
Aku Update yah
Bonus untuk kalian semua
Jangan lupa vote dan komennya
Happy reading
Typo bertebaran
Warning!
Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690
By: Aku
Pagi sekali Aaron sudah mandi, karena pagi ini dia berencana akan ke rumah orang tua Zeline. Meski, malam tadi mereka sudah satu ranjang, tapi Aaron tidak melakukan apa-apa selain membawa Zeline ke dalam pelukannya.
Setelah menyelesaikan ritual mandi, Aaron masih melihat Zeline tidur dengan nyenyaknya. Aaron tidak tega untuk membangunkannya, Aaron keluar dan melihat kamar Razack. Ternyata Razack sudah bangun dan lagi asyik main sendiri. Aaron langsung menghampiri Razack dan menggendongnya.
Aaron membawa Razack ke kamarnya, sambil menunggu Zeline bangun tidur. Aaron tidak tahu cara memandikan anak seumuran Razack. Minta tolong Bi Inah, itu tidak mungkin karena tadi Aaron sudah minta tolong untuk membuatkan sarapan yang disuka Zeline.
Zeline membuka matanya, pandangan pertama yang dilihatnya adalah Aaron yang sedang menggendong Razack. Hati Zeline terasa sangat tersentuh melihat pemandangan itu.
"Ma... Ma... Ma... Ma...!" Razack memanggil Zeline, karena Razack melihat Zeline sudah bangun dari tidurnya. Aaron melihat ke arah tempat tidur, ternyata melihat sudah bangun. Aaron tersenyum ke arah Zeline.
"Selamat pagi sayang," sapa Aaron dan tersenyum lembut ke arah Zeline. Aaron berjalan ke arah Zeline dan duduk di tepi tempat tidur.
"Apa tidurnya nyenyak?" tanya Aaron. Sedang Zeline hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Aaron.
"Aku belum tahu cara mandiin bayi. Ajarin aku dong," rengek Aaron kepada Zeline. Zeline hanya tersenyum saja melihat tingkah Aaron. Zeline langsung bangun dari tidurnya dan mengambil alih Razack dari gendongan Aaron. Zeline langsung membawa Razack ke dalam kamar mandi dengan Aaron yang mengekornya di belakang.
Zeline terkejut melihat perlengkapan mandi Razack sudah ada di sana. "Aku sudah memindahkannya tadi, tapi aku tidak mengerti cara memandikan Razack," ungkap Aaron sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Zeline langsung memandikan Razack, sedangkan Aaron memperhatikan Zeline yang memandikan Razack.
Zeline selesai mandi sekarang Aaron mengambil alih Razack untuk memakaikan bajunya. Sedangkan Zeline pergi mandi. Aaron menunggu Zeline bersama Razack di meja makan.
"Bi sarapan paginya sudah siap?" tanya Aaron kepada Bi Inah.
"Sudah Tuan, makanan untuk Razack juga sudah siap. Biar saya yang mengurus Razack, Tuan."
"Baiklah," Aaron menyerahkan Razack kepada Bi Inah.
Zeline duduk di samping kiri Aaron. "Masakan ini apa namanya?" tanya Aaron tiba-tiba.
"Ooo... ini namanya nasi goreng telur mata sapi," jawab Zeline.
__ADS_1
"Kok aku gak lihat mata sapinya, aku cuman lihat telur saja," ungkap Aaron bingung.
Zeline tertawa mendengar jawaban Aaron. "Katanya sudah belajar semua tentang Indonesia," ejek Zeline
.
"Aku tidak ada mendengar kata itu saat belajar. Makanya, aku tidak tahu. Memangnya ada yang lucu, sehingga kamu tidak bisa berhenti tertawa seperti itu?" tanya Aaron pura-pura tersinggung.
"Ya, jelas adalah. Kalau tidak ada mana mungkin aku tertawa," Zeline masih belum bisa berhenti tertawa.
"Di mana lucunya coba?" jawab Aaron bingung.
"Lucunya, sayangnya mata sapinya tidak ada. Kalau ada sapinya di sini mungkin kita tidak bisa makan."
"Aku masih bingung," jawab Aaron.
"Astaga! Saat ini aku sangat suka kamu bisa membaca pikiranku. Jadi, aku tidak perlu lagi menjelaskannya padamu," Zeline tidak sadar dari tadi dia sangat diperhatikan Aaron. Aaron pun sangat senang karena Zeline bisa melihat Zeline tertawa dengan lepasnya.
"Oh-ya! Apa kamu tidak akan menyesal?"
