
Sepanjang sejarahnya, setiap mereka yang mendapatkan hukuman level minus, tidak ada satupun yang selamat dari kematian, kecuali satu orang, Velia Larqyan Alvhas, Lord Abyss saat ini.
Tidak ada yang mengetahui siapa dia sebenarnya, sosok yang sangat misterius. Setahun yang lalu, saat pertama kali kehadirannya di Abyss, dia satu-satunya pelajar yang berani menantang Lord saat itu.
Namun dikarenakan statusnya sebagai pelajar baru dan belum lengkap syarat yang diperlukan, tantangannya tidak bisa diterima, akan tetapi, karena kesungguhannya tersebut, Lord memberikannya kesempatan, yaitu level akan dikurangi menjadi minus keabadian, jika sekiranya dia berhasil bertahan selama satu bulan, Lord akan menerima tantangannya.
Infinity War, pertarungan yang tidak ada batasnya terjadi saat itu, hampir semua pelajar berebut melakukan Prysal dengannya, namun tidak ada yang berhasil menang.
Waktu terus berganti, dan terus berubah, namun tetap saja, semua pertarungan dimenangkan oleh Velia, bahkan mereka yang tahun ketujuh, tidak begitu berarti.
Awalnya diburu, namun dengan seiringnya waktu berjalan, semuanya berubah, tidak ada satupun yang berani menantangnya, hingga pada akhirnya, beberapa Emperor yang menjadi pasukan terkuat turun tangan untuk melawan.
Pertarungan Velia dan Emperor tidak bisa terhindarkan, pertarungan dengan memainkan beberapa game kematian berjalan begitu sengit, tapi tetap saja, Velia seperti malaikat kematian.
Setelah 15 hari sejak level minus diberikan, tidak ada seorangpun yang berani menantang Velia, bahkan Emperor sekalipun, saat itulah pertarungan perebutan kekuasaan terjadi, antara Lord dan Velia.
Pada akhirnya, semuanya dimenangkan oleh Velia, dan menjadi Lord termuda sepanjang sejarah berdirinya Abyss.
Sekilas masa lalu telah berakhir, dan sekarang kembali ke cerita yang tertunda.
—
Di dalam Auditorium Alkimia Altera, Terlihat Alkemis Lenhart membuka Abyss Sistem miliknya. Proses pencarian dilakukan, dan data Nine ditemukan.
*~ Status ~*
Nama : Nine
Level : 9
Guild : Revitalize ★
Title : Eryl
*~.~*
"Level 9, level mu begitu rendah," ucap Alkemis Lenhart, namun terlihat Alkemis Lenhart sedikit berpikir tentang Title Eryl dan Guild tempat Nine tergabung.
Mendengar apa yang dikatakan Alkemis Lenhart tentang level Nine membuat para pelajar berbisik-bisik, padahal untuk bisa mengikuti kelas Alkemis Lenhart harus menyelesaikan banyak quest dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Mereka tidak bisa menerima akan hal ini.
"Apakah dia benar level 9?"
"Bagaimana mungkin dia bisa lolos."
"Dia hanya datang untuk tidur, dan ternyata levelnya begitu menyedihkan."
"Bagaimana mungkin seseorang mengajak level 9 ke kelas yang begitu penting ini."
"Dia pasti akan mati ketika jika mendapatkan level minus 100, tidak ada harapan untuknya. "
"Mereka kelompok yang menjijikkan, mereka lebih baik mati daripada menjadi benalu."
---
"Kenapa kalian begitu ribut? " ucap Alkemis Lenhart. Hanya mendengar hal tersebut, semuanya kembali terdiam.
__ADS_1
"Bukankah kalian mengetahui, level tidak bisa menjadi tolak ukur atas pengetahuan," Alkemis Lenhart memperingati. Tidak ada seorangpun yang berani berbicara, ataupun membela dirinya, semuanya hanya tertunduk, tanpa adanya suara.
"Jika kalian mengetahui guild tempatnya berada, dan title yang dimiliki, kalian tidak akan pernah berani meremehkannya," lanjut Alkemis Lenhart, sedangkan bagi mereka yang mendengar jadi bertanya-tanya tentang siapa Nine sebenarnya.
"Aku akan menurunkan levelmu sekarang, level minus sama artinya menjadi seorang buruan. Prysal, tidak akan bisa kamu hindari," ucap Alkemis Lenhart tertuju pada Nine.
"Namun bukan berarti peluangmu selamat tidak ada. Pemimpin ke 9 Emperor generasi sekarang adalah satu satunya orang yang selamat dari Minus Level."
"Dia adalah pemimpin dari semua pelajar yang ada di negeri ini, Abyss. Mungkin kamu bisa sepertinya." Alkemis Lenhart mengakhiri dan kemudian membuka Abyss Sistem miliknya, akses istimewa dalam memberikan hukuman.
*~ Reset Level ~*
Nama : Nine
Level : 9
Masukkan Jumlah Level yang baru.
Level yang diinputkan : -100
Apakah Anda yakin?
Ya/Tidak
*~.~*
Seya yang melihat hal yang demikian tidak bisa berkata apa-apa, karena salahnya Nine harus mendapatkan hukuman seperti ini, rasa bersalah terlihat jelas di wajahnya, sedangkan Qeela hanya terdiam.
