
"Kakak ada apa? " Alya bertanya tatkala Nine mengalihkan pandanganya melihat notifikasi pada Abyss Sistem
"Aku akan pergi ke Laboratorium Scarlet Boran." Belum sempat Nine menyuruh Alya kembali, Alya justru meminta ikut.
"Ikut, " tampak matanya berbinar-binar.
Nine sedikit berpikir, “Baiklah,” ucapnya dan kemudian membuka Map pada Abyss Sistem yang mengarah kepada Laboratorium Scarlet Boran.
---
Laboratorium Scarlet Boran, bangunannya cukup besar, mirip seperti bangunan kuno, tertulis di bagian depannya menggunakan Bahasa Alanta, Scarlet Boran.
Dalam Ensiklopedia Abyss dijelaskan, Scarlet Boran adalah tempat transaksi herbal-herbal langka yang ditemukan di dalam Abyssal Tower. Bukan hanya itu, Scarlet Boran juga tempat para Pendaki untuk mendapatkan beberapa poison atau ramuan sebagai perbekalan mendaki Abyssal Tower.
Pendaki adalah sebutan bagi mereka yang mendaki tower dengan tujuan mencapai puncak dan memecahkan misteri-misteri yang tersimpan di dalamnya.
"Apakah ada yang bisa kami bantu?" ucap salah seorang resepsionis yang bertugas.
"Ruang Alkemis Lenhart dimana? " Nine bertanya.
"Apakah kami bisa mengkonfirmasi nomor ID Anda pada Abyss Sistem?" tanya kembali resepsionis tersebut, akan tetapi setelah Nine melakukan scan ID dalam proses verifikasi, tampak jelas ekspresi resepsionis tersebut berubah, ada rasa ketakutan yang ditunjukkan.
"Maaf, saya tidak mengenali Anda sebagai pemilik Title Legendary, Aegle," ucapnya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. " Nine tidak terlalu memperdulikannya.
"Saya akan mengantarkan Anda ke tempat Alkemis berada, " ucap resepsionis tersebut dengan hormat, "Namun sebelumnya kami ada permen, apakah adik kecil Anda menyukainya?" lanjutnya kepada Alya yang berada di samping Nine.
"Iya, Alya mau permen, " Alya menjawab dengan manja.
Setelah Alya diberikan beberapa permen berbentuk lollipop, mereka pun menuju tempat Sang Alkemis berada.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di depan pintu besar nan tinggi berwarna coklat seperti tanah liat dengan beberapa simbol kuno yang asing, "Alkemis Lenhart berada di balik pintu ini, Anda hanya perlu melakukan Scan ID untuk membukanya." resepsionis menjelaskan.
Setelah Nine menyetujui perkataannya, resepsionis itu pun undur diri pergi.
—
*\~ Notifikasi \~*
Scanning
Title Aegle Terverifikasi
*\~.\~*
Setelah Nine melakukan Scan ID Pintu pun terbuka.
Terlihat ruangan layaknya sebuah laboratorium, tapi tidak terlihat seperti laboratorium modern pada umumnya, bahkan peralatannya, semuanya tampak asing.
"Akhirnya kamu datang juga, bagaimana menurutmu tentang laboratorium ini?" Alkemis Lenhart menyapa. Tidak ada siapapun di ruangan ini, dia hanya seorang diri.
"Bukan tentang laboratoriumnya, melainkan seberapa banyak data yang tersimpan padanya," Nine menjawab.
"Ohhoo, kamu memiliki pandangan yang menarik, " Alkemis Lenhart sedikit memberikan pujian.
"Bukankah gadis kecil yang bersamamu itu Aurelia, bagaimana bisa makhluk kecil yang menjadi bahan eksperimen aku berada disini?" lanjutnya melihat Alya berada di samping Nine.
"Dasar nenek tua," ucap Alya membalas apa yang dikatakan Alkemis Lenhart.
Dengan menarik cape hitam yang aku kenakan, "Kakak jangan tertipu dengan penampilannya, dia itu sudah tua, " lanjut Alya memperingati Nine.
Penampilan dari Alkemis Lenhart seperti perempuan yang berusia 25 tahun, terlihat muda dan cantik dengan rambutnya berwarna hitam gelap.
"Sepertinya aku punya sebuah alasan untuk melakukan sesuatu yang mengerikan, " Alkemis Lenhart memberikan ancaman kepada Alya, namun bukan sesuatu yang mengerikan, apa yang dikatakan Alkemis Lenhart mirip seperti candaan.
