
Aku Update yah
Bonus untuk kalian semua
Jangan lupa vote dan komennya
Happy reading
Typo bertebaran
Ada yang salah faham dengan Zeline??
Warning!
Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690
By: Aku
Pagi ini, hari yang ditunggu Zeline, tapi hari yang dibenci Aaron. Kenapa seperti itu? Karena dia dengan terpaksa mengizinkan Zeline pergi bersama Riku. Yang bikin kesal Aaron adalah Riku orang pernah disuka Zeline. Mungkin, Riku masih menyimpan rasa untuk Zeline.
"Aaron aku mau tinggalin Razack sama kamu boleh?" tanya Zeline ketika mereka lagi di meja makan.
"Maaf, Zeline aku sangat sibuk nantinya," ungkap Aaron tanpa menatap Zeline.
"Ooh, ya sudah, Razack ikut aku saja," Zeline menjawabnya dengan senyum masih menghiasi wajahnya.
Sedang menikmati sarapan, ponsel Zeline berdering. Zeline tersenyum siapa nama yang tertera diponselnya itu. Aaron juga melihat wajah berseri Zeline menerima panggilan itu.
"Iya, aku akan turun menemuimu," jawab Zeline ketika telfonnya tersambung. "Aaron aku pergi dulu yah," ijin Zeline kepada Aaron. Aaron hanya menganggukkan kepalanya. Zeline berdiri ke arah Razack dan akan menggendongnya, tapi tiba Aaron menghentikan tangan Zeline.
"Biar Razack bersamaku saja. Aku tidak mau anakku kepanasan di luar sana," dengan nadabsuara yang dingin.
"Aku cemburu, apa kamu tidak mengerti? Hari ini ingin menjadi Mumy kembali untuk melempar dia, supaya dia tidak hadir anatara kita," batin Aaron, ketika melihat Zeline hilang di balik pintu.
*****
Riku tersenyum ketika melihat Zeline keluar dari hotel. Saat Zeline sudah di dekat mobil Riku, Riku langsung membukakan pintu untuk Zeline.
"Terima kasih,"ucap Zeline lembut. Riku langsung menyusul Zeline dan duduk di belakang pengemudi di samping Zeline tepatnya.
"Apa kamu sudah sarapan?" Riku membuka pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Aku sudah sarapan tadi bersama Aaron," jawab Zeline sambil tersenyum.
"Padahal aku mau mengajak kamu sarapan. Aku sengaja belum sarapan, biar aku sarapan bersama kamu," jawab Riku sedih.
"Ya sudah kita sarapan. Aku akan temanin kamu sarapan," ungkap Zeline dan membuat Riku tersenyum senang. Riku membelokan ke sebuah kafe, yang kebetulan dia lihat.
Selesai sarapan, Riku membawa Zeline ketempat yang menurutnya sangat romantis. Menurut Riku hadirnya Zeline saat ini, menandakan Zeline masih menyukainya. Riku tidak menyangka bahwa sekarang dia pergi jalan-jalan bersama Zeline.
"Zel, kenapa waktu itu kamu pergi begitu saja?" tanya Riku hati-hati takut membuat Zeline tersinggung.
"Apa aku boleh tahu?"
"Maafkan aku, Riku."
"Iya, tidak apa-apa. Aku paham kok," jawab Riku sambil tersenyum. " Yang penting sekarang kamu di sini bersamaku," Zeline hanya tersenyum saja mendengar jawaban Riku.
"Kamu pasti sudah lapar, kita pergi makan yuk," mereka pergi ke restoran mewah dekat di mana mereka berada sekarang.
Mereka sudah masuk ke restoran tersebut dan Riku sudah memesan makanan untuk mereka. Riku dan Zeline bsaat ini sedang menikmati makanannya, tapi Zeline merasa kikuk sekarang. Karena sedari tadi tatapan Riku berbeda kepadanya. Ketika mereka selesai makan barulah terjawab semuanya.
"Zel, sebenarnya aku di sini, menunggu kamu kembali dan ternyata semua itu terwujud sekarang ini. Kamu berada di sini bersamaku, ini sangat luar biasa untukku. Zel, perasaanku padamu tidak pernah berubah. Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu. Terima cintaku dan menikahlah padaku, karena aku tahu kamu juga masih menyimpan rasa kepadaku," ungkap Aaron sambil berlutut ke arah Zeline. Zeline yang melihat itu sangat kaget sekali. Dia tidak menyangka bahwa Riku masih menyimpan rasa kepadanya.
"Zel, aku sanagt tahu sekali kamu tidak mencintai suami, karena dengan hadirmu di sini membuktikan," Zeline langsung menatap wajah Riku.
