A Man Mumy

A Man Mumy
9. Razack


__ADS_3

Aku Update yah


Jangan lupa vote dan komennya


Happy reading


Typo bertebaran


Warning!


Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690


By: Aku


Dua tahun kemudian.


Hari ini Zeline melangkahkan kakinya dengan ringan ke sebuah rumah sakit. Sekarang Zeline berkerja di laboratorium rumah sakit tersebut. Senyum ramah selalu menghiasi bibirnya, meski kehidupannya tidak semanis hidupnya. Dua tahun terakhir ini Zeline mengalami masalah yang sangat berat dan itu mengorbankan perasaan dan keluarga. Sehingga sekarang Zeline berakhir jauh dari sanak saudaranya, karena dianggap sebagai pembawa aib untuk keluarga dan kesalahannya juga tidak bisa ditoleransi, bagaimana tidak. Hamil tanpa ada seorangpun sebagai ayah dari anaknya. Zeline mau menjelaskannya juga tidak mungkin dan pasti orang akan menganggapnya gila. Masa iya Mumy yang menghamilinya. Lucu sekali!


Meskipun Zeline terus mengutuk Aaron, tapi Zeline merawat anak yang dititipkan tuhan padanya. Zeline sangat menyayanginya dan itu pasti. Meski Zeline harus terus berjuang dan berjuang.


Setelah meninggalkan ASI-nya, barulah Zeline berangkat berkerja. Zeline menyewa pengasuh untuk anaknya saat ini, kalau Zeline sedang berkerja. Karena tidak memungkinkan membawa anaknya ke rumah sakit. Tuntutan kehidupan yang mengharuskan Zeline untuk menitipkan pada seorang pengasuh, Zeline tidak sembarangan memilih pengasuh. Dia orang ibu-ibu yang juga tinggal dekat kontrakannya saat ini.


"Ini demi kamu sayang, Razack Zelaaron," batin Zeline.


Zeline merasa sangat bersyukur dengan kehidupannya sekarang. Dengan kehadiran Razack, Zeline merasa lebih bersemangat untuk menjalankan kehidupannya sekarang. Meski keluarganya sendiri tidak menerimanya lagi sebagai anggota keluarga. Zeline kadang merasa sedih dengan semua itu, tapi Zeline juga tidak bisa menyalahkan keluarganya, karena semua ini memang salahnya sendiri.


"Zeline coba kamu analisis ini yah!" kata teman kerja Zeline dan itu juga membuyarkan lamunan Zeline.


"Oh... ya, aku akan mengerjakannya," jawab Zeline dan mengambil sampelnya.


Di tempat kerjanya sekarang, Zeline dikenal sebagai sosok yang sangat pekerja keras. Banyak orang yang mengakui kerja keras Zeline.


*****


Saat Zeline lagi menunggu angkot di depan rumah sakit. Tiba-tiba saja berhenti mobil mewah di depannya. Awalnya Zeline tidak memperdulikannya, tapi ketika sopir itu turun dan membukakan pintu untuknya, itu yang membuat Zeline kaget dan membuatnya lebih kaget lagi adalah orang yang ada di dalam mobil itu.


"Silakan masuk Nyonya. Tuan sudah menunggu anda di dalam," Zeline tidak menanggapi sopir tersebut, karena Zeline masih merasa syok. Suara klakson mobil lain mengagetkan Zeline dan membuat Zeline tersadar kembali.


"Nyonya silakan masuk! Anda tidak makan membuat antrian semakin panjangkan," Zeline melihat ke arah yang ditunjuk  sopir dan Zeline melihat antrian mobil yang panjang. Itupun membuat Zeline, mau masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Setelah Zeline masuk ke dalam mobil, Zeline merasa merasa tidak nyaman dengan orang yang duduk di sampingnya saat ini.


"Jack, ke rumah istriku sekarang!" Zeline sangat kaget mendengar perintah orang yang ada di sampingnya.


"Apa maksudmu?"


"Apa kamu tidak menyambut suamimu?"


"Aku yang bertanya kepadamu! Jangan jawab pertanyaanku dengan pertanyaan juag!"


"Masih tidak berubah, tapi itu yang membuatku semakin tidak sabar memelukmu dan memeluk anak kita."


"Aaron!" teriak Zeline kesal tidak memperdulikan  sopir Aaron yang ada di depannya.


