Abyss

Abyss
#16


__ADS_3

Di tempat yang jauh dari Ever Lens, terlihat beberapa guild telah selesai melakukan open rekrutmen, banyak para pelajar yang bahagia karena bisa diterima tapi tidak sedikit juga dari mereka yang sedih karena gagal, teriakan bahagia dan kekecewaan menjadi satu.


Ujian di setiap guild berbeda-beda, mulai dari uji pengetahuan, ujian fisik hingga ujian yang tidak sesuai dengan akal logika. Abyss memberikan kebebasan penuh atas apa yang dilakukan pelajar dalam proses dalam pencarian anggota, imajinasi adalah batasnya.


---


Di suatu tempat yang disebut Ageva, sebuah tempat dengan bangunan-bangunan menyilaukan layaknya cahaya putih, bangunan-bangunannya sangat mewah seperti bangunan di masa depan, beberapa bentuk bangunan arsitekturnya mirip seperti kepompong, sedangkan bangunan yang lain diberikan sentuhan unsur kayu dan kaca yang sengaja ditambahkan untuk menguatkan kesan futuristik.


Tidak hanya itu, banyak juga bangunan lainnya yang tidak kalah mewah. Seperti sebuah bangunan yang terlihat dominan dengan warna putih bersih, memiliki dua buah pilar yang membuat bangunannya seolah-olah sedang melayang, sesuatu yang sulit ter bayangkan. Sedangkan bangunan utamanya terlihat seperti sebuah menara yang menakjubkan dengan dikelilingi bangunan lain yang mirip seperti sebuah mesin.


Ageva adalah tempat yang keindahannya tidak akan pernah bisa dijelaskan oleh kata-kata, tidak pernah akan bisa terpikirkan dan bahkan tidak pernah di dengar oleh telinga. Hanya mereka yang melihat secara langsung yang akan bisa mengerti betapa indahnya Ageva.


Ageva adalah markas tempat Guild nomor 1 Genesis berada. Mereka telah melakukan pencarian anggota, akan tetapi bukan hanya bersifat publik, akan tetapi mereka juga mencari pelajar-pelajar yang berbakat untuk diundang secara khusus.


Kini sesuatu yang ditunggu-tunggu telah tiba, di sebuah auditorium milik Genesis terlihat ribuan pelajar sedang menunggu pengumuman atas hasil ujian terakhir mereka. Akan tetapi sesuatu yang tidak terduga terjadi. Salah satu dari 9 Emperor, penguasa di bawah seorang Lord datang sebagai tamu undangan, sebuah bentuk kehormatan yang hampir mustahil didapatkan oleh guild - guild yang lain.


Dia memiliki rambut berwarna abu-abu, tatapan matanya terlihat dingin ditambah dengan adanya bekas luka di sebelah kanan matanya, namun luka itu membuat dirinya terlihat lebih elegan. Dia juga memakai Emblem Mythical Beast pada cape hitam yang dikenakannya, sebuah emblem yang hanya dimiliki para penguasa, Emblem Mythical Beast dengan simbol angka 4. Dia duduk paling depan, tempat yang paling istimewa di dalam auditorium tersebut, sedangkan di sampingnya adalah mereka orang-orang terbaik yang dimiliki Genesis Guild.


Seorang perempuan terlihat begitu anggunnya berada di atas panggung sebagai pembawa acara. Sebuah acara terakhir sebagai ajang untuk pemberitahuan kepada mereka yang pantas menjadi bagian dari Genesis Guild dan bagi mereka yang gagal.


Sebelum pada acara inti, Sang Emperor diberikan tempat istimewa naik ke atas panggung untuk memberikan sambutan, hanya karena namanya yang disebut, membuat sebagian pelajar bersorak hingga suaranya menggema di seluruh ruangan, sorakan akan sebuah kekaguman dari para fans.


Tidak banyak yang disampaikan, hanya membicarakan sekilas tentang aturan dan Quest tersembunyi. Namun ada 1 topik yang benar-benar membuat semuanya bertanya-tanya, tentang penemuan besar.


"Gerbang menuju dimensi lain, sebentar lagi akan terbuka." Emperor Number 4 memulai penjelasannya.


