A Man Mumy

A Man Mumy
21. Kejutan


__ADS_3

Gak percayakan aku bisa ngetik sampe dua bab


Warning!!


Kali ini ada adegan yang bikin orang Geregetan


Bagi Yang Tidak Sanggup Membaca boleh dilewatkan saja.


18+++


****


Aku Update yah


Bonus untuk kalian semua


Jangan lupa vote dan komennya


Happy reading


Typo bertebaran


By : Aku


Zeline masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Kenapa tidak, sekarang dia lihat adalah Razack bersama Aaron sedang bercanda dan tertawa riang.


"Apa sekarang aku lagi mimpi? Apa aku yang halu, karena terlalu memikirkan dia? Apaan sih jadi gak jelas gini,"  Zeline masih sibuk dengan pikirannya.


"Aku gak salah. Aku tadi benar diculik, sekarang kenapa ada Aaron? Apa dia benar masih bisa baca fikiranmu? Apa Tuhan langsung mengabulkan doaku? Aaaaghhh, aku pusing," saat Zeline sibuk dengan pikirannya itu, Aaron melihat Zeline sudah berdiri di belakangnya.


"Zel, kenapa bengong di sana?" Zeline terkejut dan memukul tangannya dengan keras. Aaron melihat itu tersenyum saja dan mendekat ke arah Zeline. Aaron langsung mencium kening Zeline dan memegang tangan Zeline untuk berhenti memukul tangannya sendiri.


"Kamu kenapa?" tanya Aaron lembut.


"Kenapa kamu ada di sini?" pertanyaan Aaron dijawab denga pertanyaan oleh Zeline.


"Aku?" Aaron bingung menjawab seperti apa.


"Iya kamu, siapa lagi."


"Aku di sini, karena anak dan istriku juga di sini."


"Aarin aku tidak bercanda! Aku tadi diculik, sekarang akubtidak mengerti kenapa kamu juga di sini. Apa kamu juga diculik? Tapi itu tidak mungkin."


"Ya sudah, kalau itu tidak mungkin, jangan kamu fikirkan lagi," kata Aaron sambil membawa Zeline ke dalam pelukannya.


"Tunggu, aku rasa ini bukan di rumah kamu. Kita ada di mana sekarang?" Zeline masih belum puas dengan kenyataan yang ada. Melihat apa yang dia alamai tadi.


"Sekarang kita lagi di Mesir," jawab Aaron. Zeline sangat terkejut. "Dan sekarangpun kita berada di kamar yang pernah kamu tempati dulu," ini yang lebih mengejutkan lagi.


"Apa Mesir! Kamar! Ini tidak mungkin? Tadi aku masih di depan ruamah. Sekarang kenapa aku sudah berada di Mesir?"


"Kita bulan madu di Mesir. Apa kamu suka?" tanya Aaron. Zeline hanya menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kamu siap-siap kita akan pergi ke suatu tempat," ungkap Aaron. Zeline masih dengan suasana hati yang terkejut, dia hanya mematuhi apa yang dikatakan Aaron.

__ADS_1


Seperti yang dikatakan Aaron tadi, mereka mau pergi ke suatu tempat. Aaron membawa Zeline dan Razack ke tempat yang sangat indah yaitu Aswan. Sebuah desa yang berada di tepi sungai Nil dengan bangunan yang berwarna warni. Sangat indah dan romantis, Aaron sudah memesan sebuah restoran untuk mereka makan malam hari ini.


Zeline yang mendapat perlakuan yang special, membuat hatinya menghangat. Zeline melupakan apa yang terjadi padanya beberapa jam lalu dan juga termasuk kekesalannya kepada Aaron. (Zeline, apa kamu enggak ingat. Bahwa, janjimu mau cuekin Aaron. Jika, kalian bertemu.)


Zeline dan Aaron menikmati hidangan yang sudah dipesan Aaron. Suasana restoran juga sudah diubah menjadi seromantis mungkin.


"Makasih Aaron, untuk malam ini," ucapan Zeline ketika mereka sedang di kamar. Sedangkan Razack sudah tertidur saat mereka jalan pulang.


"Hhhmmm, iya. Apa kamu senang?" tanya Aaron menatap Zeline dalam.


"Iya, aku senang sekali."


"Besok akan ku ajak kamu ke tempat yang lebih seru lagi. Apa kamu mau?" Zeline yang mendengar itu sangat antusias. "Ya sudah kamu tidur saja lagi." Zeline hanya mengangguk dengan semangat.


"Aaron apa kamu sudah tidur?" tanya Zeline ketika dia melihat Aaron sudah memejamkan matanya.


"Kamu sudah tidur ya? Aku mau bilang makasih sama kamu. Kamu mau mencintaiku dengan tulus. Aku... aku... maksud aku bukan aku tidak mau membalas cintamu, tapi sekarang aku sudah menerima kamu di hidupku. Maaf, mungkin aku terlambat menyadarinya, tapi aku sangat senang berada di sisimu. Makasih sudah dan kembali untukku dan anak kita. Selamat malam," Zeline mendekat ke arah Aaron dan mencium kening Aaron.


Besoknya Aaron membawa Zeline ke Luxor, di sana mereka menaiki balon udara. Mereka terbang melintasi sungai Nil dan kuil-kuil Karnak. Pemandangan yang sangat menakjubkan ketika melihat sunset dari atas sana.


