
Ever Lens berada di tempat yang jauh dari keramaian, tempat yang berdiri sendiri di tengah hamparan tanah yang kosong, dikelilingi hutan nan rimbun, dan gunung – gunung tinggi di sekitarnya. Ever Lens, tempat yang sejuk dan nyaman bagi mereka yang menyukai ketenangan.
Ribuan pelajar mulai berdatangan ke Ever Lens, bersiap mengikuti ujian penerimaan anggota, semua itu terlihat jelas dengan cape hitam dan topeng yang mereka kenakan. Tidak semua mereka menggunakan topeng, sebagian dari mereka lebih memilih memegang atau pun menyimpannya di dalam tas yang mereka bawa. Seraya menunggu ujian dimulai, beberapa di antara mereka saling berkenalan dan mengobrol santai.
"Kenapa kamu ingin masuk Guild Revitalize?"
"Ha ha ha, jangan membuatku tertawa. Siapa yang tidak ingin bergabung dan menjadi bagian dari Dark Guild. Apalagi tidak ada syarat. Semua orang juga pasti berpikiran hal yang sama."
"Apakah kamu yakin bisa lolos?"
"Tentu saja. Dark Guild, adalah salah satu kekuatan terbesar di negeri ini. Mereka melakukan open rekrutmen saja sudah menjadi keajaiban.”
"Tidak semudah itu, apakah kamu tidak melihat ribuan pelajar yang berada di sini, jalan ini tidak akan mudah.”
"Jangan samakan aku dengan mereka, aku berada di level yang berbeda"
"Sepertinya, sudah akan dimulai."
---
Akhirnya waktu yang ditunggu telah tiba, 3211 pelajar berkumpul seraya membentuk barisan yang rapi di hamparan tanah hijau, mereka sudah siap mengikuti ujian seleksi.
Di atas panggung, terlihat 3 orang mengenakan topeng, sesaat setelahnya, salah satu di antara mereka melangkah ke depan, kemudian mengatakan, "Lihatlah gelang hitam yang kalian miliki, bagi mereka yang mendapatkan notifikasi cahaya merah, itu artinya mereka gagal." Dia adalah Enma, perempuan yang mengenakan topeng bermotif salju.
"Sedangkan bagi mereka yang gelangnya mendapatkan notifikasi warna hijau, itu tandanya kalian lulus dan beranjak ke ujian berikutnya."
"Alasan kegagalan, lantaran memperlihatkan wajah kalian kepada peserta lainnya,” Enma mengakhiri.
Dari jumlah 3211 yang mengikuti seleksi, saat itu juga, 2441 pelajar mendapatkan notifikasi cahaya warna merah. Rasa percaya diri yang mereka bicarakan, hilang tak berbekas, belum sempat menunjukkan apa pun, mereka sudah didiskualifikasi.
Seketika suasana menjadi gaduh tidak karuan, beberapa pelajar mereka mempertanyakan ketidakadilan sistem yang digunakan.
“Apa maksud semuanya?”
“Ini tidak adil, tidak ada pemberitahuan sebelumnya.”
“Bukankah ini sama saja menghancurkan bibit unggul.”
“Harusnya ada pengecualian.”
Komentar – komentar para siswa mulai tidak terkendali, tidak lain penyebabnya karena jumlah mereka yang terlampau banyak dan tidak ada pengurus yang mengontrol mereka, kecuali hanya 3 Arhfa yang mengenakan topeng di atas panggung. Arhfa adalah sebutan bagi mereka Pelajar Senior.
"Kenapa kalian begitu ribut sekali, bukankah sudah seharusnya kalian pulang?" ucap Enma kembali memperingati.
Tidak ada peringatan yang memberitahukan untuk menyembunyikan identitas, kenyataan ini terasa pahit bagi mereka. Jika sekiranya mereka lebih berpikir tentang topeng yang diberikan oleh Revitalize Guild, tapi semuanya sudah terlambat.
Dalam pengharapan, salah satu di antara mereka dengan gagah maju ke depan seraya mengenakan topeng, laki-laki itu maju sendirian, kemudian berteriak dengan lantang, "Apakah akan berakhir seperti ini, tidak ada peringatan. Kalian hanya memberikan kami topeng tapi tidak pernah menyuruh kami menggunakannya."
"Aku hanya pernah melepas topengku di tempat sepi, itu pun hanya sekali. Kenapa harus ikut didiskualifikasi?" lanjutnya.