"Para Genius telah melakukan penelitian sejak lama dan terus berlanjut hingga saat ini. Dari hasil penelitian tersebut, para ilmuan terhebat mendapatkan sebuah kesimpulan.”


“Sebentar lagi, umat manusia akan bisa membuka dan mengeksplorasi dimensi tersebut."


Sebelum menutup sambutannya, Emperor Number 4 bertanya, "Apakah kalian percaya adanya sebuah kehidupan selain di bumi?”


“Kalian akan menemukan jawabannya ketika memasuki Abyssal Tower." Emperor mengakhiri.


Kata-katanya membuat semuanya menjadi sangat penasaran, pikiran menjadi penuh dengan tanya besar yang tak terjawab, jika bukan karena seorang Emperor yang mengatakan demikian, tentu tidak akan seperti ini.


Tanpa menjelaskan lebih lanjut, Emperor Number 4 kemudian pergi dari ruangan dengan diikuti oleh mereka, pengawal dan orang-orang terbaik yang dimiliki Genesis.


Setelah berakhirnya sambutan dari seorang Emperor, acara inti pun dimulai, mengumumkan siapakah mereka yang telah berhasil lulus dan menjadi anggota baru dari guild nomor 1 di negeri ini.


"Baiklah, inilah yang kalian tunggu-tunggu. Aku ucapkan selamat datang bagi kalian semua yang sudah sampai di titik ini," ucap seorang perempuan yang ada berada di atas panggung membawakan acara.


"Dan sekarang, inilah daftar mereka yang lulus dan resmi menjadi anggota Genesis Guild," lanjutnya seraya melihat belakang panggung. Seketika layar besar di belakang panggung berubah menampilkan nomor id dan nama para pelajar yang telah mengikuti ujian.


Sst


Sst


Ssst


Hampir semua nama-nama tersebut berwarna merah, dari ribuan pelajar yang sudah mengikuti ujian terakhir, hanya 21 orang saja yang diterima.


Kecewa, tidak percaya, sakit, kesal, tangisan, semuanya menjadi satu dalam ruangan tersebut. Tapi mau bagaimanapun tidak ada yang bisa mereka lakukan.


Apakah ada sebuah kesalahan sistem? Sesuatu yang seperti itu hampir mustahil terjadi.


Dengan ditampilkannya nama-nama mereka yang berhasil diterima, acara ini pun berakhir.


---


Di sudut ruangan di dalam Auditorium, terlihat Qiara dengan salah seorang temannya.


“Apakah kamu akan pergi, tidak inginkah kamu beristirahat di sini?” ucap salah seorang anggota Genesis. Wajahnya tidak jelas, karena berada di tempat yang pencahayaan gelap cukup gelap.

__ADS_1


“Ada hal yang harus aku lakukan.” Qiara menjawab dan pergi bersama dengan temannya, Naeya.


Hadirnya Qiara di Ageva karena Genesis tertarik kepadanya, Qiara mendapatkan undangan secara khusus dan menjadi anggota baru tanpa harus mengikuti seleksi.


“Jika demikian, pintu Ageva akan selalu terbuka untukmu.”


---


3 hari telah berlalu setelah Nine menjadi bagian dari Guild Revitalize. Secara garis besar ada 2 hal yang telah dikerjakan, pertama membangun rumah sekaligus sebuah laboratorium yang memiliki kegunaan sebagai tempat eksperimen sederhana.


Kemudian hal kedua yang dilakukan adalah menyibukkan diri dengan membaca buku di perpustakaan. Adapun teman-teman seangkatan dengannya kembali ke Altera dan fokus meningkatkan level.


Bagi mereka yang mencapai level tinggi, pastinya mereka akan mendapatkan keistimewaan, kekayaan, fasilitas, dan akan mendapatkan beberapa akses khusus yang tidak akan didapatkan oleh mereka yang levelnya rendah.


Nine memahami itu, sangat memahaminya, tapi mau bagaimanapun kemampuan seseorang tidak bisa diukur hanya karena level. Lebih tepatnya, dengan sistem yang seperti ini, level hanya sebagai bukti tertulis seseorang dinyatakan memiliki intelektual tinggi, dan mereka yang levelnya rendah, bukan berarti mereka bodoh.


