Abyss

Abyss
#15


__ADS_3

Keesokan harinya, waktu ujian yang dijanjikan telah tiba. Mereka 4 pelajar yang berhasil lulus sudah berkumpul dan siap untuk mengikuti ujian berikutnya. "Tempat ujian terakhir akan dilaksanakan di Bangunan Utama, kami akan menunjukkan jalannya," ucap salah seorang pelayan yang telah menunggu di hamparan hijau.


Bangunan Utama Ever Lens sangat megah nan tinggi, memiliki menara dengan ujung yang lancip identik dengan arsitektur Gotik. Dekorasinya dibuat dengan sangat detail, sebuah bangunan yang benar-benar menggambarkan estetika bangunan kuno itu sendiri.


"Kami hanya bisa mengantar sampai di sini," ucap pelayan tatkala sampai di depan pintu yang sangat besar, pintu masuk ke dalam Bangunan Utama.


Di dalam, terlihat interior yang begitu megah dan luas, jendela-jendela besar layaknya istana, lengkungan runcing setiap pilar yang menahan beban dari desain langit-langit memberikannya nilai tambah akan sebuah keindahan. Walau pencahayaan di dalam ruangan terkesan gelap dan lusuh, hal itu tidak mengurangi keindahannya.


Enma, terlihat kecantikan tanpa adanya ekspresi layaknya putri yang dunianya tercipta dari gumpalan–gumpalan balok es teramat dingin, Monk yang masih mengenakan topeng berdiri di belakangnya, Xeon duduk di atas tangga seraya sibuk dengan smartphone miliknya, sedangkan sosok laki-laki asing berdiri di antara mereka, dia bernama Neta. Di antara mereka berempat, hanya Monk dan Neta yang mengenakan topeng.


"Ahhhh, akhirnya selesai juga," Neta membuka sebuah pembicaraan.


"Hai Enma, bisakah kau tersenyum menyambut anggota baru kita?" Sapanya dengan begitu akrab.


"Kau juga Xeon, apakah tidak ada yang menarik selain smartphone?"


"Diamlah, jangan ganggu aku," balas seorang yang di panggil dengan nama Xeon.


Setelah memberikan cukup menyapa, Neta kemudian menghadap 4 pelajar yang ada di depannya, "Kenapa kalian masih saja mengenakan topeng, ujian ini sudah berakhir, kalian sekarang sudah resmi menjadi bagian dari Revitalize Guild."


“...” Para pelajar terdiam ragu atas apa yang mereka dengar.


"Selamat Datang, kenalkan aku Neta, aku ditugaskan untuk membuat kekacauan tatkala kalian mengikuti ujian ini. Akulah yang menjadi provokator sehingga dimulainya keributan di ujian pertama.”


“Membuat kekacauan sepertinya adalah bakatku. Ha ha ha ha." Neta tertawa.


Neta, dia adalah seseorang yang memancing keributan agar semua pelajar bersorak pada ujian pertama, dia juga orang yang menyerah karena tidak bisa menjawab pada ujian kedua, dan dia juga yang memancing pelajar untuk berpaling dari melihat pentas pembunuhan kemarin.


"Kenapa kalian masih mengenakan topeng, bagaimana bisa kita saling kenal jika seperti ini," ucapnya kembali ramah, tidak seperti anggota lainnya yang terlihat pendiam.


"Kami tidak bisa mempercayainya, bagaimana dengan ujian ketiga?" tanya salah seorang di pelajar, dari suaranya, dia perempuan.


"Ah benar juga, mungkin sebab itu kalian tidak mau melepas topeng, kenapa aku tidak memikirkan hal itu?" ucapnya bertanya-tanya.


Neta kemudian menjelaskan tentang apa yang terjadi, "Pertunjukan kemarin adalah ujian terakhirnya. Revitalize hanya membutuhkan anggota yang memiliki tekat kuat, tidak seperti mereka yang keberaniannya hilang hanya karena melihat kematian yang mengerikan."