Mendengar hal tersebut, Enma memberikan jawaban, "Apakah yang aku katakan belum jelas, bagi kalian yang mendapatkan notifikasi cahaya merah ... "
Namun belum sempat Enma menyelesaikan ucapannya, laki-laki tersebut memotong, "Kami tau, kami dengar semuanya. Tapi setidaknya, ujilah kemampuan kami terlebih dahulu, berilah kami kesempatan."
Para pelajar yang mendengar hal tersebut mulai bersorak untuk memberikan dukungannya.
Dengan sangat serentak mereka mengatakan, "Ulangi, Ulangi, Ulangi." Mereka berharap adanya kesempatan kedua.
Di sisi lain, sebagian dari mereka terlihat ketakutan dan wajah yang tampak pucat, namun suara mereka tidak bisa sampai, "Berhentilah dan bersegeralah minta maaf, tidak sadar kah kalian tentang aturan yang tertulis di dalam Ensiklopedia Abyss.”
Xeon yang berada di belakang Enma mengatakan dengan suara lirih, "Ini akan menjadi mimpi buruk, kalian telah membangunkan iblis dari tidurnya.”
“Aku ingin pergi dari sini,” Xeon tampak berkeringat dari balik topeng yang dikenakannya.
Suara telah menghilang
Suasana awalnya gaduh tidak terkendali, seketika menjadi sunyi. Di hadapan ribuan pelajar, Enma memenggal kepala seorang Provokator dengan sebilah katana di pinggangnya. Pergerakannya terlalu cepat, semuanya terjadi begitu saja.
Teriakan histeris dan tatapan ketakutan tergambar jelas di wajah – wajah mereka. Namun semuanya tidak berhenti begitu saja, tanpa disadari, beberapa pelayan menggunakan jas hitam tiba-tiba datang membawa senjata dengan beberapa tipe, mereka semua membuat barisan melingkar layaknya bulan sabit.
Hanya dengan isyarat tangannya, semua pelayan yang dipimpin oleh Enma menembakkan senjatanya, membunuh dan terus membunuh mereka yang telah membuat kekacauan.
Teriakan histeris, tangisan, semuanya menjadi satu. Pemandangan ini terlihat seperti pembantaian, tidak ada yang bisa menghentikan serangan tersebut. Semuanya hanya berpikir, bagaimana cara menyelamatkan diri.
Mereka yang terluka mencoba untuk berlari, terkadang tidak sedikit dari mereka yang di injak-injak, mereka yang mencoba melawan seketika langsung dibunuh. Tidak ada harapan, semuanya dalam keputusasaan layaknya berada di jurang penderitaan.
Proses seleksi telah berubah menjadi pembantaian, hanya karena membuat kegaduhan, semuanya dibantai tanpa ampun dan semuanya terjadi secara tiba – tiba.
Tidak ada hukum yang melarang, setiap guild memiliki otoritas tertinggi di daerah kekuasaannya, selama tidak melanggar aturan mutlak yang dibuat oleh Abyss, membunuh ataupun melakukan pembantaian bukanlah masalah.
Setelah ratusan nyawa menghilang, Enma memberikan isyarat agar semua tembakan dihentikan. Dari 3221 pelajar yang mengikuti seleksi, hanya 62 yang masih tetap berdiri dan bertahan, sedangkan ribuan pelajar dibiarkan melarikan diri.
Melihat 62 pelajar yang tersisa, Enma berbicara kepada mereka, "Jika kalian masih menginginkan menjadi anggota dari Guild Revitalize, kalian bisa beristirahat di sini, ujian berikutnya akan diinformasikan setelahnya."
Setelah mengucapkan hal tersebut, Enma kemudian pergi meninggalkan mereka seraya diikuti Monk di belakangnya, sedangkan Xeon sudah lama pergi.
__ADS_1
---
Setelah terjadinya proses pembantaian dan pembersihan mayat. 62 pelajar yang bertahan diarahkan berkumpul di bawah naungan pohon yang besar, sedangkan Xeon dari Anggota Revitalize telah menunggu.
"Bagaimana kabar kalian setelah apa yang terjadi? " ucap Xeon membuka pembicaraan. Tidak ada yang berani menjawab, beberapa pelajar tangannya masih gemetar dan wajah mereka tampak terlihat pucat.
Cukup lama tidak ada jawaban, "sepertinya kalian tidak baik-baik saja, tenanglah, ini sudah selesai," Xeon mencoba menenangkan, akan tetapi tetap saja, rasa takut akan kematian tidak akan bisa hilang semudah itu.
