
Terdapat sebuah tempat yang disebut sebagai induk dari ilmu pengetahuan, tempat berkumpulnya seluruh genius dari seluruh dunia. Tempat itu bernama Abyss, Negeri Para Genius.
Abyss, sebuah Negeri yang dibangun atas kesepakatan dari 22 negara besar, dengan tujuan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan.
Setiap manusia dari penjuru dunia berlomba - lomba untuk melanjutkan pendidikan, ada pun syaratnya maksimal berumur 19 tahun, sedangkan batas minimal umur ditiadakan.
Dalam proses seleksinya, Abyss memiliki tim khusus yang tersebar di seluruh dunia, mereka bertugas mencari pelajar genius dan berbakat untuk mendapatkan undangan secara khusus.
Sedangkan mereka yang tidak mendapatkan hal tersebut, mereka harus mengikuti ujian dengan level tingkat kesulitan yang sangat tinggi, dimana ujian tersebut berlangsung selama satu bulan.
Kekuasaan tertinggi di tempat itu dipegang oleh seorang Lord bersama beberapa Emperor di bawahnya, Lord sendiri dipilih dari jutaan pelajar dengan sistem pembuktian berdasarkan aturan yang tertulis dalam buku Ensiklopedia Abyss.
Abyss menyimpan sejuta misteri, bahkan sejarah berdirinya masih menjadi teori besar umat manusia. Dunia hanya mengetahui, setahun setelah terjadinya gempa bumi yang amat dahsyat, dari pecahan daratan Ice Land, Abyss berdiri atas kesepakatan 22 Negara.
---
Setelah perjalanan selama 1 jam menggunakan kapal laut, akhirnya 5000 pelajar telah sampai di dermaga, gerbang pertama menuju Abyss. Mereka semua rombongan terakhir setelah proses pengantaran yang berlangsung selama 7 hari lamanya.
Di atas kapal, terlihat sosok laki - laki bermata merah. Wajahnya tampak begitu datar, wajah yang seolah – olah memperlihatkan kesedihan. Terlihat, dia hanya sendiri sembari memandangi pelajar lainnya yang mulai turun meninggalkan kapal. Laki – laki layaknya gurun es yang teramat dingin, dia bernama Nine.
Beberapa kemudian setelahnya, laki - laki itu pun sampai di Gerbang Pertama, pemandangan yang memperlihatkan hamparan hijau yang begitu indah, sedangkan luasnya sejauh mata memandang. Puluhan monumen patung para genius dari seluruh dunia berjejer dengan rapi, Aristoteles, Plato, Newton dan para Ilmuan Genius lainnya, mereka semua memiliki pengaruh penting atas kemajuan ilmu pengetahuan saat ini.
Di tempat itu, terlihat 100.000 pelajar telah berkumpul dengan pakaian kemeja putih yang diselimuti cape berwarna hitam, mereka layaknya gagak – gagak hitam yang sedang menunggu akan tibanya sebuah kabar berita.
"Êáëþò Þëèáôå óå üëïõò ôïõò ìáèçôÝò ðïõ Ý÷ïõí åéóÝëèåé åðéôõ÷þò óôç Ãç ôùí ìåãáëïöõéþí," ucap salah seseorang yang berada di tempat yang tinggi menggunakan pakaian serba hitam, dia terlihat dewasa dan jika dilihat dari pakaiannya, Ia mungkin adalah panitia yang bertugas dalam penyambutan.
Bahasa yang digunakan ialah bahasa Abyss, dan ini adalah aturan berbahasa semua pelajar, jika diartikan, ucapan tersebut memiliki arti, "Selamat datang kepada semua pelajar yang sudah berhasil sampai di Negeri Para Genius."
"Selamat karena kalian semua telah berhasil melewati tes ujian masuk dan telah menyingkirkan jutaan para pesaing kalian dari seluruh dunia."
"Ketahuilah, kalian adalah para genius yang akan mengubah dunia ini menjadi lebih baik dengan ilmu pengetahuan."
