
By : Ade Tiwi.
πππππ
Sepasang suami-istri yang tengah menikmati bulan madu kedua mereka itu tampak kini masih tiduran di ranjang. Sepertinya mereka enggan untuk membuka matanya, terlihat dari pelukan keduanya yang semakin erat.
Di balik selimut itu baik Zeline maupun Aaron sama-sama polos. Alias, tidak memakai sehelai benang pun. Keduanya sama-sama menikmati kehangatan yang menguar dari tubuh masing-masing.
Aaron lah orang pertama yang membuka matanya, melihat Zeline yang tengah tertidur pulas sembari menggeliat menyembunyikan wajahnya di curuk leher Aaron.
Aaron tersenyum mengingat apa yang terjadi di antara mereka berdua tadi malam. Bagaimana ganasnya ia pada Zeline, dan bagaimana liarnya Zeline yang selama ini terlihat malu-malu.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama ataupun kedua bagi mereka melakukan kegiatan panas itu. Hanya saja, tadi malam Zeline terlihat sangat berbeda dengan aksi liarnya yang wow.
Begitulah penilaian Aaron pada sang istri tercinta yang dengan energiknya meliuk-liukkan tubuhnya. Berbagai posisi juga mereka coba berganti-ganti gaya tadi malam. Entah kenapa juga tadi malam mereka terlihat sangat haus dan lapar akan gairah mereka masing-masing.
Intinya Aaron sangat puas!
Zeline menggeliat dan semakin menyuruk di leher Aaron, hembusan nafas Zeline sebenarnya terasa geli bagi Aaron. Tapi sekuat mungkin Aaron menahannya, ia tidak ingin Zeline jadi terbangun meskipun ia sangat tahu jika kini matahari sudah menampakkan dirinya cukup tinggi.
Aaron teringat putranya, apakah anaknya itu sudah bangun? Ah, Aaron harus mengeceknya. Dengan sangat pelan dan penuh kehati-hatian, Aaron melepaskan tubuh Zeline yang menempel erat di tubuhnya bagaikan lintah.
Jika dalam keadaan sadar, apa mungkin Zeline akan bersikap seperti ini padanya. Diam-diam Aaron tersenyum membayangkan hal itu, yang ada Zeline malah gengsi untuk tak nekat melakukan seperti sekarang.
*****
Seseorang menepuk pundak Zeline pelan, Zeline menoleh dan terkejut melihat orang tersebut.
"Riku!" teriaknya tak percaya jika akan bertemu dengan Riku lagi disini, di Mesir!
"Zeline, ternyata benar ini kau!" sahut Riku tak kalah terkejutnya.
Zeline menatap dengan pancaran mata berbinar dan bahagia. "Kau menetap tinggal di negara ini Riku?" tanya Zeline seraya berdiri dari duduknya.
Riku mengangguk. "Ya, aku menetap tinggal disini selama bertahun-tahun."
"Wow, itu hebat sekali!" puji Zeline takjub.
"Uhm, ya begitulah Zel." jawab Riku seadanya.
Mata Riku menoleh ke arah samping Zeline dimana Razack sedang duduk di kursi sembari melihat ke arah mereka dengan tatapan bingung.
"Dia siapa Zel?" tanya Riku menunjuk ke arah Razack dengan jari telunjuknya.
Mata Zeline mengikuti arah pandangan jari telunjuk Riku. Tersenyum ke arah putranya yang tampak manis saat seperti ini, sangat menggemaskan.
"Ah dia..., Dia adalah anakku, putra kecilku." akui Zeline jujur.
"Apa? Aβanak?" kaget Riku terbata-bata.
__ADS_1
Zeline mengangguk. "Iya, Riku. Aku sudah memiliki anak, ini dia." Zeline mengambil Razack ke dalam gendongannya.
"Razack sayang, salim dulu nak sama om-nya." titah Zeline pada sang putra tercinta.
Razack menatap bingung ke arah Zeline dan Riku secara bergantian. Tapi, tak ayal tangan kanannya terulur ingin menyalami Riku.