"Apa sayang, sekarang adalah hari yang aku tunggu-tunggu. Aku sudah sangat rindu kalian dan aku juga sudah belajar bahasamu sekarang," jawab Aaron tidak mempedulikan expresi kekesalan Zeline dan Zeline baru menyadari bahwa dari tadi mereka menggunakan bahasa Indonesia.


"Aku tidak peduli dan aku tidak akan mengizinkan kamu bertemu dengan Razack!" ungkap Zeline kesal.


"Kenapa?"


"Karena dia anakku!" jawab Zeline.


"Aaron! Kamu memang tidak punya perasaan sedikitpun! Asal kamu tahu aku tidak pernah melakukannya selain dengan dirimu yang memaksaku. Kamu tidak tahu bagaimana perjuanganku selama ini. Aku rela dibuang oleh keluargaku sendiri, karena aku tidak bisa menunjukan siapa Bapak dari anak yang ku kandung!"


"Bahkan aku juga tidak bisa dekat dengan pria manapun dan itu semua karenanya. Kenapa? Jika, aku dekat dengan pria lain kamu akan datang di mimpiku dan mengancamnya. Kamu akan melempar semua pria yang aku terima kehadirannya selain dirimu!" ungkap Zeline lagi berapi-api dan air mata membasahi pipi.


Zeline mengeluarkan semua uneg-uneg yang ada dihatinya selama ini. Aaron tidak membantah apa yang di katakan Zeline padanya. Aaron hanya membawa Zeline dalam pelukannya. Meski, Zeline memberontak, Aaron tetap memaksa Zeline untuk masuk kedalam pelukannya. Aaron mengusap kepala Zeline dengan lembut.


"Maafkan aku! Aku hanya ingin menjagamu," ungkap Aaron lirih.


"Kamu jahat! Kamu egois! Kamu hanya mementingkan dirimu sendiri! Kamu pasti sudah tahu kalau aku akan mengandung anakmu, tapi kenapa kamu tidak mencegah aku untuk meninggalkan kamu. Kenapa?" Zeline masih menangis dipelukan Aaron.


" Aku tidak ingin membuatmu semakin membenciku dan itu akan tambah mempengaruhi keadaan kita. Sekarang jangan menangis lagi, aku tidak mau Razack melihat Mamanya menangis. Nanti, Razack akan marah sama aku, karena hanya bisa membuatmu menangis saja."


"Kamu baru menyadarinya?" ejek Zeline sambil menghapus air matanya.


Zeline melihat sekeliling dan ternyata benar. Mobil Aaron sudah berada didepan kontrakannya.


"Kamu tahu rumahku dari mana?" tanya Zeline penasaran.

__ADS_1


"Aku akan menceritakan semuanya, tapi nanti. Setelah aku bertemu dengan Razack. Oke!" jawab Aaron dan turun setelah mencium bibir Zeline singkat. Zeline sangat kaget apa yang dilakukan Aaron kepadanya.


Tanpa menunggu kata-kata dari Zeline, Aaron langsung saja masuk ke dalam kontrakan Zeline. Hal yang dilihat pertama Aaron adalah sosok mungil dalam gendongan wanita paruh baya.


Mata mungil Razack beradu pandang dengan mata Aaron. Mereka sama-sama tidak bisa melepaskan pandangan mereka.


"Papa...!" bibir kecil Razack mengeluarkan kata-kata yang membuat Aaron menitikkan air matanya dan langsung berlari ke arah Razack.


Razack yang melihat Aaron berlari ke arahnya, langsung tertawa dan mengapaikan tangannya.


"Bibi boleh aku menggendong Razack?" tanya Aaron kepada Bisa Minah. Bin Minah masih sangat kaget apa yang dilihat dan didengarnya. Bi Minah langsung melihat ke arah Zeline yang masih mematung di depan pintu untuk meminta persetujuan Zeline. Zeline hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.


Bi Minah yang mendapat persetujuan dari Zeline, langsung menyerahkan Razack kepada Aaron. Aaron menyambutnya dengan senang dan langsug mencium seluruh wajah Razack. Razack langsung tertawa senang saat Aaron mencium wajahnya sambil mengeluarkan suara.


"Pa... pa... pa... pa... pa... pa...!"


*****


"Cinta memang sangat murni


Tanpa harus berkenalan


Dia akan menunjukkan siapa dirinya"


-Razack-


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


I


tsitafianda Evelyne_Alleta26


Mau bab 10 yuk vote yang banyak yah!

__ADS_1


__ADS_2