"Enma kemarin itu benar-benar sadis, kenapa kamu begitu menikmatinya? Wajar saja jika Xeon harus pergi karena tidak berani melihatnya." Neta mencoba bercanda.


"Bukankah begitu Xeon?" Lanjutnya dengan ekspresi menjaili.


"Diamlah, aku tidak takut, namun ada hal yang sedang aku lakukan, " Xeon mengelak dengan alasan, sedangkan Enma tidak membalas apa pun.

__ADS_1


Setelah cukup mencairkan suasana, Neta kembali fokus pada mereka anggota baru yang telah resmi, "Apakah sekarang kalian mau melepas topeng yang kalian kenakan?" ucapnya bertanya.


Tetap saja, walau Neta sudah menjelaskan semuanya, ada keraguan di hati-hati mereka, kecuali satu orang. Dia adalah Nine, yang pertama melepaskan topengnya, mata merahnya terlihat menyala, menarik perhatian mereka yang melihat.


“Mata merah, apakah itu asli?” Neta bertanya dengan cukup serius, sedangkan Enma tampak tangannya menggenggam erat.


“Apakah ada sesuatu yang spesial dengan mata ini?” Nine bertanya, tidak ada rasa panik atau pun kegelisahan.


“Tidak, hanya saja mata itu mengingatkanku kepada seseorang.” Neta menjawab.


"Baiklah lupakan itu, namamu siapa?" ucap Neta bertanya dan kembali menampilkan ekspresi ramahnya.


"Nine, hanya itu. "


"Sepertinya kamu cukup misterius. Baiklah, selamat datang di Revitalize Nine" ucapnya dengan sebuah senyuman. Namun ada hal yang membuat rasa penasaran khususnya mereka para anggota baru, apa arti dari mata merah yang dimaksud Neta?


Setelah Nine memperkenalkan diri, satu per satu kemudian mengikuti.


1. Qeela La Zenta


Dia sedikit membicarakan tentang dirinya, melainkan ia anak dari salah satu pemilik tambang terbesar.


Selain nama, tidak ada yang dibicarakan.


3. Seya Aura Zesta


Dia anak dari salah satu pemilik perusahaan farmasi terbesar dunia. Dia juga mengatakan, semenjak kecil dia sudah banyak mempelajari tentang obat-obatan, baik herbal ataupun kimia.


"Baiklah, aku harap kita bisa menjadi akrab. Jika aku sakit, aku pikir aku bisa datang padamu, Seya?” Neta tersenyum mencoba lebih akrab.


“Tentu,” Seya tersenyum.


"Dan jika sekiranya aku sedang mencari beberapa material langka, bolehkah aku menghubungimu, Qeela?" Neta menyapa.


"kamu bisa membayar untuk hal itu," Qeela menjawab. "Tentu," ucap Neta dengan senyuman.


"Dan Ezair, Aku tau kamu adalah anak dari keluarga Venosa. Mungkin kamu bisa berhubungan baik dengan Enma," Mendengar hal seperti itu dari Neta, ekspresi Ezair terlihat berubah, memperlihatkan ekspresi kemarahan, "Kamu sepertinya terlalu banyak berbicara," Ezair menunjukkan ketidaksukaannya.


"ha ha ha, oke, aku minta maaf."  Neta mengakhiri.


"Aku tidak tertarik dengan orang sepertinya," tiba-tiba Enma membalas apa yang dikatakan Neta.

__ADS_1


Dalam situasi yang seperti itu, Neta benar-benar terlihat bingung, mau membantah Enma tapi sepertinya dia tidak berani, sedangkan Ezair hanya terpaku, terlihat dirinya yang tidak berani berbicara.


