Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 1 Prolog


__ADS_3

"Sudah kubilang jangan terlalu sering menjenguk ayahmu, bagaimana jika orang lain tahu bahwa ayahmu kini berada dipenjara hah ?" ucap Alex dengan nada kesal pada kekasihnya Carla.


Sementara Carla hanya bisa tertunduk takut, sambil sesekali tangan kanannya mengusap air mata yang membasahi pipinya.


Ya Carla hanya bisa diam, karena ini bukan pertama kalinya Alex memarahinya hanya karena ia sering menjenguk ayahnya yang kini berada dipenjara. Ia tak dapat memberi jawab apapun, karena jika ia memberi alasan, maka Alex tak segan - segan mengayunkan tangannya untuk menyakiti tubuh mungil nya itu hingga terluka. Alex memang sering berlaku kasar terhadap Carla, terutama semenjak ayah Carla dinyatakan bersalah dan harus mendekam dibalik jeruji penjara sekitar tujuh bulan yang lalu.


*


*

__ADS_1


Malam telah larut, namun Carla gadis rupawan yang kini telah berusia 21 tahun itu masih tetap terjaga. Ia belum juga merasakan kantuk meskipun tubuh dan batinnya terasa amat lelah.


Waktu telah menunjukkan pukul 12.30 tengah malam, Carla yang masih belum dapat memejamkan matanya itu memilih untuk bangun dari tempat tidurnya, lalu duduk di kursi didepan meja yang berada didalam kamarnya. Ia duduk termenung mengingat kembali kejadian tadi siang saat Alex memarahinya, hingga tak terasa air matanya kembali menetes di pipi putihnya itu.


"Hiks...ayah maafkan aku, putrimu yang tak berguna ini hiks...ayah apa yang harus kulakukan ?...aku sangat merindukanmu ayah, hanya kau satu satunya keluarga yang kumiliki...hiks..hiks...," tangis Carla semakin tak terbendung hingga ia pun menangis tersedu, untung saja saat ini Alex tengah tertidur lelap dikamar pribadinya sehingga tak mendengar tangisan dari Carla.


Semenjak ayahnya masuk penjara, Carla sudah tak memiliki rumah lagi, karena rumah kecil milik ayahnya telah dijualnya untuk biaya keperluan persidangan serta membayar pengacara, namun karena pihak yang menuntut ayahnya jauh lebih kaya, maka ayahnya harus menerima kekalahan atas kasus yang menimpanya di pengadilan. Sementara Alex yang notabenenya adalah kekasihnya yang telah berpacaran dengannya selama dua tahun, tak sepeserpun memberinya bantuan selama proses persidangan ayahnya pada waktu itu.


Alex pemuda tampan yang kini berusia 25 tahun itu memang berasal dari keluarga kaya, ayah dan ibunya setidaknya memiliki sebuah perusahaan, dan kini Alex pun sudah mulai aktif terlibat dalam menjalankan bisnis keluarganya tersebut. Bagi Alex tidak masalah berpacaran dengan Carla yang hanyalah seorang gadis yatim dari keluarga sederhana. Namun semenjak ayah Carla masuk penjara, sikap Alex pun berubah terhadap Carla, dikarenakan Alex merasa malu memiliki kekasih yang ayahnya berstatus sebagai narapidana.

__ADS_1


Pagi telah datang, Alex yang telah terlebih dulu bangun, menghampiri Carla kedalam kamarnya yang tak terkunci itu.


Alex mendekati Carla yang ternyata tertidur di kursi dan kepalanya bersandar diatas meja dikamarnya sejak semalam. Alex hendak membangunkan Carla namun ia tak tega melihat wajah Carla yang tampak lelah dan masih terlelap dalam tidurnya.


Dengan perlahan Alex yang masih memiliki rasa sayang terhadap kekasihnya itu, menyentuh kening Carla menggunakan punggung tangan kanannya.


"Apa kau sakit? keningmu terasa hangat," gumam Alex pelan. Dan dengan hati - hati ia pun membopong tubuh mungil Carla secara bridal dan memindahkannya keatas tempat tidur. Alex kemudian menyelimutinya, lalu berjalan keluar dan menutup pintu kamar Carla dengan perlahan agar tak membangunkan Carla yang masih tertidur lelap itu.


Tak lama kemudian ia kembali lagi kedalam kamar dengan membawa sebuah baskom berisi air hangat dan handuk kecil. Kemudian ia pun duduk disamping tempat tidur Carla, lalu mulai mengompres kening Carla dengan hati - hati.

__ADS_1


Sejenak Alex memandangi wajah damai kekasihnya itu. "Maafkan aku, aku tahu kau lelah dengan sikapku. Tapi hanya ini yang bisa kulakukan untuk mempertahankan hubungan kita, karena jika sampai kedua orang tuaku tahu bahwa ayahmu dipenjara, maka kita pasti tidak akan diijinkan untuk bersama lagi." Tangan kanannya menyentuh kulit pipi Carla yang putih halus, lalu jarinya bergerak kebawah menyentuh bibir cherry milik kekasihnya itu, kemudian Alex pun mengecupnya dengan lembut.


Setelah beberapa saat kemudian, Alex pun pergi meninggalkan Carla dirumahnya seorang diri, lalu ia pun segera bergegas pergi kekantor.


__ADS_2