2 World Fantasy

2 World Fantasy
Bab.17 Dunia yang Berubah #Korban Atau Pahlawan?


__ADS_3

~{Sudut Pandang MC/Ochid}~


Jam 17:15, aku bersiap untuk pergi ke Dungeon setelah selesai bermeditasi untuk memulihkan MP ku setelah meng-upgrade Magic Slingshot ku.


"Yoossh!, Mari kita lihat kekuatan si kecil ini dalam pertempuran langsung"


Setelah menambahkan 3 sihir baru pada Magic Slingshot statusnya terlihat menakjubkan bagiku karena akulah yang membuatnya sendiri.


[ Magic Slingshot]


Rank : B+


•Atk : 450↑


•Ma : 70↑


•Durability: 1800/1800↑


Slot Efek (skill/sihir): 4/4


[Perbaikan Otomatis tingkat Menengah] (pasif)


[Transmuting/Pengubahan tingkat Menengah] (aktif)


[Rotation/Rotasi (putaran) tingkat Menengah] (aktif)


[Booster tingkat Menengah] (aktif)


[ Deskripsi : Magic Slingshot dengan daya tembak yang kuat dan 4 keterampilan/sihir tingkat Menengah yang bahkan mampu menembus Armor Rank A jika semua skill/sihir (aktif) digunakan dalam satu tembakan ]


Aku tidak bisa berhenti tersenyum bahkan setelah melihat statusnya berkali-kali, mungkin akan menjadi senjata Rank A+ jika semua skill/sihirnya adalah tingkat Tinggi. Bagaimana jika bahannya adalah logam fantasi-ish yang sering ada di novel-novel isekai fantasi yang kubaca, seperti Mithril, Adamantium, dan Orichalcum mungkin aku akan memiliki senjata Rank S+ atau mungkin diatasnya.


Kesampingkan itu.


Aku melupakan sesuatu yang biasanya dilakukan ketika melihat musuh, ya benar itu adalah melihat status musuh.


Meskipun aku memiliki kemampuan Analysis/Appraisal berkat Gift AI Assistant (Megumin), aku lupa menggunakannya untuk melihat status para Goblin. Aku pasti akan menggunakannya nanti.


Ngomong-ngomong, sepertinya kelompok manusia yang berada di Blok C tidak dapat menghadapi pasukan Goblin yang datang pada mereka jadi mereka melarikan diri keluar dari Zona Berbahaya ini. Sementara kelompok yang berada di Blok A berhasil menghadapinya kemudian berdiam di satu rumah cukup lama, mungkin mereka beristirahat.


Dan beberapa saat sebelum aku melakukan Mana Crafting/Meng-upgrade Magic Slingshot mereka mulai bergerak menuju ke pusat Zona Berbahaya.


Mungkin mereka benar-benar menuju Dungeon nya untuk melawan Goblin King.


Sekarang setelah aku memperhatikannya lagi mereka sedang berada di dalam Dungeon. Apakah mereka benar-benar mengetahui bahwa terdapat banyak Goblin di dalam Dungeon.


Di Google Map ku menunjukkan titik-titik berwarna kuning berada bercampur dengan titik-titik berwarna merah yang sangat banyak.


Apakah mereka sedang bertarung atau mungkin mereka belum bertemu dengan Goblin King dan pasukannya, karena aku tidak bisa memastikannya karena Google Map ku tidak menampilkan peta di dalam Dungeon, ini hanya menunjukkan posisi Dungeon dengan titik-titik berwarna di dalamnya. Mungkin aku harus berada di Dungeon untuk memiliki petanya.


Dengan itu aku berjalan keluar rumah, dan keluar dari benteng aman yang kuciptakan dengan segenap hatiku.


Aku pergi Rumahku tercinta.


Aku berlari setelah memberikan salam pada rumahku di dalam hati.


Aku berniat pergi untuk membasmi Goblin yang berada di sekitar terlebih dulu sebelum menuju ke Dungeon, tapi kemudian aku melihat bahwa kelompok yang berada di dalam Dungeon sudah keluar. Mereka bergerak sangat cepat setelah keluar dari Dungeon, seperti mereka berlari sekuat tenaga setelah melihat pasukan Goblin King yang sangat banyak.

