan hp saat berjaga. Sehingga yang aku lakukan hanyalah diam tanpa melakukan apapun.


Karena aku memiliki Google Map yang dapat melihat posisi makhluk hidup dengan jarak 7 km, aku tidak perlu berjaga-jaga dengan kedatangan para monster.


Nampaknya jangkauan dari Google Map ku bertambah setelah Levelku naik cukup tinggi.


"Hmm... Baiklah kamu dapat melakukan itu" (Kapten Bagas)


Setelah berpikir sejenak, Kapten Bagas mengatakan itu meskipun sepertinya dia mengetahui bahwa aku hanya merasa bosan.


Mungkin dia mengizinkanku karena aku bukanlah tentara.


Dengan itu aku berbalik untuk membantu melakukan pekerjaan konstruksi berbasis Sihir yang terjadi di barisan belakang.


Namun saat aku masih berada di tengah perjalanan kesana, terjadi pergerakan aneh pada titik-titik merah yang ada di Dungeon dan didekatnya.


Kelompok titik-titik merah yang berada di dalam Dungeon telah berada di luar Dungeon sehingga aku dapat melihat posisi pastinya.


Dan kelompok-kelompok titik-titik merah yang berada disekitarnya mulai bergerak untuk berkumpul bersama dengan kelompok tersebut.


Merasakan firasat buruk, aku segera berlari kembali ke arah Kapten Bagas.


"Kapten Bagas! Kita harus mengevakuasi para warga segera!" (Ochid)


Bahkan sebelum aku sampai di hadapannya, aku berteriak menyarankan hal tersebut padanya.


" ? " (Kapten Bagas)

__ADS_1


Kapten Bagas membuat ekspresi bingung diwajahnya.


Yah, tentu saja dia akan bingung jika aku tiba-tiba menyarankan untuk melakukan evakuasi belum lama setelah aku meminta izin untuk bolos dari tugas menjadi penjaga.


"Mengapa kita harus melakukan evakuasi, nak Ochid?" (Kapten Bagas)


"Pasukan monster yang sangat besar sedang menuju kemari Kapten Bagas!" (Ochid)


"Benarkah?!! Tapi bagaimana kamu mengetahuinya nak?" (Kapten Bagas)


Dia terkejut, tapi tidak terlalu yakin dan menanyakan alasanku.


'Uhk, apakah aku harus memberitahunya tentang Google Map ku... '


Tidak, aku tidak bisa membeberkan kemampuanku begitu mudah.


"Yah ini adalah semacam firasat saya" (Ochid)


"Mm, jika hanya firasat maka saya tidak terlalu yakin...." (Kapten Bagas)


Tentu saja dia tidak akan yakin jika aku mengatakan hanya karena firasatku, karena dia dan beberapa bawahannya memiliki Skill Deteksi untuk merasakan kehadiran monster jika ada monster yang sedang mengintai kami disekitar.


Dan mereka tidak merasakan ada monster di area Deteksi mereka, begitu pula dengan area Deteksiku yang belum seluas area Google Mapku.


Tapi aku merasa bahwa kami sudah diintai sejak lama setelah melihat pergerakan para monster pada Google Mapku.


Mungkin ada beberapa monster yang memiliki kemampuan Penyembunyian atau Stealth. Tapi apakah mungkin Level Skill Stealth Monster tersebut lebih tinggi dariku...


Ya itu adalah salah satu kemungkinannya, dan bahkan mungkin Monster tersebut memiliki Skill lengkap dari ketiga Skill Penyembunyian.


Atau mungkin mereka mengintai kami dari jarak di luar jangkauan Deteksiku....


Karena Google Mapku tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi individu yang menggunakan Skill Penyembunyian, maka posisi individu tersebut tidak akan ditampilkan di peta. Kecuali jika individu tersebut berada dalam jangkauan area dari Skill Deteksiku dan Skill Penyembunyiannya lebih rendah atau sama dengan Skill Deteksiku maka posisinya akan ditampilkan di peta. Meskipun itu berarti aku hanya perlu merasakannya dengan Skill Deteksiku sendiri tanpa harus melihat peta.


Untuk saat ini, mari kita kesampingkan kelemahan dari kemampuan Google Mapku, karena aku harus meyakinkan Kapten Bagas untuk melakukan evakuasi warga secepatnya.


To be continued.....»


***


No Face disini.


Saya minta maaf karena sepertinya jam update kembali berantakan lagi, dan saya akan berusaha untuk memperbaikinya.


Itu saja untuk bab kali ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.


Salam saya

__ADS_1


No Face.


__ADS_2