
Warning!!
Kali ini ada adegan yang bikin orang Ke-Geeran
Bagi Yang Tidak Sanggup Membaca boleh dilewatkan saja.
18+++
****
Aku Update yah
Bonus untuk kalian semua
Jangan lupa vote dan komennya
Happy reading
Typo bertebaran
By: Ade Tiwi dan Aku
****
Suara kicauan burung yang hinggap di pohon begitu indah di dengar. Suara itu pun tak mampu membangunkan sepasang pengantin baru yang tengah tiduran saling memeluk mesra. Di balik selimut tebal itu pula Zeline dan Aaron sama-sama tak memakai sehelai benang pun.
Tadi malam mereka telah resmi melakukan malam pertama setelah mereka di sahkan sebagai suami istri. Zeline adalah orang pertama yang menggeliatkan badannya, membuka kedua matanya yang tampak berat.
Rasanya tubuh Zeline remuk redam saat ia akan menggerakkan badannya sedikit saja. Tadi malam Aaron sangat mengerikan, bagai singa jantan atau kuda liar yang lepas dari kandangnya.
Menoleh ke samping melihat wajah seseorang yang sangat ia cintai, namun sangat sulit baginya untuk mengucapkan kata cinta itu.
Aaron tampak damai dalam tidur nyenyaknya, wajah tampannya begitu tenang dan indah untuk di tatap. Zeline sendiri bahkan sulit untuk mengalihkan pandangannya dari wajah tampan Aaron.
Perlahan tangan Zeline terulur menyentuh wajah Aaron. Mulai dari kedua mata, hidung, pipi, bibir, dah dagu.
Entah kenapa rasanya tangan Zeline sangat gatal ingin menyentuh bagian-bagian yang ada di wajah suaminya itu. Jarinya kembali menyentuh bibir Aaron yang tampak menggoda, dengan bibir merah yang terbuka separuh membuat Zeline gemas ingin mengecupnya.
"Eh, kenapa aku jadi terlihat mesum sekarang!" fikir Zeline dalam hati dan segera menarik tangannya dari wajah Aaron.
Belum sampai tangan Zeline menjahui wajah Aaron, tiba-tiba saja tangan Aaron menahan tangannya. Zeline awalnya kaget karena tangannnya tiba-tiba ditahan Aaron.
"Apa kamu mau mengagumi ketampanan ku?" tanya Aaron serak.
"Apa...? Kamu jangan GR. Aku... aku... tidak ada mengaguminya, cuman tadi ada nyamuk dipipimu," Zeline menjawabnya agak terbata-bata, "ya, sudah! Aku mau mandi dulu," Zeline langsung turun dari tempat tidur dengan tergesa dan itu membuatnya tidak menyadari, kalau tubuhnya tidak ada sehelai benangpun. Saat Zeline menyadarinya, dia langsung teriak tidak menentu dan menarik selimut yang ada di kasur. Kesalahan kedua yang dilakukan Zeline adalah menarik selimut. Zeline juga melihat tubuh Aaron yang telanjang.
"Aaaa...!" teriak Zeline yang langsung menutup matanya dan berlari ke arah kamar mandi. Itu juga hampir membuat Zeline hampir terbentur pintu.
__ADS_1
"Zeline hati-hati," Aaron memperingatkan Zeline, walau terbilang terlambat. Ketika Zeline sudah di kamar mandi Aaron juga berdiri mengambil handuk di lemari dengan santainya.
Sedangkan Zeline di kamar mandi tidak bisa berfikir jernih lagi. Walau ini bukan yang pertama untuk mereka, tapi ini yang pertama mereka melakukan atas nama suka sama suka.
"Kenapa dengan diriku?" Zeline mengutuk dirinya sendiri.
"Aku malu bertemu dengan Aaron. Apa dia masih bisa fikiranmu? Ini gawat kalau dia masih punya kekuatan aneh itu," Zeline masih bicara sama dirinya sendiri.
Sudah merasa cukup lama Zeline di kamar mandi, Zeline segera keluar dari kamar mandi, tapi lagi-lagi Aaron buat Zeline kaget. Kenapa tidak, Aaron berdiri di depan pintu dengan handuk yang melingkar dipinggangnya dan memamerkan tubuhnya yang berotot.
"Astaga ujian apa ini? Mataku sudah tercemari," tutul Zeline dalam hati.
"Kenapa lama sekali?" tanya Aaron. Zeline tidak sanggup lagi, dia berlari dari hadapan Aaron ke ruang ganti baju. Tanpa memperdulikan Aaron dan pertanyaannya. Aaron hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zeline.
