
Melihat Nine tertidur, Qiara memilih tetap berada di sampingnya, memperhatikan setiap detail dari wajah yang dirindukan. Berpikir tentang cara melukiskan senyuman dari wajah datar yang senantiasa ditunjukkan oleh Nine.
Setelah beberapa lama waktu berlalu, Qiara melihat Nine meneteskan air mata di sebelah kiri matanya, air mata kesedihan yang senantiasa tergambar pada ekspresinya. Dalam pikirnya, Qiara mengatakan, "Kamu pasti memimpikannya, maaf aku masih belum bisa menghilangkan luka itu."
Ketika Qiara mencoba untuk menghapus air mata tersebut, tangannya terhenti. Nine tiba - tiba terbangun dari tidurnya, "Apa yang kamu lakukan?" ucapnya bertanya, sedangkan Qiara yang sudah terlanjur mengarahkan tangannya seketika menariknya kembali.
Walau baru saja terbangun, Nine memiliki wajah tetap tenang dan terlihat segar, tidak sedikit pun menandakan dirinya telah tertidur, wajahnya terlihat mendamaikan layaknya hembusan angin yang tenang.
"Kamu menangis, aku hanya mencoba menghapus air matamu?" jawab Qiara dengan penuh perhatian.
“Kamu tidak perlu melakukannya,” Nine menjawab.
Qiara hanya terdiam, dan kemudian mengalihkan pembicaraan, "Kamu pasti lapar, selama kamu tidur aku sudah memesan beberapa makanan, udang, cumi, ikan, sayur dan beberapa daging sapi," ucap Qiara penuh perhatian seraya mempersiapkan semuanya.
"Aku tidak tau kesukaanmu apa, jadi aku memesan semua ini," lanjutnya.
"Padahal aku bukan adikmu, kamu tidak perlu merepotkan diri,” Nine menjawab.
Qiara tampak murung, "Entahlah, aku juga tidak mengerti. Aku hanya ingin melakukannya,” jawabnya.
Nine sedikit berpikir dan mulai bercerita, “Aku bermimpi.”
“Aku telah ditinggalkan seorang diri, semua teman – temanku telah pergi, ke tempat yang tidak bisa aku gapai.”
“Mungkin karena itulah aku menangis,” Nine mengakhiri ceritanya dengan singkat.
“Aku tau, aku mengetahui semuanya. Kamu tidak perlu bercerita,” Qiara hanya berbicara dalam diam, tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Hingga akhirnya, setelah mereka berdua menikmati makanan bersama dengan bintang, mereka pun berpisah.
---
Sesaat setelah Nine sampai di rumah, sebuah notifikasi muncul pada Abyss Sistem miliknya.
*\~ Notifikasi \~*
Sejak pertama kali berdirinya Abyss, perseteruan antar pelajar selalu terjadi dan tidak pernah redup. Mereka yang memiliki kekuatan akan berdiri di puncak dan mereka yang lemah akan binasa.
Bergabunglah pada salah satu Guild yang tersebar di Abyss, dan buktikanlah bahwa kamu pantas berdiri di puncak tertinggi.
*\~.\~*
Pada Ensiklopedia Abyss tertulis, Guild adalah sebuah serikat / kelompok / Geng / Perkumpulan Antar Pelajar. Setiap Guild memiliki nama masing-masing dan struktur layaknya organisasi resmi. Setiap Guild diberikan fasilitas-fasilitas untuk mendukung aktivitas mereka, semakin tinggi pion atau peringkat Guild, semakin besar hak istimewa yang akan didapatkan.
Perang antar Guild sudah menjadi sesuatu yang biasa, sebagai jalan membuktikan siapa yang terbaik, pertaruhan wilayah, pintu, dan bahkan perbudakan menjadi hal yang biasa, bahkan tidak sedikit dari para pelajar yang meregang nyawa karena perang guild.
Lebih dari 1000 Guild yang telah terdaftar, setiap guild memiliki batasan limit pada jumlah keanggotaannya, semakin tinggi level guild maka semakin banyak anggota yang bisa direkrut. Sejauh ini, terdapat 11 Guild besar yang berdiri di puncak, total besar persentase wilayah yang mereka miliki berjumlah 6% dari besar Abyss itu sendiri.
Ketika Nine membuka Abyss Sistem pada menu daftar guild, terlihat ribuan jumlah list guild yang sedang melakukan open rekrutmen. Peringkat dan level guild juga bisa dilihat, mulai dari peringkat tertinggi hingga peringkat terendah.
Setiap pelajar diberikan kebebasan memilih guild yang akan mereka masuki, tentunya setiap guild memiliki persyaratannya tersendiri dalam mencari anggota.