Sebelum meningkatkan level sebagaimana kebanyakan pelajar lainnya, Nine hanya fokus belajar mengisi pengetahuan. Pengetahuan adalah segalanya, sedangkan popularitas adalah candu.


Setelah membuktikan beberapa teori dan melakukan beberapa eksperimen, Nine sampai pada sebuah titik, “Jika terciptanya alam semesta dikarenakan adanya energi yang amat besar dan partikel-partikel yang begitu rumit. Lantas jika berhasil mengetahui rahasia dari itu semua, apakah mungkin dunia baru akan tercipta? Entahlah, siapa yang tau.”


---


1 bulan telah Nine habiskan di Ever Lens, belajar di perpustakaan dan melakukan beberapa eksperimen dan penelitian di laboratorium. Setidaknya selama 1 bulan, banyak hal yang telah  didapatkan, dan sekarang sudah waktunya kembali menaikkan level.


Jika melihat dari menu daftar guild pada Abyss Sistem, Nine bisa melihat level teman-teman seangkatan dengannya sudah mencapai level 80, 85 dan Ezair sudah mencapai level 92. Menaikkan level bukanlah hal yang sulit bagi mereka. Sedangkan anggota Revitalize yang lain, level mereka tidak bisa terlihat, ada sebuah tulisan “unknown,” akses disembunyikan.


"Makanan Anda sudah siap, roti dan segelas susu, semuanya sudah ditaruh di atas meja," ucap seorang pelayan yang baru saja datang.


"Baiklah, kamu bisa pergi, setelah semuanya selesai aku akan memakannya," Nine menjawab seraya fokus mengamati beberapa bagian terkecil dari atom, unsur yang membentuk alam semesta.


Pastinya mereka yang memiliki intelektual tinggi mengetahui, jika sifat-sifat partikel di dunia ini bisa dimanipulasi sesuai dengan keinginan, maka membunuh, atau menciptakan ledakan yang membumi hanguskan akan mudah diciptakan.


---


Sebelum melewati gerbang masuk, semua pelajar harus melalui proses scan id pada sistem yang mirip seperti batu nisan besar di samping pintu, ini adalah proses administrasi untuk mengetahui jumlah pelajar di dalam maupun mereka yang telah meninggalkan Altera.


Bagi mereka yang tidak melakukan scan id, gelang hitam akan mengeluarkan cahaya led merah, kemudian semua akses akan dikunci, seperti tidak akan bisa menerima Quest ataupun menikmati fasilitas-fasilitas yang lainnya.


Cukup hanya dengan mendekatkan gelang hitam pada batu nisan yang disediakan, maka proses scanning akan berjalan.


Tertulis dengan warna hijau pada batu nisan tersebut


*\~ Scan ID \~*


Nama : Nine


Level : 9


Class : -


Titel : Eryl


*\~.\~*


Pada dasarnya ada sebuah fitur yang berguna untuk menyembunyikan status, akan tetapi harus menyelesaikan Quest khusus agar bisa mendapatkannya. Dikarenakan Nine belum sempat mengambil Quest tersebut, membuat beberapa Arhfa melihat statusnya dari belakang.


"Ha ha ha ha, apakah kamu bercanda kawan? Ada apa dengan levelmu." Arhfa dengan tumbuh yang gumpal mengejek.


"Bahkan bayi yang baru lahir levelnya tidak akan seperti itu," Arhfa dengan tubuh yang kecil.


"Ini adalah keajaiban dunia, ha ha ha ha ha." Tawa Arhfa dengan tubuh yang kurus.


"Ha ha ha ha." Level Nine menjadi tertawaan bagi mereka bertiga.

__ADS_1


"..." Namun walau demikian, Nine tidak sedikit pun menanggapinya.


"Ha ha ha, lihatlah tampangnya itu?"


"Kegoblokan yang hakiki."


"Mungkin aku harus melakukan operasi yang begitu hebat untuk mengganti kepalanya itu."


"Tidak, bahkan seorang hebat sekalipun tidak bisa membantunya. Ha ha ha"


"Dia adalah sebuah keajaiban dunia, dan kita harus bangga memilikinya?"


"Kita harus budidayakan."


"Ha ha ha, ini adalah hiburan yang lucu kawan."


"Ha ha ha ha.” Mereka tidak henti-hentinya tertawa dan menjadikan level Nine sebagai lelucon.


