A Man Mumy

A Man Mumy
16. Hari Yang Ditunggu telah Tiba


__ADS_3

Aku Update yah


Bonus untuk kalian semua


Jangan lupa vote dan komennya


Happy reading


Typo bertebaran


Warning!


Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690


By: Ade Tiwi dan Aku


Bagi Zeline hari ini adalah hari yang sangat bersajarah, karena menurutnya pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan pesta pernikahan hal yang ditunggu-tunggu setiap wanita.


Tunggu dulu!


Zeline baru sadar pesta pernikahan yang meriah ini di dekorasi dengan sangat wow. Tamu-tamu yang datang begitu banyak, Apa Aaron mengenali mereka?


Entahlah, Zeline juga tidak tahu. Meski, diantara banyakntamubada seberapa yang Zeline kenal. Termasuk teman-teman tempat dia berkerja.


Diwajah Aaron terpancar raut yang sangat bahagia. Senyum manis tidak pudar dari wajahnya. Ini hari yang ditunggu-tunggunya, terlepas dari masa pingit yang menurutnya tidak masuk akal sama sekali. Sekarang Aaron merasa bebas.


"Kamu capek?" tanya Aaron kepada Zeline. Zeline hanya menganggukan kepalanya, karena kakinya sudah mulai sakit seharian menggunakan sepatu hak tinggi.


Aaron menuntun Zeline, ke kamar yang telah disewa. Karena kaki Zeline sudah terlalu kram, membuat susah berjalan. Melihat cara berjalan Zeline seperti itu, Aaron langsung mengangkat tubuh Zeline dan membawanya ke kamar.


Aaron meletakkan tubuh Zeline di atas ranjang lalu mencium kening Zeline singkat.


"Kamu ganti baju dulu dan istirahat," titah Aaron dengan suara yang sangat lembut.


"Kamu mau ke mana?"


"Aku keluar dulu ada yang harus ku urus sebentar," mendengar penjelasan Aaron, Zeline hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Aaron meninggalkan Zeline di dalam kamar sendiri.


Sepeninggalan Aaron, Zeline mencari baju gantinya di dalam lemari yang ada di sana. Zeline telah menemukan baju ganti dan langsung menggantinya.


Kerena rasa lelah dan kantuk yang teramat sangat membuat Zeline tak sanggup lagi untuk melangkah ke kamar mandi. Padahal tubuhnya terasa lengket akibat keringat yang menempel satu harian ini.


Tak repot-repot mau memikirkan hal itu, Zeline langsung naik kembali ke ranjang. Menyelimuti seluruh tubuhnya dari kaki sampai sebatas lehernya. Memejamkan mata yang tak lama langsung menyeretnya membawa ke alam mimpi.


Hampir dua jam dari kepergian Aaron setelah meninggalkan Zeline sendirian di kamar. Kini malam semakin larut dan para tamu sedikit demi sedikit sudah pergi.

__ADS_1


Aaron merasa lega dan langsung melangkahkan kakinya yang lebar untuk masuk ke dalam kamar. Menemui istrinya yang pastinya sudah tertidur cantik di ranjang, Aaron tak sabar untuk segera ikut bergabung tidur bersama Zeline. Satu kamar, satu ranjang, berbagi selimut dan tak lupa pula saling memeluk mesra.


Ah, Zeline! gumam Aaron sambil tetap melangkah di iringi sesekali suara siulan dari mulutnya.


Aaron membuka pintu kamarnya yang gelap, pastilah Zeline yang mematikan lampu kamar saat akan tidur. Tangan Aaron mencari-cari dimana letak saklar dan langsung menghidupkan lampu kamar yang kini tampak terang kembali, menampakkan tubuh Zeline yang tampak indah tertidur di ranjang dengan selimut yang membungkus sekujur tubuhnya.


Senyuman lebar terukir diwajah Aaron, perlahan dia mendekati ranjang dengan langkah pelan. Mungkin takut jika langkahnya akan membuat Zeline bangun dan terjaga sepanjang malam. Nyatanya, Zeline adalah tipe wanita yang sangat susah bangun jika sudah tertidur lelap. Mau itu ada kebakaran, badai maupun gempa bumi sekalipun. Zeline akan terbangun sendirinya atau tidak harus di bangun paksa.


"Aku mencintaimu," desis Aaron membungkukkan badannya ke arah Zeline.