"Apakah kalian tau alasan kenapa kalian masih hidup? " Xeon bertanya.
Salah seorang mengangkat tangannya, "Tertulis di dalam Ensiklopedia Abyss, Guild memiliki kekuasaan mutlak di daerah kekuasaannya, kemudian aturan yang lain mengatakan, Abyss menjunjung keadilan."
"Dari sini aku membuat sebuah kesimpulan, Guild memiliki kekuasaan mutlak seperti membunuh, tapi itu berlaku bagi mereka yang membuat kesalahan," lanjutnya.
Xeon, laki-laki yang mengenakan topeng dengan simbol angka biner tersebut membenarkan, "Abyss memperbolehkan pembunuhan, kami memanfaatkan hal itu untuk mencari anggota dengan mental psikologis yang kuat."
"Tujuan dari ujian seleksi ini adalah, melihat psikologis kalian ketika berhadapan dengan kematian, dan inilah hasilnya, dari 3211 peserta, hanya 62 yang tersisa."
“Jadi, apakah semuanya sudah direncanakan?” Salah seorang bertanya.
“Iya semua sudah direncanakan, tapi itu semua adalah pilihan kalian. Kami hanya memercikkan api, tapi kalianlah yang memutuskan semuanya.” Xeon menjawab.
Pada dasarnya, mereka yang membuat keributan pertama adalah mereka yang sudah disetting Revitalize, akan tetapi karena kebodohan, banyak pelajar yang mengikuti hingga berakhir dengan kematian.
"Aku ucapkan selamat bagi kalian yang berhasil lulus pada ujian seleksi tahap pertama, kalian boleh memilih menyerah sampai sini atau melanjutkan keesokan harinya," Xeon menjelaskan.
"Para pelayan akan memperlakukan kalian dengan baik, Aku ucapkan selamat beristirahat dan sampai bertemu besok paginya."
Setelah mengucapkan kata perpisahan, Xeon pun bangkit dan pergi begitu saja.
Sedangkan 62 pelajar yang berhasil lulus mulai berbicara satu sama lainnya tentang seperti apa ujian ke dua.
"Apakah akan ada jaminan besoknya kita akan selamat?"
"Bisa saja setelah ujian ini, kita akan menghadapi ujian yang lebih mengerikan."
"Teman di dekatku ditembak begitu saja, apakah kalian tidak berpikir, ini bukan tempat normal lagi."
"Aku ingin pulang, aku tidak bisa bertahan lagi. Aku memilih jalur yang aman walau berada di peringkat terendah. "
“Inilah sisi gelap Abyss. Nyawa tidak ada harganya di tempat ini.”
Hampir semuanya berbicara pesimis, mereka sangat ketakutan, bahkan sampai saat ini, beberapa dari mereka wajah mereka masih pucat dan tubuh mereka masih gemetaran.
Setelah mengatakan hal demikian, dia pun kemudian pergi. Dari bahasa tubuhnya, tidak tampak padanya rasa ketakutan sedikit pun.
---
Ujian Psikologis telah selesai diadakan, 3211 pelajar yang mengikuti ujian, hanya 62 pelajar berhasil lulus, ratusan meninggal dan ribuan lainnya melarikan diri.
Setelah ujian selesai, para pelayan khas dengan pakaian hitam corak putih, datang membersihkan kekacauan-kekacauan yang telah terjadi, membersihkan darah yang menggenang, mayat para pelajar dan beberapa kerusakan-kerusakan lainnya.
Selain membersihkan kekacauan yang telah terjadi, mereka juga melakukan pertolongan kepada mereka yang mengalami luka ringan, sedangkan bagi mereka yang mendapatkan luka berat dibawa pergi ke ruangan khusus.
Selama proses ujian berlangsung, para peserta yang melarikan diri akan langsung didiskualifikasi, termasuk mereka yang mendapatkan luka. Mereka yang mendapatkan notifikasi cahaya hijau, mereka tidak mengalami luka sama sekali, kecuali luka secara psikologis karena mengalami situasi antara hidup dan mati.
62 pelajar berhasil lulus, beberapa dari mereka menyerah dan di antara mereka tetap lanjut untuk mengikuti ujian berikutnya, Nine berhasil lulus dan memilih lanjut ke tahap berikutnya, tidak ada ketakutan apa pun yang dirasakannya.
"Di bawah naungan pohon memang menyejukkan, tapi bisakah kalian mengantarkan kami agar bisa beristirahat? " ucap Nine kepada salah seorang pelayan.