Banyak hal yang mereka bicarakan, hingga akhirnya Alya memutuskan untuk bermain di ruangan yang lain, "Kalau kakak sudah selesai dengan nenek tua itu, kasih tau Alya ya?" Alya seolah-olah mengerti bahwa akan ada pembahasan penting antara Nine dengan Alkemis Lenhart.
---
"Baiklah sekarang kita ke intinya, tapi sebelumnya apakah kamu tau arti dari Title Aegle yang kamu miliki," tanya Alkemis Lenhart setelah kepergian Alya.
"Apakah kamu pantas mengatakan dirimu seorang Pilar, menanyakan sesuatu yang sudah kamu ketahui?" Jawaban tak berpersaaan.
"Ahh menyebalkan, kenapa aku harus menjadikan seorang yang tidur di kelasku menjadi seorang murid, bahkan tidak sedikit pun dia memberikan hormatnya padaku," Alkemis Lenhart menggerutu.
__ADS_1
"... " di sisi lain Nine hanya terdiam.
"Tapi itu hal yang aku suka darimu, sangat membosankan mendapatkan begitu banyak pujian dan semuanya menghormatimu."
"Ketika kamu menjadi seorang Pilar, semuanya akan sangat ketakutan kepadamu, apalagi ditambah dengan hal yang terjadi di kala itu, mengingatnya membuatku ingin tersenyum."
"Apakah kamu mengetahuinya? " Alkemis Lenhart mengakhiri cerita tentang dirinya dengan sebuah pertanyaan.
"Itu cerita yang terkenal, " Nine menjawab
"Ketika seseorang berada di depan mereka yang ditakuti, setengah dari kecerdasannya akan hilang seketika, akan sangat payah menjadikan sosok seperti itu mewarisi pengetahuanku."
"Tapi itu hanyalah salah satu alasan kenapa aku memilihmu. "
"Apakah kamu tidak penasaran dengan alasan berikutnya?" Alkemis Lenhart kembali bertanya.
"Haruskah aku memohon agar kamu mau menjelaskannya? " Wajahnya tampak datar, seolah-olah tidak ada rasa kepedulian.
"Aku pikir kamu akan tertarik, sekarang aku benar-benar tidak bersemangat menjelaskannya padamu," Alkemis Lenhart sedikit terdiam, “Baiklah, aku akan menjelaskannya padamu, " lanjutnya kesal.
"Apakah kamu tau Quest Grade S yang berhasil kamu dapatkan? " Alkemis Lenhart mengawali dengan sebuah pertanyaan.
"... " Nine hanya memperhatikan.
"Bahkan seorang genius sekalipun, idealnya mereka bisa mendapatkan Quest Grade S setelah mendapatkan Level ☆."
"Sedangkan untuk mendapatkan Quest Grade S, diharuskan menyelesaikan Quest Grade A dengan jumlah yang tidak sedikit, dan mengumpulkan beberapa puzzle yang tersebar di seluruh kota yang ada."
"Dan kamu pasti tau, setidaknya pelajar harus mencapai Level ☆ sebagai persyaratan pergi ke beberapa kota, akan tetapi faktanya kamu hanya Level 9."
Alkemis Lenhart menjelaskan semuanya dengan cukup panjang, "Apakah sekarang kamu mengerti tentang Quest Grade S yang kamu dapatkan, " Alkemis Lenhart kemudian bertanya.
"Apakah ini artinya, di antara semua pelajar tahun angkatan pertama, hanya aku seorang yang mendapatkan Quest Grade S? " Pertanyaan Nine.
"Iya, hanya kamu seorang." Setelah sedikit berpikir, Alkemis Lenhart melanjutkan, “Bahkan seorang Pilar tidak diberikan Akses mencampurinya. Jadi jangan berpikir aku terlalu baik, tapi sistemlah yang tidak mengizinkan membuat levelmu menjadi minus.”
Setelah mengatakan demikian, Alkemis Lenhart menyinggung tentang Title Eryl yang Nine miliki, "Aku tidak pernah mendengar tentang Title Eryl, pastinya Quest Grade S yang kamu dapatkan ada sangkut pautnya dengan Title tersebut." Analisa seorang Pilar.
“Apakah 4L yang memberikan Title itu?” Alkemis Lenhart bertanya.
“...”
“Terakhir, aku ingin menjelaskan. TItle Eryl adalah title yang berada di dimensi berbeda. Masa depan yang menunggumu sangat mengerikan.”
—
Alkemis Lenhart membicarakan banyak hal, termasuk menjelaskan tentang Title Aegel yang masuk ke dalam Title Legendary. Sedangkan salah satu keistimewaan yang diberikan kepada pemilik Title tersebut adalah diberikan hak akses bebas pergi ke beberapa kota di Abyss tanpa ada syarat.
