
Sudah lama Tidak berjumpa yah
Sekarang aku muncul lagi
Semoga kalian senang Yah
Cerita ini adalah cerita Colaborasi aku dan adetiwi6690
Jangan lupa Vote dan Komentar yah
Happy Reading
Typo bertebaran
Bye : Aku
*****
"Kamu siapa? Aku tidak mengenalmu," Papa Zeline menatap Aaron tajam.
"Aku akan memperkenalkan diriku. Namaku Aaron dan aku ke sini mau minta ijin untuk melamar anak Papa, karena Zeline pernah bilang kepadaku dia akan menikah denganku, kalau aku sudah minta ijin kepada orang tuanya," jelas Aaron to the points.
"Apa kamu yakin, mau menikahi dia?" tanya Papa Zeline tajam.
"Tentu, kenapa tidak," jawab Aaron mantap.
"Kamu terlalu yakin sekali. Dia bukan orang baik , dia telah mencoreng nama baik keluarganya sendiri. Maka dari itu saya mengusirnya dari rumah ini," jelas Papa Zeline dan Aaron yang mendengarnya sangat meradang. Entah bagaimana mana cara pandang Papa Zeline, sehingga dia bisa berfikir sepicik itu kepada anaknya sendiri.
"Aku tidak masalah dan aku minta maaf telah membuat nama baik keluarganya Papa tercoreng dan mengusir Zeline dari rumah. Aku akan bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Di sini Zeline tidak bersalah akulah yang bersalah, telah membiarkan Zeline meninggalkan aku dan menanggung semua ini sendiri. Dulu aku tidak berfikir akan terjadi seperti ini. Maaf!" ungkap Aaron sungguh-sunguh. Di sisi lain orang tua Zeline sangat kaget dengan ungkapan Aaron.
"Maksudmu apa?" tanya Papa Zeline tajam.
"Anak Zeline adalah anakku," jawab Aaron lagi. Tambah terkejut lagi Mama dan Papa Zeline mendengar pengakuan Aaron.
"Apa!" Papa Zeline sangat kaget. " Kamu yang menghamili anakku malah tidak bertanggung jawab."
"Maaf Pa, bukan aku tidak bertanggung jawab, tapi waktu itu aku lagi dalam keadaan yang tidak mungkin dan itu juga yang membuat Zeline pergi meninggalkan aku," jelas Aaron.
"Sekarang aku ke sini ingin meminta restu dari Papa dan Mama. Apa Papa merestui kami?" tanya Aaron.
"Itu terserah kalian. Aku tidak memperdulikan dia lagi," jawab Papa Zeline.
"Papa kenapa begitu, Zeline adalah anak kita. Papa yang harus menikahinya nanti," protes Mama Zeline.
Suasana tegang dan perdebatan kecil Mama dan Papa Zeline, tidak bisa terelakkan lagi. Saat suasana semakin panas terdengar suara ponsel berdering, ternyata itu ponsel Zeline.
"Hallo Bisa," ketika Zeline menjawab telfon.
"Non, Razack," jawab orang di seberang sana.
"Ada apa dengan Razack?" tanya Zeline mulai panik.
"Razack badannya panas, Bin," ungkap Bisa Nani dengan suara yang terdengar cemas.
__ADS_1
"Bibi kompres dulu yah, pakai air. Saya segera kembali secepatnya," Zeline menjawab tak kalah cemasnya.
"Ada apa Zel?" tanya Aaron yang melihat wajah Zeline mulai memucat.
"Aaron, Razack demam tinggi. Kita harus kembali," Aaron yang mendengar penjelasan Zeline langsung mengangguk.
"Pa,Ma, kami balik dulu. Anakku demam tinggi. Besok kami akan datang lagi," ungkap Zeline dan berdiri bersama dengan Aaron. Papa Zeline hanya mematung saja.
"Pa, kita harus mengikuti mereka. Mama tidak mau terjadi apa-apa sama cucu Mama. Kalau Papa tidak mau, Mama akan pergi sama mereka," ancam Rani kepada Suaminya. Tanpa fikir panjang lagi Andev suami Rani, Papanya Zeline langsung berdiri dan pergi ke garasi untuk mengeluarkan mobilnya. Melihat itu Rani hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobil mengikuti suaminya.
Andev dan Rani mengikuti mobil Zeline dan Aaron dari belakang. Diwajah Andev terpancar kecemasan dan Rani dapat melihat perubahan dari raut muka suaminya.
Mobil Aaron berhenti disebuah rumah mewah di kawasan yang jauh dari Kota. Aaron bingung siapa gerangan yang berhenti di halaman rumahnya. Aaron sempat melirik ke arah Zeline.
"Itu mobil Papa," jawab Zeline. Mendengar jawaban Zeline Aaron hanya tersenyum saja. Saat Zeline keluar dari mobil, Bi Nani langsung menyambut Zeline.
"Non, Razack," Bisa Nani ternyata sudah menangis.
"Iya,Bisa. Sebentar lagi dokter datang," Zeline mencoba menenangkan Bi Nani. Walau sebenarnya dirinya juga cemas.
Zeline dan Aaron masuk ke dalam rumah di ikuti oleh kedua orang tua Zeline. Saat di kamar Razack, Zeline langsung mengecek suhu tubuh Razack. Lima menit kemudian dokter yang ditelfon Aaron tadi datang dan kembali memeriksa Razack.
