A Man Mumy

A Man Mumy
8. Aku Pergi


__ADS_3

Happy Reading!


Jangan lupa vote dan komen


Typo bertebaran


Warning!


Cerita ini cerita kolap, seandainya ada yang menemukan dilapak adetiwi6690. Itu bukan plagiat.


By : Aku


Zeline bangun dipagi hari merasakan ada tangan besar yang melingkar di pinggangnya. Zeline mencoba mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa gerangan orang yang memeluknya. Zeline melihat rahang yang tegas, wajah yang sedikit tumbuhkan bulu-bulu tipis yang terkesan sexi. Bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, dan bibir yang merah.


"Sempurna," ucap Zeline dalam hati.


Zeline baru sadar ternyata, dia merasakan sakit dipangkal pahanya.


"Iiiiiisssshhh...!" rintih Zeline pelan. Zeline mencoba mengintip ke dalam selimut. Ternyata, dia tidak mengunakan sehelai benangpun dan dilihat juga orang sedang memeluknya saat ini. Ternyata, tidak jauh beda dengan dirinya.


"Apa yang kurasakan semalam nyata?" Zeline masih bertanya-tanya dalam hatinya.


"Tentu saja nyata sayang," tiba-tiba terdengar orang yang membisikan kalimat itu ditelinga nya.


"Apa?" teriak Zeline kaget dan langsung bangkit dari tidurnya. Zeline tidak mempedulikan tubuhnya yang telanjang.


"Terimakasih aku jadi orang yang pertama untukmu. Aku tidak salah memilih kamu jadi istriku. Sekarang kamu telah menjadi milikku seutuhnya. Jaga mata dan hatimu hanya untukku," Aaron yang juga ikut duduk di samping Zeline menampakkan dada bidangnya.


"Ini tidak masuk akal dan aku juga tidak terima kamu melakukan ini padaku tanpa ikatan pernikahan," Zeline sudah meneteskan air matanya.


"Siapa yang bilang tanpa ikatan pernikahan?"


"Aku yang bilang! Aku!" teriak Zeline.


"Aku adalah suamimu dan kamu adalah istriku. Jadi, melakukan hal semacam itu wajar saja untuk kita, suami istri."


"Atas dasar apa? Atas dasar apa aku ini istrimu? Kamu hanya mengada-ngada, buktinya saja tidak ada. Asal kamu tahu kita ini beda alam! Apa kamu belum paham!" Zeline histeris.

__ADS_1


"Kita tidak beda alam, tapi belum saatnya."


"Belum saatnya katamu! Berarti belum saatnya juga kita bersama! Pergi kamu! Aku mau sendiri," Zelin mengusir Aaron.


"Zel, maksud aku bukan seperti itu."


"Pergi! Aku tidak mau melihatmu lagi!"


"Zel!"


"Mumy jelek pergi!" Aaron tidak membantah lagi dan langsung menghilang dari hadapan Zeline. Sedangkan Zeline saat ini masih menangis atas apa yang terjadi kepadanya. Zeline merasa hal yang berarti dalam hidupnya dan akan diberikan kepada suaminya kelak. Telah direnggut sama orang yang buka punya ikatan yang jelas dengannya.


"Tunggu! Diambil paksa? Aku rasa tidak, karena aku juga menikmatinya," batin Zeline dan mengutuk dirinya yang juga menikmati permainan mereka. Walaupun, berujung Zeline yang pingsan.


"Aku harus bagaimana? Aku harus pergi dari sini! Iya, aku harus pergi dari sini. Aku merasa malu pada diriku sendiri dan juga kepada Riku. Aku tidak akan sanggup menatap Riku lagi, karena aku tidak memiliki apa-apa lagi," Zeline terus berbicara pada dirinya sendiri.


Zeline mengambil ponselnya Aldi atas balas dan menelpon seseorang. Zeline segera pergi ke kamar mandi dengan perlahan, kerena pangkal paha yang terasa nyeri. Setelah mandi Zeline bersiap-siap untuk menemui seseorang yang telah dia telepon tadi.


*****


Malam ini Zeline hanya duduk saja dalam kamar hotelnya. Setelah bertemu seorang tadi, Zeline hanya mengurung diri dalam kamarnya. Panggilan dan motif ponselnya diabaikan. Zeline merasa bersyukur orang itu mau mengabulkan permintaan Zeline untuk segera bisa pulang lebih awal ke Negara-nya.


"Apa dia benar-benar pergi?" batin Zeline.


"Untuk apa aku memikirkan, bagilah kalau dia sadar dan tidak mengganggu lagi," Zeline merebahkan tubuhnya di atas kasur dan akhirnya mimpi menjemputnya.


*****


Sekarang Zeline sudah berada di pesawat untuk kembali ke Indonesia. Meskipun Zeline pulang, tanpa memberi tahu sama teman-temannya. Zeline hanya bisa berharap ini yang terbaik untuknya.


Ditempat yang lain.


Aaron hanya bisa menatap kepergian Zeline, bukan dia tidak mampu untuk menghentikan Zeline, tapi dia tidak mau, Zeline lebih membencinya lagi.


"Aku pasti akan menjemputmu dan anak kita. Itu pasti! Aku harus menyelesaikan ritualku dulu. Tunggu aku sayang akan ku tunjukan bukti kepadamu, bahwa kamu milikku. Meski kamu jauh dariku, aku tidak membiarkan kamu kesepian dan mencari cinta yang lain," batin Aaron yang menatap kepergian Zeline.


*****

__ADS_1


Riku yang mendapat kabar kepulangan Zeline, langsung mendatangi tempat Zeline menginap, tapi semua itu hanya sia-sia saja. Kerena Zeline sudah tidak ada di sana.


"Kamu belum sempat menjawab pertanyaanku Zeline? Kenapa kamu begitu tega," sesal Riku, ketika menyadari bahwa Zeline sudah tidak ada di sana lagi dan telah meninggalkannya.


Aaron yang melihat kegalauan Riku, hanya bisa tersenyum semua. Menurutnya ada juga untuknya kepergian Zeline dari Mesir, karena bisa menjauhkan dari pengganggu.


"Kasihan sekali kamu, mencintai istriku," batin Aaron.


*****


"Aku akan menjemputmu nanti,


Jangan kamu anggap aku telah melepaskanmu,


Karena itu tidak akan pernah terjadi."


-Aaron-


"Aku tinggalkan kamu,


Karena kau tidak tahu harus menjelaskannya nanti,


Kepada orang-orang siapa kamu,


Karena kita berbeda.


-Zeline-


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


I

__ADS_1


tsitafianda Evelyne_Alleta26


__ADS_2