Selain membebaskan akses pergi ke beberapa kota, Title Legendary Aegle juga memiliki keistimewaan menghapus syarat pergi ke Akademi dan semua syarat menuju puncak Abyssal Tower benar-benar dihapuskan.
Apa yang dijelaskan Alkemis Lenhart mengingatkan Nine tatkala berkunjung ke Akademi Physis Altera, notifikasi yang menunjukkan tidak diperbolehkannya masuk ke dalam Akademi.
"Jika kamu bisa upgrade kemampuanmu dalam bidang Alkimia, Title Aegle yang kamu dapatkan akan berubah menjadi Egel.
"Jika itu terjadi, kamu akan diberikan kuasa untuk membuat sebuah aturan dalam perkembangan Alkimia yang ada di Abyss. Bahkan kamu bisa saja di ajak dalam eksperimen-eksperimen besar yang mengubah tatanan kehidupan dunia."
"Bagaimana menurutmu, apakah kamu menyukainya? " tanya Alkemis Lenhart setelah menjelaskan semuanya dengan cukup panjang lebar.
"Iya aku menyukainya, " Nine menjawab, jawaban yang membuat Alkemis Lenhart tampak kesal.
"Ahhh sudahlah, bagaimana bisa aku percaya kamu menyukainya sedangkan kamu memperlihatkan wajah seperti itu."
"Lakukanlah apa yang kamu mau," Alkemis Lenhart mengakhiri.
Setelah yang terjadi, melalui Abyss Sistem, Alkemis Lenhart memberikan semua jawaban pelajar dari kelas yang diajarkan di auditorium sebelumnya, dan meminta Nine mengeluarkan pendapatku tentang pertanyaan tersebut.
Seperti apa teori kimia dalam menciptakan manusia buatan atau menghidupkan seseorang yang telah mati?
Seraya menunggu, Alkemis Lenhart kemudian pergi ke salah satu ruangan, ruangan tempat Aurelia berada.
---
Beberapa waktu berlalu dan Alkemis Lenhart pun datang, “Apakah kamu sudah selesai?” ucapnya bertanya kepada Nine yang sedang duduk di salah satu kursi.
"Pikiran konyol, aku tidak setuju dengan mereka semua," jawaban Nine.
__ADS_1
"Tapi aku setuju dengan jawaban mereka," Alkemis Lenhart tersenyum kemudian duduk menghadap Nine.
"Aku tidak mempercayai seseorang bisa menciptakan manusia buatan atau menghidupkan manusia yang telah mati. Tidak peduli seberapa tinggi keilmuan yang kamu miliki dalam bidang kimia," Nine tidak terpengaruh sama sekali dengan apa yang dikatakan Alkemis Lenhart.
"Aku ingin mendengar landasan teori berpikirmu," Senyum Alkemis Lenhart tampak mengerikan.
"Mustahil seseorang bisa menciptakan manusia buatan dan lebih mustahil menghidupan seseorang yang telah mati," Nine mulai menjelaskan.
"Memang tidak akan ada masalah ketika menciptakan struktur anatomi dari manusia, akan tetapi tempat yang menjadi masalahnya adalah membuatnya bisa berfungsi sebagaimana mestinya."
"Manusia bisa bergerak karena banyaknya sel dalam tubuh, setidaknya ada 75 triliun lebih sel yang bekerja sehingga manusia bisa bergerak secara normal."
Nine terus menjelaskan kepadanya semua landasan teori yang menguatkan argumentasinya, menjelaskan semua struktur anatomi dari manusia, jantung, ginjal, paru-paru, hati, dan semuanya yang memiliki keterkaitan penting pada tubuh manusia.
"Mustahil manusia bisa mencapai tingkat kerumitan tersebut," Nine melanjutkan dan kemudian memberikan sebuah perumpamaan.
"Kita anggap saja manusia bisa mencapai titik kerumitan tersebut dengan teknologi yang mereka miliki atau melakukan transplantasi antar organ."
"Permasalahan terbesarnya adalah, manusia tidak bisa menciptakan kesadaran yang menjadikan seseorang bisa berpikir, atau bahasa yang lebih sederhana, manusia tidak bisa menciptakan kehidupan."
"Semua organ tubuh pada dasarnya digerakkan oleh otak, tapi kesadaran itu sendiri tidak ada yang mengetahuinya, bahkan mimpi saja masih menjadi misteri bagi para ilmuan."
"Jika manusia bisa mencapai titik tersebut, hal itu bisa menjadi langkah awal untuk bisa menghidupkan orang telah mati, tapi tetap saja, aku meyakini itu adalah sesuatu yang mustahil."