Banyak hal yang dia katakan mengenai sistem pendidikan yang Abyss terapkan, setidaknya ada beberapa poin.
Tidak ada pembagian kelas, tidak ada kelas diskriminasi antara yang bodoh dan yang lebih pintar. Semua kelas ditiadakan dan diganti menggunakan sistem level, level akan meningkat dengan seiringnya pelajar menjawab soal-soal yang disediakan oleh sistem.
Artinya, jika ingin naik level maka kerjakanlah lebih banyak soal. Semakin banyak soal yang berhasil diselesaikan, maka semakin tinggi level yang bisa diperoleh. Semakin tinggi level, maka akan lebih banyak hak istimewa yang bisa didapatkan.
Tidak ada aturan yang mengharuskan untuk masuk kelas mulai dari hari Senin sampai Sabtu, tidak ada aturan yang mengambil kebebasan pelajar dengan mengatasnamakan belajar.
Pelajar diberikan hak untuk mengatur kapan harus belajar dan mengatur materi apa yang ingin dipelajari, semua materi dan jenis segala pengetahuan telah Abyss sediakan.
__ADS_1
Pelajarilah sesuai dengan keinginan tanpa dibatasi dengan aturan, setiap hari yang diinginkan bisa menjadi hari libur ataupun menjadi hari untuk belajar.
Abyss sudah menetapkan 100.000 jumlah profesor yang siap membantu para pelajar dalam proses pembelajaran, karena ditiadakannya kelas, maka mekanisme mendapatkan sebuah bimbingan harus melalui proses registrasi.
Waktu dan tempat bimbingan bersifat kondisional, sesuai dengan keinginan pelajar dan proses tersedia dalam waktu 24 jam.
Kota pertama bagi mereka para pelajar baru akan ditempatkan di Altera, mereka akan diberikan hak untuk menuju kota lain ketika mereka sudah berhasil menaikkan level sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Pastinya setiap kota memiliki kelebihannya masing-masing.
Aturan berpakaian berlaku di seluruh kota di penjuru Abyss, harus menggunakan kemeja berwarna putih dan cape hitam pada bagian luarnya. Laki-laki menggunakan celana hitam, sedangkan perempuan menggunakan rok hitam hingga menutupi lutut. Sedangkan untuk mengganti pakaian, keistimewaan tersebut bisa diakses ketika mencapai level tertentu.
Abyss menggunakan mata uang Coin Gold yang terbuat dari emas, 1 Gold setara dengan 4 juta rupiah, 100 Silver setara dengan 1 Gold dan 100 Perunggu setara dengan 1 Silver.
Pada tahap awal, setiap pelajar diberikan sejumlah 5 Gold yang terintegrasi dengan Abyss Sistem yang berbentuk seperti gelang hitam, Abyss Sistem adalah sistem upgrade terbaru dari smart phone.
Hanya itulah beberapa poin penting yang disampaikan, untuk lebih lanjut tentang segala aturan yang Abyss terapkan, semuanya tertulis pada buku Ensiklopedia Abyss.
Setelah penyampaian beberapa aturan yang begitu panjang, akhirnya semua pelajar memasuki bus - bus yang sudah disiapkan, perjalanan ini akan menuju ke kota awal, yaitu Altera. Terakhir, setiap pelajar diberikan rumah sebagai tempat tinggalnya masing-masing.
---
Di dalam bus, ketika para pelajar lainnya saling berbicara satu sama lain agar bisa saling menganal, ada di antara mereka salah seorang pelajar hanya berdiam diri sampil menatap ke arah jendela.
Dalam diamnya itu lah, tiba - tiba seorang perempuan datang memperkenalkan dirinya. "Hai, Aku Qiara. Apakah boleh aku tau siapa namamu?" ucapnya tersenyum dan kemudian duduk di samping laki - laki itu.
"Nine," jawabnya singkat.
Qiara, dia memiliki warna mata hitam layaknya permata safir, rambutnya hitam berkilau dan kecantikan wajahnya mengalahkan sejuk tiupan angin di tengah padang ilalang.
