
By: Ade Tiwi dan Aku
Aaron menatap Zeline penuh tanda tanya, menunggu pembicaraan yang kata istrinya itu sangat penting. Tetapi, sejak tadi Zeline hanya diam dan tak kunjung bicara. Kan, Aaron gemas jadinya.
"Zeline, katanya ada sesuatu hal yang penting." Zeline mengangguk.
"Katakanlah." titah Aaron tak sabar.
"Uhm, itu...."
"Itu?" Aaron menyipitkan matanya saat kata 'itu' menggantungkan ucapan sang istri.
"Salah seorang temanku ingin bertemu denganmu."
"Teman?" ulang Aaron.
"Iya, Riku sangat ingin bertemu denganmu Aaron."
"Riku?" Zeline mengangguk.
"Apakah Riku itu berjenis kelamin pria?" Zeline mengangguk lagi.
"Apa?" sentak Aaron kaget seraya berdiri.
"K—kenapa?" bingung Zeline melihat reaksi suaminya itu.
"Aku baru tahu sekarang."
"Baru tahu apa?"
"Bahwa kau memiliki teman seorang pria. Kenapa kau tak pernah bilang padaku?!" cibir Aaron memberengut kesal.
"Kau yang tak pernah bertanya padaku."
"Lalu, itu kau jadikan alasan. Seharusnya kau mengatakan dari awal semua tentang masalalu mu Zel."
"Astaga! Apa kau sedang cemburu sekarang?"
"Tentu saja, suami mana yang tidak cemburu jika istrinya memiliki teman pria dan masih saling terlibat komunikasi sampai sekarang." dengkus Aaron tambah kesal.
"Siapa yang bilang jika aku dan Riku masih saling terlibat komunikasi sampai sekarang?"
"Itu buktinya, kau sendiri yang mengatakan jika teman priamu yang bernama Ruki-Ruki itu ingin bertemu denganku. Pasti kalian sering berkomunikasi, iya, kan?" tuduh Aaron kentara sekali jika ia sangat cemburu.
"Riku Aaron, bukan Ruki!" kesal Zeline karena Aaron salah menyebut nama Riku.
"Ah, apapun itu namanya. Aku tidak peduli."
"Hhhh, terserah kau sajalah. Dasar pemarah."
__ADS_1
Zeline cemberut kesal sembari memalingkan wajahnya ke samping tak ingin melihat Aaron.
Aaron garuk-garuk kepala melihat sikap sang istri, kenapa jadi Zeline yang marah?
"Apa?" bentak Zeline ketika Aaron membalikkan wajahnya menghadap ke arah Aaron.
"Kapan kami akan bertemu?"
"Maksudnya?"
"Hhh, lupakan!" Aaron tak berniat lagi membahasnya.
"Eh, jangan. Besok bagaimana?"
"Besok ya? Ehmm, baiklah."
"Tapi, bukannya besok kita akan kembali ke Indonesia?"
"Ditunda."
"Apa? Ditunda kenapa?" kaget Zeline.
"Aku masih ada urusan pekerjaan yang harus di selesaikan disini."
"Tapi, aku kan kerja," alasan Zeline lagi.
"Kan kamu sudah ada aku. Jadi, untuk apa kamu kerja lagi."
*****
"Itu dia orangnya, kata Zeline kepada Aaron," langsung saja dengan santai Zeline lebih dulu menuju ke arah Zeline.
"Hai Riku," ketika Zeline sudah di dekat Riku.
"Eh, Zeline. Silakan duduk," ungkap Riku senang.
"Kamu sudah lama di sini?" ungkap Zeline dan duduk di kursi yang sudah dipilihkan Riku untuknya. Aaron yang sedari di belakang Zeline hanya menatap mereka dengan tajam.
"Apa dia suami kamu?" tanya Riku, ketika melihat Aaron berdiri saja di belakang Zeline.
"Eh, iya. Aku sampai lupa. Iya, dia suami aku. Riku kenalian ini Aaron. Aaron kenalkan ini Riku," ungkap Zeline sambil tersenyum. Riku langsung mengulurkan tangannya kepada Aaron. Aaron menatap Riku lama baru dia menyambut tangan Riku.
Mereka makan bersama di sana, Aaron hanya memperhatikan Zeline saja. Karena sejak datang ke restoran ini. Expresi wajah Zeline berubah, dia nampak begitu senang. Merekapun saling bercerita sambil tertawa, walaupun menurut Aaron tidak ada yang lucu.
Aaron terus berfikir, rasanya dia tidak asing dengan wajah Riku ini. Saat mengingat-ingat di mana Aaron bertemu dengan Riku. Aaron mendengar pertanyaan Zeline kepada Riku.
"Oh-ya, Riku apa kamu masih di medium?"
"Sekarang tidak lagi Zeline. Aku sekarang berkerja di laboratorium yang ada di rumah sakit. Asal kamu tahu, Mumy yang kita teliti waktu itu. Tiba-tiba saja menghilang dari mesium. Saat di periksa di CCTV, Mumy tersebut memang menghilang secara misterius. Menurut kabar beredar, dia sudah bebas dari kutukannya."
__ADS_1
Zeline yang mendengar cerita Riku, langsung menatap wajah Aaron. Sedangkan Aaron hanya diam dan menikmati makanannya.
"Kegiatan kamu apa sekarang?" tanya Riku kepada Zeline.
"Aku juga berkerja di rumah sakit," jawab Zeline.
"Oh, baguslah kalau begitu. Aku senang bisa bertemu kamu kembali," ungkap Riku sengang sambil menggenggam tangan Zeline.
Aaron yang mendengar cerita Riku tadi, baru dia ingat siapa Riku sebenarnya. Dia orang yang pernah dicintai Zeline. Dia orang yang pernah mencium Zeline di depan pintu hotel.
"Pantasan saja aku tidak asing dengan dia. Aku baru menyadari perubahan sifat Zeline mungkin karena itu juga," batin Aaron, "sekarang, ketika tangan Zeline dipegang Rikupun Zeline hanya tersenyum saja," batin cemburu Aaron memuncak.
Aaron saat ini hanya diam saja melihat tingkah Zeline dan Riku. Karena dia tidak mau membuat senyum yang lepas Zeline hilang begitu saja. Senyum yang seperti ini yang tidak pernah dilihat Aaron saat bersamanya
.
Setelah mereka selesai makan, mereka langsung keluar dari restoran tersebut. Riku mengantarkan Zeline ke dekat mobilnya.
"Katanya kamu balik ke Indonesia hari ini?" tanya Riku kepada Zeline.
"Oh, tidak jadi. Aaron ada urusan mendadak," jawab Zeline sambil tersenyum.
Riku hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum, "berarti besok kamu masih di sini?" tanya Riku lagi.
"Iya, tentunya."
"Kalau begitu besok kita bertemu lagi yah. Aku akan mengajakmu jalan-jalan keliling Mesir, besok hari cutiku. Mau ya," bujuk Rikub sambil memegang tangan Zeline lagi. Aaron yang melihat itu rasanya sudah mau mendidih, tapi dia mencoba meredamnya.
"Oke! Baiklah," Zeline menyetujui permintaan Riku dan itu jawaban yang tidak ingin didengar Aaron.
" Ya, sudah. Sampai berjumpa besok, Zeline," Zeline hanya mengangguk saja dan masuk ke dalam mobil Aaron.
*****
"Apa ini namanya cemburu?
Kenapa rasanay sangat sesak?
Rasanya aku tidak sanggup menahannya."
-Aaron-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
__ADS_1
Itsitafianda Evelyne_Alleta26