Sebuah pemberitahuan muncul pada Abyss Sistem milik Alkemis Lenhart.
*~ Notifikasi ~*
Level Terkunci, Anda tidak bisa melakukan reset ulang.
Pelajar, dalam proses pengerjaan Quest Grade S
*~.~*
Mendapati notifikasi tersebut, Alkemis Lenhart tersenyum kecil, tapi tidak ada yang mengerti maksud dari senyuman tersebut. Dengan penuh rasa penasaran, para pelajar mulai memikirkan tentang apa yang terjadi, apakah prosesnya sudah berjalan, apakah levelnya sudah diturunkan? Tidak ada siapapun yang mengetahuinya.
Sesaat setelahnya, sebuah notifikasi muncul pada Abyss Sistem milik Nine,
*~ Notifikasi ~*
Keberuntungan Seorang Pemula
Pilar Alkimia mengangkat Anda menjadi Muridnya.
Apakah Anda bersedia?
Ya/Tidak
*~.~*
"Apa maksudnya? " Nine bertanya setelah melihat notifikasi tersebut.
__ADS_1
Alkemis Lenhart memberikan sebuah penjelasan, "Sebagai hukumannya, aku akan menjadikanmu sebagai Alkemis terbaik di dunia." Ucapan yang membuat siapapun mendengarnya akan iri.
Kemungkinan menjadi murid dari seorang Pilar memiliki peluang mendekati kata mustahil, tapi Nine mendapatkannya tanpa harus menjalani proses yang sulit, bahkan Pilar sendiri yang memintanya.
Tidak masuk akal. Begitulah yang dipikirkan para pelajar yang ada dalam ruangan tersebut. Bagaimana mungkin seseorang dengan Level rendah mendapatkan keistimewaan tersebut.
Seharusnya ini mustahil terjadi, ini adalah sesuatu yang tidak pernah dipikirkan siapapun, bahkan Seya dan Qeela sulit mempercayainya. Akan tetapi, tidak ada siapapun yang berani mempertanyakan keputusan tersebut, bahkan hingga pembelajaran usai, alasannya menjadi sebuah misteri.
---
"Selamat ya, aku kira levelmu benar-benar akan menjadi minus," ucap Seya memberikan selamat, walau pada dasarnya di dalam hati ada rasa iri.
"..." Tidak ingin membuat suasana tambah keruh, Nine hanya terdiam.
Di dalam diamnya, Nine berpikir tentang Title Eryl dan Quest Grade S yang telah didapatkan, pasti keduanya memiliki keterikatan sehingga membuat Alkemist Lenhart tertarik.
“Nine, kau benar - benar beruntung. Harusnya kamu juga tidur Seya,” Qeela sedikit mengajak bercanda.
“...” Seya hanya terdiam, namun Seya sangat mengetahui, Alkemis Lenhart tidak pernah bermain judi, ada alasan kenapa dia memilih Nine.
"Pembelajaran sudah selesai. Ayo kita cari makanan keluar. " Tiba - tiba Qeela mengajak.
“Di kantin adalah tempat terbaik,” lanjutnya.
"Baiklah," jawab Seya tersenyum.
---
Tepat di luar pintu auditorium, seseorang sudah menunggu, warna rambut merah dengan wajahnya yang terlihat ceria.
"Hai, apakah kalian sudah selesai," sapanya. Dia adalah Neta, Arhfa (Pelajar Senior) dari guild Guild Revitalize.
"Bagaimana pelajaran kalian, apakah menyenangkan?" Lanjutnya bertanya.
"Iya, sangat menyenangkan" Seya menjawab dengan senyuman, " Banyak hal yang terjadi, " lanjutnya.
"Syukurlah, kalau begitu pasti kalian sudah capek belajar-nyakan, bagaimana jika aku traktir kalian makan? " Neta tampak begitu ramah dengan wajah layaknya mentari yang hangat.
"Benarkah, wah mantap ni. Memang harus begini kan jadi senior," ucap Qeela, sedangkan Seya hanya mengangguk menyetujui.
"Kamu Nine, jangan hanya diam, ayo kita berangkat," ajak Neta seraya memberikan rangkulannya.
---
Kantin Altera memiliki bangunan khusus yang berdiri sendiri, luasnya hampir sejauh mata memandang, ditambah dengan dekorasi tempat duduk layaknya berada di restoran hotel berbintang. Bahkan untuk proses pembelajaran, setiap meja difasilitasi dengan rak buku yang berada di sampingnya. Para pelajar sangat menikmati berada di tempat ini, bercanda tawa satu sama lain, menikmati berbagai macam hidangan yang tersedia.
Setelah memilih tempat duduk, di atas meja sudah disediakan Ala Carte Menu Digital, semua menu makanan tersedia di sana. Cukup hanya memilih menu makanan pada Ala Carte Menu, seorang pelayan akan datang membawakannya.
"Aku akan pesan Spaetri, Sapytre sama jus Alpocat, " Qeela memesan
"Kalau aku, Preserved, Baguette sama jus Aberycat, " ucap Seya.
"Ini membuatku bingung, aku ingin Omela, Curenfeac, dan Alcetry sebagai minumannya," ucap Neta.
"Roti dan segelas susu. " Apa yang dipesan Nine sangat berbeda dengan yang lainnya. Seketika mereka bertiga hanya bisa heran.
__ADS_1
—