
Happy Reading!
Jangan lupa vote dan komen
Typo bertebaran
Warning!
Cerita ini cerita kolap, seandainya ada yang menemukan dilapak adetiwi6690. Itu bukan plagiat.
By : Ade Tiwi.
"Akan ku tunjukkan padamu, jika kau adalah milikku!" desis Aaron membungkuk mendekati Zeline yang terlentang di atas tempat tidur.
Zeline bergetar ketakutan mendengar nada ancaman dari mulut Aaron. Apa maksud ucapan pria itu yang mengatakan akan menunjukkan pada Zeline, jika sebenarnya Zeline adalah miliknya.
Apakah mungkin Aaron ingin menyatu dengan Zeline lewat...?
"Tidak, tidak! Itu tidak boleh terjadi!" ucap batin Zeline menolak tegas saat sebuah pikiran negatif terlintas di kepala cantiknya.
"A--Aaron, apa yang akan kau lakukan?" lirih Zeline semakin kalut kala melihat Aaron merangkak semakin dekat, sementara Zeline semakin mundur ke belakang.
"Kenapa Zeline? kau takut, huh?" ledek Aaron dengan tangannya yang berusaha meraih tubuh Zeline.
Zeline semakin ketakutan, dan bergerak mundur ke belakang. Zeline tak dapat berpikir dengan jernih lagi saat punggungnya membentur kepala ranjang, ia tidak bisa mundur lagi dan sudah mentok di posisinya seperti itu.
"Apakah aku harus berguling dari ranjang ini?" tanya batin Zeline konyol.
Zeline berusah memantapkan hati atas ide konyolnya itu, ia sudah mengambil ancang-ancang bersiap berguling.
Lantas ia pun menghitung angka mundur untuk memulai aksinya, dan...
"Aaaaaaa!" teriak Zeline kaget saat dengan tiba-tiba Aaron menindih tubuhnya.
"Mau kemana kau? Kau mau mencoba kabur dariku ya?" Zeline menggeleng.
__ADS_1
"Aku bisa membaca isi pikiranmu sayang." kekeh Aaron merasa gemas.
Di cubitnya kedua pipi tirus Zeline cukup kuat, membuat wanita itu mengaduh kesakitan.
"Sakit, berengsek!" umpat Zeline meledak.
Sudah cukup rasanya di permainkan.
"Lepas! Minggir kau, menyingkirlah dari atas tubuhku sialan!" Tak hanya umpatan, tapi makian pun Zeline lontarkan.
"Kau bilang aku apa?" ulang Aaron yang ingin mendengar umpatan dan makian Zeline untuknya.
"Tidak ada siaran ulang kampret, awas. Menyingkirlah dari atas tubuhku mumy jelek, tubuhmu berat sekali." rengek Zeline nyaris frustasi.
Aaron terkekeh melihat Zeline yang seperti ini, terlihat tak berdaya di bawah kuasa tubuh Aaron yang menindihnya. Zeline bergerak menggeliat kesana kemari agar bisa terlepas dari tindihan Aaron, tapi yang ada Zeline malah menimbulkan suatu masalah.
Sesuatu yang sudah cukup lama tak bergerak, namun kini hanya dengan sentuhan sedikit dari Zeline mampu membuatnya terbangun.
"Zeline, jangan bergerak-gerak begitu dong." geram Aaron memperingati.
"Tidak mau!"
"Kau akan menyesal jika tidak menyingkir dari atas tubuhku." balas Zeline balik mengancam.
"Kau mengancamku?" tanya Aaron terkekeh.
"Ti--tidak, untuk apa aku mengancam mu?"
"Itu tadi apa namanya, kalau bukan mengancam?"
"Itu namanya memancing." jawab Zeline asal.
"Memancing apa?"
"Shittt! Sialan kau Aaron, me--emmppph." ucapan Zeline terhenti karena Aaron menyumpal mulut Zeline dengan mulutnya.
__ADS_1
Di kulum dan di lumatnya lembur bibir mungil nan merah Zeline, bibir yang kerap kali mengumpat serta mencaci maki dirinya habis-habisan.
Bibir itu juga yang selalu berkata menolak kehadiran Aaron sebagai suaminya. Tapi, mengapa Aaron begitu suka dengan rasa bibir yang sedang ia nikmati itu, rasanya seperti madu dan candu. Manis dan bikin ketagihan, membuat Aaron ingin merasakannya lagi, lagi dan lagi.
"Enggghh," lenguh Zeline di sela ciuman panasnya dengan Aaron.
Aaron makin memperdalam cumbuannya. Anehnya, Zeline ingin menolak dan mendorong dada bidang Aaron yang liat. Tapi nyatanya, wanita itu terlihat seperti menikmati permainan baru yang di berikan Aaron.
"Akan ku buat kau menjadi milikku seutuhnya!" ucap Aaron dengan perasaan menggebu dan gairah yang naik pesat begitu ia melepaskan bibir Zeline.
Hanya sebentar ia melepaskan bibir Zeline, kembali ia melumat madu dan candunya saat tak tahan melihat bibir Zeline yang terlihat membengkak akibat ulahnya.
"Aku mencintaimu Zeline, ouughh, istriku." desis Aaron berbisik di telinga Zeline sebelum ia menggigit daun telinganya.
Aaron benar-benar membuktikkan janjinya yang akan menjadikan Zeline miliknya seutuhnya.
Dan segala dugaan yang Zeline pikirkan pun benar terjadi, yang bisa wanita itu lakukan hanyalah pasrah. Zeline melenguh, mendesah, dan menjerit panjang untuk yang pertama kalinya.
"Ini nyata atau hanyalah mimpi?" ucap batinnya bertanya sebelum semuanya menjadi gelap.
🍁🍁🍁🍁
seperti mimpi, namun terasa nyata.
Zeline.
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
I
__ADS_1
tsitafianda Evelyne_Alleta26