Tertulis pada Abyss Sistem
*\~ Menu Daftar Guild \~*
List Peringkat Guild
1. Ender X - Lvl 7 - Peringkat 109
2. Alenia - Lvl 4 - Peringkat 167
3. Eksor - Lvl 5 - Peringkat 132
__ADS_1
4. Esxkali - Lvl 5 - Peringkat 178
5. Norton - Lvl 2 - Peringkat 899
6. Binka - Lvl 7 - Peringkat 108
7. Restanol - Lvl 8 - Peringkat 99
8. Baeka - Lvl 1 - Peringkat 1092
9. Atea - Lvl 9 - Peringkat 21
.
.
.
1881. Etana - Lvl 6 - Peringkat 122
*\~ .\~*
Tatkala mencoba melihat salah satu informasi dari Guild yang ada, sebuah notifikasi baru terlihat
*\~ Guild Ender X \~*
Deskripsi
Kami terlahir jenius, pecundang silahkan menyingkir.
Syarat bergabung
> Minimal Lvl 20
> Memiliki kekuatan fisik yang kuat
> Berhati baik dan sopan
> Bisa kerja Team
Apakah Anda ingin mendaftar
Ya/Tidak
*\~.\~*
Nine tidak tertarik.
---
Setelah melakukan pencarian cukup lama, akhirnya Nine memutuskan masuk Guild Revitalize. Bukan guild biasa, terlihat simbol bintang hitam pada list daftarnya, menunjukkan bahwa Revitalize termasuk bagian dari Dark Guild.
*\~ Guild Revitalize ★ \~*
Deskripsi
Popularitas bukanlah segalanya, lakukan sesuatu yang menggemparkan dunia, namamu akan terukir dalam sejarah dengan tinta kehidupan.
Syarat bergabung
- Tidak ada
__ADS_1
Apakah Anda ingin mendaftar
Ya/Tidak
*\~.\~*
Nine memilih Iya, seketika notifikasi baru kembali muncul.
*\~ Notifikasi \~*
Pendaftaran telah diterima.
Waktu | 07.00 Pagi | 3 Hari lagi.
Tempat | Ever Lens\, daerah kekuasaan Revitalize
Aturan Berpakaian
Menggunakan pakaian kemeja berwarna putih dan pakaian bagian luar menggunakan cape berwarna hitam, ada pun maksimal panjang cape yang digunakan hingga ke lutut.
Catatan
Setelah melakukan konfirmasi, Revitalize akan mengirimkan topeng khusus sebagai tambahan.
*\~.\~*
---
Keesokan harinya.
Ever Lens, sebuah tempat dengan bangunan megah yang sangat besar mirip dengan abad pertengahan, memiliki halaman luas dipenuhi rerumputan hijau dan dikelilingi pepohonan. Ever Lens, markas Guild Revitalize berada.
Terlihat pada sudut bangunan, 3 orang menggunakan cape hitam dengan Emblem Bersimbolkan Ankh, cape khusus yang hanya dimiliki oleh anggota Revitalize.
Dua di antara mereka duduk di sebuah kursi dengan meja bundar di depannya, sedangkan salah satu di antara mereka hanya berdiri. Ada pun topeng yang mereka pakai adalah topeng khusus, topeng yang menampilkan ciri khasnya masing-masing.
Salah satu dari mereka\, seorang yang menggunakan topeng simbol angka biner 0|1\, dia mengatakan\, "Enma\, apakah menurutmu akan ada yang berhasil lulus?"
"Aku tidak peduli, " ucap Enma, perempuan yang menggunakan topeng dengan motif salju. Gadis itu hanya fokus dengan bukunya.
"Benarkah kamu tidak peduli? "
"Iya, aku tidak peduli," jawab Enma kembali.
"Tinggal 2 hari lagi akan dimulai\, aku mulai bosan menunggu. Enma\, apakah kamu tidak bosan? " ucap Xeon\, laki-laki yang menggunakan topeng bersimbolkan angka biner 0|1.
"Tidak, " ucap Enma datar dan terus melanjutkan bacaannya.
"Tidakkah kamu ingin mengatakan sesuatu?" tanya Xeon kepada Enma.
"... " Enma hanya diam tanpa memberi balasan.
Enma tidak terlalu peduli, membuat Xeon kehabisan kata, dia mulai menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan, " haruskah aku berbicara sendiri? " ucapnya mulai kesal.
"Hei Monk, aku ingin mendengar suaramu. Bisakah kamu mengatakan sesuatu?" lanjut Xeon kepada Monk yang berdiri di belakang Enma. Namun sebagaimana Enma, Monk juga terdiam tanpa mengatakan apa pun.
"Bersama kalian berdua aku bisa gila, apa tidak ada sepatah kata pun yang bisa kalian ucapkan?" ucap Xeon tampak kesal dan mulai memegang smartphone miliknya.
"Kenapa kamu tidak membaca buku? Itu lebih baik bagimu daripada harus mengatakan sesuatu yang tidak berguna, " Enma memberikan saran.
"Aku mau main game, membaca buku adalah hal yang membosankan," Xeon tidak peduli.
__ADS_1
---