Abyss

Abyss
#4


__ADS_3

"Anda Gagal - Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal - Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal - Tidak ada konsekuensi."


"Anda Gagal - Tidak ada konsekuensi."


Hanya dalam waktu 15 menit, lebih dari 1000 pelajar gagal mengerjakan Quest tersebut.


"Ahhhh sial gagal."


"Bagaimana mungkin aku salah."


"Apa-apaan ini, kenapa aku bisa gagal. Dimana letak salahnya, bukankah ini soal yang sangat mudah?”


"Apakah sistemnya yang eror, bagaimana bisa ini salah."


Komentar-komentar para pelajar yang gagal begitu banyak terdengar hingga mengakibatkan keributan. Mereka tidak bisa menerima kegagalan tanpa sebuah penjelasan, apalagi jika melihat Quest ini memiliki jawaban yang bersifat relatif atau kebenaran tidak bersifat mutlak layaknya sains.


Seorang pelajar berkata melihat keributan yang terjadi, "Di ruangan ini, kenapa begitu banyak anjing yang menggonggong, apakah kalian tidak malu mengatakan diri kalian bagian dari Abyss. Aku benar-benar malu bersama dengan kalian."  Atas apa yang dikatakannya, tidak sedikit pelajar lainnya begitu geram.


“Ha ha ha.”


Laki-laki berambut merah itu kembali tertawa seraya melihat mereka yang gagal. Setelah cukup dengan tawanya, laki-laki itu menaiki tangga untuk pergi ke lantai 2, dan ketika sudah berada pada ketinggian yang cukup, dia menampilkan notifikasi dari Abyss Sistem miliknya kepada semua pelajar yang berada di bawahnya.


*\~ Notifikasi \~*


"Quest Berhasil - Selamat Anda mendapatkan 5 Gold."


*\~.\~*


---


Perpustakaan Altera


Di waktu yang sama, terlihat Nine sedang duduk menikmati buku – buku bacaannya, tiba – tiba led hijau kelap kelip terlihat pada Abyss Sistem miliknya, tanda adanya notifikasi yang muncul.


*\~ Notifikasi \~*


Quest Event Kedatangan Generasi Baru.


Membuat cerita dari bukti - bukti yang disiarkan oleh media atau dari beberapa sumber lainnya. Pecahkan alasan Number membunuh Dewan Tertinggi Dunia.


Beberapa Variabel yang sudah ditentukan.


1. Kejadiannya di sebuah pulau yang tidak diketahui.


2. Dewan adalah orang yang memiliki kejahatan\, argumen Number yang melakukannya


3. Aparat keamanan berhasil membebaskan anak-anak yang berada di tempat itu.


Tingkat kesulitan: -


Hadiah: akan mendapatkan 5 Gold


Hukuman : Tidak ada


Batas waktu hingga pukul 16.00 sore.

__ADS_1


Apakah Anda akan menerima Quest?


Ya / Tidak


***


Tanpa berpikir panjang, seketika itu Nine langsung menolak Quest tersebut dan hanya fokus pada buku bacaannya.


Perpustakaan Altera, setidaknya terdapat 121 juta buku, beberapa jurnal dan manuskrip-manuskrip kuno lainnya. Bahkan dikatakan beberapa sampul buku dibuat menggunakan kulit manusia.


Perpustakaan ini benar-benar luas, memiliki banyak lorong-lorong di setiap lantainya yang terdiri dari 9 lantai. Bahkan saking luasnya, tidak sedikit para pelajar baik yang junior atau pun senior tersesat dan sulit menemukan jalan keluar.


Ketika Nine sedang fokus membaca, tiba – tiba sebuah suara datang menyapa dan langsung duduk di depannya, suara itu adalah Qiara.


"Hei, " ucapnya menyapa.


"Hai apakah aku boleh duduk di sini?"


"Tidak apa-apakan? " Lanjut ucapnya dengan wajah polos tak berdosa.


