A Man Mumy

A Man Mumy
3. Tidak Mungkin


__ADS_3

Karya ini adalah karya colaborasi antara aku dan Ade Tiwi jadi kalau ada yang menemukan cerita ini dengan judul dan cerita serupa itu bukan plagiat.


Oke!


Jangan lupa vote dan komen


Happy reading


Typo bertebaran


*****


By :adetiwi6690


Zeline pov.


Aku menatap ke segala penjuru arah, tersadar bahwa yang ku alami tadi lagi-lagi hanyalah mimpi. Sebuah mimpi aneh yang berulang kali terjadi, seorang pria yang selalu mengusikku, mengganggu tidur nyenyak ku.


Apakah mungkin dia sejenis jin? Hantu? Alien? Atau mahluk jadi-jadian semacam siluman? Pikirku menebak-nebak.


"Kau mencariku sayang?"


Aku mendengarnya, suara itu?


"Si--siapa kamu?" tanyaku tergagap.


Hening.


Suasana menjadi sangat sunyi, semakin terasa mencekam buatku yang tidur sendiri di kamar hotel.


Karena panik aku pun merapalkan doa-doa agar mahluk tak kasat mata itu tidak mengangguku lagi.


"Hei Zeline, apa yang kamu lakukan itu sayang?"


"Kyaaaa!" teriakku kaget.


Mahluk itu mengetahui namaku!


"Kamu siapa sih sebenarnya? Mbak K, atau Mr. P?" tanyaku mulai ngawur.


Mbak K adalah kuntilanak.


Mr. P adalah pocong.

__ADS_1


Aiiihh, bulu kuduk ku merinding semua. tolong! Siapapun tolong aku!


Sumpah! Ini bukan lagi syuting film horor kan? Kenapa seperti ini sih nasibku.


Drrrtt... drttt...


Suara getar ponselku yang ada di atas nakas samping ranjang, aku mengambilnya dan melihat nama sih penelpon di layar.


"Riku?" gumamku tak percaya jika Riku menelponku di jam segini.


Ragu-ragu aku mengangkatnya. "Ha... halo Riku."


"Halo Zel, kamu belum tidur?"


"Kalau aku sudah tidur, tak mungkinlah aku mengangkat panggilan telepon darimu Rik." ucapku kesal, ku dengar di seberang telepon Riku terkekeh.


"Haha, kamu benar."


"Ada apa kamu menelponku di jam segini?" tanyaku tanpa basa-basi lagi.


"Aku tidak bisa tidur Zel, entah kenapa perasaanku gelisah sedari tadi memikirkanmu."


"Memikirkan ku?" tanyaku kaget seakan tak percaya dengan apa yang ku dengar.


Memikirkannya? Oh, yang benar saja! Saat ini pikiranku sedang kalut menghadapi situasi yang ku alami.


"Zel?"


"Ah, iya Rik, sudah dulu ya. Selamat malam."


"Oke, selamat malam."


Cepat-cepat aku memutuskan sambungan di telepon. jujur saja, aku sedikit kurang nyaman dengan pertanyaan Riku tadi.


Akhirnya aku memutuskan untuk tidur kembali, masa bodo lah dengan suara-suara goib itu lagi.


Entah mimpi atau tidak yang pasti aku seperti meraskan seseorang yang berbaring di belakang punggungku. Ku rasakan sepasang tangan melingkar di pinggangku, membuatku merasa nyaman dan hangat. Menggiring ku kembali ke alam mimpi karena terbuai.


*******


Pagi harinya...


Aku menatap dalam-dalam mumy Aaron yang ada di dalam peti mati, kain-kain melingkar ini membalut mentupi ke seluruhan tubuh mumy Aaron. Aku penasaran bagaimana wajah mumy ini semasa hidupnya.

__ADS_1


"Kalau kau penasaran, maka bukalah kain sialan yang menutupi seluruh tubuhku ini."


Aku terlonjak kaget, suara itu lagi! Apakah suara itu berasal dari mumy Aaron?


"Bagus Zeline, kau wanita pintar dan cepat tanggap. Ayo, bukalah kain ini sayang." titah suara itu lagi padaku.


"Apakah itu kamu, mumy Aaron?" ucapku memastikan sekali lagi.


"Iya Zeline, ini aku. Ayolah, turuti perintahku. Bukalah kain penutup yang menutupi seluruh tubuhku, maka kita akan bisa bicara sepuasnya."


Bagaimana ini? Haruskah aku menuruti perkataannya? Kalau aku membuka kain penutup di seluruh tubuhnya, apakah tidak berbahaya? Bukankah mumy itu orang yang sudah mati lalu di awetkan sampai lama?


"Kenapa lama sekali? Apalagi yang kau pikirkan Zeline, ayo cepat buka kain ini!!" perintahnya lagi membentak.


"Ba... baiklah," jawabku akhirnya pasrah.


Tanganku terulur gemetaran ingin menyentuh kain itu.


"Bagus Zeline. Ayo sayang cepat."


Tanganku sudah sepenuhya menyentuj kain itu, tepat saat aku ingin menariknya...


"Zeline! Apa yang kau lakukan!" suara teriakan Serly.


Aku membalikkan badan takut-takut ke arah Serly. Ku lihat ia berkacak pinggang dengan mata menatap tajam curiga padaku.


"Apa yang sedang kau lakukan disitu Zel?" tannyanya curiga.


"A... aku," mampus, aku tergagap ingin menjawabnya.


Alasan apa yang harus aku kasih pada Serly?


See You Nex time


#SahabatDilla


Author yang juga bertemakan Mumu


Silakan mampir Kuy!


ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa


I

__ADS_1


tsitafianda Evelyne_Alleta26


__ADS_2