A Man Mumy

A Man Mumy
26. Diam-Diam


__ADS_3

Happy Reading Gaes!!!


Mendekati Ending Yah!!!


By: Ade Tiwi dan Aku


*****


Masih dengan suasana yang canggung lagi mereka memulai sarapannya. Zeline sadar pasti ada yang salah dengan Aaron, sekarang Aaron tidak banyak bicara lagi seperti biasanya. Saat tidur juga, Aaron tidak memeluk Zeline seperti biasanya.


"Aaron," panggil Zeline pelan dan Aaron melihat ke arah Zeline. "Kamu masih lama di sini ya? Apa aku bisa besok balik ke Indonesia?" tanya Zeline.


"Dia tidak mau berlama-lama di sini bersamaku," batin Aaron.


"Baiklah, aku akan memesankan tiket pesawat untukmu," Aaron langsung menelepon seseorang diponselnya.


"Aku sudah memesan tiketmu untuk besok." kata Aaron setelah telfonnya berakhir.


"Terima kasih," jawab Zeline tidak semangat. Zeline meresa kecewa lagi, kenapa Aaron tidak menahannya.


Padahal saat ini Zeline ingin mendengar Aaron yang menahan kepergiannya, bukannya malah menjawab sudah memesankan tiket untuknya kembali pulang ke Indonesia.


Huffftt!


"Payah! Dasar Aaron tidak peka! Dasar mantan mumy tidak peka!" dengkus Zeline dalam hatinya mengumpati Aaron.


"Kenapa?" tanya Aaron heran saat melihat wajah istrinya yang berubah murung dan cenderung cemberut masam.


"Tidak ada," jawab Zeline cuek, "aku sudah selesai sarapan." sambung Zeline seraya bangkit berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Aaron.


Aaron meletakkan kasar sendok dan garpu yang sedang dipegangnya, rasanya sangat kesal melihat reaksi Zeline yang mengacuhkannya.


Hei, ayolah! Di sini yang berhak marah dan merajuk itu Aaron, kenapa sekarang malah jadi Zeline yang ngambek.


Sial!!!


Aaron bangkit berdiri dari duduknya dan menyusul Zeline, dilihatnya Zeline yang tengah bersama Razack. Aaron diam tanpa bersuara memperhatikan Zeline yang tengah berbicara dengan putranya.


"Papa kamu kumat lagi deh kayaknya, sayang. Papa kamu cuekin Mama, dia ngambek lagi tuh, huffftt cebel," curhat Zeline pada Razack yang hanya menanggapinya dengan tawaan.


"Papa udah gak cayang kita, iya kan?" tanya Zeline pada anaknya itu.

__ADS_1


"Siapa bilang?" tanya Aaron yang akhirnya tak tahan sedari tadi hanya diam.


Zeline terdiam mendengar suara Aaron, sejak kapan Aaron itu ada di sini?


Astaga! Gawat!


"Siapa bilang aku tidak sayang kalian berdua, hmm?" lagi, Aaron bertanya.


"Ti... tidak ada, kau salah dengar kali."


"Aku tidak tuli, Zeline. Aku mendengar semua yang kau katakan pada Razack, dengar, jangan limpahkan kekesalanmu padaku sama Razack. Untung ia masih kecil, jika tidak kau pasti akan menjadikannya untuk melawanku."


Zeline memutar bola matanya kesal. "Jauh sekali pemikiranmu bapak Aaron yang terhormat, aku hanya ingin mengobrol dengan putraku. Bukannya ingin meracuninya dengan perkataan yang buruk-buruk."


Aaron meremas rambutnya kasar, selalu begini! Jika bicara dengan Zeline pasti ujung-ujungnya berdebat.


"Bagaimana dengan janji temu kalian kemarin?" tanya Aaron, mulutnya sudah gatal ingin menanyai hal itu pada Zeline.


"Janji temu apa?"


"Janjian bertemu antara dirimu dan temanmu yang bernama Ruki itu."


"Riku maksudnya?"