“…” Nine hanya terdiam dan sedikit memperhatikan apa yang dilakukan oleh Qiara.


"Buka apa yang sedang kamu baca?" ucap Qiara bertanya seraya membuka salah satu buku yang ada di atas meja.


"Bukankah itu buku salah satu buku dari ilmuan genius dalam bidang fisika?"


“Fisika Kuantum, Dark Energi,” ucap Nine menjawab.


“Kamu terlihat menyukainya,” ucap Qiara tersenyum.


“Oya, aku juga cukup mengetahui tentang fisika kuantum, kamu bisa menanyakannya kepadaku. Mungkin kita bisa berbagi,” lanjut Qiara agar bisa mendapatkan perhatian Nine.


“Apakah aku boleh bertanya. Mungkinkah ada sebuah partikel yang memiliki kemampuan memanipulasi dunia?” ucap Qiara


“Entahlah, jika itu ada, pasti akan terjadi sesuatu yang sangat mengerikan.”


“Baiklah, kamu bisa lanjut membaca. Aku akan tetap di sini menemanimu,” ucap Qiara mengakhiri dan kemudian membuka pemberitahuan pada Abyss Sistem miliknya.


Setelah Qiara mengatakan hal demikian, tidak ada percakapan di antara mereka berdua. Nine sibuk dengan bukunya dan Qiara terlihat sibuk dengan notifikasi pada Abyss Sistem miliknya.


“Tok, tok, tok,” suara ketukan meja setelah 20 menit waktu berlalu, suara ketukan yang disebabkan oleh Qiara.


Ketika pandangan Nine teralihkan padanya, Qiara kemudian berbisik, "Selepas ini kita ke kantin ya, nanti aku yang traktir. Kamu pasti belum makan?"


Seraya tersenyum, Qiara kemudian memperlihatkan notifikasi miliknya.


*\~ Notifikasi \~*


"Quest Berhasil - Selamat Anda mendapatkan 5 Gold."


*\~.\~*


Wajah yang dihiasi dengan senyuman, Qiara menanti jawaban.


"Tidak perlu.”


Seketika wajah yang tadinya tersenyum berubah menampilkan ekspresi cemberut yang dicampur dengan rasa kekesalan. Seraya menyandarkan kepalanya di atas meja, Qiara kemudian mengatakan, "Iya dah, aku mau tidur, bangunkan kalau sudah selesai."


---

__ADS_1


Waktu terus berjalan dan beberapa laki-laki yang melintas di antara mereka berdua, memperhatikan Qiara yang sedang ter-tidur. Sungguh Qiara terlihat sangat cantik, kecantikan layaknya safir hitam yang tertidur, menghipnotis setiap mereka yang melihatnya.


Karena hal demikian, Nine kemudian mengambil buku dan langsung menutupi kecantikan yang tidak seharusnya terlihat, membuat Qiara tidak lagi menjadi pusat perhatian.


Waktu menunjukkan pukul 18.00 sore, 4 jam waktu berlalu semenjak Qiara tertidur. Sang Putri tertidur begitu nyenyak, dan selama itu juga Nine hanya fokus pada buku bacaannya, menambah wawasan dan pengetahuan tentang dunia.


Setelah merasa cukup membaca, Nine kemudian bangkit dan pergi begitu saja meninggalkan Qiara yang tertidur dan meninggalkan buku – buku yang berserakan di atas meja. Perpustakaan Altera memiliki petugas khusus yang bertugas mengembalikan setiap buku pada katalognya masing – masing sehingga mudah ditemukan.


---


Senja telah terlihat dan matahari sebentar lagi akan terbenam, lampu-lampu mulai menyala satu demi satu memperlihatkan keindahannya. Kemilau gemerlapnya kota Las Vegas di waktu malam tidak bisa dibandingkan dengan keindahan tempat yang dijuluki sebagai Kota Putih, Altera.