"Kamu telah salah paham denganku saat ini Riku."
"Aku tidak salah paham," jawab Riku yakin.
"Apa kamu tahu perasaanku? Apa kamu bisa membaca fikiranku? Kamu benar telah salah paham. Siapa bilang aku tidak mencintai suamiku? Aku tidak pernah bilang seperti itu sama kamu? Perasaan, aku tidak pernah bicara seperti itu. Aku di sini karena kita berteman, kita pernah satu perjuangan dahulu, tapi kamu malah menganggapnya lain."
"Ini tidak benar! Aku yakin kamu mencintaiku!" Riku langsung berdiri dan langsung mencium bibir Zeline. Zeline sangat terkejut melihat Riku, secara tiba-tiba menciumnya. Zeline langsung memberontak dan ciumannya terlepas.
"Kamu sungguh kurang ajar!" umpat Zeline kasar dan langsung menampar Riku. Zeline yang sudah sakit hati melihat Riku langsung pergi meninggalkan Riku di sana.
Riku menjadi patung, melihat apa yang dilakun Zeline kepadanya. Riku benar tidak percaya, bahwa Zeline akan menamparnya. Riku baru tersadar, ketika Zeline sudah hilang di balik pintu. Riku langsung mengejar Zeline, tapi sayang Zeline sudah tidak ada di luar sana.
*****
Saat ini Zeline bereda di dalam Taxi, Zeline saat ini sangat kecawa kepda dirinya sendiri. Riku secara tiba-tiba menciumnya, ini sanagat membuat Zeline kecewa pada dirinya. Kenapa dia tidak bisa menghindar?
Tidak terasa, saat ini Zeline sudah berada di depan hotel mereka menginap. Zeline masuk dengan langkah yang tidak semangat. Zeline masuk ke kamar hotel dan menuju ke arah kamarnya. Saat mau masuk, Zeline melewati Aaron yang sedang bermain bersama Razack. Melihat itu Zeline semakin kecewa kepada dirinya sendiri. Zeline berhenti sebentar dan melanjutkan blagi langkah kakinya menuju kamarnya. Sekarang yang dia butuhkan adalah berendam.
__ADS_1
Selesai berendam, Zeline keluar dari kamarnya dan masih melihat Aaron di ruang tamu bersama Razack. Bedanya sekarang mereka sudah tertidur lelap di atas sofa. Zeline semakin merasa bersalah, karena telah menelantarkan suami dan anaknya. Entah mereka sudah makan atau belum. Sedangkan dia, malah pergi bersama laki-laki lain.
Zeline pergi ke arah dapur, untuk melihat bahan apa yang tinggal di kulkas dan akan dibuat untuk makan malam. Zeline melihat hanya ada ayam potong dan langsung ide untuk membuat ayam goreng muncul. Karena di sini bukan Indonesia, kalau di Indonesia akan banyak bumbu dan itu bisa bikin opor ayam.
Zeline langsung memasak nasi terlebih dahulu. Baru dia menyiapkan penggorengan untuk menggoreng ayam.
Setelah satu jam di dapur, akhirnya masakan Zeline selesai. Zeline melihat ke ruang tamu, Zeline masih melihat Aaron tidur di sana bersama Razack di sampingnya.
"Aaron," panggil Zeline pelan, karena dia takut itu juga membangunkan Razack.
Tidak lama, Aaron langsung membuka matanya. Melihat Zeline yang membangunkannya.
"Ada apa?" jawab Aaron singkat dengan suara kas bangun tidur.
"Aku sudah masak, makan yuk!" ajak Zeline.
"Oh," jawab Aaron dan langsung duduk dari tidurnya.
Zeline mengambilkan nasi untuk Aaron dan meletakkan ayam di piringnya. Sedangkan Aaron masih mempertahankan expresi datarnya.
"Makasih," ucap Aaron dan langsung memakan makanannya.
"Apa kamu tidak cuci muka dulu?" tanya Zeline ketika melihat Aaron langsung memakan makanannya.
"Sudah," jawab Aaron dan melanjutkan makanannya, tanpa menatap ke arah Zeline.
Mereka makan dalam diam, tidak ada satupun dari mereka untuk membuka pembicaraan. Aaron selesai makan lebih dahulu dan langsung meninggalkan meja makan dan Zeline di sana. Zeline hanya mampu menatap punggung Aaron dan berani menegurnya.
*****
"Pasti hatimu sedang berbunga-bunga sekarang,
Setelah bertemu dengan orang yang kamu cintai."
-Aaron-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
__ADS_1
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26