__ADS_1


"Hmm.. ?"


Setelah aku perhatikan lebih jelas, sepertinya ada satu titik berwarna kuning yang masih berada di dalam Dungeon bersama dengan titik-titik berwarna merah.


Ugh! Apakah satu orang tertinggal? Dalam kasus terburuk, mungkin dia ditinggalkan? Itu akan menjadi kisah yang tragis. Meskipun dalam kasus pertama juga merupakan kisah yang tragis.


Atau mungkin ini adalah kisah kepahlawanan, bahwa dia secara sukarela berada di belakang yang lain untuk menahan musuh sendirian agar teman-temannya selamat.


.


"Serahkan ini padaku dan pergilah duluan!!" (Pahlawan)


"Kau ini bicara apa Jon!? Kami tidak bisa meninggalkan mu sendirian!!" (Teman 1)


"Jono, jangan bicara omong kosong!!" (Teman 2)


"Itu Benar Jono!!" (Teman-teman lainnya)


"Tidak, keluarga dan anak-anak kalian sedang menunggu" (Pahlawan)


" ! " (Teman-teman si Pahlawan)


"Tapi—" (Teman 1)


"Tisna, Ojak dan teman-teman Tukang Taksi Pengkolan.... Kalian tidak perlu khawatir, aku pasti akan segera menyusul kalian" (Pahlawan)


" " !!! " " (Teman-teman si Pahlawan)


Dengan enggan mereka berlari meninggalkannya sendirian.


"...Maafkan aku" (Teman 1)


' ' 'Jono!... Jangan mati!!' ' ' (Teriak Teman-teman si Pahlawan di dalam hati)


.


Mungkin begitulah adegan heroik yang terjadi. Yah! Meskipun itu hanya sekedar khayalanku.


"Baiklah, karena aku kasihan atau mungkin kagum dengan pengorbananmu, aku akan langsung menuju Dungeon dan membantumu"


Mengatakan hal tersebut dengan keras pada si korban/pahlawan yang tidak mungkin mendengarnya. Aku mengurungkan niatku untuk membasmi Goblin di sekitar. Dan berlari langsung menuju Dungeon untuk membantunya. Walaupun sebagian besar karena aku ingin mendapatkan informasi darinya mengenai Dungeon dan hal lainnya.


Tapi aku benar-benar masih memiliki niat baik untuk membantunya, namun aku tidak memiliki niat untuk membantu atau menyelamatkannya dengan mengorbankan nyawa ku sendiri.


Karena aku bukanlah Pahlawan ataupun orang suci yang terlalu baik yang dapat mengorbankan dirinya sendiri untuk orang asing. Aku menganggap diriku sendiri sebagai orang yang egois yang mementingkan keinginanku sendiri terlebih dahulu.


Mungkin akan berbeda jika yang dalam bahaya adalah keluargaku atau orang yang kucintai, atau mungkin orang yang benar-benar aku tidak ingin kehilangannya. Itu pun masih termasuk keinginan egoisku sendiri.


Ugh! Bukankah Pahlawan dan Orang suci yang terlalu baik juga membantu/menyelamatkan orang dengan keinginannya sendiri yang berarti mereka juga adalah orang yang egois.


Konflik batin yang tidak terlalu penting memenuhi pikiranku, ketika aku berlari menuju Dungeon sambil menghindari Goblin-goblin yang berada di jalanku menuju Dungeon. Aku berhati-hati agar para Goblin tidak menyadariku. Setelah melewati para Goblin beberapa kali...


~tring~


[Skill : Imperceptible (Tidak kelihatan/ terasa) Lv.1 di peroleh]


"Megumin! Jelaskan detail Skill tersebut"

__ADS_1


{Baik Master!}


{Skill Imperceptibel membuat pengguna tidak dapat dideteksi oleh aroma, pendengaran, atau penglihatan. Dengan kata lain ini adalah kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan/kehadiran penggunaan}


Fumu... Dengan kata lain, ini adalah salah satu dari kemampuan untuk bersembunyi/Stealth. Dan ini adalah lawan dari Skill Deteksi kehadiran/keberadaan yang ku dapatkan sebelumnya.