"Kalau untuk sekarang ini tidak."
"Memang sebenarnya, apa nama makan ini?" tanya Aaron lagi.
"Ini namanya nasi goreng dan telur itu namanya telur mata sapi, karena kuningnya seperti mata sapi. Mungkin, aku juga tidak terlalu yakin sih! Karena orang di sini menamainya seperti itu. Ya, sudah kamu coba saja. Mana tahu nanti kamu ketagihan dan bisa makan mata sapi benarkan," Zeline kali ini menahan tawanya.
"Enak!" ungkap Aaron, "aku juga suka," Zeline hanya tersenyum saja melihat depresi Aaron dan melanjutkan makannya.
*****
Saat ini Aaron dan Zeline sudah berada di dalam mobil menuju rumah orang tua Zeline. Saat ini mereka hanya pergi berdua saja, Razack ditinggal di rumah bersama Bisa Inah. Karena belum saatnya Razack ikut fikir Zeline.
"Setelah ini kita belok ke mana?" tanya Aaron.
"Belok kiri dan kamu akan melihat rumah berwana hijau di ujung jalan," jawab Zeline, Aaron hanya mengangguk saja.
Aaron memberhentikan mobilnya di depan rumah yang di beritahu Zeline. Zeline sangat gugup ketika mereka sudah ada di depan rumah orang tuanya.
"Apa kamu gugup?" tanya Aaron. Zeline hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan Aaron.
"Kita keluar sama-sama dan kita hadapi sama-sama. Di sini ada aku, aku akan memperjuangkan kamu apapun terjadi. Kamu bisa pegang ucapan aku," Zeline hanya mengangguk saja dan mereka keluar sama-sama.
Ketika mereka sudah di depan pintu, Zeline segara memencet bel yang ada di samping pintu. Tidak perlu beberapa lama pintu rumah terbuka dan ternyata yang membukakan pintu adalah Mamanya Zeline.
"Zeline!" ungkap Mama Zeline kaget. Mama Zeline bernama Maria.
"Mama. Assalamualaikum. Apa kabar Ma?"
__ADS_1
"Walaikumsalam, kabar baik Nak. Mama kita kamu tidak akan pulang," ungkap Mama Maria kepada Zeline.
"Maafkan aku, Ma. Itu bukan keuangan aku," jawab Zeline menyesal.
"Ya, sudah tidak apa-apa Nak. Sekarang kamu sudah ada di sini, Mama sangat senang. Silakan masuk Papamu ada di dalam. Oh-ya! Siapa nama temanmu?" tanya Mama Maria pada Zeline.
"Ini Aaron Ma," Aaron menyalami Mama Maria.
"Ya, sudah bawa temanmu masuk," ajak Mama Maria.
Zeline dan Aaron masuk kedalam rumah. Zeline memandangi ruangan tamu tersebut. Suasana masih terasa oleh Zeline, tidak ada yang berubah.
"Mama panggilakan Papamu dulu ya, kalian duduk saja dulu," Zeline dan Aaron hanya mengangguk saja.
"Ternyata kamu masih punya muka untuk pulang! Dasar anak tidak tahu diri!" tiba-tiba terdengar suara yang dikenal Zeline. Meski kata-katanya terdengar kasar, tapi Zeline sangat rindu mendengar suara itu. Zeline langsung berdiri dan akan menyalami Papanya, tapi langkahnya terhenti.
"Cukup sampai di situ saja! Kamu tidak perlu melangkahkan kakimu lagi!" Zeline terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengucapkan salam kepada Papanya.
"Papa, jangan seperti itu pada anak kita," cegah Mama Maria kepada suaminya.
"Ada urusan apa kamu ke sini lagi?" tanya Papa Zeline sinis.
"Pa," cegah Mama Maria lagi.
"Diam Ma! Aku tidak mau berbasa-basi sama anak yang tidak ajaran ini," ungkap Papa Zeline lagi.
"Pak, aku yang ada perlu denganmu," kali ini Aaron yang menjawab.
"Kamu siapa? Aku tidak mengenalimu!" Papa Zeline menatap Aaron tajam.
"Aku akan memperkenalkan diriku. Aku ke sini mau minta ijin melamar anak Bapak. Karena, kata Zeline dia akan menikah denganku kalau aku sudah minta ijin sama orang tuanya," jelas Aaron.
*****
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26
Mau tahu kelanjutannya silakan vote yang banyak yah!
Apa Aaron berhasil meluluhkan hati Papa Zeline?
__ADS_1