
"12 Kunci Dewa, " Ren membuka pembicaraan.
"Haruskah aku membacakan semuanya untukmu?" Nine dipandang rendah olehnya, sebagaimana pertemuan mereka sebelumnya.
"Ren, tidak seharusnya kamu mengatakan seperti itu, kau membuatnya tampak terlihat malu, " Salah satu temannya ikut meremehkan.
"Aku hanya ingin membantunya untuk bisa memahami Bahasa Alanta, bahasa yang tidak akan pernah bisa dimengerti oleh seorang pemula berlevel 9," Ren menjawab dengan nada yang meremehkan.
Tiba - tiba suara terdengar, "12 Kunci Dewa, mereka yang berhasil mengumpulkan ke 12 kunci tersebut akan dianugerahkan sebuah kesempatan, kesempatan bertemu dengan salah satu dari 12 Dewa."
Suara itu terdengar dari gadis kecil yang bersama dengan Nine, Aurelia Adhisti. Dia datang menghampiri Ren bersama kedua temannya karena tidak terima Nine dipandang dengan rendah, “Apakah aku benar? " Ayla memberikan pertanyaan kepada mereka bertiga.
Ren dan kedua temannya hanya terdiam, dari ekspresi di wajahnya, rasanya sangat sulit mempercayai anak berusia 9 tahun mampu membaca Bahasa Kuno Alanta.
"εσείς οι τρεις, δεν θα μπορείτε να νικήσετε τον αδερφό μου," lanjut ucap Alya kepada mereka bertiga.
“Kalian bagaikan semut di hadapan kami, makhluk yang sangat lemah dan tidak berdaya,” Arti kalimat yang Alya ucapkan.
"Ha ha ha ha, menarik. " Ren kegirangan.
"Jika begitu, apakah kakakmu berani melakukan Prysal denganku? " Tidak terima diremehkan, Ren menantang Nine melakukan Prysal, adu kecerdasan yang mempertaruhkan segalanya.
"Ren, jangan terlalu tergesa-gesa, kita tidak mengetahui siapa dia sebenarnya, jika adiknya saja bisa bahasa Alanta ... "
"Diamlah, " ucap Ren menghentikan perkataan temannya.
"Bagaimana level 9, apakah kamu takut? " Ren memberikan pertanyaan.
“...” Nine hanya terdiam, namun di sisi lain, Alya berharap tantangan diterima.
"Sepertinya, kakak yang kamu anggap hebat tidak berani menerima tantanganku," Ren kembali meremehkan seraya mengelus gadis kecil di depannya.
"Bukankah begitu Level 9? " lanjutnya dengan mengalihkan pandangannya ke arah Nine.
Tiba-tiba Alya menggenggam tangannya dengan erat, "Lepaskan tangan kotormu dari kepalaku, aku katakan ini sebelum kamu menyesal, " Alya memberikan ancaman dengan kemarahan.
Ren terlihat tidak memperdulikannya sama sekali, bagi Ren, Alya hanyalah anak kecil yang keberadaannya tidak perlu dikhawatirkan.
Ketika Alya ingin melakukan sesuatu, tiba-tiba Nine sudah memegang tangan Ren,”Lebih baik kamu ikuti perkataannya,” Nine melepaskan tangan Ren dari kepala Alya.
Nine sangat menyadari, beberapa pengawal tetap mengawasi Alya secara diam-diam. Jika ini tidak segera dihentikan, pastinya akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Jika kamu percaya diri, aku akan menerima tantanganmu." Pada akhirnya, Nine memberikan jawaban.
"Apakah kau yakin?" Ren memastikan.
"Apakah kamu takut?" Kalimat yang sederhana, namun kalimat tersebut mampu membuat Ren merinding.
Disebabkan harga diri, sebuah pemberitahuan telah dikirim melalui Abyss Sistem.
*~ Prysal ~*
Ren menantang anda melakukan Duel Kematin.
Apakah Anda Menerimanya?
Iya/Tidak
*~.~*
Tanpa berpikir lagi, Nine menerima tantangan tersebut.
*~ Notifikasi ~*
Duel Telah Diterima
Tidak ada jalan untuk kembali, hitung mundur telah dimulai
__ADS_1
—---------------------------------
23 jam, 59 menit 01 detik
—---------------------------------
Prysal akan dilaksanakan di Colosseum Altera.
*~.~*
"Sayang sekali kita harus melakukannya di Altera, padahal aku menginginkan pertarungannya berada di Alcenstia," ucap Ren.
Alcenstia, sebuah kota yang dijadikan sebagai panggung utama dalam mempertaruhkan segalanya. Namun karena Nine memiliki level yang rendah, maka hal itu tidak izinkan. Pertarungan ini dianggap tidak lebih hanyalah pertarungan kelas tidak layak tonton, kelas ecek-ecek.
"Aku tidak peduli dimana tempatnya, " Nine menjawab.
“Baiklah kalau begitu, kami akan pergi, dan satu lagi, aku menarik kembali perkataanku yang mengatakan kamu sampah, aku mengapresiasi keberanianmu."
"Nikmatilah waktumu yang tersisa, " ucap Ren melanjutkan dan kemudian bersama temannya pergi dengan memberikan hormat.
