
Aku Update yah
Bonus untuk kalian semua
Jangan lupa vote dan komennya
Happy reading
Typo bertebaran
Warning!
Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690
By: Aku
Sore itu Aaron langsung memboyong Zeline dan Razack ke rumahnya. Meski, awalnya Zeline menooak, tapi dengan bujuk rayunya Aaron membuat Zeline menyerah. Dengan syarat Aaron harus membawa Bi Inah ikut bersamanya.
Aaron mengantarkan Razack ke kamarnya dan setelah itu Aaron membawa Zeline ke kamar mereka. Zeline sangat kagum dengan suasana kamar yang elegan dan bikin betah berlama-lama di dalamnya.
"Inilah kamar kita," sontak perkataan Aaron membuyarkan lamunan Zeline.
"Apa?" Zeline kaget.
"Ini kamar kita," ulang Aaron.
"Kenapa bisa seperti itu. Aku mau kamar sendiri, kamu cari kamar lain saja," Zeline berjalan ke arah jendela.
"Tidak bisa, karena aku adalah suamimu. Sebagai suami aku harus sekamar denganmu," jawab Aaron tidak terima.
"Aaron...."
"Zeline, aku tidak mau berdebat lagi. Jawaban aku tidak akan pernah berubah. Aku adalah suamimu sampai kapanpun aku adalah suamimu. Sebenarnya aku tidak perlu pembuktian lagi, karena takdirlah menyatukan kita. Jadi, masalah kamar selesai," jawab Aaron finish.
"Aaron."
"Zeline, aku tidak akan melepasmu lagi," Aaron langsung membawa tubuh Zeline ke dalam pelukannya dan memberikan kecupan-kecupan dikepala Zeline.
"Aku mencintaimu," bisik Aaron. Zeline hanya dim saja mendengar pengakuan cinta Aaron.
__ADS_1
"Apa kamu mau mendengar ceritaku yang sebenarnya?" tanya Aaron kepada Zeline yang masih dalam pelukannya.
"Tentu saja, aku juga mau mendengar tentangmu," ungkap Zeline. Aaron membawa Zeline ke balkon dan duduk di kursi yang ada di sana. Aaron langsung menceritakan dari awal semua terjadi.
"Aku dulu orangnya sangat kaya di massa itu," Aaron memulai ceritanya.
"Aku memiliki banyak wanita yang menemaniku, tapi aku tidak pernah merasakan cinta pada mereka. Aku hanya ingin mereka yang selalu menemani aku, tapi aku tidak mau mengikat mereka menjadi istriku."
"Mungkin, karena keegoisan aku itu. Suatu hari aku bertemu dengan sama seorang yang sangat cantik sekali. Cantiknya mengalahkan semua wanita yang telah aku kencani dan yang ada di kediamanku. Jadi, aku sangat tergoda dan membawanya pulang bersama aku. Aku mengencaninya, tapi aku masih belum merasakan namanya cinta. Aku seperti patung hidup, tapi tidak dengan hatiku. Hati seperti mati rasa, tidak punya perasaan. Jadi, suatu ketika dia mengungkap rasa padaku. Aku langsung berterus terang bahwa aku tidak punya rasa apa-apa dan aku tidak menyangka, ternyata merasa tersakiti. Aku juga tidak mengerti, aku melihat dia berkomat-kamit seperti membacakan sesuatu. Tidak lama kemudian aku merasa tubuhku seperti terikat sesuatu, pemandanganku gelap, dan akupun tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhku semua sudah seperti terikat. Awalnya aku sangat takut, aku berteriak-teriak minta tolong. Tapi, semua itu sia-sia. Tidak ada orang yang mendengarkan aku, kini aku sendiri, tidak ada lagi harta yang melimpah, tidak ada lagi wanita-wanita cantik yang menemani. Aku benar-benar sendiri dalam kegelapan."
"Aku tidak tahu caranya bagaimana aku menghilangkan kutukan aku ini. Aku sungguh menjadi gula sendiri dalam kegelapan."