"Tertulis aturan di dalam Ensiklopedia Abyss, aturan nomor #27 menyatakan segala bentuk pembulian akan mendapatkan hukuman berat, apakah kalian yakin dengan ini?" Nine mengingatkan.


Abyss memiliki aturan, selama berada di daerah aman, Abyss melarang keras adanya penindasan yang membuat pelajar lain tidak nyaman, jika ada peringkat bawah melakukan penindasan kepada peringkat di atasnya, sebagai hukuman mereka akan dikeluarkan, jika mereka peringkat atas menindas peringkat di bawahnya, level mereka akan direset sampai berada di bawah orang yang mereka tindas.


Salah satu kemampuan dari Abyss Sistem, membaca detak jantung dari gerak nadi penggunanya, seorang yang melakukan penindasan atau pun si korban akan langsung terkonfirmasi, cukup mengajukan laporan, maka semuanya akan cepat diproses.


"Ayolah kawan, ini hanyalah candaan. Bagaimana mungkin hal seperti itu melukai hatimu." ucap salah satu mereka dengan badan gumpal.


"Tapi percayalah, kamu adalah sebuah keajaiban," lanjut dia dengan tubuh yang kurus cengengesan.


“...” Nine benar – benar tidak menghiraukan mereka.


Tiba – tiba aura canda tawa mereka berubah seketika menjadi suram lantaran kehadiran beberapa Arhfa, "Kenapa banyak sekali sampah yang menghalangi jalan kita di sini?" ucap salah seorang dari mereka, dia yang bernama Ren dan bersama kedua temannya, terlihat mereka bertiga mengenakan cape yang sama, cape hitam dengan kerah berwarna merah maron.


"Maaf, kami tidak menyadari kehadiran kalian. Silahkan kalian bisa masuk terlebih dahulu," ucap salah satu dari mereka yang tubuhnya gumpal, dia yang sebelumnya menertawakan Nine. Mereka bertiga terlihat ketakutan, kesombongan mereka sebelumnya hilang seketika.


"Minggir kalian bertiga," Ren memberikan perintah, kemudian mendekat  bersama dengan dua temannya untuk melakukan scanning, saat itulah mereka melihat level Nine pada batu nisan tersebut.


"Apakah kamu yang memiliki level ini," lanjutnya, Ren terlihat seperti pimpinan dari mereka berdua.


"Iya, " Nine menjawab.


"Level sampah," ucapnya dengan padangan yang sangat merendahkan.


"Kau buka matamu lebar-lebar dan lihatlah seberapa tinggi level yang kami miliki," Ren melanjutkan.


Terlihat Level mereka bintang 1, bintang 1 dan bintang 2. Seseorang akan mendapatkan level bintang ketika sudah mencapai level 100. Normalnya bagi mereka yang memiliki intelektual tinggi, dibutuhkan waktu 1 tahun untuk agar bisa setara di level – level mereka.


"Lihatlah, sampah sepertimu tidak akan pernah mampu untuk mencapai level di titik ini, bahkan jika sekiranya kamu menghabiskan semua waktumu."


Hanya untuk melewati level 100, seseorang akan mengikuti ujian di luar nalar umat manusia, hanya segelintir orang yang berhasil lulus, bahkan di Abyss, dari ratusan ribu pelajar, tidak lebih dari 70.000 yang mencapai level tersebut.


Setelah puas merendahkan, mereka bertiga kemudian pergi melewati pintu gerbang raksasa dan memasuki menuju Altera.


"..." Nine memilih diam atas apa yang telah mereka katakan.


"Hei, apakah kalian tau tentang mereka?" ucapku bertanya pada mereka bertiga yang sebelumnya menertawakan aku.


"Ah sialan, kenapa mereka bisa datang dan ada di sini," ucap dia yang bertumbuh gumpal kepada kedua temannya


"Mereka dari Guild Lexa, salah satu guild yang berada di bawah komando dari Dark Guild, Lucifer,” ucap dia yang bertubuh kecil.


“Sialan, jika bukan karena Lucifer berada di belakang mereka, mereka pasti akan aku hancurkan,” ucap si kurus.


Mereka bertiga, perkataan – perkataan mereka tidak lebih hanya perkataan seorang badut.

__ADS_1


__ADS_2