Abyss

Abyss
#2


__ADS_3

Tidak lama setelahnya, semua kembali berkumpul untuk mendengarkan beberapa arahan dari mentor yang telah disiapkan, seorang laki-laki dewasa mengenakan pakaian serba hitam mengatakan.


"Sebelum kalian masuk, kalian akan melakukan registrasi terlebih dahulu sebagai seorang pelajar. Abyss Sistem akan membantu kalian dalam proses pembelajaran."


"Sekarang Aktifkanlah Abyss Sistem yang ada pada diri kalian."


---


Selama berada di dalam bus, setiap pelajar telah diberikan sebuah lensa mata yang dikembangkan oleh teknologi Abyss, sebuah Softlens yang memiliki fungsi untuk menyinkronisasikan antara penglihatan mata dengan Abyss Sistem.


Cara kerjanya sederhana, semua data yang ada pada smartphone akan dipindahkan pada Abyss Sistem yang memiliki bentuk seperti Gelang Hitam, dan setiap data tersebut akan bisa dilihat dengan bantuan soflens teknologi Abyss.


"Abyss Sistem Diaktifkan, cukup mengucapkan kata tersebut, Abyss Sistem kalian akan aktif secara otomatis,” ucap mentor tersebut memberikan arahan.


Setelah kalimat tersebut diucapkan, seketika sebuah layar yang berbentuk hologram ada pada pandangan setiap pelajar, atas semua yang terjadi, tidak sedikit dari mereka yang terpesona.


“Keren, ini terlihat begitu nyata.”


“Bukankah ini terlihat seperti komik-komik yang aku baca.”


“Kita seperti hidup di dalam dunia game.”


“Sungguh, aku sangat menyukai ini.”


Tidak lama setelahnya, penjelasan berikutnya pun terdengar, "Pastinya kalian sudah melihat sebuah hologram pada pandangan kalian, kalian harus tahu, hologram tersebut tidak bisa dilihat oleh yang lain, hanya kalianlah yang bisa melihatnya."


"Baiklah, sekarang ucapkan kata Status," lanjut perintahnya.


"Status," ucap seluruh para pelajar, seketika jendela status para siswa pun bermunculan.


Di antara mereka semua, di ujung barisan sana, seorang laki – laki memperhatikan jendela status miliknya.


*\~ Jendela Status \~*


Nama : Nine


Level : 0


Gold : 5 G


Titel : None


Umur : 16 Tahun


Jenis Kelamin : Laki-laki


Tinggi : 170


Berat : 63 Kg


*\~.\~*


Para pelajar lainnya terlihat begitu terpukau atas apa yang mereka lihat, namun laki – laki itu, Nine, dia benar – benar tidak peduli, wajahnya hanya terdiam tanpa adanya sebuah ekspresi.


"Kalian pastinya telah melihat data diri kalian. Selanjutnya, kalian hanya cukup mengatakan Bantuan, semua petunjuk mengoperasikan Abyss Sistem akan terlihat," ucap mentor mengakhiri penjelasannya.


“Selamat datang di kota Altera, kota awal untuk para pemula.”


---


Altera, keindahan yang tidak bisa terlukiskan, bangunan – bangunannya terlihat seperti kotak, sedangkan interior setiap bangunannya memiliki keindahan tersendiri yang terbuat dari marmer – marmer putih, jika ada sebuah negeri dongeng, maka Altera adalah sebuah kota yang pantas menyandang nama itu. Dari ribuan pelajar, hampir semua dari mereka terpesona dengan keindahan kota ini.


Melihat Nine yang berjalan sendiri, tiba – tiba Qiara menghampirinya dari belakang, "Hai, setelah ini kamu mau ke mana, apakah langsung istirahat ke rumah atau jalan-jalan menikmati keindahan kota ini?" ucapnya.


"…" Nine hanya terdiam menatap dengan pelan.


“Apakah kamu memang seorang pendiam? Sangat sulit berkomunikasi denganmu,” ucap Qiara bertanya - tanya.

