2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.14 Dunia yang Berubah #Cerita Orang Lain


__ADS_3

~{ Sudut pandang Fitri }~


'Ha... Ha... Ha... Kenapa? Kenapa mereka melakukan itu semua padaku? Mengapa ini terjadi padaku? Apa aku melakukan kesalahan?'


Sambil bernafas berat, aku berlari sekuat tenaga dari kejaran pasukan Goblin di belakang. Meskipun seluruh tubuhku sakit, dan terasa sangat berat, aku tetap berlari sekuat yang kubisa agar aku bisa bertahan hidup.


'Mengapa menjadi seperti ini?'


Pertanyaan tersebut terus terulang di kepalaku, tapi aku tidak bisa menemukan jawabannya. Mungkin aku terlalu terguncang dengan apa yang terjadi atau mungkin aku memang tidak ingin memahami kebenarannya atau mungkin saja aku memang terlalu bodoh.


Aku tidak bisa membayangkan bahwa akhirnya akan seperti ini.


Saat ini sore hari, aku sedang berlari dari kejaran pasukan Goblin. Mungkin kita harus kembali ke awal di mana semua ini di mulai.


**


Pagi hari.


Aku, Fitriyana Putri terbangun karena gempa yang terjadi, kemudian aku segera berlari keluar rumah.


"Huaaa... Bukannya ini masih pagi banget!"


Sambil menguap aku mengatakan hal tersebut, setelah beberapa saat kemudian, gempa berhenti dan aku mendengar suara aneh di kepalaku.


Setelah suara aneh tersebut berhenti, sebuah pola yang terlihat rumit muncul di langit yang kemudian mulai bercahaya, memejamkan mataku sesaat kemudian cahaya tersebut menghilang dan Layar antarmuka transparan dengan banyak tulisan muncul di depan penglihatanku.


"Uuh.... apakah ini sebuah mimpi"


Mencubit tanganku, dan aku merasakan sakitnya dan aku tidak terbangun dari situasi yang aneh ini.


Jadi apakah ini sebuah kenyataan, dan suara sebelumnya pun sungguhan.


Aku mencoba mengabaikan suara aneh tersebut karena menurutku itu menyeramkan, mendengar suara aneh di dalam kepalaku sendiri yang berbicara tentang sesuatu yang aneh juga.


Jika ini kenyataan maka aku sudah melewatkan informasi yang penting, tapi ketika aku melihat layar transparan yang muncul, aku segera mengalihkan perhatian padanya.


[Announcement!.. (pemberitahuan).


'Sihir Ilahi : Penyatuan Dunia (Penggabungan Dunia)' sedang diterapkan pada dunia ini, (Bumi). Dunia ini akan menyatu dengan dunia lain, dunia lain tersebut memiliki energi yang tidak ada di Bumi]


[Akibat dari penyatuan dunia, di setiap wilayah (negara) akan muncul Menara dari 7 Raja Iblis (Tower of 7 Demon Lord) di setiap area ±35,000 km² , individu yang dapat menaklukkan menara akan menerima kekuatan dari sisa wasiat Raja Iblis menara tersebut. Dan Dungeon akan bermunculan secara acak dengan jarak ±5 km antara lainnya]


[Setiap individu akan di berikan 'Gift' (sebuah hadiah berupa skill atau kemampuan khusus), setiap individu dapat membayangkan apa kemampuan yang mereka inginkan, 3 detik setelah membaca atau mengetahui informasi ini..! 3,2,1..!]


Setelah kata 3 detik aku segera memikirkan apa yang kuinginkan. Lalu aku melanjutkan membaca.


[Bagi yang tidak sempat membayangkan Gift mereka, mereka akan di beri Gift sesuai dengan karakteristik individu. Bantuan lainnya (Bonus Awal) yang diberikan pada penduduk Bumi tidak akan ada penjelasan harap cari tahu apa saja yang bisa didapatkan]


Setelah itu layar berubah dan menampakkan jendela status seperti game.


Nama : Fitriyana Putri


Ras : Manusia (perempuan)


Usia : 21 tahun


Lv.1


•STR. : 6 \+


Atk : 24


•VIT. : 8\+


Hp : 80/80


Stp : 80/80


Def : 12


•INT. : 12↑ (\+5)


Mp : 120/120


Ma : 60


Mr : 18


•AGI. : 6\+


•LUK. : 9\+


*BSP : 31↑(+10)


*SP : 19↑(+10)

__ADS_1


• GIFT : 4 Element Master


• Skill+ : Fire Magic Lv.1 Wind Magic Lv.1 Earth Magic Lv.1 Water Magic Lv.1


•Title : {Master of 4 Element Magic}


•Achievement : *[Orang pertama di benua Asia yang memiliki ke 4 sihir elemen dasar]


Waah! benar-benar seperti game, ada beberapa tambahan dalam stat dasarku, aku bahkan sudah mendapatkan Title dan prestasi,


Apakah ini karena Gift ku, coba kulihat penjelasannya.


