Abyss

Abyss
#3


__ADS_3

Pada dasarnya manusia memiliki sifat keserakahan dalam dirinya, jika mereka diberikan satu lembah emas maka mereka menginginkan lembah emas berikutnya, dan pada akhirnya keserakahan manusia tidak akan ada habisnya sampai kematian datang menjemput.


Abyss memanfaatkan sifat dasar keserakahan manusia sebagai jalan untuk melahirkan generasi-generasi dengan kecerdasan jauh di atas rata-rata, dan karena inilah Abyss disebut-sebut sebagai Negeri Para Genius.


Aula Center Point adalah tempat pusat soal dari semua materi yang ada, tempat para pelajar untuk meningkatkan level dan mendapatkan Gold. Proses pengambilan soal inilah yang dinamakan dengan Quest.


Jika pelajar berhasil menyelesaikan Quest maka mereka akan mendapatkan peningkatan level dan Gold sebagai mata uang untuk bertahan hidup, sedangkan jika terjadi kegagalan dalam penyelesaian Quest, pelajar akan mendapatkan konsekuensi tertentu.


Melihat akan hal ini, para pelajar berlomba-lomba menyelesaikan Quest setiap harinya, dari semua total kota yang ada di negara ini, tidak kurang dari 50 ribu pelajar berada di Aula Center Point.


Aula Center Point adalah bangunan yang sangat luas yang terdiri dari 3 lantai dan memiliki fasilitas-fasilitas lengkap yang dibutuhkan oleh pelajar. Tidak ada perbedaan tentang tingkat kesulitan soal pada setiap lantainya, lantai 2 dan 3 dibangun untuk mereka yang ingin menginap dan fokus untuk menyelesaikan Quest dalam jumlah yang cukup banyak.


Bangunan Aula Center Point jika dilihat dari luar mirip seperti kotak persegi yang memiliki gembok, namun walau demikian, bangunan ini terlihat megah dan mewah.


Lantai satu Aula Center Point terlihat seperti tanah lapang dan beberapa bagian penuh dengan meja persegi panjang, fasilitas yang membantu pelajar dalam proses mengerjakan Quest.


Aula Center Point memiliki fasilitas selayaknya berada di kantin, tapi memiliki batasan hanya menyiapkan makanan ringan, sehingga pelajar yang lain tidak terganggu. Kecuali bagi mereka yang berada di lantai 2 dan 3.


Waktu menunjukkan pukul 07.00 pagi, terlihat para pelajar sedang berkumpul menyelesaikan atau pun untuk memilih Quest yang tersedia di videotron, ada 4 videotron raksasa yang berada di pilar tengah Aula Center Point dan beberapa videotron dalam jumlah kecil, hal ini memudahkan para pelajar untuk melihat quest - quest yang tersedia atau pun ketika ada pengumuman dan event - event besar.


“Tit, tit, tit.” Tiba-tiba terdengar suara dari sistem yang ada di Aula Center Point.


Suara ini adalah pertanda akan dimulainya pertunjukan sebagai sambutan bagi para pelajar tahun pertama yang telah berhasil datang ke negara ini.


Mereka para pelajar tahun ke-2 atau yang lebih tinggi darinya, hari ini tidak diberikan akses untuk memasuki Aula Center Point yang berada di Kota Altera. Event hari ini khusus hanya untuk para pelajar angkatan pertama yang kemarin telah menginjakkan kakinya di Abyss.


Setelah terdengarnya suara dari sistem, tiba – tiba semua videotron dan lampu-lampu di Aula Center Point menjadi mati, kegelapan yang sangat kelam membuat kebingungan di antara mereka yang menyaksikannya.


Secara bertahap-tahap kegelapan memperlihatkan cahaya baru, sebuah permulaan dari tampilan yang sangat indah mulai terlihat pada semua videotron, lampu-lampu yang mulai hidup dengan gemerlapannya menambah suasana semakin memukau.


Tidak ada yang melihat semua itu, kecuali mereka akan terkagum-kagum karena keindahannya, semuanya terhipnotis, seolah-olah ini adalah keindahan yang tidak akan pernah bisa dibanding dengan keindahan lampu-lampu yang ada di belahan dunia mana pun.


Tiba-tiba semua lampu menjadi mati kembali dan tidak ada pemandangan apa pun terlihat kecuali kegelapan yang sangat pekat.


Tidak lama kemudian, terlihat sedikit demi sedikit seberkas cahaya mulai muncul di atas langit-langit bangunan. Sebuah hologram dengan teknologi super canggih menampilkan cahaya berwarna putih kemerahan dan mulai berubah menjadi seekor Burung Phoenix.