__ADS_1


Qiara terus menerus berbicara agar bisa akrab, akan tetapi tetap saja Nine tidak terlalu memedulikannya dan memilih untuk pergi, namun walau demikian Qiara tidak menyerah, Qiara tetap mengikuti Nine secara diam – diam.


Tanpa menghiraukan apa yang dilakukan oleh Qiara, Nine membuka peta pada Abyss Sistem, peta yang berfungsi untuk mengetahui semua struktur dari kota Altera.


Kota Putih, Altera sangat luas dengan terdapatnya beberapa akademi di dalamnya, akademi adalah tempat untuk mempelajari segala sesuatu tentang ilmu pengetahuan.


Dari beberapa akademi yang ada, Nine tampak tertarik ketika melihat daftar Akademi Physis, akademi yang mempelajari tentang fisika. Tidak berselang lama, setelah proses registrasi, tiba – tiba sebuah kendaraan datang menghampiri tempat Nine berdiri.


Setelah menempuh perjalanan hampir 3 Km, akhirnya terlihat sebuah bangunan megah dengan logo atom di atas pintunya, bangunan yang bernama Akademi Physis.


Proses pembayaran atas kendaraan yang digunakan telah ter bayarkan dengan beberapa perunggu, akan tetapi ketika Nine ingin menginjakkan kakinya di dalam Akademi Physis, tiba – tiba sebuah notifikasi led merah muncul pada Abyss Sistem.


*\~ Notifikasi \~*


Anda tidak memiliki akses untuk memasuki Akademi Physis.


Silahkan pergi ke Aula Center Point, dan selesaikanlah setidaknya 41 Bab materi tentang fisika.


Jika Anda tetap memaksa untuk masuk, Gold yang dimiliki akan terus berkurang.


*\~.\~*


Salah satu aturan di negeri ini, tidak seharusnya pelajar menginjakkan kakinya di Akademi Physis sebelum menyelesaikan 41 Bab materi tentang fisika.


Jika melihat Informasi dari Abyss Sistem, Aula Center Point adalah pusat bangunan yang di dalamnya terkumpulkan seluruh soal dan materi – materi pembelajaran dalam mengambil Quest atau pun meningkatkan level. Sederhananya, Aula Center Point adalah tempat pelajar untuk bisa menaikkan level dan mendapatkan Gold.


"Keluarlah tidak perlu bersembunyi," tiba – tiba Nine membuka sebuah pembicaraan, saat itu juga Qiara keluar dari persembunyiannya.


"Apakah kamu menyadarinya?" ucapnya dengan senyuman tanpa adanya rasa bersalah.


Nine benar – benar tidak mengerti, kenapa Qiara terus mengikutinya. Banyak spekulasi yang terpikirkan.


Apakah Qiara adalah mata – mata yang ditugaskan untuk mengikutiku?


Jika memang benar Qiara hanya ingin berteman, bukankah sudah seharusnya dia menyerah jika dihiraukan, akan tetapi yang terjadi tidaklah demikian.


Mempertanyakannya adalah sebuah kebodohan.


Terus menghindarinya juga hal yang percuma, dia akan selalu mengikuti.


Apakah ada dari Abyss Sistem untuk menyelesaikan masalah ini?


"Abyss Sistem."


Setelah tampilan screen dari Abyss Sistem muncul. Nine kemudian melanjutkan ucapannya, "Apakah ada cara agar tidak dikuti oleh seseorang?"


Sebuah notifikasi dari sistem muncul.


*\~ Notifikasi \~*


"Apakah yang Anda maksud, ada seseorang yang mengganggu kenyamanan Anda? "


*\~.\~*


"Iya, aku tidak ingin hal itu terjadi," balas Nine atas notifikasi yang terlihat di depannya.


Gelang hitam yang dia kenakan tiba - tiba mengeluarkan cahaya led hijau kelap kelip, dan tidak lama kemudian sebuah notifikasi baru muncul.


*\~ Notifikasi \~*


Dalam Proses Scanning.


Sistem telah melakukan scanning pada detak nadi dan detak jantung Anda, tidak ada sesuatu yang mencurigakan, semuanya dalam keadaan normal.


Sistem tidak bisa mengkonfirmasi hal tersebut.