"Saat itu aku terdengar petir menggelegar, sepertinya dekat sekali dengan tempatku berada. Ini tidak pernah terjadi, entah berapa lama aku terikat. Aku tahu banyak orang berada di sekitarku, semuanya tidak ada yang mendengarkan."
"Setelah petir itu, aku merasa aku bisa keluar dari tempat gelap itu. Aku bisa melihat cahaya. Aku langsung duduk dan keluar dari tempat itu. Aku melihat di mana aku berada saat itu. Aku sangat kaget sekali, ternyata aku berada disebuah peti mati dan lebih kaget sekali aku menjadi Mumy."
"Aku ingat arwahku bisa keluar dari tempat gelap itu karena ada orang yang mau menikah dengan Mumy dan saat itulah takdir kita disatukan. Kamu adalah milikku dan akan selalu jadi milikku. Karena kamu sendiri yang memilih ku," Aaron memandang ke arah Zeline.
"Apa lagi saat kamu baru datang di Mesir, aku bisa mendatangimu lewat mimpimu. Setelah itu tidak berapa lama kemudian aku bisa melihatkan wujudku kepadamu dan setelah itu aku bisa menyentuhmu."
"Aku sadar aku menjalankan karmaku, aku yang malah mengejar-ngejarnya kamu, kamu sendiri malah tidak peduli padaku. Sekarang aku bisa merasakan getaran cinta dan itu hanya padamu. Jadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu walau kamu seribu kali menolakku."
"Setelah kejadian malam itu, aku merasa ada yang menarik diriku. Sehingga aku tidak bisa kemanapun aku mau lagi. Aku hanya bisa berdiam diri dalam peti mati yang menyebalkan itu. Tapi, aku merasa yang aneh tubuhku dan arwahku bisa bersatu. Aku tidak tahu berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk menyatakan diri."
"Soal Razack sepertinya aku dan dia bilang bisa memberikan sinyal di mana dia berada. Mungkin cinta diantara ku dan dia murni, aku bisa melihat aura di mana Razack berada."
"Untukmu aku minta maaf telah membiarkanmu menanggung beban ini sendiri. Aku janji padamu aku akan selalu menjagamu dan tidak akan membiarkanmu bersedih lagi."
" Besok aku akan membuktikannya padamu, aku akan datang keorang tuamu. Supaya aku bisa menikahinya, seperti bukti yang selalu kamu minta," kali ini Aaron sudah berjongkok di depan Zeline dan memegangi tangan Zeline.
"Apa kamu mau mengantarkan aku ke rumah orang tuamu?"
"Apa kamu masih bisa membaca pikiranku?" Zeline bertanya, bukannya menjawab pertanyaan Aaron.
"Menurutmu?"
"Aku tidak tahu, makanya aku bertanya kepadamu."
"Entahlah aku belum coba," jawab Aaron sambil mencium tangan Zeline. "Ku rasa kamu mengijinkanku datang ke rumah orang tuamu."
__ADS_1
"Aku tidak menjawab sepeti itu," elak Zeline, sambil buang muka.
"Masa?"
"Khmmm...."
"Padahal aku sudah merasa senang adanya kamu dan Razack. Apa kamu benar-benar tidak menginginkan aku?" pertanyaan Aaron sangat mengena di hati Zeline.
"Aku belum bisa menjawab," jawab Zeline.
"Aku akan menunggumu. Sekarang kita masuk kedalam dan makan malam. Setelah itu kita istirahat, kamu pasti capek," Zeline langsung berdiri dari duduknya saat dekat pintu balkon Aaron memanggilnya lagi.
"Zeline," panggilan, "apa Razack merepotkan mu?"
"Tidak, dia anak yang baik," jawab Zeline singkat.
"Syukurlah!"
"Iya."
*****
"Janjiku bukan janji palsu biasa
Aku akan membuktikannya padamu
Bahwa cinta yang ku rasakan ini
Tidak akan pernah hilang di telan waktu
Karena hanya kamu yang mampu menggetarkan hati ini"
-Aaron-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
__ADS_1
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26