"Tidak ada hal yang spesial kemarin. Ah, sudahlah jangan dibahas!" kesal Zeline saat ingat hal kemarin.


Dia kenapa? Apa kencannya dengan Ruki-Ruki itu gagal? batin Aaron tersenyum senang.


"Dia salah paham, dia salah mengartikan tentang aku," ucap Zeline lirih.


Aaron tertegun mendengar ucapan Zeline yang secara tak sadar wanita itu seakan tengah curhat padanya. Diam-diam Aaron menunggu kelanjutan ucapan Zeline.


"Aku pikir selama ini Riku sudah melupakan perasaannya padaku, sehingga aku pun dengan pedenya membiarkan saja kedekatan kami. Semua sudah terjawab kemarin, ketika Riku menyatakan perasaannya yang ternyata masih mencintaiku," rahang Aaron mengeras mendengar ucapan Zeline yang ini.


"Sudah ku duga," kata Aaron menggeram kesal. Terus kamu menjawab apa?" tanya Aaron antara marah, cemburu, kesal, dan penasaran.


"Aku jawab aku sudah memilikimu dan Razack, tapi dia maksa aku untuk menerima dia, karena dia sangka aku tidak cinta kamu."


Rasa yang marah dan kesal Aaron perlahan meredam, tapi rasa penasarannya belum. "Jadi, apa kamu benar tidak mencintaiku?"


Zeline yang mendapat pertanyaan seeeti itu. Mendadak langsung menundukkan kepalanya, untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah, seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Aaron yang ingin terus mendesak Zeline mengatakan perasaannya, tapi Razack yang sedari tadi mulai gelisah kini menangis kuat.


"Tenangkan Razack dulu, sepertinya dia lapar," seraya meninggalkan Zeline dan Razack di kamar mereka. Aaron menutup pintu kamar pelan dan mengambil ponselnya di kantong celananya. Aaron nampak serius menelfon seseorang di seberang sana.


*****


Malamnya Aaron mengajak Zeline makan malam ke restoran yang sangat mewah. Awalnya Zeline tidak menyangka Aaron akan membawanya makan malam. Karena dari sifat Aaron sehari tadi sangat berbeda. Aaron mencoba mengacuhkan keberadaanya.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya Aaaron ketika, mereka sudah menyelesaikan makannya. "Tempat mana yang mau kamu kunjungi lagi? Besok kamu kan mau balik ke Indonesia."


Zeline yang awalnya berfikir tempat mana yang mau dia kunjungi, tapi, tiba-tiba mendengar perkataan, Aaron yang terakhir. Membuat Zeline, jadi patah semangat.


"Kita pulang saja, aku mau di kamar sekarang," jawab Zeline tidak semangat.


"Ya sudah, kalau begitu kita balik hotel," jawab Aaron langsung menuju mobil sambil menggendong Razack.


Kali ini Zeline sangat kesal, Aaron tidak bisa mengerti perasaannya. Dengan lesunya Zeline mengikuti langkah kaki Aaron.


Sampai di hotel Zeline, langsung mengganti bajunya dan tidur. Zeline tidak memperdulikan Aaron lagi yang masih setia dengan Razack dalam gendongannya. Aaron hanya tersenyum saja, melihat tingkah Zeline.


Setelah Razack sudah tidur, Aaron meletakkannya di atas tempat tidurnya. Aaron langsung pergi Menganti bajunya dan tidur di sebelah Zeline. Sebelum tidur Aaron mengecek keadaan Zeline dan memberikan kecupan di keningnya. Aaron langsung masuk dalam selimut dan memeluk Zeline dari belakang.


"Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu," bisik Aaron dan memejamkan matanya.


*****


"Aku tidak menyangka jika kamu cemburu, Aaron."


-Zeline-


"Hanya kamu yang akan selalu mengisi hati ini


Kamu saja yang tidak paham perasaan ku"


-Aaron-


See you next time


Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama


#SahabatDilla

__ADS_1


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


Itsitafianda Evelyne_Alleta26


__ADS_2