Ketika aku memikirkan hal tersebut, aku melihat bahwa si korban/pahlawan sudah keluar dari Dungeon dan sepertinya dia masih di kejar oleh pasukan Goblin meskipun hanya sebagian yang dikirim oleh Goblin King untuk melakukan pengejaran, karena masih ada banyak titik-titik berwarna merah yang berada di lokasi Dungeon.


Mungkin ini adalah sebuah keberuntungan atau mungkin instingnya untuk bertahan hidup bahwa dia berlari menuju ke arahku. Sementara teman-temannya berlari ke arah yang berbeda darinya dan mereka mungkin akan segera keluar dari Zona Berbahaya.


Aku meningkatkan kecepatan berlari ku. Sementara dia semakin melambat dan kemudian dia berhenti sejenak di suatu tempat lalu dia mulai berlari kembali.


Hmm! Ini gawat, dia akan berpapasan dengan kelompok kecil Goblin jika terus berlari kearah ini.


"Aku harus cepat!"


Semoga aku masih sempat, aku terus berlari secepat yang kubisa, sambil terus memperhatikan keadaannya dengan melihat Google Map antarmuka ku.


Ah! Dia akhirnya berpapasan dengan sekelompok kecil Goblin tersebut.


Oh! Dia dengan cepat mengubah arahnya setelah jeda singkat.


Berjuanglah sedikit lagi, karena aku akan segera dapat melihat mu secara langsung.


"Oh! Itu dia"


Sekarang aku dapat melihatnya, si korban/pahlawan yang ternyata memiliki rambut hitam panjang yang terlihat acak-acakan seperti sedikit terbakar yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang perempuan. Aku juga dapat melihat para Goblin yang berpapasan dengannya, sementara para Goblin yang mengejarnya dari Dungeon terlihat masih agak jauh.


"Ck, sekarang ini benar-benar buruk"


Aku mendecakkan lidahku setelah melihat salah satu Goblin yang berada di kelompok kecil Goblin yang berpapasan dengannya memegang sebuah busur, dengan kata lain seorang Goblin Archer. Yang benar mungkin seekor Goblin Archer karena mereka adalah Monster.


Goblin Archer segera membidiknya dan kemudian melepaskan anak panahnya segera. Itu mengenainya tapi dia masih tetap berlari meskipun dia semakin melambat.


Aku segera mengeluarkan Magic Slingshot ku. Kemudian aku melihat wanita tersebut terjatuh, dan para Goblin mulai memperpendek jarak dengannya.


Aku membidik Goblin yang paling dekat dengannya dan menembaknya segera. Headshot!


Itu adalah tembakan yang sangat cepat dan kuat, efek dari tiga skill/sihir yang ku aktifkan dalam satu tembakan itu benar-benar hebat.


Sepertinya ini akan menjadi mudah untuk sekarang, meskipun aku tidak akan lengah dan membuat diriku dalam bahaya lagi karena kesombongan kecilku seperti sebelumnya.


To be continued.....»


***


Halo,


No Face disini.


Sepertinya tidak ada yang ingin saya katakan untuk bab ini, jadi jika ada yang memiliki sesuatu untuk dikatakan atau ditanyakan tentang bab ini silahkan untuk menuliskannya di komentar. Dan saya sebisa mungkin akan membalasnya.


Ah! Saya juga telah menambahkan Title Goblin Slayer pada Status Window Fitri pada bab.15 sebelumnya, saya melupakannya meskipun dia sudah banyak membunuh Goblin. Ini hanya informasi tambahan bagi kalian yang membaca bab.15 dan tidak melihat Title Goblin Slayer pada Status Window Fitri. Yah! Meskipun mungkin kalian tidak terlalu memperhatikannya, tapi aku berasumsi bahwa ada beberapa yang memperlihatkannya..... Mungkin?


Ya, itu saja untuk bab ini.


Terimakasih telah membaca bab ini juga. Like dan komen juga tambahkan ke favorit kalian atau mungkin kalian bisa memberikan Vote Mingguan kalian, bahkan kalian bisa share jika memiliki waktu luang.

__ADS_1


Salam saya.


No Face


__ADS_2