A Man Mumy

A Man Mumy
4. Aku Tidak Peduli


__ADS_3

By : adetiwi6690 n Aku


Kembali Hadir dengan Mumu Tamvan yah!!


Happy Reading


Jangan lupa vote dan komen


Typo bertebaran


*****


"Zel, apa yang kau lakukan pada mumy Aaron?" tanya Serly penuh kecurigaan, mengintimidasi Zeline yang berdiri kaku.


"A...aku...?" Zeline masih tidak menemukan alasan apa yang akan diberikan sama Serly. Ketika, sibuk mencari alasan yang pas. Zeline melihat kehadiran Riku dan Bima.


"Riku, Bima?" ucap Zeline ketika melihat kedua teman prianya diambang pintu.


Serly membalikkan badan kebelakang dan ternyata benar ada  Riku dan Bima.


"Ada apa ini? Kenapa aku melihat aura ketegangan diruangan ini?" tanya Riku mengamati Zeline dan Serly.


Bima yang mendengar perkataan Riku pun ikut-ikutan mengamati sekitarnya. menganggukan sama kepalanya tanda menyetujui ucapan Riku.


"Benar sekali! tak sengaja aku melihat sesuatu hal yang aneh pada Zeline," ungkap Serly pada kedua pria itu.


"Hal aneh seperti apa yang kau maksud Ser?" tanya Bima buka suara yang sejak tadi diam.


"Aku melihat Zeline mau membuka kain putih yang membalut Mumy Aaron."


"Biar aku jelaskan," cegat Zeline memotong ucapan Serly. "Tadi aku seperti melihat mumy Aaron bergerak."


"Apa?" ketiganya serentak kaget.


"Ka... kamu serius Zel?" tanya Serly tergagap.


Zeline mengangguk. "Iya, aku serius!"


Serly, Riku, dan Bima terpelongo mendengarnya. Ketiganya pun menatap secara bersamaan kearah peti mati di mana tubuh Mumy Aaron berada.


"Aku rasa, mungkin kamu berhalusinasi saja Zel." ucap Riku kurang yakin.


"Entahlah, aku juga berfikir seperti itu," Zeline hanya bisa membenarkan kata teman-temannya. Karena kalau tetap memaksa untuk menyuruh mereka percaya. Mungkin itu adalah hal yang mustahil saat ini dan ujung-ujungnya mereka akan mengatakan Zeline gila.


"Ya, sudah mari kita lanjutkan penelitian kita, dari pada berdebat yang tidak jelas," Bima mencoba menengahi perdebatan teman-temannya.

__ADS_1


Akhirnya saat ini Zeline, hanya bisa mengeluhkan dirinya sendiri di dalam hati. Kerena keterkejutannya yang percaya akan halusinasi yang tidak mungkin terjadi.


"Itu bukan halusinasinmu sayang," bisik suara itu lagi lembut ditelinga Zeline.


Deg!


Riku mendekat kearah Zeline dan berusaha meyakinkannya bahwa yang dia lihat hanya halusinasi. "Ssstt, tenanglah Zeline, jangan takut. kami bertiga bersamamu."


Zeline menganggukkan kepalanya yang berada didada Riku. Hal itu tak luput dari penglihatan Bima, Seryl dan juga Mumy Aaron tentunya.


"Apakah mungkin Riku menyukai Zeline?" tebak batin Bima dan Seryl bersamaan.


******


"Apa yang kau katakan pada mereka sayang? Kenapa kau berbohong?" teriak suara Mumy Aaron yang tentunya hanya Zeline yang dapat mendengarnya.


Sementara Riku yang ada di sampingnya sama sekali tak berpengaruh sedikit pun.


"Memang apa yang aku lakukan, Mumy jelek?" dengus batin Zeline menjawab pertanyaan Aaron.


"Kau masih bertanya apa yang telah kau lakukan, kau sengaja mempermainkanku!"


Zeline memutar bola matanya jengah mendengar pertanyaan Aaron.


"Berengsek!" umpat Zelina kesal tiba-tiba.


"Kenapa Zel?" tanya Riku heran.


"Ah, tidak apa-apa." ucap Zeline merasa malu.


"Dasar pria sok perhatian!" umpat Aaron kesal.


Zeline tak menanggapi lagi segala rentetan ucapan, umpatan dan makian Aaron.


*****


"Hentikan!" teriak Zeline di dalam kamar hotelnya. Lagi-lagi Aaron mengganggu dirinya, tak bisakah pria itu membiarkan dirinya tenang.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kau mengabulkan keinginanku!"


"Keinginan apa sih?"


"Membuka kain yang menutupi seluruh wajah dan tubuhku." ucap Aaron mengingatkan.


"Apakah itu harus?" tanya Zeline frustasi.

__ADS_1


"Harus! Karena dengan begitu kau akan bisa melihat diriku yang nyata di hadapanmu."


"Kenapa harus aku?"


"Karena kamu yang memilihku!" jawab Aaron santai.


"Aku bahkan tidak tahu dengan yang kau maksudkan itu, kapan aku memilihmu wahai Tuan Mumy?"


"Sudahlah, intinya aku milikmu dan kau milikku. Ayo cepat Zeline! datanglah ke sini, ketempat di mana tubuhku berada. dan buka semua kain yang menutupi penuh tubuhku."


"Kamu sudah gila! Aku bisa masuk penjara nanti!"


"Tidak akan!"


"Jangan paksa aku melakukan hal yang tidak mau! Aku tidak peduli kamu suami aku atau aku yang memilihmu aku tidak peduli. Aku minta jangan ganggu aku lagi!" teriak Zeline.


"Itu tidak akan pernah terjadi. Aku akan selalu ada di sisimu sampai kapanpun!" Suara itu menegaskan.


"Aku tidak peduli!"


******


"Terasa aneh jika diungkapkan


Tapi terasa penuh dalam hati kalau didiamkan


Aku harus bagaimana?


Jangan ganggu aku!"


-Zeline-


See You Nex time


#SahabatDilla


Author yang juga bertemakan Mumy


Silakan mampir Kuy!


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


I


tsitafianda Evelyne_Alleta26

__ADS_1


__ADS_2