
Hallo Aku Up yah
Aku Belum Bisa Pastikan Yah
Ini End atau tidak
Yang penting liat saja yah bab berikutnya
Jangan lupa Vote dan komen yah
Typo bertebaran
By : Aku
*****
Zeline terbangun dan melihat Aaron sudah tidak ada di sampingnya. Awalnya Zeline sanagt kecewa, tapi ketika dia duduk, Zeline melihat Aaron sedang menggendong Razack dan mereka sudah tampak sangat rapi.
Zeline, menatap Aaron dan Razack dan Zeline sangat sadar saat ini. Bahwa, dia sudah jatuh cinta dengan suaminya saat ini. Sekarang saja, memandang Aaron sambil menggendong Razak adalah pemandangan yang paling indah dilihatnya.
Tanpa Zeline sadari, Aaron juga sudah melihat Zeline menatapnya begitu dalam. Aaron hanya tersenyum melihat Zeline dan sangat tergoda.
"Kamu cepat siap-siap! Pesawatmu berangkat jam dua belas nanti," sapa Aaron dipagi hari dan itu seketika melunturkan kekaguman Zeline terhadap Aaron. Yang ada sekarang hanya umpat dan gumanmannya.
"Apa aku benar-benar balik?" pertanyaan bodoh yang dilontarkan Zeline.
"Ya, tentunya, kamu yang minta kemarinkan?" jawab Aaron sambil menahan senyum melihat tingkah Zeline.
"O," jawab Zeline dan langsung melangkah ke kamar mandi dengan tidak semangat. Zeline masih berharap Aaron untuk tidak mengingat keberangkatannya, tapi malah Aaron masih ingat.
"Huuuuyffft! Apa yang kamu harapkan Zeline, dia tidak benar-benar peduli perasaanmu," keluh Zeline dalam hatinya.
Zeline keluar dari kamar mandi tidak melihat Aaron lagi. Zeline bergegas memakai pakaiannya dan mencari keberadaan Aaron. Keluar dari kamar tidur mereka, Zeline tidak melihat Aaron di ruang tamu dan Zeline langsung menuju arah dapur. Zeline kembali terpesona melihat Aaron saat ini. Aaron sedang sibuk menyuapi Razack dengan diselangi candaan. Meski, itu tidak ada lucunya sama sekali.
"Hei, kenapa bengong? Cepat sini, habiskan sarapanmu! Kita tidak banyak waktu lagi, nanti kamu ketinggalan pesawat," Aaron kembali mengingatkan.
"Huuuuyffft!" keluh Zeline dalam hati.
Zeline mengabiskan makannya dengan setengah hati. Kali ini Zeline sangat tidak semangat, Aaron telah merusak moodnya sedari tadi. Mau berterus terang kepada Aaron kalau dia tidak mau balik ingat gengsi.
"Hadeeeh!" Zeline hanya bisa merutuk dalam hatinya.
Kita jam sudah menunjukan jam sebelas, Zeline masih bersiap- siap di dalam kamar. Dia tidak semangat, rasanya Zeline telah menyesali perkataannya.
__ADS_1
"Zeline, cepatlah! Nanti kamu akan ketinggalan pesawat," Aaron kembali mengingatkan Zeline dan itu pasti membuat Zeline tidak semangat.
"Apa kamu tidak bisa sabar? Kamu sepertinya niat sekali menyuruhku pulang," Zeline kesal, karena merasa selalu diingatkan dengan kesalahannya.
"Aku?" jawab Aaron bingung, "bukannya kamu yang ingin pulang dan sekarang menyalahkan aku. Kamu benar aneh."
"Aku memang aneh! Biarkan! Cepat kita berangkat sekarang!" Zeline sangat kesal. Aaron mengikuti Zeline dari belakang dan membawa keperluan Razack nanti.
"Dasar! Mumy yangbtidak punya hati. Kenapa dia tidak punya kemampuan membaca hatinya lagi. Sehingga aku tidak perlu lagi mengatakan secara langsung. Mumy tidak punya perasaan!" Zeline terus mengumpati Aaron dalam hati.
Mereka sekarang sampai di pakiran hotel, Aaron sudah di tunggu pengawalnya dengan mobil. Ketika mereka mau menaiki mobil, tiba-tiba ada yang memanggil Zeline.
"Zel, tunggu!" itu sontak saja membuat Zeline berhenti.
Ketika orang itu sampai di dekat Zeline. "Zel, maafkan aku! Atas sifatku yangbkurang ajar terhadapmu kemaren. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah, tapi aku mengatakan apa yang ku rasakan dalam hatiku."
"Sudahlah, Riku akubl tidak mau membalasnya lagi," jawab Zeline malas. Soalnya sejak pertemuannya dengan Riku, itu membuat Aaron bersikap dingin terhadapnya.
Sebenarnya, Aaron sangat tidak suka melihat Riku. Dia tidak mungkinkan melihatkan kekesalannya terhadap, Riku secara terang-terangan dan itu sanagt tidak etis.
"Zel, aku sangat minta maaf. Apa kamu mau memaafkan aku? Soal aku mencium kamu itu. Aku sungguh sudah khilaf, Zel." Aaron yang awalnya bisa menahan rasa kesal di hatinya langsung keluar dari mobilnya dan langsung menuju Riku. Zeline sangat kaget, secara tiba-tiba Aaron langsung menghadiahkan Riku, tinju berapi. Karena Riku yang tidak siap, dia langsung tersungkur dengan bibir yang berdarah.
