2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.28 Dunia yang Berubah #Pertempuran di dalam Ruangan Monster Boss


__ADS_3

~{Sudut Pandang Syarif}~


Boom!!


Suara ledakan terdengar, dan anggota tubuh dari para Goblin beterbangan.


Salah satu bawahan ku, Fera melemparkan 1 granat yang dia bawa dari 5 granat yang kami miliki.


Sepertinya Fera melempar granat tersebut setelah memperhatikan pemandangan di mana terdapat mayat-mayat manusia didalam ruangan tersebut, banyak mayat masih utuh, tapi banyak juga yang hanya tinggal tulang belulang mereka yang tersisa.


Sementara beberapa Goblin besar sedang makan, Goblin-goblin yang lebih kecil dari Goblin yang sedang makan memotong-motong tubuh mayat manusia yang ada dan menyajikannya di atas meja di mana Goblin yang paling besar setinggi 4 meter berada, dan mereka juga menyajikannya di meja besar di mana 4 Goblin setinggi lebih dari 2,5 Meter berkumpul.


Ke 4 Goblin dengan tinggi lebih dari 2,5 Meter tersebut sama seperti Goblin yang memimpin pasukan yang mendatangi kami sebelumnya.


Kemudian ada Goblin-goblin lainnya yang sedang makan di lantai.


Ruang tersebut sangat luas, mungkin hampir seluas lapangan sepakbola. Dengan Goblin terbesar yang kemungkinan adalah Goblin King.


Para Goblin di identifikasi dan di namai sesuai ukuran dan kemunculan mereka.


Goblin kecil atau Goblin biasa di identifikasi sebagai [Goblin Tipe 1], kemudian Goblin yang memiliki ukuran sebesar manusia dewasa Asia di identifikasi sebagai [Goblin Tipe 2], lalu Goblin dengan panah di identifikasi sebagai [Goblin Tipe 3], sementara Goblin yang berukuran seperti orang dewasa Eropa yang kekar diidentifikasi sebagai [Goblin Tipe 4].


Lalu Goblin lainnya yang kami temui tapi belum ada di laporan yang kami baca sebelumnya.


Goblin yang bisa menggunakan Sihir, kami identifikasi sebagai [Goblin Tipe 5], Dan Goblin dengan tinggi lebih dari 2,5 Meter, kami identifikasi sebagai [Goblin Tipe 6].


Penamaan tersebut hanya bersifat sementara untuk mempermudah kami mengidentifikasi mereka.


Sementara itu Bos dari para Goblin di tetapkan sebagai [Goblin King (Raja Goblin)].


Mari kita kesampingkan itu.


Karena suara keras dari tendangan ku dan pintu yang terlempar, semua Goblin menatap kearah kami. Aku tidak yakin berapa jumlah pasti mereka, tapi setidaknya mereka berjumlah lebih dari 400 di dalam ruangan hampir seukuran lapangan sepakbola ini.


'Apa yang harus kulakukan...?'


Sementara aku masih memikirkan situasi tersebut, dan mencari rencana yang paling tepat, Fera melempar granatnya dan membunuh banyak Goblin yang sedang berkumpul di satu tempat.


Meskipun aku belum memberikan perintah apapun.


Jadi seperti itulah kami mulai mulai membasmi para Goblin di dalam ruangan ini.


Karena kami sudah berada di hadapan Goblin King, aku memberikan perintah untuk tidak perlu menahan amunisi dari senapan otomatis yang tersisa.


"Tembak Goblin terkuat yang kalian bisa, tapi jangan membuang peluru dengan menembak Goblin yang memiliki gerakan cepat yang dapat menghindari tembakan!" (Syarif)


" "Roger!!" "


Sementara kami menghabisi Goblin-goblin yang berada di hadapan kami. Goblin King dan Goblin Tipe 6(Goblin General) memiliki jarak yang agak jauh dari belakang pasukan mereka.


Goblin King tetap duduk di singgasana nya dan melanjutkan makannya, sementara ke 4 Goblin Tipe 6(Goblin General) berjalan dengan santai kearah pertempuran.