•4 Element Magic : Memaksimalkan kecocokan Afinitas terhadap sihir 4 elemen dasar, mendapatkan sihir 4 elemen dasar, menambahkan stat INT di awal dan setiap kelipatan 10 pada Level.


Jadi memang benar karena Gift ku, dan apakah aku benar-benar bisa menggunakan Sihir? Yah aku akan mencobanya saja dulu.


Sebaiknya aku menggunakan sihir yang sepertinya tidak berbahaya dulu.


"Mm.. apa ya? Oh!"


"Water Wall!"


Aku mengucapkannya dengan semangat tapi tidak ada yang terjadi.


"Lah kok gak ada yang terjadi? gimana kalo ini..."


"Fire Wall"


Dan ternyata tidak terjadi apapun.


'Haa... Apakah mimpinya sudah berakhir'


Menghela nafasnya kecewa, aku melihat langit di kejauhan, melihat sesuatu yang asing di sana aku mengedipkan mata beberapa kali, tapi sesuatu yang asing tersebut tidak hilang.


Itu pasti Menara Raja Iblis kan, jadi ini memang kenyataan lalu kenapa aku tidak bisa menggunakan Sihir yang kumiliki. Mungkin aku harus mencari informasi di internet karena sepertinya ini terjadi di seluruh dunia.


Berpikir demikian aku kembali memasuki rumah, di dalam rumah beberapa barang berantakan jadi aku membereskannya sedikit.


Saat ini aku hanya sendiri di rumah karena kedua orang tuaku sedang liburan bersama di kota lain. Sebenarnya mereka mengajakku untuk ikut, tapi karena aku ingin memberikan mereka waktu untuk dihabiskan berduaan, dan aku juga ingin menikmati hari libur ku sendiri.


Kembali ke kamar, aku menyalakan komputerku dan mulai mencari informasi terbaru. Hp ku berbunyi tanda sebuah pesan masuk, aku melihatnya dan ternyata itu dari grup chat teman di kampus.


Sisca : hello, ada yang udah bangun?


Restu : Restu hadir!


Sisca : kalian ngerasain gempa gak tadi, terus ada suara aneh di dikepala, dan layar transparan muncul di depan mata.


Restu : Ya


Rani : Ya


Sisca : Gimana kalo kita kumpulnya lebih cepat dari yang di rencanakan?


Rani : tapi gak semua orang on di grup sekarang.


Sisca : ya kita telepon aja langsung, pokoknya kita kumpul lebih cepat di tempat yang ditentukan.


Ini adalah grup teman yang terdiri dari 6 orang termasuk aku. Ya, seharusnya hari ini kita akan hangout, tapi sepertinya ada perubahan rencana. Untuk saat ini aku akan mengikuti arus saja karena aku juga ingin menanyakan bagaimana cara menggunakan Sihir, mungkin saja mereka memiliki informasi atau ide tentangnya.


Jadi begitu, kita berkumpul di sebuah kafe lebih awal dari yang di rencanakan. Di perjalanan aku melihat informasi terbaru dari sosmed, kebanyakan video tentang Monster yang muncul di berbagai tempat secara acak, tapi jika kamu memperhatikan peta yang ada pada Status Window kamu akan menemukan bahwa monster hanya muncul di area tertentu.


Aku menyebutnya Zona Berbahaya.


Aku sampai di tempat yang ditentukan dan ternyata semua orang selain aku sudah datang.


"Oii... Fitri cepetan Fit"


Seorang gadis cantik dengan rambut panjang, memanggil ku ketika melihatku.


Aku mempercepat langkah ku.


"Sory, gua yang terakhir dateng kayaknya, atau bukannya kalian pada kecepetan datengnya?"


"Udah, udah duduk aja dulu"


Sisca menyarankan. Empat lainnya adalah Rani, Gadis imut yang terlihat pendiam meskipun sebenarnya tidak, dia berbicara normal dengan yang lainnya. Dia duduk di sebelah kiri Sisca.


Duduk di sebelah kanan Sisca adalah Seorang pemuda yang terlihat lebih tampan dari dua lainnya, Aditya. Yah, kita biasanya memanggilnya Adit.


Di sampingnya ada Agung, seorang pemuda yang terlihat lebih kecil dari Adit duduk sambil memainkan Hpnya, .


Dan yang terakhir adalah Restu, dia adalah orang yang memiliki tinggi badan tertinggi di grup kita, mungkin sekitar 185 cm.


