A Man Mumy

A Man Mumy
30. Sweet Night


__ADS_3

Hayyooo.... Siapa buang sudah nungguin ini


Maaf nungguinnya lama


Aku akui aku salah


Ini gara-gara aku kecanduan Game sehingga aku lupain kalian, maaf!


Happy reading


Semua...


Typo bertebaran


B


y. Yossi Mariani.


++++++


Aaron keluar dari kamar tamu, saat ini dia sengaja menjaga jarak bersama Zeline. Aaron takut nanti emosinya yang akan meledak tanpa kendali. Maka dari itu untuk sementara waktu Aaron menghindari Zeline dulu.


Saat keluar kamar, Aaron yakin kalau dia tidak akan bertemu Zeline. Karena sekarang sudah menjelang siang dan Aaron yakin Zeline sudah pergi ke rumah sakit. Tapi, kenyataannya sekarang Zeline sedang bersama Razack di ruang keluarga sedang menonton televisi, film kartun kesukaan Razack.


Aaron memandang Zeline sekilas dan langsung ke meja makan. Saat Aaron sedang membuat teh panas untuknya, tanpa diduga Aaron, Zeline sudah berdiri di dekatnya. Aaron sempat kaget, tapi setelah itu Aaron kembali mengatur ekspresi datarnya.


"Aaron, mari kita bicara," akhirnya kata itu yang keluar dari mulut Zeline. Aaron yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya. Zeline mengajak Aaron duduk di meja makan.


"Apa yang akan kamu jelaskan lagi?" tanya Aaron ketika mereka sudah duduk.


"Aaron, aku minta maaf."


"Apa dengan maaf, akan merubah segalanya?"


"Aaron, tidak juga. Tapi, aku ingin minta maaf dan aku janji tidak akan mengulangi lagi kesalahanku." Aaron hanya diam saja mendengar penjelasan Zeline. Melihat Aaron hanya diam saja, Zeline jadi sedih dan tidak dapat lagi membendung air matanya.


"Aaron, aku sangat menyesal," ungkap Zeline sambil terisak. Aaron tidak mampu lagi menahan dirinya dan langsung membawa Zeline ke dalam pelukannya.


"Aaron, aku sungguh menyesalinya," ungkap Zeline lagi terisak di dalam pelukan Aaron. Aaron diam dan hanya mengusap punggung Zeline lembut.


"Sudah, jangan menangis lagi," ucap Aaron lembut. "Aku akan memaafkanmu."


"Kamu gak marah lagi sama aku?" tanya Zeline yang kini mendongakkan wajahnya menatap Aaron.


"Masih, aku masih marah, tapi aku sudah memaafkan kamu."


"Aaron," rengek Zeline dengan suara yang sesenggukan kerena menangis.


"Iya," jawab Aaaron sambil menghapus air mata Zeline. "Jangan menangis lagi. Aku tidak bisa melihat air matamu," Aaron mencium ke dua mata Zeline yang terpejam secara bergantian.


"Aaron, aku...."


"Sudah, aku hanya ingin memelukmu sekarang," memotong perkataan Zeline. Sekarang Zeline hanya diam dan mempererat pelukannya.


"Aaron, aku lapar," ungkap Zeline pelan.


"Lapar? Apa kamu belum sarapan?" tanya Aaron cemas.

__ADS_1


"Aku belum sarapan. Aku nungguin kamu," jelas Zeline pelan.


"Astaga, Zeline, kalau seperti ini kamu bisa sakit."


"Aku enggak bisa makan, kalau kamu terus marah sama aku," tukas Zeline tersenyum.


"Aku marah, karena aku punya alasan."


"Iya, aku tahu." Zeline cemberut.


"Ya, sudahlah. Sekarang kamu jangan seperti itu lagi. Aku ingin kamu percaya sama aku dan aku sudah memberikan kepercayaanku sama kamu," ucal Aaron, lalu mencium kening Zeline.


"Maafkan aku," mata Zeline kembali berkaca-kaca.


"Iya, aku maafkan. Sekarang kita makan dulu nanti kamu sakit. Aku enggak mau lihat kamu sakit," membawa Zeline kembali duduk. Zeline tersenyum mendapatkan perhatian dari Aaron lagi.


*****


Besoknya, Zeline berencana memberi kejutan untuk Aaron. Makan malam yang romantis yang dia buat di halaman belakang. Zeline sudah merencanakan semua dengan baik-baik supaya tidak ketahuan Aaron. Untung sekali Zeline hari ini, dia ada urusan mendadak keluar. Jadi, Zeline bisa leluasa untuk melakukan rencananya.


Zeline mulai mendekorasi halaman belakang rumahnya dengan baik dan berlanjut dengan memasak untuk Aaron. Zeline berharap dengan ini Aaron bisa lebih sedikit mempercayainya lagi.


Ini yang di tunggu-tunggu Zeline, kedatangan Aaron. Jam menunjukkan sudah pukul delapan malam. Tapi, Aaron juga tidak kunjung datang. Zeline masih menunggu dengan sabarnya. Meski dia sudah meresa dingin dan nyamuk sudah menertawakannya.