Semua pandangan rasa kekaguman para pelajar mengarah ke seberkas cahaya tersebut. Cahaya phoenix yang terbang mengitari seluruh ruangan yang disertai dengan munculnya cahaya – cahaya baru, cahaya tersebut memenuhi seluruh ruangan di dalam Aula Center Point.


Para pelajar tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya bisa diam dan mengekspresikan wajah kekaguman dan kebahagiaan, seolah-olah ini adalah pemandangan terindah yang baru pertama kali mereka lihat.


Cahaya berbentuk Burung Phoenix tersebut kemudian bergabung dengan cahaya-cahaya lain di sekitarnya, secara perlahan mulai berevolusi menampilkan bentuk baru, pelan tapi pasti, wujudnya mulai terlihat, wujudnya mirip dengan manusia yang mengenakan sebuah cape dengan simbol Abyss.

__ADS_1


“Jdaar.” Suara layaknya kembang api yang berkobar – kobar.


Burung Phoenix tersebut kini sepenuhnya sudah berubah ke bentuk yang baru, bentuk seperti perempuan bersayap yang sangat cantik layaknya animasi dalam dunia 3D, sedangkan di belakangnya tertulis sebuah ucapan dari cahaya, "Selamat Datang Wahai Para Generasi Genius."


"Wah, cantiknya, apakah dia nyata?"


"Siapa yang bisa membuatnya seperti ini, keren banget."


"Hal terkeren yang pernah aku lihat."


"Quest baru ya, jadi tertarik."


"Kecantikan yang terlihat nyata, bagaimana bisa seseorang membuatnya."


Di tengah kekaguman para pelajar yang melihat hal yang demikian, perempuan 3D yang berbentuk hologram itu memperkenalkan dirinya.


"Hai para pelajar baru. Kenalkan, Aku adalah Sayu, sebuah artificial inteligence (kecerdasan buatan) yang akan memberikan sebuah Quest sebagai Event atas kedatangan kalian."


Sayu kemudian menerangkan Quest seperti apa yang akan diberikan, "Jika kalian masih ingat kejadian 3 bulan yang lalu, kejadian itu berhasil menggemparkan dunia dengan terbunuhnya salah satu Dewan Tertinggi Dunia secara sadis dan disiarkan kepada dunia."


"Tugas kalian adalah membuat cerita, alasan kenapa manusia yang mengatas namakan dirinya Number melakukan hal yang demikian. Kalian bisa membuat cerita dari bukti – bukti yang disiarkan oleh media atau yang terpikirkan oleh kalian."


"Adapun bukti – bukti yang bisa kalian gunakan sebagai referensi pembuatan cerita adalah sebagai berikut."


***


2. Dewan adalah orang yang memiliki kejahatan\, ini dari argumen Number yang melakukannya.


3. Aparat keamanan berhasil membebaskan anak-anak yang berada di tempat itu.


Tingkat kesulitan: -


Hadiah: Akan mendapatkan 5 Gold


Hukuman: Tidak ada.


Batas waktu hingga pukul 16.00 sore.


***


"Semua informasi bisa diakses pada Abyss Sistem, selamat berproses."

__ADS_1


Setelah ucapan terakhirnya, Sayu-pun menghilang, dan cahaya pada Aula Center Point kembali normal seperti biasanya.


Para pelajar yang mendapatkan Quest tersebut bahagia kegirangan, karena menurut mereka ini adalah Quest yang sangat mudah dan terlalu sering dibicarakan di media – media sehingga mudah untuk menyusun konsepnya.


Namun di sisi lain ada juga beberapa pelajar yang terdiam dan memikirkan apakah tugas ini benar-benar mudah, apakah Quest ini benar-benar sesederhana yang dipikirkan oleh yang lainnya.


---


Saya Menerima Quest


Saya Menerima Quest


Saya Menerima Quest


Saya Menerima Quest


Saya Menerima Quest


Tidak sedikit dari para pelajar sudah mengambil Quest dan semakin bertambah dengan seiringnya waktu.


Adapun cara pengiriman jawabannya yaitu, dengan menghubungkan Abyss Sistem pada meja di Aula Center Point dan melakukan penulisan secara virtual tanpa adanya kertas, cukup dengan bolpoin khusus yang sudah disiapkan pada meja tersebut.


15 menit waktu berjalan, dan tidak sedikit pelajar yang sudah selesai dan mengirim jawabannya. Namun sayangnya, baru saja mereka melakukannya, sebuah notifikasi muncul pada mereka.


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal – Tidak ada konsekuensi."


Hanya dalam waktu 15 menit, lebih dari 1000 pelajar gagal dalam menjawabnya.

__ADS_1



__ADS_2