Riku yang mengerti maksud Razack pun mendekatkan tangannya agar memudahkan bocah kecil nan lucu itu mengambilnya untuk ia salim.
"Anak pintar," puji Zeline seraya mengelus-elus rambut Razack dengan sayang.
"Zeline, aku sangat terkejut sekali mendengar kabar ini."
"Terkejut ya?" kekeh Zeline.
"Sangat!"
Zeline terkekeh menganggapi reaksi syok Riku. "Tentu saja kau terkejut, aku menghilang dan kembali lagi bertemu tapi sudah punya anak."
"Ya, kau menghilang seakan di telan bumi tanpa ada kabar sedikit pun. Tau-taunya bertemu lagi eh sudah punya baby."
"Astaga! Riku, ayo duduk. Masa kita di restoran ngobrolnya berdiri." kekeh Zeline sembari duduk kembali di kursinya.
"Iya, ya. Mana restorannya mahal lagi." Riku ikut terkekeh dan duduk di kursi yang menghadap ke arah Zeline.
"Oh iya, ngomong-ngomong, papanya Razack dimana? Aku tak melihat suamimu Zel?" tanya Riku penasaran akan sosok dari suami Zeline.
Bahkan Riku sempat menyatakan cintanya pada wanita ini, tapi sayang saat itu Zeline menolaknya dengan secara halus. Dan Riku pun tak menyerah sampai di situ saja, Riku bahkan rela menetap di Mesir sampai bertahun-tahun semenjak kepergian Zeline yang secara mendadak itu.
Alasannya adalah karena Riku masih menunggu Zeline sampai kapanpun. Maka itulah Riku menetap di negara ini, dan Riku sangat bersyukur karena pada akhirnya ia di pertemukan lagi dengan Zeline meskipun dengan keadaan yang sangat jauh berbeda.
Kini, Zeline sudah resmi menjadi istri orang lain! Dan semakin pupuslah harapan Riku untuk memiliki Zeline sebagai istrinya.
"Riku!" panggilan Zeline pada Riku yang asyik melamun.
"Eh, iya Zel. Maaf, sepertinya aku melamun."
Zeline menggelengkan kepalanya. "Kau melamunin apa Riku?"
"Ah, tidak ada."
"Yakin?" Riku mengangguk.
"Eh iya, soal pertanyaanku tadi?"
"Yang mana?" tanya balik Zeline bingung seraya mengerutkan keningnya dalam.
"Tentang papa Razack?"
"Bukankah tadi aku sudah mengatakannya."
__ADS_1
"Aku tidak mendengarnya."
"Makanya jangan kebanyakan melamun Riku!" kesal Zeline dengan wajah cemberut.
Riku mengangkat jari telunjuk dan tengahnya tanda berdamai.
"Papa Riku sedang ada urusan mendadak yang sangat penting katanya. Jadi, dia tak bisa ikut makan siang bersama kami."
Riku manggut-manggut mengerti. Sayang sekali, padahal Riku sangat ingin bertemu dengan Aaron.
"Nanti, kalau ada waktu aku akan memperkenalkan dia padamu."
Riku mengangguk semangat. "Waah, sangat di tunggu loh Zel."
"Sippp."
"Eh, aku lupa." kaget Zeline saat teringat suatu hal.
"Kenapa Zel?"
"Lusa kami sepertinya sudah harus pulang."
"Oh ya? Kenapa cepat sekali?"
"Karena aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku lebih lama. Tujuan kami ke Mesir, kan, ingin melakukan perjalanan bulan madu kedua kami."
"Oh, begitu." Riku menanggapinya santai.
"Tidak apa-apa kalau begitu, mungkin belum rezeki kami untuk berjumpa."
Zeline mengangguk seraya tersenyum senang. Riku benar-benar orang yang sangat perhatian dari dulu sampai sekarang. Dan pria ini masih sama seperti dulu, tidak pemaksa seperti kebanyakan pria lainnya.
Contohnya saja Aaron!
Aaa, tapi Zeline sangat menyayangi dan mencintai suaminya itu.
Hihihi, mumy gila!
Tbc...
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26
__ADS_1