Ternyata menunggu memang membosankan. Zeline tidak henti-hentinya menatap layar ponselnya, yang sekarang sudah menunjukan pukul sepuluh malam.


Sudah berapa lama Zeline menunggu? Ini memang tidak menyenangkan. Melihat masakannya yang sudah dingin seperti ini membuat Zeline sedih. Tapi, lebih menyedihkan lagi orang yang di tunggunya tak mengubunginya.


Aaron sudah sampai di rumah dan langsung menuju ke kamarnya, Aaron yakin saat ini Zeline sedang tidur. Saat mau masuk dalam kamar, Aaron melihat Bi Nani keluar dari kamar Razack.


"Eh, Tuan. Sudah Tuan, saya sudah menidurkannya."


"Ya, sudah. Bibi istirahatlah, saya juga mau istirahat. Pasti Zeline sudah tidur," ungkap Aaron dan mau membuka pintu.


"Apa Tuan baru pulang?" tanya Bi Nani


"Iya, saya baru datang. Memang kenapa, Bi?"


"Duh, bukan saya merusak acaranya, Nona. Mungkin Nona masih menunggu Tuan di halaman belakang." beber Bi Nani, Aaron yang  mendengar penjelasan Bi Nani, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar dan langsung menuju ke arah halaman belakang.


Saat memasuki halam belakang, Aaron disambut cahaya lampu yang berkedip-kedip. Aaron terus berjalan, ternyata memang Zeline masih ada di sana. Aaron mendekati Zeline, ternyata Zeline sudah tertidur dengan kepala di atas meja.


Aaron, segera membuka jas yang dipakainya dan memakaikannya ke Zeline. Tapi, itu justru membuat Zeline terbangun.


"Kamu sudah pulang?" tanya Zeline membuka matanya dan langsung berdiri. Karena keseimbangan tubuhnya belum pas, sehingga Zeline hampir saja terjatuh. Untung Aaron dengan sigap, memegang tangannya.


"Kamu tidak apa-apa?" Zeline hanya mengangguk kepalanya.


"Aku menyiapkan ini untukmu, tapi sepertinya tidak ada artinya lagi. Semuanya sudah dingin." ucap Zeline lesu.


" Siapa bilang seperti itu," Aaron langsung duduk di kursi yang sudah ada di sana. "Ayo kita makan," Zeline hanya mengangguk saja dan duduk di depan Aaron.


Aaron memakan makanan yang ada di atas meja dengan lahap. Zeline yang melihat itu tersenyum senang.


"Kenapa melihatku seperti itu?"


"Tidak, aku hanya suka saja."

__ADS_1


"Nanti kamu jatuh cinta sama aku," kata Aaron sambil tersenyum.


"Sudah terlambat untuk mengatakannya. Aku sudah jatuh cinta kepadamu," ucap Zeline mantap.


Aaron menatap wajah Zeline dalam. Jarang-jarang Zeline lebih dulu mengakui perasaanya kepada Aaron. Aaron meminum air yang ada di depannya dan langsung berjalan ke arah Zeline. Zeline yang melihat Aaron berdiri di dekatnya juga ikutan berdiri.


"Aku ingin mendengar lagi," sambil menatap mata Zeline.


"Aku mencintaimu," jawab Zeline pelan.


"Aku juga mencintaimu," Aaron langsung mencium bibir Zeline. Zeline langsung membalas ciuman Aaron. Ciuman berakhir, ketika mereka sama-sama kehabisan pasokan oksigen.


"Aku kangen sama kamu," bisik Aaron.


"Aku juga kangen sama kamu. Tapi, tunggu dulu. Apa kesalahanku sudah di maafkan sepenuhnya?"


"Menurutmu?"


"Aaron."


"Iya, sayang?"


"Apa aku sudah dimaafkan?"


"Tapi, dengan satu syarat."


"Apa?" Aaron mendekatkan bibirnya ke telinga Zeline, membisikkan sesuatu disana. Zeline langsung menundukkan wajahnya yang memerah.


"Diamnya kamu itu berarti kamu menyetujuinya," goda Aaron dan langsung mengangkat tubuh Zeline dan membawanya ke kamar mereka.


Saat mereka sampai di kamar mereka, Aaron kembali mencium bibir Zeline.


"Aku merindukanmu," bisik Aaron.


"Apa kamu kira aku tidak," jawab Zeline kesal.


"Jangan ulangi lagi ya," Zeline mengangguk dan mengeratkan pelukan tangannya yang melingkari leher Aaron.


Tamat....


Yuhuuu! Finally, cerita ini tamat juga. Terima kasih untuk dukungan kalian semua ❤️


Terima kasih untuk teman colabku yang labil 😂 hahahahhaahahaha semoga setelah ini kita dapat inspirasi cerita untuk colab kembali ya! Amiinn.


Terima kasih juga untuk teman-teman penulis lainnya #sahabatdilla909


dilla909 Itsitafianda niqiaaa Marjani_1209 Bipbip86 dll.


Ah, aku bingung mau bilang apalagi. Intinya aku sangat senang dan sekali lagi terima kasih 😗


Sampai bertemu lagi di cerita terbaru, Dadah!


#SahabatDilla


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26

__ADS_1


__ADS_2