"Aaron...!" Zeline langsung berteriak ketika melihat, Aaron ingin meninju wajah Riku kembali. Aaron sudah tidak mempedulikan teriakan Zeline lagi, karena dia sudah di luar kendali. Zeline langsung memeluk tubuh Aaron, supaya tidak meninju Riku lagi.
Aaron kembali masuk ke dalam mobil dan diikuti Zeline. Mereka meninggalkan Aaron dengan rasa bersalahnya. Sampai di bandara, Aaron langsung mengantarkan Zeline ke tempat cek in.
Aaron menyerahkan Razack kepada Zeline dan melihat Zeline hilang dari pandangannya. Ketika Zeline tidak lagi terlihat dari pandangannya baru Aaron pergi.
*****
Zeline sudah tiba di Indonesia, ini kali pertama kepulangan yang sangat tidak menyenangkan. Zeline masih ingin kembali lagi ke Mesir bersama Aaron. Zeline menyetop Taxi, entah kenapa ada sepasang mata yang memperhatikannya, tapi Zeline mencoba untuk berfikir positif.
Rasa capek dijalan tidak sebanding dengan capek di hati. Zeline sampai di rumah dan disambut oleh Bi Nani.
"Bi, apa kabar?" sapa Zeline.
"Saya baik, Nona. Sepertinya Nina sangat capek, biar aku yang pegang Razack. Nina istirahat saja dahulu," saran Bi Nani, disambut dengan senyuman oleh Zeline. Dia sekarang yang dia butuhkan saat ini adalah tidur. Hatinya saat ini sangat capek sejak di Mesir tadi.
Zeline langsung melangkah ke kamarnya, tapi ketika pintu dibuka, Zeline sudah merasakan keanehan. Zeline segera mencari saklar dan menghidupkannya. Zeline sangat terkejut ketika melihat, ternyata Aaron sudah berdiri beberapa langkah darinya.
"A... Aaron?" Zeline bingung dan juga terkejut.
"Apa kamu benar Aaron?" Aaron mendekati Zeline.
__ADS_1
"Apa kamu sudah melupakan suamimu?" jantung Zeline berdebar lebih cepat. Ini sangat mustahil menurut Zeline, tapi kenyataan yang dia lihat sekarang ini adalah Aaron di depannya.
Zeline langsung memukul dada Aaron dan menangis. "Kamu jahat! Kamu jahat! Kamu seolah-olah membiarkan aku pergi. Kamu menagacuhkan aku, kamu seperti tidak peduli dengan aku," dalam isaknya dan terus memukul-mukul dada Aaron.
Aaron yang tidak menyangkareaksi Zeline seperti itu, langsung membawa Zeline ke dalam pelukannya.
"Maaf, bukan maksud aku untuk membuatmu bersedih," ungkap Aaron pelan, "tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu dan aku tidak main-main. Asal kamu tahu, aku sangat kesal, marah, dan cemburu. Saat kamu pergi berdua dengan si brengsek itu, tapi aku tidak bisa melarangmu. Kamu sangat senang dengan dia dan dia orang yang kamu cintai."
"Kamu tega menilai ku seperti itu. Apa aku harus berteriak duli, biar kamu bisa mengerti? Aku mencintainya Aaron! Aku hanya mencintaimu! Aku tidak tahu, entah kapan cinta ini hadir, tapi selalu ada rasa yang berbeda," Zeline dengan menekan setiap katanya. Zeline juga tidak mengerti, entah dari mana dia mendapatkan keberanian mengungkapkan perasaannya.
"Aaron sangat terkejut mendengar pengakuan yang Zeline katakan barusan. " Apa kamu baru mengungkapkan perasaanmu barusan?" tanya Aaron memastikan.
"Iya, aku mencintaimu Aaron mantan Mumy," ungkap Zeline jelas. Aaron yang mendengar itu langsung mencium bibir Zeline dan seluruh wajah Zeline.
"Aku sudah lama menunggu kata-kata ini darimu," kali ini Aaron ******* bibir Zeline denga lembut. Sekarang tanpa ragu lagi Zeline langsung membalas ciuman yang diberikan Aaron kepadanya.
"Aku menginginkan kamu sekarang," bisik Aaron kepada Zeline. Zeline yang mendengar permintaan Aaron, hanya tersenyum saja sebagai dia menyetujui permintaan Aaron.
Tanpa lama-lama, entah siapa yang memulainya. Saat ini mereka membuat pengakuan cinta yang sangat panas. Menyalurkan perasaan dengan erangan yang mencapai kenikmatan dunia.
Entah, sudah berapa kenikmatan yang mereka capai bersama. Sekarang Zeline dan Aaron sedang berada di dalam bathtub Yanga ada di kamar madi mereka.
"Zel, mencintaimu," bisik Aaron di telinga Zeline yang berada di depannya.
"Aku juga," balas Zeline dan menyadarkan kepalanya ke dada Aaron. Melihat bibir Zeline membuat Aaron, menjadi tidak tahan. Aaron kembali ******* bibir Zeline dan meremas payudara yang sudah terpampang jelas di depannya. Zeline membalikan tubuhnya tanpa melepaskan ciuman mereka dan kembali lagi suasana panas menghiasi kamar mandi mereka.
*****
"Tenyata ini namanya jatuh cinta
Aku baru tahu
Jatuh cinta bisa membuat orang gila."
-Zeline-
"Pengakuanmu
Perkataan itu yang ku tunggu
I love You..."
-Aaron-
__ADS_1