---
Di waktu yang bersamaan, bertempat di Aula Center Point terdengar suara alarm berbunyi, suara tersebut menarik perhatian semua pelajar yang ada di sana, tanda akan adanya suatu pemberitahuan.
Terlihat jelas semuanya tampak kebingungan, mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, bagi sebagian besar yang ada di sana, ini adalah hal pertama bagi mereka.
"Hai apa yang terjadi?"
"Kenapa suara ini begitu keras, apakah ada sejenis Event tertentu?"
"Suara ini pastinya bukanlah hal remeh, sepertinya akan ada berita besar."
"Aku harap berita yang sangat langka."
Dalam kebingungan penuh tanda tanya, tidak ada seorangpun yang mengetahui secara pasti tentang apa yang akan terjadi.
Sst
Sst
Sstt
Videotron kemudian menampilkan sebuah tulisan baru.
"Duel Kematian - Prysal."
Sst
Sst
Sstt
Tampilan baru mulai muncul dan menggantikannya.
*~ Prysal ~*
Nine - Level 9
VS
Ren Da Lavela - Level ☆☆ (Bintang Dua)
—---------------------------------
23 jam, 59 menit 01 detik
—---------------------------------
__ADS_1
Altera Colosseum
*~.~*
Sebuah informasi yang menampilkan pertarungan antara Nine melawan Ren, sedangkan tempat dari pertarungan tersebut akan dilakukan di Altera Colosseum.
"Hei, hei, hei, apakah ini sebuah candaan?" Para pelajar mulai memberikan komentar-komentarnya.
"Apakah dia gila, kenapa dia mau melakukan pertarungan ini?"
"Bagaimana bisa pelajar level 9 melawan Level ☆☆, bahkan antara Level 100 dengan Level ☆ (Bintang Satu) perbedaannya antara langit dan bumi.”
"Apakah dia sudah bosan hidup?"
"Aku jadi penasaran seperti apa pelajar yang berani melakukan permainan gila ini. Sebodoh apa orangnya?"
"Sepertinya besok akan menjadi tontonan yang menarik?"
---
"Nine, apa yang kamu pikirkan sehingga melakukan permainan ini?" Seya ternyata menyaksikan hal ini di dalam Aula Center Point.
"Dia tidak terlalu banyak berbicara, pasti ada alasannya," Qeela menambahkan yang posisinya berada di samping Seya. Mereka terlihat sedang menyelesaikan beberapa Quest sederhana. Sedangkan Ezair yang berada di sisi lainnya hanya melihat saja tanpa mengatakan apapun.
Informasi atas Prysal tersebut tidak hanya tersebar di Aula Center Point, tetapi juga tersebar secara otomatis pada grup yang ada pada Sistem Guild, sehingga semua Anggota Guild Revitalize mengetahui kebenarannya, termasuk mereka yang memiliki hubungan pertemanan.
---
Di beberapa tempat yang berbeda, para anggota Revitalize yang melihat notifikasi tersebut, tidak luput memberikan komentarnya.
"Dia benar-benar sesuatu."
"Apakah anak itu bisa selamat, kebodohan atau sebuah keberanian pada akhirnya akan terlihat."
"Aku harap bisa melihat seperti apa pertarungannya besok."
"Bukankah dia baru 2 bulan berada di sini, walau dia kalah, dia harus tetap dipuji karena keberaniannya."
“Apakah kita akan mengadakan pesta atau acara pemakaman? Entahlah, siapa yang tahu.”
"Level 9, hahahaha. Buktikan level bukanlah segalanya kawan."
Sedangkan Neta yang melihat atas notifikasi tersebut tidak memberikan komentarnya, hanya melihatnya sesaat dan kemudian berlalu begitu saja, terlihat di depannya ada sebuah bangunan besar yang menjulang tinggi.
Di tempat yang lain, terlihat Enma sedang sibuk berlatih meningkatkan kemampuan berpedangnya, tidak lama kemudian, Monk datang memberikannya kabar atas duel kematian yang akan berlangsung keesokan harinya.
Enma yang mendapatkan informasi tersebut tidak mengatakan apapun, ekspresinya terlihat biasa saja.
---
Di Museum Almaeda, tempat Nine dan Alya berada. Setelah kepergian Ren dan dua temannya, Nine dalam diamnya tiba-tiba menjentikkan jarinya ke dahi Alya, “Stak.”
"Aduh," Alya menyentuh sumber rasa sakit yang dirasakannya. Namun walau demikian, dia tidak sedikitpun menunjukkan ekspresi kemarahan.
"Sakit, kenapa kakak melakukannya, " tanya Alya cemberut.
"Belajar mengendalikan emosi adalah sesuatu yang penting, tidak sedikit yang hancur karenanya," Nine menjawab.
"Apakah kakak marah sama Alya, karena kakak harus melakukan Prysal?" Alya mempertanyakan tindakannya.
Belum sempat Nine memberikan jawaban, tidak sebuah notifikasi baru muncul pada Abyss Sistem miliknya.
*~ Notifikasi ~*
Pemilik Title Aegle, Temui Alkemis Lenhart yang saat ini berada di Laboratorium Scarlet Boran Almaeda.
*~.~*
__ADS_1