Setelah menciptakan suasana seperti itu, Enma kemudian pergi dan Monk yang berada di belakangnya mengikuti. Tidak hanya itu, Xeon yang sibuk dengan smartphone miliknya juga pergi, terkecuali Neta yang tetap tinggal, “Aku rasa dengan ini perkenalan sudah berakhir,” ucapnya.


"Baiklah, sekarang kita akan lanjutkan ke pembahasan berikutnya, karena kalian sekarang sudah resmi menjadi bagian dari Revitalize, misi kalian adalah mencapai level 100. Banyak hal yang bisa kalian dapatkan ketika sudah mencapai level itu." Neta memberikan arahan.


"Bagaimana jika kami tidak bisa mencapainya, apakah kami akan dikeluarkan atau adakah hukuman?" Qeela bertanya.


"Santai saja, tidak ada hukuman seperti itu. Ketika kalian sudah menjadi anggota, kalian tidak akan diikat oleh aturan. Hukuman jelas tidak ada, kecuali jika kalian melanggar aturan mutlak dari Guild."


Neta kemudian melanjutkan penjelasannya, "Alasan kenapa aku menyuruh kalian untuk mencapai level 100 karena itu adalah syarat masuk ke dalam Abyssal Tower, sesuatu yang menakjubkan menunggu di sana, seperti artifak-artifak hebat, bahkan tidak sedikit orang mempercayai, puncak dari Abyssal Tower menyimpan misteri dari sejarah asal muasal dari manusia."


"Kalian pasti tau, saat pertama kali ditemukannya Abyss, Abyssal Tower sudah ada, tidak ada yang tau siapa yang membangun menara ini, bahkan tidak ada manusia pun yang pernah melihat puncaknya, bahkan jika harus menggunakan teknologi tercanggih di dunia."


"Apakah kalian tidak penasaran akan rahasia yang tersimpan di atasnya, banyak orang yang percaya, di atas sanalah tempat para dewa tinggal dan bagi manusia yang berhasil sampai ke puncak akan dijadikan sebagai raja atas dunia ini."


"Setidaknya itulah yang tertulis pada gerbang masuk Abyssal Tower."


"Mungkin kalian juga ingin mempertanyakan ke mana anggota Revitalize yang lain dan kenapa hanya empat orang saja yang kalian lihat, jawabannya karena mereka berada di dalam Abyssal Tower dan beberapa berada di Negeri seberang."


"Hadiah bagi mereka yang bisa mencapai Level 100 akan diberikan kebebasan agar bisa keluar sepuasnya dari Negeri ini, kemudian jika kalian ingin menyelesaikan Quest maka kalian bisa mendapatkannya dari Abyss Sistem tanpa harus datang ke Aula Center Point."


"Bukankah akan menyenangkan ketika bebas melakukan apa pun tanpa terikat sebuah aturan?"


Setelah cukup mendengarkan semua penjelasan Neta, Ezair tiba-tiba bertanya, "Lantas, apa tujuan Revitalize?"


"Mencapai puncak Abyssal Tower mungkin salah satunya, tapi yang sebenarnya adalah bersenang-senang dan menjadi yang terbaik, apakah ini memuaskan kalian?"


“...” Terdiam tanpa bisa mengerti.


Sebagai penutup, Neta mengakhiri "Baiklah pertemuan ini kita akan akhiri, kalian bisa berkeliling di mana pun yang kalian inginkan, kecuali beberapa tempat privasi milik anggota yang lain."


"Karena tempat ini begitu luas, kalian akan diberikan wilayah yang menjadi milik kalian sendiri. Kalian bebas melakukan apa pun yang kalian inginkan.”


"Jika kalian membutuhkan dana, kalian bisa mendapatkannya pada Abyss Sistem di bagian Menu Guild."


"Dan terakhir, salah satu ciri khas dari Revitalize adalah memiliki sebuah topeng. Silahkan serahkan motif topeng yang kalian inginkan agar bisa dibuatkan,"


"Semoga kalian bisa merasa nyaman di Revitalize"


---

__ADS_1


__ADS_2