
Warning!!
Kali ini ada adegan dewasa
Bagi Yang Tidak Sanggup Membaca boleh dilewatkan saja.
18+++
****
Aku Update yah
Bonus untuk kalian semua
Jangan lupa vote dan komennya
Happy reading
Typo bertebaran
Warning!
Cerita ini cerita kolaborasi ku bersama adetiwi6690
By: Ade Tiwi dan Aku
"Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Zeline galak.
"Karena kamu cantik dan susah untuk dialihkan."
Pujian Aaron serasa mengaduk-aduk isi dalam perut Zeline, rasanya ia ingin muntah saja.
"Dasar penggombal ulung," dengkus Zeline sarkastik.
"Siapa bilang aku sedang menggombal?" Aaron merasa tak terima dengan tuduhan Zeline.
"Terus apalagi kalau bukan gombal? Hal itu sudah biasa ku dengar, pria dengan segala bujuk rayunya memang tak akan pernah lepas malah semakin melekat."
"Tapi aku tidak, aku bukan tipe orang yang suka memuji karena terpaksa. Aku juga bukan tipe yang pandai merayu maupun menggombal," bantah Aaron semakin tak terima.
"Hhh, baiklah. Mungkin memang kau yang berbeda di dunia ini. Hidup yang kau jalani saja berbeda, mana ada lagi mumy aneh di dunia ini selain kamu."
"Ya, itu dulu. Sekarang aku sudah kembali menjadi manusia seutuhnya."
__ADS_1
"Berarti kamu mendapat gelar sebagai mantan mumy. Hebat!" Zeline bertepuk tangan riah seraya memberikan penghargaan untuk Aaron.
Aaron sama sekali tak sakit hati atas ucapan Zeline, dengan lembut dan pasti Aaron mendekat dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Apa kau keberatan dengan gelar yang ku raih ini?" Zeline tertawa geli mendengar pertanyaan Aaron seraya menggelengkan kepalanya. Zeline tidak habis fikir dengan sifat Aaron yang super konyol. Entah setan mana yang meresuki Aaron kali ini. Sekarang dia cocok jadi pelawak. Mungkin, seperti Sule. Karena semenjak pulang dari hotel tadi siang Aaron suka berbicara konyol.
Saat ini Zeline sedang menonton drama Korea di dalam kamar. Sedangkan Aaron setelah membuat Zeline tidak bisa tertawa dan sekarang entah pergi ke mana. Razack diboyong neneknya ke rumahnya sejak kemaren dan belum mau mengantarkan ke rumah Aaron. Katanya pengantin baru perlu privasi dan butuh waktu berdua.
"Apa ini berdua," keluh Zeline, ketika perkataan Mamanya terngiang-ngiang ditelinganya. "Ini sendiri saja, nonton Oppa-oppa ganteng. Tapi, sekarang kok gantengan Aaron dari pada Oppa, ya?" fikir Zeline lagi.
Sedang Asik dengan fikiran sendiri, tiba-tiba ada orang yang mencium pipi Zeline singkat dan memeluk tubuh Zeline dari belakang. Zeline kaget, entah kapan datangnya Aaron.
"Kaku lagi mikirin apa?" bisik Aaron ditelinga Zeline. Zeline jadi tambah salah tingkah dan menjawab dengan terbata-bata.
"Aku... aku... lagi mikirin Oppa yang ada di tv," Zeline menunjuk kelayar tv yang lagi memutar drama yang dibintangi Lee Minho.
"Apa dia lebih ganteng dari pada aku?" pertanyaan yang membuat Zeline tidak bisa berkata-kata lagi. Walau sebenarnya dia mau menjawab Aaron yang paling ganteng di dunia ini.
"Ya, tentu. Dia lebih ganteng dari padamu," jawab Zeline cepat karena dia tidak mau Aaron tahu perasaannya yang sebenarnya.
"Kalau begitu aku akan mendatanginya ke Korea sekarang ini juga," ucap Aaron penuh ancaman.
" Untuk apa?" Zeline betanya karena bingung dengan ucapan Aaron barusan.
"Aku akan membunuhnya," jawab Aaron enteng, "berani sekali dia telah membuat istriku bilang dia ganteng dari pada aku."
"Kenapa? Kamu tidak maukan aku pergi ke Korea hanya untuk membunuhnya?" Zeline hanya menggelengkan kepalanya. " Kalau begitu kamu jangan memuji lelaki lain di depanku atau kamu tidak boleh lagi menonton darama seperti itu," ancam Aaron.
"Baiklah," Zeline menjawab dengan tidak semangat. Aaron tersenyum mendengar jawaban Aaron dan mempererat pelukannya.
"Aku merindukanmu," bisik Aaron lirih. Zeline jadi merinding mendengar suara Aaron yang dekat dengan telinganya. Zeline hanya diam mendengar ungkapan Aaron.