Aku mengintruksikan bawahan ku yang memegang granat untuk melemparkannya kepada para Goblin Tipe 5(Goblin Wizard) Dan mengintruksikan dua orang untuk fokus menembak Goblin Tipe 3(Goblin Archer)


Karena aku memberikan sebagian amunisi ku pada bawahan ku, aku segera kehabisan amunisi. Jadi aku melemparkan senapan otomatis tersebut dan beralih ke pertempuran jarak dekat.


Mengeluarkan pedangku dari sarungnya, aku menebas Goblin yang datang ke arahku. Aku terus menebas Goblin terdekat sementara masih memperhatikan ke 4 Goblin Tipe 6(Goblin General) yang berjalan perlahan kearah pertempuran di mana kami berada.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, semua bawahan ku kehabisan amunisi dan beralih ke gaya pertarungan mereka sendiri. Tidak semua orang melakukan pertempuran jarak dekat.


2 orang pengguna Sihir dan 2 orang Suporter, meskipun begitu mereka masih memegang tombak atau pedang untuk perlindungan diri dari pertempuran jarak dekat.


Kami terus membunuh Goblin-goblin yang berdatangan dan mencegah mereka mendekati barisan belakang kami.


...


"Kapten! Barisan belakang kehabisaan Mana dan banyak juga yang sudah kelelahan" (Deni)


Deni berbicara menggunakan telepati saat pertempuran sepertinya tidak akan pernah berakhir.


Pertempuran ini lebih sulit dari yang kukira. Meskipun pertempuran ini sudah berlangsung lama, tapi kami hanya berhasil mengurangi pasukan mereka hampir setengahnya.


Kemungkinan besar karena Goblin-goblin yang berada di ruangan ini kebanyakan dari Goblin Tipe 4 (Elite Knight) yang memiliki kekuatan dan pertahanan yang cukup kuat. Sedangkan jumlah Goblin Tipe 1(Goblin biasa) dan 2 (Goblin Knight) sangat sedikit.


Kami juga kesulitan untuk menghadapi sihir dan panah yang ditembakkan ke arah kami dari waktu ke waktu.


Dan sepertinya ke 4 Goblin Tipe 6 (Goblin General) akan segera turun tangan. Dan itu adalah situasi yang sangat buruk jika mereka menyerang secara bersamaan sekaligus.


"Baiklah, kita akan mundur! Beritahu Fera juga" (Syarif)


"Roger! Kapten!"


Aku memutuskan bahwa kami tidak mungkin untuk melanjutkan pertempuran ini lebih lama, karena kondisi Mana dan Stamina kami yang tinggal sedikit dan semakin berkurang seiring dengan pertempuran ini.


Meskipun aku beberapa kali naik level, tapi penambahan Stamina dan Mana hanya sedikit dari kenaikan level tersebut.


Belum lagi semakin sulit untuk menaikkan Level selanjutnya.


"Mundur! Cepat!" (Syarif)


Aku berteriak kepada bawahan ku setelah melihat hal tersebut.


Saat dua orang di barisan belakang berhasil keluar dari ruangan ini, ke 4 Goblin Tipe 6 (Goblin General) akan segera mencapai kelompok kami.


Satu Goblin yang paling depan mengangkat pedang besarnya yang panjangnya hampir 2 Meter, dia mengangkat pedang tersebut di atas kepalanya dengan satu tangan.


"Aku akan menahan ini!" (Syarif)


Aku memberitahu bawahan ku dan memperkuat pegangan ku pada Katana yang kugunakan yang panjangnya sekitar 1 meter. Aku juga mengaktifkan Skill [Stongest] meskipun Mana ku tinggal sedikit.


Saat Goblin tersebut sampai di hadapan ku, dia menurunkan pedang yang di angkatnya dengan sekuat tenaga untuk melakukan tebasan vertikal yang ditunjukkan kepada ku.


Melihat pedangnya yang besar, dipastikan bahwa bobotnya juga akan sangat berat. Belum lagi kekuatan yang sangat besar dalam tebasan itu. Aku berpikir bahwa tidak mungkin untuk menangkis tebasan tersebut dengan Katana ku yang tipis ini. Kemungkinan besar Katana akan terbelah bersama dengan diriku sendiri jika aku menerimanya secara langsung.