"Aku tidak ingin berdebat, tidak peduli apakah kamu setuju atau tidak, jawabanku tidak akan berubah.” Nine mengakhiri.
Tertawa, Alkemis Lenhart tertawa mendengar semua teori yang disampaikan, "Kamu memang benar-benar menarik, " Alkemis Lenhar memberikan sedikit pujian.
Tidak lama kemudian, Alkemis Lenhar mulai menjelaskan kebenaran di balik semuanya.
"Setiap tahun aku selalu membuka satu kelas yang dikhususkan untuk angkatan pertama, tapi untuk masuk kelas tersebut, mereka harus membuktikan kelayakan mereka dengan menyelesaikan beberapa Quest Grade A, dan salah satu temanmu berhasil mengikuti ujian tersebut."
"Bukan hanya itu. Sebagai syarat, mereka juga harus membuat team yang berisikan 3 anggota, "
"Pilar sekaligus Alkemis yang paling berpengaruh dan dianggap sebagai simbol atas kemajuan alkimia di Abyss. Apakah ada yang berani meragukannya? "
“...” Nine sedikit berpikir.
"Ketika aku menyuruh mereka membuat teori menciptakan manusia buatan." Alkemis Lenhar melanjutkan.
"Karena aku mengatakan demikian, tanpa sadar mereka akan berpikir, menciptakan manusia buatan sesuatu yang bisa dilakukan, terlebih lagi banyaknya film-film yang melatar belakangi penciptaan manusia buatan, akhirnya mereka akan sulit untuk berpikir ilmiah."
"Saat itulah mereka harus butuh team untuk menggabungkan segala pengetahuan yang mereka miliki."
"Tujuannya adalah membuat sebuah teori yang ilmiah, tapi tetap saja mereka mempercayai apa yang aku katakan dan membuat teori yang terinspirasi dari film yang mereka tonton."
"Hal ini terus terjadi bertahun-tahun, hingga aku hampir menyerah. Akan tetapi aku menemukanmu yang tidak takut kepadaku dan berhasil mendapatkan Quest Grade S.
"Dan sekarang kamu memiliki jawaban yang berbeda dari semuanya, memiliki jawaban yang benar-benar aku inginkan."
“...” Pada akhirnya, Nine mengerti semuanya.
Tidak lain dan tidak bukan, tujuan utama dari Alkemis Lenhart adalah mencari murid. Semua orang memiliki jalan pikiran yang dipercayai, dan inilah jalan yang dipilih Alkemis Lenhart dalam mencari generasi yang mewarisi khazanah keilmuannya.
Kebenaran dibalik semuanya telah dijelaskan, Alkemis Lenhart kemudian menghabiskan banyak waktu mengukur kemampuan Nine dalam bidang Alkimia, tidak lain tidak bukan untuk menyiapkan materi-materi yang akan diajarkan.
—
Setelah berakhirnya pertemuan mereka, Nine menuju ruangan tempat Alya berada, ketika pintu dibuka, sesuatu yang tidak seharusnya dilihat, Alya tertidur di atas sofa seraya memeluk sepotong kepala manusia dalam dekapannya.
"Aku mengira kamu akan sedikit terkejut, tapi ternyata aku salah, " ucap Alkemis Lenhart yang melihat semuanya.
"Aku benci dengan orang-orang seperti kalian, menjadikan anak kecil menjadi bahan eksperimen. Mereka masih kecil, tapi mereka harus mengalami kehidupan yang menyakitkan, seharusnya hidup mereka lebih baik." Nine menjawab.
"Apakah kalian ingin melahirkan monster yang akan menghancurkan dunia ini?" Nine bertanya, ada rasa kemarahan dalam benaknya.
“...” Alkemis Lenhart tidak mengatakan apa pun, dia hanya berdiri dan bersandar pada tembok yang ada di samping pintu.
"Kak gendong, Alya masih ngantuk, " ucap Alya meminta setelah Nine menyingkirkan sepotong kepala yang berada di pelukannya.
“...” Tanpa mengatakan apa pun, Nine kemudian duduk membelakangi Alya sehingga lebih mudah digendong. Setelahnya, Nine pergi meninggalkan Alkemis Lenhart seorang diri.
"Aku harap kamu bisa menang, ketika melakukan Prysal besoknya, " Alkemis Lenhart memberikan semangat ketika Nine sudah berada diambang pintu. Hanya berhenti sesaat, dan tanpa mengatakan apa pun, Nine kemudian pergi.
Setelah kepergian Nine, terlihat senyuman di bibir Alkemis Lenhart, "Nine, melihat sikapmu, sepertinya kamu adalah hasil eksperimen itu sendiri."
__ADS_1