A Man Mumy

A Man Mumy
10. Kebahagiaan Aaron


__ADS_3

Aku Update yah


Jangan lupa vote dan komennya


Happy reading


Typo bertebaran


Warning!


Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690


By: Aku


Aaron tidak henti-hentinya menciumi wajah Razack. Terlihat sekali terpancar diwajah Aaron. Bahwa, sekarang Aaron sangat bahagia.


"Zel, wajah Razack mirip aku," ungkap Aaron ketika melihat Zeline hanya berdiri mematung saja di dekatnya.


"Iya, aku tahu," jawab Zeline singkat dan duduk di sofa yang ada didekatnya.


"Matanya mirip aku juga," ungkap Aaron lagi.


"Iya, aku tahu itu."


Aaron hanya tersenyum saja mendengar jawaban Zeline. Tanpa mereka sadari Razack sudah tertidur di gendongan Aaron.


"Zel, kamar Razack di mana?" tanya Aaron.


"Di sini hanya ada satu kamar. Jadi, Razack satu kamar dengan aku."


Tanpa bertanya lagi Aaron melangkah ke kamar untuk menidurkan Razack di atas kasur. Aaron juga merebahkan tubuhnya di samping Razack dan akhirnya juga tertidur di samping Razack.


Zeline merasa Aaron sangat lama mengantarkan Razack ke kamarnya dan Zeline juga merasa diacuhkan oleh Aaron. Sejak Aaron bertemu dengan Razack.


"Apa aku cemburu dengan anakku sendiri?" pikir Zeline, sambil melihat apa yang dilakukan Aaron di dalam kamarnya. Zeline kaget ketika apa yang di lihatnya di dalam kamar. Ternyata, Aaron dan Razack sudah tertidur lelap di atas kasurnya.


"Kamu melupakan aku setelah bertemu dengannya," ungkap Zeline dalam hatinya. Zeline kembali keluar dari dalam kamar dan berencana untuk memasak saja.


Saat lagi fokus memasak, tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang. Awalnya Zeline sempat kaget, setelah Zeline melihat siapa yang memeluknya. Akhirnya Zeline sadar bahwa Aaron yang memeluknya.


"Aku merindukanmu," bisik Aaron ditelinga Zeline. Sebenarnya Zeline mendengar ungkapan Aaron seperti itu, membuat hatinya sangat berbunga-bunga, tapi berbeda apa yang diungkapkannya di bibirnya.


"Lepas! aku lagi memasak."

__ADS_1


"Aku tahu."


"Maka dari itu menyingkirkan!"


"Kasih cium dulu," goda Aaron.


"Tidak mau!"


"Kalau aku memaksa," dengan cepat kilat Aaron membalikkan badan Zeline dan melumat bibir Zeline dengan lembut. Zeline kaget apa yang dilakukan Aaron.


"Aaron, aku... aku... lagi masak menyingkirlah nanti masakanku gosong," Zeline mencoba menyembunyikan pipinya yang lagi merah.


"Masih tetap manis," ungkap Aaron, sambil tersenyum melihat expresi Zeline.


Aaron duduk menunggu Zeline menyelesaikan masakannya. Aaron terus memandangi punggung Zeline yang sibuk memasak. Sekitar r sepuluh menit baru Zeline menyelesaikan masakannya dan meletakan di atas meja.


"Sekarang kamu sudah makankan?" tanya Zeline.


"Maksudnya?" tanya Aaron bingung.


"Mumy kan enggak perlu makan," jawab Zeline enteng.


"Sekarang aku makan, aku coba masakan istriku," Aaron langsung mengambil piring dan mengambil nasi beserta lauk yang terhidang di atas meja. Aaron langsung memakannya dengan lahap. Zeline yang melihat tingkah Aaron hanya menggelengkan kepalanya.


Selesai makan Aaron lagi duduk di ruang tamu sambil menunggu Zeline yang membersihkan peralatan makan tadi. Tak lama kemudian Zeline keluar dan duduk di depan Aaron.


"Kenapa kamu bisa tahu aku di sini?" tanya Zeline to the points.


"Aku akan selalu tahu di manapun kamu berada," jawab Aaron membalas tatapan Zeline.


"Kami sudah tenang tanpamu dan aku juga tidak mau kamu di sini?"


"Kenapa? Aku sudah berjanji aku tidak akan menyerah begitu saja. Apa lagi sekarang kita sudah memiliki Razack."


"Aku tidak mau bersama mu!"


"Tapi, aku mau dan aku akan mewujudkan itu. Supaya kita bisa hidup bersama, meski menurutku kita sudah terikat janji dan aku akan membuktikan janji yang nyata untuk mu. Minggu depan kita akan menikah, yang sah secara agama dan Negara."


Penjelasan panjang lebar Aaron, membuat Zeline terkejut. " Apa? Kamu gila! Kamu memang Mumy yang tidak pernah waras!"


"Jangan terlalu terkejut, aku sudah menyiapkan semuanya."


"Mana bisa seperti itu! Aku harus minta ijin dulu sama keluarga ku," ungkap Zeline mencari alasan.

__ADS_1


" Besok pagi kita akan kerumahnya orang tuamu," jawab Aaron dengan mudahnya.


"Tapi...."


"Tidak ada tapi, tapian. Aku akan membuktikannya padamu semua ucapanku dan aku tidak akan menyerah begitu saja.


"Aaron, ini terlalu cepat," jawab Zeline mencoba mencari alasan lagi.


"Aku merasa tidak seperti itu. Aku sudah mengenalmu luar dan dalam," jawab Aaron sekenanya dan itu sempat membuat Zeline agak gugup.


"Aku belum mengenalku!" jawab Zeline kesal.


"Kita sudah saling mengenal."


"Latarmu aku belum mengetahuinya, yang aku tahu kamu hanya Mumy."


"Aku akan menceritakannya, tapi sebelum itu kita akan pindah dari kontrakan ini."


"Kenapa?"


"Karena kalian akan tinggal bersama aku. Aku tidak tega istriku tinggal di rumah seperti ini," suara Aaron sedikit pelan.


"Ini hasil kerja kerasku," jawab Zeline.


"Sekarang tidak perlu kerja keras lagi, kerena aku akan menanggung semua biaya kehidupan kalian,"jawab Aaron mantap dan tak ingin di bantah lagi.


"Aaron."


"Zel, aku mohon padamu," Aaron berlutut didepan Zeline.


Zeline merasa tidak bisa lagi menolak mau tidak mau akhirnya dia menyetujui keinginan Aaron.


*****


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26

__ADS_1


__ADS_2