"Aku dari Indonesia, kalau kamu?" ucapnya bertanya dengan begitu ramah.
__ADS_1
Namun wajah datar laki - laki tidak berubah sama sekali, "Aku sedang membaca, bisakah kamu berhenti menanyakan sesuatu padaku," ucapnya dengan datar, tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca.
"Begitu ya?"
"Kamu laki-laki yang aneh, apakah kamu bisa berkonsentrasi ketika berada di dalam bus?" ucap Qiara kembali bertanya.
"Seharusnya kamu menaruh bukumu dan menikmati perjalanan ini. Jika kamu melihat di sekitar kita, pelajar yang lain juga sudah mulai mencari teman baru."
Qiara terus - menerus berbicara, namun walau sepatah kata pun, Nine tidak sedikit pun menanggapinya.
---
Tidak lama kemudian, tiba-tiba semua pelajar yang ada dalam bus mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Pemandangan yang sangat menakjubkan terlihat, sebuah tower yang sangat besar yang menjulang tinggi hingga menembus langit.
Melihat ukurannya yang begitu besar, tower ini akan bisa terlihat dari seluruh daratan Abyss. Kecuali beberapa tempat yang terhalang oleh gunung, seperti di Gerbang Pertama.
"Apakah kamu tertarik dengan Abyssal Tower," ucap Qiara membuka topik pembicaraan yang baru.
"Aku bisa menjelaskannya padamu," lanjutnya dengan begitu ramah yang dipenuhi dengan senyuman manis.
"Abyssal Tower telah terjelaskan di dalam Ensiklopedia Abyss, kamu tidak perlu menjelaskannya," ucap Nine menjawab, sedangkan wajahnya tetap memperlihatkan ekspresi yang tampak datar.
"Tertulis dalam Ensiklopedia Abyss. Abyssal Tower adalah misteri terbesar Abyss," jelas Qiara.
"Bahkan tidak ada yang tau siapa yang membangunnya, dan dikatakan, siapa pun yang bisa sampai ke puncak menara tersebut, mereka akan bisa menemukan rahasia terbesar dari awal mula keberadaan dunia ini."
"Sangat besar hingga bisa terlihat dari seluruh daratan Abyss."
"Apakah kamu tertarik untuk naik ke sana?" ucap Qiara mengakhiri dengan sebuah pertanyaan.
"Aku tidak tertarik," Nine menjawab.
"Padahal semua orang menginginkannya, bahkan seorang Lord dan para Emperor belum bisa sampai pada puncaknya," ucap Qiara.
"Seseorang juga mengatakan, bagi mereka yang bisa sampai ke puncak menara akan menjadi raja dunia, raja yang menguasai segalanya dan memiliki kekuatan yang amat dahsyat."
"Apakah kamu yakin tidak tertarik mencapai puncaknya?" ucap Qiara kembali mengakhiri dengan sebuah pertanyaan.
"Tidak ada bukti akan hal itu, Aku tidak ingin terjebak dalam dunia fantasi yang dibuat oleh mitos."
"Begitu ya?" ucap Qiara menanggapi.
---
Setelah perjalanan yang cukup lama, akhirnya semua rombongan telah sampai di gerbang kota Altera, hampir semua pelajar terkagum melihat gerbang pintu masuknya yang sangat besar dan megah, dengan tembok marmer putih yang terlihat kokoh mengelilinginya.
Tidak lama setelahnya, mereka semua kembali berkumpul untuk mendengarkan beberapa arahan dari mentor yang telah disiapkan, seorang laki-laki dewasa mengenakan pakaian serba hitam mengatakan.
"Sebelum kalian masuk, kalian akan melakukan registrasi terlebih dahulu sebagai seorang pelajar. Teknologi Abyss Sistem (gelang hitam) akan membantu kalian dalam proses pembelajaran."
__ADS_1
"Sekarang Aktifkanlah Abyss Sistem yang telah diberikan."