"Bagaimana keadaan anak saya, Dok?" tanya Zeline, ketika Dokter selesai memeriksa Razack.
"Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu dicemaskan. Anak Ibuk hanya demam biasa, saya rasa suhu tubuhnya sudah turun. Untuk berjaga-jaga Ibuk bisa tebus obat ini. Saya sudah menulis resensi obatnya," jelas Dokter tersebut.
"Terimakasih Dok," ucap Zeline.
"Ya, sudah saya permisi dulu," ucap Dokter tersebut.
Zeline langsung mengendong Razack dan melihat Aaron di samping Zeline.
"Pa... Pa... Pa...!" ucap Razack sambil memukul-mukul wajah Aaron.
"Hay sayang, Nenek dan Kakek ada di sini," ungkap Aaron pada anaknya. Zelin langsung mengarahkan Razack di mana Papa dan Mamanya saat ini berdiri.
Rani yang sejak tadi melihat langsung mendekat ke arah Zeline, supaya lebih dekat dengan Razack. Hal pertama yang membuat Rani jatuh cinta sama Razack adalah matanya. Matanya memang sangat sama dengan mata Aaron, tapi entah kenapa Rani jatuh cinta dengan mata Razack.
"Pa, lihat cucu kita. Dia mempunyai mata yang sangat indah," Rani menggendong Razack ke arah Andev. Hal yang sama juga dirasakan Andev dia merasa juga jatuh cinta kepada Razack. Andev langsung mengambil alih Razack dan langsung mencium Razack.
"Hay sayang, cucu opa. Kenapa rewel," Andev mencoba berbicara sama Razack. Razack hanya bergumam kas bayi sambil menepuk-nepuk wajah Andev. Sedangkan Rani, Zeline, dan Aaron hanya melihat sambil tersenyum interaksi mereka berdua.
*****
Razack sudah dipindahkan di kamarnya, setelah minum obat dan tidur dipangkuan Opanya. Sekarang mereka sedang duduk di ruang keluarga.
"Kapan kalian akan melangsungkan pernikahan kalian?" tanya Andev membuka percakapan mereka. Rani sangat kaget setelah mendengar apa yang diucapkan suaminya.
"Minggu depan," jawab Aaron mantap.
"Secepat itu," tanya Andev lagi.
"Iya, kalau Papa mengijinkan."
__ADS_1
"Jikalau aku tidak mengijinkan bagaimana? Apa pernikahannya akan diadakan Minggu depan juga?" tanya Andev menyelidik.
"Tentu, karena aku akan berusaha mendapat ijin dalam minggu ini," Aaron menjawab tanpa fikir panjang.
"Kamu yakin mendapat ijin dariku dalam minggu ini?"
"Yakin!"
"Kenapa kamu percaya diri sekali?"
"Ya, karena aku dan Zeline takdir. Zeline adalah takdir yang merubahku. Zeline adalah takdir untukku. Jadi, menurutku takdir tidak akan memisahkanku," kali ini wajah Aaron semakin serius.
"Razack, yang bikin aku jatuh cinta. Aku ijinkan kalian untuk melangsungkan pernikahan," ungkap sungguh-sungguh. "Zeline, Papa sudah memaafkannya. Semoga kalian selalu bahagia," ungkap Andev dan itu sangat mengejutkan semua orang.
Zeline langsung menghambur kedalam pelukan Papanya dan mencium tangan Papanya. Zeline tidak menyangka ini akan terjadi, Zeline sangat bahagia sekali.
"Karena pernikahan kalian tinggal seminggu lagi. Maka Papa dan Mama akan membawa Zeline dan Razack ke rumah Papa," kali ini Aaron lah yang paling kaget. Aaron merasa tidak terima karena dia baru semalam membawa Razack dan Zeline ke rumahnya.
"Kenapa begitu," protes Aaron.
"Sekarang adalah masa pingit untuk kalian. Dalam adat Indonesia saat dekat hari pernikahannya, maka lelaki dan pria tidak bisa bertemu dulu untuk sementara waktu," kali ini Rani yang menjawab.
"Tapi Ma, aku baru kemaren bertemu dan bawa Zeline dan Razack. Apa harus berpisah lagi?"
"Kamu harus bersabar, ini hanya seminggu kok. Setelah kalian resmi, kalian bisa bertemu setiap hari kok," goda Rani kepada Aaron.
"Aku kok gak tahu adat seperti itu. Aku belum membacanya," Aaron masih ingin protes.
"Zel, kemas barang-barang dan keperluanku dan Razack. Kita bisa berangkat sekarang," Aaron semakin kaget ketika Andev mengatakan itu.
"Pa...!" Aaron mau memprotes lagi.
"Zeline ikut Papa atau tidak sama sekali," Andev melayangkan pilihan kepada Aaron dan menurut Aaron pilihan sama sekali bukan pilihan, tapi itu ancaman buatnya.
Astaga! Sekarang Aaron hanya bisa pasrah.
*****
"Matamu terasa hangat dihatiku
Aku tidak bisa memalingkan wajahku dari matamu
Aku mencintaimu.
-Andev dan Rani-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
__ADS_1
Itsitafianda Evelyne_Alleta26