Ia sentuh bibir istrinya itu dengan jempolnya, sedikit mengusapnya dengan gerakan sensual. Aaron terkekeh geli mengingat ini adalah malam pertama mereka setelah resmi jadi sepasang suami istri. Tapi Zeline malah meninggalkannya duluan dan asyik bermimpi indah.


Ah, tak apalah! Aaron akan memberikan sekaligus membebaskan Zeline untuk malam ini saja. Karena keesokan hari dan selanjutnya Aaron akan terus mengukung diri Zeline di bawah kuasanya.


Dia akan membuat Zeline terus menjerit nikmat dan mendesahkan namanya dengan indah. Aaron ingin di dalam perut Zeline agar segera terisi buah cinta mereka kembali, setelah ia pernah mengalami masa dimana ia tidak bisa berada di dekat Zeline saat mengandung Razack dulu.


Aaron ingin menembusnya sekarang dengan memberikan banyak bahagia dan cinta di sepanjang hidup Zeline. Memberikan kasih sayang setulus hatinya untuk keluarga kecilnya.


Mungkin Aaron sudah terlalu lama dalam posisi membungkuk menatap Zeline. Sehingga ia merasakan tulang punggung belakangnya terasa nyeri, ia beri kecupan singkat nan manis di kening Zeline sebelum ia juga ikut bergabung, berbagi selimut saling memberi kehangatan dan kenyamanan.


*****


Zeline bangun dari tidurnya, sudah tidak kaget lagi dengan tangan besar yang melingkar di pinggangnya. Zeline sudah tahu pasti siapa pemiliknya. Zeline mencoba menjauhkan tangan tersebut dari pinggangnya dengan pelan, supaya tidak membangunkan orang yang punya tangan tersebut.


"Mau ke mana?" terdengar suara orang yang bertanya dengan suara serak kas orang bangun tidur.


Zeline melihat ke arah orang yang bertanya kepadanya. "Aku mau ke kamar mandi," jawab Zeline dan langsung masuk ke kamar mandi.


Di kamar mandi Zeline langsung mengunci pintu dari dalam dan segera mandi. Karena Zeline merasakan panas di seluruh tubuhnya.


"Hufft, kenapa hari ini terasa panas dan jantung yang berdebar," keluh Zeline pada dirinya. Padahal ini bukan yang pertanya, mereka berada di dalam satu kamar.


"Tuhan, tolong aku," Zeline masih berbicara sendiri di dalam hatinya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu yang diketuk dan diringi suara yang cemas.


"Zel, apa kamu baik-baik saja di dalam? Ini terlalu lama untuk mandi atau sebagainya, Zel. Jawab aku, Zel," Aaron mengetuk pintu kamar mandi.


Zeline yang mendengar itu langsung tersadar, dia juga tidak tahu berapa lama dia di dalam kamar mandi.


"Iya, aku akan segera keluar," jawab Zelin dari dalam.


Zeline keluar sudah melihat Aaron berdiri di depan pintu kamar mandi dengan wajah cemas.


"Kamu tidak apa-apakan?" tanya Aaron sambil memegang tangan Zeline.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa kok."


"Ngapain saja kamu di dalam sana? Kenapa lama sekali? Pintunya juga dikunci dari dalam," pertanyaan Aaron bertubi-tubi.


"Aku hanya mandi kok, Aaron. Aku tidak ngapa-ngapain seperti fikiranmu itu," tegas Zeline.


"Syukurlah, tunggu! Apa kamu bisa baca fikiranku?" Zeline hanya tersenyum senyum mendengar pertanyaan Aaron yang terakhir itu.


"Tentu saja tidak. Aku bukan sepertimu," jawab Zeline lagi dan masih belum bisa menghilangkan senyumannya.


"Terus...?"


"Terus apa? Sana mandi lagi, kamu sudah bau," elak Zeline dengan pertanyaan aneh Aaron. Aaron hanya patuh saja untuk masuk ke kamar mandi. Sedangkan Zeline masih belum terlepas dari senyumnya, mendengar pertanyaan Aaron.


*****


"Aku akan sangat senang sekali


Jika, aku yang bisa baca fikiranmu."


-Zheline-


"Kini hanya aku hanya akan merajai hatimu,


Tidak akan ku biarkan kamu berpaling dariku,


Kamu, akan selau jadi milikku,


Aku egois,


Biarkan! Aku tidak peduli


Karena hanya kamu yang aku mau."


-Aaron-


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26

__ADS_1


__ADS_2