"Baiklah, Anda bisa mengikuti saya. Pelajar lainnya akan ditemani pelayan yang lain," jawabnya.
Ever Lens sangat luas, memiliki arsitektur mirip dengan bangunan pada abad pertengahan. Di antara bangunan-bangunan, ada sebuah bangunan yang lebih besar dari lainnya, bangunan utama dan simbol dari Ever Lens.
Setelah berjalan beberapa waktu, akhirnya mereka sampai pada bangunan yang terlihat seperti vila. Pelayan tersebut pun mengatakan, "Anda bisa beristirahat di tempat ini, jika ada sesuatu yang dibutuhkan, Anda bisa menanyakan pada saya atau pelayan yang lainnya.”
“Selama berada di Ever Lens, akses pelayan telah ditambahkan pada fitur Abyss Sistem milik Anda." Pelayan tersebut mengakhiri.
"Kalau begitu apakah kamu bisa menunjukkan aku perpustakaan yang ada di sini?" Nine bertanya.
"Saya bisa mengantarkan Anda, tapi bukankah Anda harus beristirahat?"
"Aku ingin beristirahat bersama buku."
---
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya mereka sampai di sebuah bangunan yang memiliki pintu sangat besar, “Selain perpustakaan di bangunan utama, ini adalah perpustakaan yang khusus diperuntukkan bagi tamu.” Pelayan menjelaskan.
"Kalau begitu aku akan masuk, kamu boleh pergi," Nine memberikan perintah.
Perpustakaan dengan gaya interior abad pertengahan, buku-buku tersusun pada tempatnya hingga menjulang tinggi ke langit-langit bangunan. Perpustakaan besar dengan ratusan ribu koleksi buku, akan tetapi tidak ada seorang pun terlihat.
Perpustakaan terlihat sepi, sepanjang lorong pada rak-rak tidak ada siapa pun, tidak lain dan tidak bukan lantaran tidak adanya pengunjung. Dalam kedamaian, Nine menghabiskan waktunya bersama buku.
---
__ADS_1
Di tempat berbeda, tempat kelam akan bayangan. Terlihat beberapa hologram berbentuk manusia yang mengenakan topeng cahaya led, mereka berbaris secara rapi berjarak 1 meter membentuk lingkaran, terhitung jumlah mereka 16 orang, termasuk Enma, Xeon dan Monk.
Topeng Led hijau
"Apakah kita berkumpul lagi, ini sangat membosankan. Aku terlalu sibuk dengan penelitianku."
Topeng Led Nila
"Ahhhh, benar-benar malas. Ini sudah waktunya aku tidur."
Topeng Led Ungu
"Seharusnya kalian lebih semangat, karena sudah cukup lama kita tidak bertemu."
Topeng Led Jingga
"Aku mengikuti pertemuan ini karena ingin melihat ketua"
Enma
"Tidak bisakah langsung pada intinya saja, "
Topeng Led Jingga
"Kau terlalu serius Enma, kau bisa saja cepat tua"
Topeng Led Merah
"Diamlah, Ketua sudah datang." Tiba - tiba sebuah hologram baru mengenakan topeng led berwarna putih, sosok Pemimpin Revitalize Guild.
Ketua Guild
"Waktunya sudah dekat, Aku harap persiapan akan tepat pada waktunya"
Topeng Led Jingga
"Aku sebentar lagi akan menyelesaikannya."
Topeng Led Merah
"Hanya menunggu waktu, semuanya akan terjadi."
Topeng Led Biru
"Aku sudah tidak bisa bersabar lagi."
Topeng Led Toska
"Berdiri di puncak kekuasaan."
Ketua Guild
"Tapi tetap saja ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. 1 kesalahan bisa saja menghancurkan semua rencana yang telah lama dibangun, sebagaimana hancurnya domino karena 1 langkah awal. Abyss adalah simulasi terbaik buat kita."
Topeng Led Jingga
"Akhirnya tiba juga, sejak dulu aku benar-benar ingin menghancurkan mereka."
Topeng Led Ungu
"Diperang guild kali ini, kita akan ikut bergabung"
Ketua Guild
"Enma, apakah kamu menyukainya?"
Enma
"Kebanyakan dari mereka hanyalah para sampah. Tidak menarik."
Ketua Guild
"Walau sampah, aku harap itu bisa menghibur kebosananmu."
Enma
"…”
Ketua Guild
"Baiklah, pertemuan ini kita akhiri. Hingga tiba saatnya nanti, Aku harap kalian semuanya baik-baik saja."
---
__ADS_1