Senyum yang diwajah Zeline tidak pernah luntur, dengan apa yang dilakukan Aaron untuk menyenangkan hatinya.


"Apa kita bisa mengambil foto kita bertiga di sini?" ungkap Zeline kepada Aaron yang berdiri di sampingnya saat ini.


"Tentunya," jawab Aaron antusias. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar mereka bertiga.


Hari ini sangat melelahkan untuk Aaron dan Zeline, karena berbagai tempat telah mereka kunjungi di Mesir. Mereka juga sudah mengabadikan banyak gambar mereka di ponsel Aaron. Aaron meresa sangat bahagia sekali, rencana yang dia susun beberapa hari belakangan ini sangat berjalan sesuai keinginannya.


Saat ini mobil mereka sudah sampai di area pakiran. Aaron juga melihat orang yang dia cintai sudah tidur. Aaron meminta sopirnya untuk menggendong Razack, sedangkan dia mengangkat Zeline. Samapai di kamar mereka Aaron meletakkan tubuh Zeline dengan hati-hati. Aaron memeriksa Razack yang juga sudah tertidur nyenyak di ranjangnya.


"Anak yang baik, jagoan Papa. Cepat besar yah, Nak," Aaron mencium pipi tembem Razack.


"Sangat menggoda," kata Aaron pelan.


"Sabar Aaron jangan merusak momen indah dengan nafsumu," Aaron bicara pada dirinya sendiri.


*****


Hari ketiga, Aaron dan Zeline hanya menghabiskan waktu mereka di hotel. Menikmati kebersamaan mereka. Lagi pula mereka akan balik ke Indonesia besok siang. Zeline tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya terlalu lama.


Makan malam mereka, hanya di restoran yang ada di sekitaran tempat mereka menginap.


"Zel, kenapa kamu tidak bergenti saja kerja. Sekarang sudah ada aku yang akan memberimu nafkah," Aaron mencoba membujuk Zeline untuk tidak berkerja lagi.


"Maaf Aaron, aku tidak bisa berhenti. Aku sangat menyukai pekerjaan ini," Zeline mencoba minta pengertian Aaron.


"Padahal aku ingin kamu di rumah saja," suara Aaron pelan.


"Kamu ini, aku kan juga pulang dan ketemu sama kalian," jawab Zeline sambil tersenyum.


Setelah makan malam mereka kembali ke hotel tempat mereka menginap. Zeline sekarang sedang menggendong Razack, karena dia sudah mengantuk.


"Apa kamu tidak capek mengendong, Razak?" tanya Aaron ketika dia keluar dari kamar mandi.


"Diamlah Aaron, aku enggak capek kok. Kamu tidur saja dulu, sebentar lagi Razack akan tidur."

__ADS_1


Aaron naik keatas tempat tidurnya dan mengambil ponselnya. Zeline meletakan Razack ke tempat tidurnya yang berada di samping temat tidurnya dan menyusul Aaron.


"Aaron, aku berterima kasih kepadamu. Karena kamu membawaku ke tempat yang belum pernah ku kunjungi di tempat ini," Aaron mengalihkan pandangannya ke arah Zeline.


"Kenapa harus minta maaf? Aku kan suamimu. Ini adalah hadiah pernikahan kita untukmu. Bulan madu ke Mesir. Apa kamu menyukainya?"


"Tentu aku menyukainya," ucap Zeline dan dia mencium bibir Aaron singkat.


Aaron sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Zeline. Zeline tidak pernah melakukan itu kepadanya.


"Zel, kenapa kamu lakukan itu kepadaku?"


"Maksudmu apa?" Zeline bingung mendengar pertanyaan Aaron.


"Kamu memancingku, aku sudah menahannya."


"Kenapa kamu menahannya?"


"Pertanyaan apa ini?" batin Aaron.


"Aku tidak ingin kamu marah kepadaku," ungkap Aaron pelan.


"Aku... aku... tidak seperti itu?" Zeline menjawabnya dengan terbata-bata. "Aku ini kenapa?" Zeline mempertanyakan dirinya sendiri.


"Apa aku boleh menciummu sekarang?" mendengar permintaan Aaron, Zeline hanya mengangguk malu-malu. "Aku kenapa?" pekik Zeline dalam hatinya lagi. Otak dan dan tubuhnya tidak singkron.


Aaron mendekatkan wajahnya ke arah Zeline, hingga hidung mereka bersentuhan satu sama lain.


"Apa aku tidak bermimpi sekarang?" bisik Aaron.


"Apa ini terlihat seperti mimpi?"


"Tidak," Aaron langsung melumat bibir Zeline dengan lembut. Zeline awalnya hanya diam saja, akhirnya juga membalas ciuman Aaron. Mereka menghabis waktu lama untuk mengakhiri ciuman mereka.


Tanpa mereka sadari ciuman mereka tambah membangkitkan gairah yang tersimpan didiri mereka. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, sehingga suasana panas itu terjadi.


"Hoh Aaron, aku akan membangunkan Razack kalau seperti ini," erang Zeline ketika mencapai puncaknya lagi.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," bisik Aaron dan langsung melumat bibir Zeline.


*****


"Meski aku belum bisa mengungkapkannya ,


Secara langsung kepadamu,


Tapi aku bahagia di dekatmu."


-Zeline-


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla

__ADS_1


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26


__ADS_2