Abyss

Abyss
#13


__ADS_3

Keesokan harinya.


62 pelajar telah berhasil lulus, akan tetapi hanya 41 pelajar yang tersisa dan bersiap untuk mengikuti ujian tahap kedua. Tidak seperti sebelumnya, ujian tahap kedua berlangsung di dalam ruangan.


Tidak lama kemudian, Xeon dengan topeng simbol angka biner masuk ke dalam ruangan, seketika beberapa pelajar langsung duduk pada meja – meja yang telah disediakan.


"Hei, Apa kabar. Apakah kalian beristirahat dengan nyaman? " Xeon memberikan salam.


“Iya baik,” Hanya beberapa saja yang menjawab.


Setelahnya, Xeon mulai menjelaskan tentang sistem ujiannya, "Ujian saat ini adalah ujian biasa, hanya menjawab beberapa soal yang sudah disiapkan.”


Mendengar demikian, ketegangan para pelajar mulai berkurang. Tidak lain dan tidak bukan lantaran mereka masih memikirkan ujian kematian sebagaimana yang terjadi kemarin.


"Aturan dari ujian sangat sederhana, setiap soal memiliki nilai 1 poin. Kalian yang berhasil mengumpulkan 100 poin, kalian akan dianggap lulus," lanjut Xeon memberikan penjelasan.


"Soal akan dikirim pada Abyss Sistem milik kalian, kemudian tata cara menjawab, kalian bisa melakukan sinkronisasi pada meja selayaknya di Aula Center Point, kalian bisa menulis jawabannya di meja dan langsung mengirimkannya."


"Poin bisa dilihat secara real time, tapi ingat, ketika kalian salah dalam menjawab, maka poin kalian akan berkurang sebanyak 2 poin. Jadi bijaklah dalam memilih soal."


"Batas waktu 12 jam dari sekarang dan selamat Mengerjakan." Xeon mengakhiri.


---


Dalam ujian, terdapat 1000 soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Setidaknya satu soal memiliki jawaban sebanyak 1 hingga 2 halaman.  Fisika, Kimia, Matematika, Astronomi, Biologi, Sejarah, dan Logika. Hanya 100 soal menggunakan Bahasa Abyss, sedangkan 900 soal yang tersisa menggunakan 9 bahasa berbeda dari berbagai negara di belahan dunia.


Mereka yang mengerti sembilan bahasa tersebut pastinya lebih terbantu, sedangkan mereka yang tidak mengerti, pastinya setiap soal akan menjadi mimpi buruk.


Terlihat Para Pelajar sudah mulai memilih soal yang akan diselesaikan.


Soal Math


1. Sebuah klub bulu tangkis mempunyai 35 anggota terdiri dari 15 anak laki-laki dan 20 anak perempuan. Klub akan membentuk 10 pasangan ganda campuran. Banyaknya cara yang mungkin untuk membentuk 10 pasangan ganda campuran adalah...


2. Sebuah toko menjual empat jenis kembang gula rasa: mangga\, jeruk\, durian\, dan kopi. Untuk keperluan sampel akan dipilih paling banyak 3 rasa mangga\, paling banyak 3 rasa jeruk\, paling banyak 2 rasa durian\, dan paling banyak 2 rasa kopi. Banyaknya cara untuk memilih sampel berukuran 5 adalah....


3. Sebuah tes terdiri atas 10 soal. Setiap soal diberi nilai bulat dan paling sedikit diberi nilai 5. Bila soal pertama hanya boleh diberi nilai 10 atau 15 dan total nilai tes adalah 100\, banyaknya cara memberi nilai pada tes tersebut adalah....


Alkimia


1. Ion klorida dalam suatu sampel ditentukan kadarnya secara tidak langsung menggunakan teknik AAS. Pada langkah awal klorida diendapkan sebagai perak klorida dengan menambahkan larutan perak nitrat berlebih. Endapan disaring\, sementara konsentrasi ion perak berlebih ditentukan dengan metode AAS. Ke dalam 10 mL larutan sampel klorida dan 10 mL larutan klorida standar 100 ppm masing-masing ditambahkan 25 mL larutan perak nitrat dalam labu ekstraksi. Setelah proses ekuilibrasi\, endapan dipisahkan dari filtratnya. Setiap filtrate sampel dan standar kemudian diaspirasikan untuk pengukuran serapan ion perak. Filtrat blanko dibuat sama seperti langkah untuk sampel dan standar\, tanpa larutan klorida (10 mL akuades saja). Data serapannya adalah sebagai berikut.


