A Man Mumy

A Man Mumy
28. Kebahagiaan


__ADS_3

Happy Reading!


By : Ade Tiwi


Bunyi suara kecupan-kecupan itu terdengar jelas di dalam kamar mandi, sepasang suami istri yang tengah memadu kasih bak remaja yang tengah dilanda nikmatnya kasmaran.


Kembali terulang adegan panas seperti tadi malam. Aaron benar-benar menunjukkan sisi nafsu liarnya yang sangat tinggi dan besar. Zeline tak mempermasalahkan itu, ia malah terlihat sangat menikmatinya.


Tapi tiba-tiba saja ia mengingat sesuatu hal dan menghentikan aksi Aaron yang masih gencar mencumbu wajah dan seluruh anggota tubuhnya yang lain. Tak perlu Zeline menjelaskan satu-persatu bagian tubuhnya yang mana saja tak luput dari kecupan bibir Aaron, kan?


"Ehmm, Aaron!" panggilan Zeline menghentikan tubuh Aaron yang ingin mencumbu dadanya.


Aaron mengangkat kepalanya melihat ke arah Zeline dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Apa?" tanyanya lesuh karena Zeline menghentikan aktivitasnya.


"Razack," sahut Zeline menyebutkan nama putranya.


"Kenapa dengan putra kita?"


"Dia pasti mencari kita jika kita terlalu lama di dalam kamar mandi dan terus melakukan aktivitas yang menguras habis tenaga." dengkus Zeline mengingatkan suaminya untuk menghentikan sebentar nafsunya yang tak ada habisnya itu.


Tampak wajah Aaron murung sedih mendengar ucapan Zeline, ia ingin menahan tubuh Zeline yang kini melangkah keluar dari dalam bathub.


"Ayo bersiaplah, Razack pasti sudah menunggu kita bersama bi Nani." kata Zeline kini membilas tubuhnya dibawah pancuran air shower.

__ADS_1


Zeline yang ingin cepat-cepat menyelesaikan mandinya agar segera keluar dari dalam kamar mandi pun mengabaikan tubuh telanjangnya yang sedang memunggungi Aaron. Aaron menelan ludahnya kasar melihat tubuh montok nan mulus milik istrinya itu, kulit bersih seputih susu itu sungguh sangat menggoda jiwa dan iman Aaron.


Terbukti dari bukti gairahnya yang kembali menegang, Aaron mengumpati dirinya sendiri yang dengan sangat mudahnya kembali on.


Aaron memutuskan menyusul Zeline, melangkah keluar dari dalam bathub dan mengayunkan langkah kakinya mendekati Zeline. Kini Aaron sudah pas berdiri persis di belakang Zeline, Zeline yang belum menyadari keberadaan suaminya itu tampak santai dan terus melanjutkan aktivitas membasuh tubuh polosnya.


Dengan sangat iseng Aaron mendekatkan miliknya yang kembali menegang ke arah bokong Zeline. Reflek, saking terkejutnya Zeline bahkan sampai berteriak.


"Aaron!" panggil Zeline kesal melihat kelakuan suaminya.


"Hmm, apa sayangku?" Aaron balik bertanya dengan sikap dan ekspresi tak bersalah.


"Bisa tidak anunya diam dan layu sebentar."


"Eh, layu?" Zeline mengangguk. "Jangan dong sayang, entar kalau dia layu kamu gak puas."


"Sayang, itu namanya naluri alami dari dalam diri. Kamu seharusnya senang dan bangga karena aku terus dan selalu bergairah padamu."


"Iya, bagus sih bagus, tapi gak harus kelewat mesum juga kali." protes Zeline kesal mendengar ucapan suaminya.


Sedangkan Aaron malah semakin terkekeh mendengarnya, Zeline yang bertambah semakin kesal pun menyudahi acara mandinya. Memakai jubah mandinya dan keluar, Aaron yang melihat itu melongos dan juga langsung cepat menyelesaikan mandinya menyusul Zeline.


Zeline memutar bola matanya kesal melihat Aaron yang seperti mengikutinya, padahal saat ini Zeline ingin memakai bajunya. Bukannya apa-apa, Zeline hanya merasa risih saja jika ada si Aaron mesum di dekatnya.


Tak mau banyak berpikir lagi Zeline pun dengan cepat memakai baju bersih yang barusan ia ambil dari dalam lemari. Bersikap acuh saat melewati Aaron dan membuka pintu ingin keluar.

__ADS_1


Lagi-lagi Aaron kalah cepat dari Zeline, dengan gerakan yang tak kalah cepat pun Aaron memakai bajunya kilat. Setelah selesai barulah ia menyusul Zeline yang kini tengah berada di ruang makan bersama Razack dan bi Nani.


Aaron yang baru sampai di ruang makan pun tersenyum melihat pemandangan terindah itu. Ia berjalan mendekat ke arah mereka, bi Nani yang melihat Aaron pun menyapa majikannya itu.


Aaron balas menyapa bi Nani yang kemudian pamit undur diri ingin ke belakang, Aaron merasa bi Nani memberikan waktu untuknya bersama istri dan anaknya.


Kebersamaan yang selalu menjadi hal favorit Aaron, meskipun terkadang kesibukan pekerjaan menjadi penghalang untuk bisa bersama keluarga kecil tercintanya.


"Sarapan?" tawar Zeline pada Aaron.


Aaron mengangguk senang mendengarnya, Zeline yang sudah selesai menyuapi Razack sarapan pun segera mengambilkan Aaron sarapan dengan sangat cekatan dan lrbhhy perhatian.


"Ini!" Zeline menyodorkan sepiring nasi goreng di hadapan Aaron.


Zeline sangat tahu dan hafal jika nasi goreng kini menjadi makanan favorit Aaron, untuk itu ia menyuruh bi Nani untuk selalu membuatkan sarapan setiap paginya.


Aaron tersenyum sembari menikmati sarapannya, sungguh, ini sarapan terenak yang ia rasakan tanpa ada beban dan debatan di antara dirinya dengan Zeline. Semuanya mengalir dengan nyaman dan tentram.


****"


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla

__ADS_1


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26


__ADS_2