Nine, dia berjalan di bawah senja, menikmati detik - detik terbenamnya matahari. Dalam perjalanan, terlihat para pelajar sedang sibuk bersenang - senang, canda tawa, bersandar di bawah pepohonan dan menikmati senja bersama dengan teman-temannya.


Altera, kota terbaik yang memanjakan mata, taman hijau dipenuhi dengan keindahan bunga anggrek, terlihat nyaman sebagai tempat beristirahat dari penatnya belajar, terlihat juga pemandangan danau yang menyejukkan dan lampu-lampu menghiasi sekelilingnya.


Ketika Nine telah sampai di rumah, terlihat Qiara sedang menunggunya di depan pintu, "Aku sudah lama menunggumu, kamu pastinya belum makan? ini untukmu, jangan hanya makan roti," Qiara menyapa Nine yang baru saja pulang.


“Kamu tidak boleh menolak,” lanjutnya seraya memberikan makanan yang dibungkus dengan plastik putih.


Nine tidak mengatakan apa pun, namun walau demikian tangannya menerima apa yang Qiara telah berikan.


“Kenapa kamu tidak membangunkan aku?” ucap Qiara bertanya dengan cemberut setelah Nine menerima apa yang diberikan.


"Kamu tidak meracuni makanan ini kan?" ucap Nine bertanya dengan topik yang baru.


"Apa? Haruskah aku memakannya agar kamu percaya?” Qiara tidak percaya atas apa yang dia dengar.


"Baiklah, kalau begitu aku masuk," ucap Nine izin undur pamit, namun ketika Nine hendak membuka pintu, dia membalikkan badan dan kemudian bertanya, “Sebelumnya dari mana kamu tau ini adalah rumah yang diberikan untukku?"


"Rahasia," jawab Qiara tersenyum seraya menggeleng.


---


Ketika Qiara sedang berjalan seorang diri setelah kembali dari pertemuannya dengan Nine, terlihat sosok laki-laki dalam bayang-bayang di balik pohon, seorang yang telah lama menunggu Qiara.


Laki-laki itu berkata, "Haruskan aku membunuhnya agar kamu berhenti bermain-main?"


Seketika aliran darah di tubuh Qiara terasa mendidih karena luapan amarah, "Jika kamu berani menyentuhnya, walau hanya sehelai rambut, aku pasti akan membunuhmu,"  ucap Qiara dengan aura mengintimidasi layaknya binatang buas yang ingin melindungi keluarganya.


"Benarkah?" ucap laki – laki itu seraya mengeluarkan keringat dingin.


Di tengah pembicaraan di antara mereka, tiba-tiba datang sosok baru tidak dikenal, "Kalian berdua berhentilah, kita tidak ada waktu berlama-lama di sini, sebaiknya kita langsung pergi."


Qiara atau pun laki – laki itu hanya terdiam, setelahnya, mereka bertiga pun kemudian pergi.


---


Di suatu tempat dengan pencahayaan redup, terdapat komputer - komputer dan beberapa teknologi lainnya dengan cahaya berwarna kebiru - biruan, dari sekian banyak komputer, terlihat sosok seorang yang sedang duduk menggunakan cape hitam dengan Emblem Mythical Beast Number 4, simbol tertinggi yang hanya dimiliki seorang Emperor.


"Kenapa Anda memberikan Event tentang Number kepada mereka?" ucap seorang Asisten yang berdiri di sampingnya.


"Aku hanya ingin melihat apakah generasi ini benar-benar bisa berpikir kritis atau tidak, tapi nyatanya mereka mengecewakan. Mereka begitu polos dalam menjawab, padahal sejak dahulu kala, media dan penguasa adalah penyebar hoax paling terpercaya di dunia."


"…” Sang Asisten hanya terdiam setelah mendengar semuanya.


"Alasan utamanya, karena aku juga ingin memastikan sesuatu, sesuatu yang akan membawa perubahan besar di negeri ini, " lanjut Emperor Number 4 memberikan jawaban.


---

__ADS_1



__ADS_2