A Blanko = 0.02


A standar = 0.570


A sampel = 0.511


a. Hitunglah konsentrasi klorida dalam sampel


b. Apa yang terjadi bila dalam sampel terkandung ion kalsium dan fosfat, selain ion klorida yang akan ditetapkan? Bagaimana cara mengatasinya?


c. Jika larutan perak 12 ppm menunjukkan sinyal 8% absorpsi, hitunglah sensitivitas serapan atomnya.


Dll.

__ADS_1


---


2 jam telah berlalu semenjak ujian dimulai dan poin yang berhasil Nine dapatkan berjumlah 9 poin, masih sedikit jika harus mengumpulkan 100, bahkan 10% nya belum sampai.


Walau tidak ada seorang pun yang mengawasi proses berlangsungnya ujian, tidak ada seorang pun berani berbicara ataupun mencari contekan, semuanya hanya fokus menjawab dan mengumpulkan 100 poin secepatnya.


Waktu terus berjalan, soal demi soal mulai terjawab. Hingga akhirnya, 4 jam waktu sudah berlalu, namun jumlah poin yang bisa Nine peroleh hanya 20 poin.


Ketika mereka, para pelajar tengah fokus mengerjakan soal, tiba-tiba salah seorang dari mereka berdiri, " Sepertinya aku yang pertama, ini sangat melelahkan," ucapnya seraya meninggalkan ruangan. Jika mendengar dari suaranya, dia seorang perempuan.


Beberapa pelajar yang melihat mulai berbisik-bisik kecil.


"Apakah dia bercanda, soal seperti ini dikerjakan hanya membutuhkan waktu 4 jam."


"Dia benar-benar hebat, poin yang bisa aku kumpulkan baru 40 poin saja."


"Bagaimana mungkin hanya 4 jam saja dia mampu menyelesaikannya?"


Reaksi mereka seolah-olah tidak percaya yang disertai rasa keheranan, namun tidak lama setelahnya, seorang lagi berdiri, tapi dia tidak mengatakan apa pun, dia hanya keluar begitu saja.


"Aku menyerah, percuma jika aku melanjutkannya," ucap salah seorang pelajar mengikuti.


Tidak puas dengan apa yang dikatakan, dia kemudian berdiri, "Daripada kalian menghabiskan waktu, sebaiknya kalian ikuti aku keluar," lanjutnya menggoda, namun tidak ada seorang pun yang terpengaruh. Dengan memanfaatkan waktu yang tersisa, semuanya kembali fokus dan mulai menjawab soal demi soal.


---


Waktu terus berjalan, satu per satu di antara mereka mulai keluar, baik karena sudah mendapatkan 100 poin atau karena mereka sudah tidak bisa lagi menjawab.


9 jam waktu telah berlalu dan Nine hanya mendapatkan poin sejumlah 37, masih sangat sedikit jika dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan. Di sisi lain, terlihat seorang pelajar berhasil mendapatkan 90 poin, namun dia memilih untuk keluar, bukan karena kesengajaan akan tetapi dari soal-soal yang tersedia, hanya inilah batasnya.


Hingga pada akhirnya, tinggal 1 jam waktu tersisa dan yang masih berada di dalam ruangan hanya 3 orang, termasuk dengan Nine.


"Akhirnya, berhasil juga, dengan waktu yang tersisa Aku mengira akan gagal," ucap salah seorang perempuan di antara mereka. Tidak lama kemudian, dia pun keluar.


Waktu yang tersisa tinggal 5 menit, terlihat seorang mendapatkan 99 poin. Jika sekiranya dia benar, dia akan memperoleh 100 poin dan berhasil lulus. Namun sayangnya, di menit – menit terakhir, jawabannya justru salah dan berakhir dengan kegagalan.


Di sisi lain hal yang tidak terduga terjadi, di 1 menit yang tersisa, Nine berhasil mendapatkan 100 poin dan berhasil lulus dari ujian ini.


Setelah berakhirnya waktu, ujian kedua pun berakhir.


---


Sesaat setelah berakhirnya ujian ke 2, Terlihat Xeon melihat Abyss Sistem miliknya, dari 41 pelajar yang mengikuti ujian, hanya 11 orang berhasil lulus, sedangkan 30 sisanya dinyatakan gagal.


Dari 11 Pelajar, mata Xeon tertuju pada salah seorang pelajar, melihat riwayat soal yang dijawab, pelajar tersebut menjawab semua soal yang disediakan oleh sistem, dengan mekanisme perhitungan, salah 300 soal hingga mendapatkan minus 600 poin, dan benar menjawab 700 soal hingga mendapatkan 700 poin.