Kemudian aku duduk di sebelah Rani dan kita mulai membahas tentang fenomena yang terjadi saat ini, Adit memberi tahu kita untuk memperhatikan tanda + pada Skill dan setelah ku perhatikan lebih jelas daftar skill yang dapat dibeli muncul, sepertinya Adit sudah mencoba berbagai hal dan akhirnya menemukan fungsi ini ketika di perjalanan.

__ADS_1


"Gua dapet skill Sihir api tapi kok gak bisa di pake?"


Tanya Sisca.


'Oh! ternyata bukan gua doang yang gak bisa menggunakan Sihir yang gua punya'


Kata ku dalam hati.


"Oh! Gua tadi kayaknya ngeliat skill yang berhubungan dengan dengan Sihir dah... Uh apa ya namanya?"


Kata Adit sambil mencoba mengingat kembali.


"Oh iya!, Magic/Mana Perception dan Magic/Mana Control!"


Oh!, Sepertinya ini yang aku butuhkan untuk bisa menggunakan Sihir. Aku segera mencarinya dan sepertinya ini juga memiliki fitur pencarian cepat, aku hanya perlu membayangkan nama Skill yang ingin kucari.


•Skill+


Magic/Mana Perception Lv.1 (2Sp)


Magic/Mana Control Lv.1 (2Sp)


Aku segera membeli keduanya dan...


~tring~


[ Magic/Mana Perception Lv.1 di peroleh ]


[ Magic/Mana Control Lv.1 di peroleh ]


Setelah mendapatkan Skill tersebut aku merasakan ada sesuatu di yang aneh dalam tubuhku.


Oh, apakah ini yang namanya Mana rasanya sedikit aneh tapi mungkin aku akan terbiasa dengannya.


Sepertinya Sisca dan Rani membeli kedua Skill ini juga.


"Fire Ball!"


Sisca berteriak sambil mengarahkan tangannya ke atas, tapi tidak ada yang terjadi.


"Loh kok gak terjadi apa-apa, tapi gua emang ngerasain kalo Mana di dalem tubuh gua bergerak"


Sisca berkata dengan heran.


"Lu coba Sihir lainnya dah"


Rani menyarankan pada Sisca, sepertinya dia tidak ingin mencoba sihirnya sendiri, mungkin dia berpikir pasti memalukan untuk meneriakkan mantra sihir dan ternyata tidak terjadi apapun.


Ya,ya.. aku pun merasakan hal yang sama. Jadi aku hanya akan melihat Sisca terlebih dulu.


"Baiklah gimana kalo ini... Fire Wall!"


" " "Woooah" " "


Kami semua terkejut dengan kemunculan dinding api seperti di game atau anime. Meskipun dia mengerahkan sihirnya di jalan yang tidak ada orangnya, bukankah ini agak berbahaya.


"Wow! gua beneran bisa menggunakan Sihir"


Sisca berseru dengan semangat dengan keberhasilannya menggunakan Sihir.


"Tapi kok gua gak bisa gunain Fire Ball sih?" Tanya Sisca


"Mungkin mantranya beda atau Levelnya yang masih rendah?" Jawab Agung


Yah, mungkin itu masalahnya, kita terus seperti ini, mencoba sesuatu yang baru dan bereksperimen untuk sementara waktu, meskipun banyak orang yang memandang kita. Lalu Adit menyarankan untuk pergi melawan beberapa monster di Zona Berbahaya.


Dan kita akhirnya memutuskan untuk pergi ke rumahku karena rumah ku berada di pinggiran di dalam Zona Berbahaya, jadi kita bisa keluar dari Zona Berbahaya segera jika situasi menjadi berbahaya.


To be continued....»


*****


Halo,


No Face disini.


Disini mungkin kalian menyadari bahwa ada yang berubah dengan jumlah Demon Lord yang awalnya 72 menjadi hanya 7, sebenarnya saya mendapat ide tentang 72 iblis dalam sebuah cerita jadi saya ingin menggunakannya.


Tapi setelah ceritanya berkembang saya berpikir bahwa akan sulit untuk menuliskan dan membuat setting dari 72 Raja Iblis, dan saya juga berpikir bahwa itu terlalu banyak. Jadi saya menguranginya menjadi 7.


Dan saya juga telah memperbaikinya di bab.1, jadi silahkan tulis komentar jika kalian menemukan kesalahan atau memiliki sebuah pendapat.


Dan mungkin bab-bab berikutnya masih akan membahas tentang Fitri dan teman-temannya, dari sudut pandang Fitri.


Terimakasih telah membaca bab ini juga, Like dan komen untuk membuat Author baru ini lebih serius dengan novel ini.

__ADS_1


No Face.


__ADS_2