
Awwwhhh!!!
By : Ade Tiwi.
🔥🔥🔥🔥🔥
Zeline menunggu Aaron selesai mandi di ranjang mereka. Wajah Zeline tersenyum merekah, ia sudah tak sabar ingin membicarakan perihal Riku yang ingin bertemu dengan Aaron.
Zeline ingin memperkenalkan Aaron dan Riku sebelum mereka kembali ke Indonesia. Semoga saja Aaron mau!
Eh, tapi, bukankah besok mereka sudah harus kembali pulang? Apakah sempat untuk bertemu memperkenalkan mereka?
Cklek...
Mata Zeline bergerak menoleh ke arah suara pintu kamar mandi yang terbuka. Senyumnya mengembang tatkala melihat sang suami tercinta sudah selesai mandi.
Handuk putih yang melekat tubuh Aaron dari pinggang sampai lutut. Sungguh benar-benar menggoda iman Zeline untuk membukanya dan melihat isi di baliknya.
Upss! Apa-apaan kau Zeline! Kenapa pikiranmu jadi mesum akut begini.
Zeline menggelengkan kepalanya seraya mengenyahkan segala pemikiran kotor yang terlintas lewat di kepala cantiknya.
"Zeline, are you okay?" tanya Aaron khawatir melihat istrinya geleng-geleng kepala seperti itu.
Aaron mendekat ke ranjang dimana istrinya berada, sebelah tangannya tampak mengusap-usap rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Aaron ikut duduk di samping Zeline.
"Hah?" bengong Zeline.
"Kenapa kau menggeleng-gelengkan kepala seperti itu? Pusing kah?"
"Ah, tidak! Aku hanya sedang—"
"Sedang apa?" Aaron semakin penasaran.
Zeline menggeleng. "Tidak ada Aaron."
"Masa sih?"
__ADS_1
"Aiih, iya benar. Aku hanya sedang memikirkan bagaimana jika aku menarik lepas handuk sialan itu dari tubuhmu—upss." Zeline keceplosan.
Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan, Aaron ternganga mendengar ucapan Zeline barusan. Apa itu tadi?
"Zeline, k—kau...." Aaron sengaja menggantungkan kalimatnya seakan syok dengan ungkapan pikiran kotor Zeline barusan.
Zeline yang malu hanya mampu menundukkan kepalanya seraya memejamkan mata. Apa-apaan coba mulutnya ini?
"Bhahahaha," suara tawa Aaron yang membahana memenuhi seisi kamar mereka.
Zeline tertegun seraya mendongakkan kepalanya ke arah Aaron. Aaron masih tertawa ngakak sembari memegangi perutnya.
"Apa yang lucu?!" tanya Zeline galak.
"Tidak ada," jawab Aaron di sela tawanya. "Hanya saja, aku tidak menyangka jika kau sekarang menjadi mesum dan cabul."
"Apa?!" sentak Zeline kaget dan berdiri.
"Woww, kenapa kau sampai kaget begitu sayang? Ayo, duduklah." titah Aaron menyuruh Zeline agar duduk kembali di ranjang.
"Apa? Aku menyebalkan?" tunjuk Aaron pada dirinya sendiri.
"Ya, kau sangat menyebalkan. Aissh, aku kan tadi tidak sengaja kelepasan bicara. Eh, keceplosan."
"Ya, ya, ya. Apapun itu alasannya, intinya tetap saja jika istriku ini tengah berpikiran mesum pada suaminya."
"Aaaa, Aaron menyebalkan!" rungut Zeline kesal.
"Oh sayangku, aku mengatakan fakta yang sebenarnya." Aaron kembali tertawa ngakak dan hal itu semakin membuat Zeline tambah kesal.
Dasar, mantan mumy menyebalkan! seruan suara batin Zeline mengumpati Aaron.
"Oke-oke," Aaron mengangkat sebelah tangannya tanda menyerah akan tawanya yang tak kunjung berhenti.
"Maafkan aku Zel karena sudah menggodamu. Tapi, kalau kamu memang pingin maka tinggal bilang saja. Atau, tinggal tarik saja handukku seperti ini!"
"Aaaaa!" teriak Zeline menutup kedua matanya dengan tangan ketika Aaron dengan gilanya bangkit berdiri seraya melepas handuk putih yang ia kenakan dengan satu kali tarikan.
__ADS_1
"Hei, hei, kenapa menjerit?" Aaron berusaha melepaskan tangan Zeline yang menutupi kedua matanya dengan kondisi polos di hadapan sang istri.
"Aaron gila! Dasar pria cabul!" maki Zeline sangat marah.
"Cabul kamu dan mesum kamulah." mereka berdua berdebat siapa di antara mereka yang paling mesum dan cabul. Astaga!
"Aaron ihhh, pakai lagi gih handuknya. Ada suatu hal penting nih yang mau aku omongin sama kamu."
"Oh ya? Hal penting soal apa itu?" tanya Aaron yang kini mulai membungkus sebagian tubuhnya dengan handuk putih tadi.
"Sesuatulah pokoknya."
"Oke," Aaron selesai melilitkan handuk itu kembali menempel di tubuhnya. "Buka matamu, aku sudah selesai menutup adikku nih."
Mendengar kata 'adik' membuat Zeline meringis. Ia paham betul maksud dari ucapan kotor suaminya itu. Aaron kembali duduk di tepi ranjang samping Zeline.
Perlahan Zeline melepas tangannya, membuka dengan hati-hati kedua matanya. Ternyata benar! Disana Aaron sudah selesai membungkus tubuhnya lagi.
"Kamu tidak pakai baju?" tanya Zeline heran. Mengapa pria itu tak sekalian saja memakai pakaiannya.
"Sudahlah, lupakan saja dulu. Sekarang, ayo ceritakan suatu hal penting apa yang ingin kau katakan." titah Aaron sedikit memaksa.
"Ah iya, baiklah." Zeline mengambil posisinya nyaman dengan duduk menyamping ke arah Aaron seraya menatapnya.
Aaron balas menatap, harap-harap cemas menunggu ucapan yang akan keluar dari mulut Zeline. Semoga saja bukan hal yang buruk akan di dengar. batin Aaron berkecamuk.
Tbc..
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26
__ADS_1