"Kamu tahu tidak, saat kamu pergi waktu itu. Aku hanya menekan rinduku, dengan tekat, aku akan menemui secepatnya. Aku juga sudah beli kamar hotel yang pernah kamu tempati dulu. Nanti, kita akan pergi ke sana bersama Razack dan aku juga tinggal di sana kalau aku di Mesir," Aaron menceritakan tentang dia pada Zeline.
"Zel, aku sudah memenuhi keinginanmu untuk menikahimu secara agama dan negara. Apa dengan ini semua, kamu akan memberi kesempatan aku untuk kamu cintai?" Aaron masih memeluk tubuh Zeline.
"Aku... aku...."
"Aku tahu jawabanmu, kamu tidak usahbteruskan lagi. Aku mohon kali ini biar aku memilikimu seutuhnya," ungkap Aaron lagi.
Zeline, mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Aaron. Mereka saling menatap mengisyaratkan rasa yang mereka rasakan. Lama-lama mata Zeline jadi sendu dan memejamkannya perlahan. Aaron yang melihat isyarat itu langsung mndekatkan bibirnya kebibir Zeline. Aaron melumat bibir Zeline dengan lembut menyalurkan rasa cinta dan rindu yang dirasakannya.
Zeline yang merasakan lembutnya bibir Aaron dibibirnya dan akhirnya membalas ciuman tersebut. Aaron yang mendapatkan lampu hijau dari Zeline langsung membalikan badan Zeline, tanpa melepaskan ciuman mereka. Sekarang Zeline berada dipangkuan Aaron dan melingkarkan kakinya kepinggang Aaron. Aaron memasukan lidah ke dalam mulut Zeline dan mengabsen semua gigi Zeline. Tanpa disadari Zeline seorang tangannya juga melingkar dileher Aaron. Mereka memperdalam ciman mereka, tapi kali ini ciuman mereka seperti menuntut hal yang lebih dari itu.
__ADS_1
Tangan Aaron sudah berada di dalam baju Zeline, mencari sesuatu yang lembut. Aaron menemukan dan langsung meremasnya sedikit kasar, tapi itu membuat Zeline mengeluarkan desahan yang sedari tadi dia tahan.
"Aaahhh...."
Aaron yang mendengar suara Zeline mendesah hanya tersenyum dan semakin meremas dengan kedua tangannya. Merasa tidak bebas Aaron langsung mengangkat baju Zeline keatas dan membuangnya sembarangan ke lantai.
Meski bukan yang pertama kali Aaron melihat tubuh Zeline, tapi dia tetap mengagumi apa yang dilihatnya saat ini. Aaron menuruni ciumannya keleher Zeline dan memberi banyak tanda kepemilikan di sana.
Aaron membuka penutup payudara yang menghalanginya dan membuangnya lagi kelantai. Aaron menatap Zeline dengan rasa kagum, sedangkan Zeline hanya menundukkan kepalanya. Aaron memegang dagu Zeline sehingga mata mereka bertemu kembali.
"Tatap mataku, kamu yang terindah yang pernah aku miliki," ungkap Aaron pelan dan langsung mencium bibir Zeline. Sekarang Zeline pasrah dan menyerahkan semua pada Aaron. Zeline juga tidak bisa memungkiri perasaan yang ada di hatinya.
Aaron juga membuka bajunya cepat, sebelum menjatuhkan tubuh Zeline di atas kasur. Aaron begitu tidak sabar lagi dan langsung menjatuhkan bibirnya kepayudara Zeline, mengisapnya dan tangannya meremasnya secara bergantian.
Zeline yang tidak bisa lagi membendung rasa yang ada tanpa diperintahkan Zeline mengeluarkan desahan kenikmatannya.
"Aaahhhh...."
" Sebut namaku pinta Aaron."
"Aaaahhhhh... aaahhh... Aaron...."
Aaron hanya tersenyum mendengar Zeline menyebut namanya dengan mata yang memohon seperti itu. Aaron menarik celana yang di pakai Zeline dan juga punyanya, sekarang mereka tanpa ada batasan.
Aaron kembali mencium bibir Zeline dan tangannya didada Zeline. Zeline hanya meliuk-liukkan tubuhnya merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"Aaron...!" desah Zeline.
"Apa sayang," melepaskan ciuman mereka, tapi tangannya masih menari-nari dipayudara Zeline.
"Aku boleh memasukiku?" suara Aaron terdengar menggoda bagi Zeline, sehingga Zeline hanya menganggukkan kepalanya dan melebarkan pahanya untuk memberi akses kepada Aaron. Aaron yang melihat itu, hanya tersenyum dan kembali melumat bibir Zeline. Aaron mencoba menyatukan diri dengan Zeline dan membuat suasana makin panas dan menggairahkan. Aaron melakukan berulang kali, tapi Aaron masih tidak merasa puas.
*****
"Memilikimu seutuhnya hal yang pernah ku rasakan."
-Aaron-
See you next time
Kunjungi juga yah author Kece kita dengan tema cerita yang sama
#SahabatDilla
__ADS_1
ajaitiara dilla909 Musafir_Cinta1209 EchaFajri Bipbip86 adetiwi6690 niqiaaa
Itsitafianda Evelyne_Alleta26