Saat tebasan tersebut datang, aku menyiapkan Katana ku di atas kepala kemudian memiringkan nya saat pedang kami bersentuhan untuk mengalihkan lintasannya.


Akibatnya, tebasan tersebut tidak mematahkan Katana ku, dan aku berhasil memanfaatkan kekuatan lawan.


Kemudian aku menebas kearah lehernya...


Slash!


Tapi dia menahannya dengan tangannya yang lain, dan tebasan ku bahkan tidak bisa memotong tangannya karena Mana ku benar-benar habis dan tidak ada lagi efek dari Skill [Stongest].


Sebelum aku sempat menarik kembali pedang ku yang tertancap di tangannya, aku terlempar kebelakang oleh tendangan nya yang sangat kuat.

__ADS_1


Berkat tendangan tersebut aku keluar dari ruangan tersebut dengan satu orang yang terbawa karena berada tepat di belakang ku.


Sambil memuntahkan cairan lambung ku, aku berusaha untuk melihat keadaan didepan ku.


Fera dan Deni berhasil keluar. Tapi sisanya berhadapan dengan ke 4 Goblin Tipe 6 (Goblin General). Satu orang terbelah menjadi dua oleh salah satu Goblin yang menggunakan Kapak besar, satu orang terlempar jauh kesamping ruangan oleh Goblin yang menggunakan Pemukul besar.


Satu persatu bawahan ku terbunuh yang membuat perasaanku tertekan.


Aku segera bangkit untuk kembali ke pertempuran, tapi Fera dan Deni menahan ku.


"Biarkan aku! Aku harus membantu mereka" (Syarif)


Aku berteriak pada keduanya.


"Tidak Kapten. Ini.... sudah terlambat" (Fera)


"Fera benar Kapten. Kita harus segera melarikan diri dari sini" (Deni)


"Apa yang kalian bicarakan! Mereka masih bertarung, dan kita harus segera membantu mereka" (Syarif)


"Sadarlah dan tenangkan dirimu Kapten, para Goblin sedang menuju ke arah kita. Dan juga.... Sudah tidak ada yang selamat dari mereka yang ada di dalam anda juga menyadari itu" (Fera)


Apa yang dikatakan Fera benar.


Faktanya. Aku memang melihat ke 6 bawahanku dibunuh dengan mudahnya oleh Ke 4 Goblin Tipe 6 (Goblin General).


Tapi aku tidak ingin menerimanya, dan mungkin karena perasaan bersalah ini aku ingin kembali ke pertempuran dan mati untuk penebusan atau mungkin untuk melarikan diri dari perasaan gelap ini.


"Kuatkan dirimu Kapten! Ingat bahwa kamu masih harus memimpin kami dan juga ingat bahwa kamu masih memiliki keluarga yang menunggumu" (Fera)


Aku diam membisu setelah mendengar apa yang dikatakan Fera.


'Aah...! Itu benar. Aku masih memiliki keluarga dan tanggung jawab yang harus kulakukan'


Aku mendapatkan kembali ketenanganku, meskipun perasaan bersalah masih tetap menghantui ku.


To be continued.......»


***


Hai,


No Face disini.


Kali ini aku hanya ingin memberitahu bahwa Syarif sudah berada di umur paruh baya, usia tepatnya mungkin akan muncul di bab mendatang. Karena itulah dia tidak terlalu akrab dengan Game RPG atau semacamnya. Tapi dia berusaha beradaptasi dengan Dunia yang Berubah ini.


Yah, itu mungkin informasi yang tidak penting atau menarik mengenai seorang pria paruh baya yang adalah seorang Polisi.


Tapi mungkin ada beberapa yang tertarik dengan pria paruh baya, meskipun mungkin sebagian besar pembaca novel ini adalah Laki-laki.


Itu saja untuk bab kali ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen, juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.


Salam saya.


No Face

__ADS_1


__ADS_2