*****
Zeline sedang mengambilkan nasi goreng untuk Aaron. Sejak hari, di mana perdebatan soal nasi goreng dan sekarang nasi goreng juga makanan kesukaan Aaron. Dasar Aaron!
"Zel, kita jemput Razack, yuk!" Aaron mencoba membuka percakapan, karena dari tadi Aaron melihat Zeline masih saja setia menundukkan kepalanya.
Zeline menegakkan kepalanya dan melihat ke arah Aaron, lalu tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Oke! Aku kangen sekali sama dia," ucap Aaron.
"Iya, aku juga."
"Kalau denganku apa kamu juga kangen?"
"Pertanyaan macam apa ini," fikir Zeline dalam hati. Aaron hanya tersenyum saja melihat expresi Zeline.
"Gak usah dijawab kalau, expresinya seperti itu. Cepat habiskan sarapanmu kita pergi ke tempat Razack!" Zeline hanya menganggukkan kepalanya.
Aaron menyudahi sarapannya dan berjalan ke kamarnya, untuk mengambil kunci mobil dan ponselnya. Zeline menatap piring Aaron, ternyata masih menyisakan makanannya.
Zeline yang melihat itu dan dia sadar bahwa Aaron merajuk. Tapi, harus bagai mana lagi dia tidak bisa seperti Aaron yang blak-blakkan mengungkapkan isi hatinya. Zeline meletakan juga sebdoknya di atas piring dan berniat menyusul Aaron. Tapi, ketika di dalam kamar Zeline tidak melihat Aaron. Zeline mencoba mencari Aaron di kamar mandi juga tidak menemukan Aaron. Ketika mau melihat ke walk-in closet, Ternyata Aaron sudah membuka pintunya terlebih dahulu. Aaron terkejut melihat Zeline di depan pintu.
"Kamu kenapa?" tanya Aaron, melihat Zeline berdiri di sana.
"Eh, enggak apa-apa. Aku cuman mau ambil tasku di dalam," jawab Zeline agak gugup.
*****
Zeline dan Aaron sudah di rumah orang tua Zeline. Aaron, sedang menggending Razack di taman belakang. Sedang Zeline di tinggal sendiri oleh Aaron. Zeline juga merasa aneh dengan tingkah Aaron hari ini. Sejak kejadian tadi pagi Aaron tidak banyak bicara dengannya.
Zeline berdiri dari tempat duduknya di depan pintu, ketika melintasi ruang makan, Zeline melihat Mamanya sedang sibuk di dapur.
"Ma, sedang bikin apa?" tanya Zeline tiba-tiba dan itu hampir membuat Mamanya terkejut.
__ADS_1
"Astaga, Nak! Kamu saja mengagetkan Mama," Zeline hanya tersenyum saja melihat Mamanya.
"Maaf Ma, aku enggak bermaksud seperti itu," jawabnya dengan nada sedikit menyesal.
"Mama bikin apa?"
"Mau bikin makan siang buat kalian. Mama kira kamu bersama Aaron dan Razack."
"Memang mereka di mana?" tanya Zeline penasaran.
" Mereka ada di taman belakang, kamu lihatlah mereka di sana!" perintah Mamanya ke Zeline. Zeline hanya mengangguk saja dan meninggalkan Mamanya.
Zeline berjalan menuju ke taman belakang, ternyata memang Aaron dan Razack ada di sana.
"Hai, sayang," sapa Zeline ketika sudah di dekat Aaron dan Razack. Aaron membalikan badannya ke arah asal suara.
"Sini, sayang sama Bunda," sambil mengambil alih Razack dari gendongan Aaron. Aaron yang melihat itu tidak mampu lagi berkata-kata. Ternyata, Aaron sudah salah paham. Dia sangka, ketika Zeline manggil sayang itu, untuk dirinya. Ternyata untuk Razack.
"Aku cemburu dengan anakku sendiri. Aku terlalu berharap Zeline, mamanggilkubdengan sebuttan sayang. Aku terlalu halu," rutuk Aaron dalam hati.
*****
"Pengen ungkapkan sayang,
Tapi, takut untuk mengungkapkannya,
Pengen memberitahu,
Tapi, tahu harus mulai dari mana.
-Zeline-
"Ku kira aku,
Tapi, bukan aku,
Jadi, aku harus bagai mana?
Menunggumu disini.
-Aaron-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
__ADS_1
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26