*\~.\~*

__ADS_1


Abyss Sistem sama sekali tidak bisa membantu. "Lakukan apa yang kamu inginkan, aku tidak memperdulikannya,” ucap Nine atas apa yang dilakukan oleh Qiara.


"Oke," jawab Qiara dengan santai yang balut dengan senyuman.


---


Beberapa waktu setelahnya, Nine memutuskan pergi ke Super Market, tidak banyak yang dibeli, kebutuhan alat mandi dan beberapa potong roti dalam jumlah banyak. Qiara yang melihat demikian pun bertanya – tanya, "Kenapa banyak sekali roti yang kamu beli, apakah kamu begitu menyukainya? "


"... " Nine tidak menghiraukannya, kehadiran Qiara dianggap sebatas fatamorgana.


"Hei, coba lihat ini. Bukankah ini daging yang masih segar."


" ... "


"Bagaimana kalau aku memasak beberapa sayur yang dicampur dengan daging, apakah kamu menyukainya? "


"... "


"Ataukah kamu tidak menyukainya? "


"... "


Setelah merasa cukup dengan belanjaannya, Nine kemudian pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran. Cukup melakukan scanning menggunakan Abyss Sistem, semuanya dengan mudah terselesaikan.


"Hei, apakah kamu yakin? Apakah hanya itu yang ingin kamu beli?" ucap Qiara seraya mengikuti Nine yang sudah keluar dari Super Market.


“…”


"Setelah ini, kamu mau ke mana? " Lanjutnya.


“…”


“Tidak peduli apa pun itu, bersamamu terasa menyenangkan. Aku pikir kamu sudah cukup lelah, jadi sampai bertemu besok,” ucap Qiara dengan senyuman yang begitu tulus.


“…,” Nine cukup terheran, namun walau demikian, tidak ada yang tau apa yang terpikir olehnya. Hingga pada akhirnya, mereka berdua pun berpisah.


---


Selama berada di Abyss, setiap pelajar diberikan rumah sebagai tempat tinggalnya, rumah dengan ukuran sedang, cukup melakukan scanning menggunakan Abyss Sistem, pintunya akan terbuka secara otomatis.


Ruangan di dalamnya tidak terlalu besar, cukup 4 ruangan yang terdiri dari dapur, kamar mandi, ruang tengah dan kamar tidur. Adapun fasilitas-fasilitas yang disediakan hanya alat masak, sebuah komputer, meja belajar, lemari tempat buku dan tempat pakaian, selebihnya bisa dibeli oleh pelajar.


Setelah Nine masuk ke tempat tinggalnya, tiba – tiba sebuah notifikasi terlihat.


*\~ Notifikasi \~*


Selamat Datang


Tempat tinggal bisa diupgrade jika pelajar memenuhi syarat tertentu atau pun dengan sejumlah Gold yang ditentukan.


*\~.\~*


Setelah semua yang terjadi, Nine menghabiskan waktunya dengan membaca Ensiklopedia Abyss dan menghabiskan waktunya di depan komputer.


---


Di suatu tempat yang mirip seperti rumah pelajar lainnya, terlihat sosok perempuan yang membuka kotak box hitam dengan simbol angka 6 padanya. Dia adalah Qiara, terlihat dalam kotak box tersebut sejumlah foto yang memperlihatkan Nine ketika masih kecil hingga besar seperti saat ini, semua foto tersebut tersimpan dengan rapi. Foto yang memperlihatkan Nine tatkala menjadi bahan eksperimen.


Seraya melihat foto-foto tersebut, Qiara mengatakan, "Mungkin kamu melihatku sebagai perempuan aneh yang terus-terusan mengejarmu dan membuatmu tidak merasa nyaman."


"Tapi mau bagaimanapun, Aku sangat merindukanmu."


"Akhirnya semua waktuku tidak sia-sia, aku bahagia bisa menemukanmu. Walaupun kamu tidak mengenalku, tidaklah mengapa."


"Kamu adalah alasan, kenapa aku memilih hidup hingga saat ini."


---

__ADS_1



__ADS_2