"Aku tidak menyangka, soal – soal yang sudah aku buat dijadikan sebagai lelucon, " Xeon merinding. “Ternyata ada ya manusia sepertimu? Nine,” lanjutnya.


Terlihat pada Abyss Sistem milik Xeon, 11 Daftar Nama yang telah lulus pada ujian ke dua.


*\~ Daftar Nama \~*


1. Seya Aura Zesta - 100 Poin - 242 Menit


2. Ezair Edel Venosa - 100 Poin - 250 Menit

__ADS_1


3. Yuen Jery - 100 Poin - 420 Menit


4. Queen Jerea - 100 Poin - 500 Menit


5. Azka Efexy - 100 Poin - 510 Menit


6. Qteel Nakeyy - 100 Poin - 580 Menit


7. Xuna Derry - 100 Poin - 590 Menit


8. Yuna Geyta - 100 Poin - 670 Menit


9. Qeela La Zenta - 100 Poin - 680 Menit


10. Eraa Hegyu - 100 Poin - 718 Menit


11. Nine - 100 Poin - 719 Menit


*\~.\~*


---


Selepas dari ujian, Nine kembali pergi ke perpustakaan, namun malam ini terlihat berbeda. Sosok perempuan memakai cape hitam sedang berada di sana, mencari buku pada katalognya. Tidak lama kemudian, perempuan itu pun menghadap belakang, seolah – olah dia sudah merasakah kehadiran Nine.


Sungguh, perempuan itu terlihat sangat cantik dengan rambut dan mata biru sebiru cakrawala. Layaknya putri, wajahnya tampak datar tanpa ekspresi, rambutnya terurai panjang hingga ke punggung layaknya air terjun, dia mengenakan dress putih kasual yang menjulur hingga ke bawah lutut. Perempuan itu, dia bernama Enma.


Enma sama sekali tidak berbicara, setelah mengambil salah satu buku, gadis itu pun langsung pergi ke meja yang kosong, di sisi lain Nine hanya terdiam, tidak ada di antara mereka yang memulai pembicaraan.


Sedari awal, Enma hanya membaca satu buka, sebuah novel yang berjudul Putri di Benua Terdalam, sedangkan Nine yang berada tidak jauh darinya sesekali melirik.


"Apakah kamu tau seperti apa kisah di dalam novel ini," Enma membuka pembicaraan, seolah – olah sadar akan apa yang dilakukan Nine.


"... " Namun sebagai balasan, Nine hanya terdiam.


"Dahulu kala ada seorang putri yang mengalami kehancuran atas negerinya disebabkan pengkhianatan, dalam keputusasaan tersebut, seorang laki-laki pemberani tiba-tiba datang menyelamatkannya." Enma mulai bercerita.


"Setelah semua yang terjadi, laki-laki tersebut pergi untuk menggapai sebuah mimpi, namun sebelum kepergiannya, dia telah membuat janji dengan sang putri."


"Janji tersebut mengatakan, di dalam benua terdalam sang putri akan selalu menunggu laki-laki itu, menunggu hingga laki-laki itu menepati janjinya."


"Namun apakah kamu tau apa yang terjadi? Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti tahun, tapi laki-laki itu tidak pernah kembali dan sang putri hanya bisa menunggu tanpa kepastian."


"Hingga novel ini berakhir, mereka masih belum bertemu."


Setelah menjelaskan semuanya, Enma kemudian menatap Nine dan bertanya, "Jika ada sekuel dari novel ini, apakah mereka bisa bertemu? "


"Tergantung bagaimana Authar yang menulisnya." Nine menjawab.


“Iya, kamu benar, “Enma tertunduk dan kemudian menutup novelnya.


Nine dan Enma layaknya es yang membeku, sepanjang berada di perpustakaan, mereka lebih banyak menghabiskan waktu dalam diam. Hingga akhirnya, Enma terlebih dahulu meninggalkan perpustakaan.


Setelah Enma sampai ke dalam ruangannya, ruangannya terlihat samar karena pencahayaan yang minim. Enma menghadap jendela, menatap bulan purnama seraya memegang kalung bermata rubik biru miliknya.


Dalam kesendirian dan dalam kesedihannya, Enma mengatakan, "Aku percaya hari itu akan tiba, pastinya kamu tidak akan mengingkari janji."

__ADS_1


---


__ADS_2