Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 15


__ADS_3

Pukul 12 siang dikafe, Carla tampak celingak celinguk sambil menaiki satu persatu anak tangga yang terhubung kelantai dua.


"Hei...!!" tiba - tiba Carla dikagetkan oleh seseorang yang menepuk bahunya dari belakang, hingga ia pun menghentikan langkahnya sejenak.


"Ahh..kau Peniel, mengagetkan saja. Kalau aku sampai terjatuh ditangga bagaimana ?" ucap Carla sambil memegangi dadanya karena kaget.


"Ya kalau jatuh ya kebawah," ucap Peniel sambil nyengir.


"Iya aku juga tahu, kalau jatuh itu kebawah bukan keatas," jawab Carla kesal.


"Nah itu tahu. Lagian kamu ngapain sih, jalan sambil celingak celinguk gak jelas, mencurigakan tahu,"


"Ihh..siapa yang celingak celinguk, aku tuh lagi nyariin sisombong itu,"


"Tuan muda Rain ?"


"Iya dia, siapa lagi,"


"Tuan muda Rain sepertinya tadi sedang keluar dengan rekan bisnisnya,"


"O ya ?" tanya Carla dengan mimik wajah yang tiba - tiba menjadi lesu.


"Iya, kenapa ? kok sedih gitu mukanya ?"


"Siapa yang sedih, sembarangan kalau ngomong. Ahh sudahlah aku mau makan siang aja kalau gitu," ucap Carla sambil berbalik menuruni tangga.


Peniel menggeleng gelengkan kepala heran melihat tingkah Carla itu. Lalu dia pun mengikuti Carla dari belakang menuju ke ruang makan karyawan.


Diruang makan karyawan, kini Carla dan Peniel duduk berhadapan sambil menyantap makan siang mereka.


"Memangnya ada apa kau tadi mencari tuan muda ?" tanya Peniel disela makannya.


"Kepo, rahasia tahu,"


"Iya deh yang udah mulai main rahasia rahasian dengan tuan muda Rain," goda Peniel.


"Apaan sih Peniel, aku gak punya rahasia apa - apa kok sama dia. Cuma emang ada sedikit masalah pribadi aja, yang mau aku sampaikan padanya,"


"Masalah pribadi apa yang ingin kau sampaikan padaku ?" tiba - tiba sebuah suara dari arah belakang mengagetkan Peniel dan Carla.


"Ehh tuan muda Rain, silahkan tuan duduk disini," Peniel segera berdiri dan beranjak pergi kemeja lain sambil membawa makanan dan minumannya. Sementara Rain segera mendudukan dirinya di kursi yang tadi diduduki oleh Peniel.


"Kenapa sih kau itu suka sekali datang tiba - tiba dan mengejutkan orang ?" protes Carla.


"Jadi kau terkejut melihat kedatanganku ? kupikir kau sangat merindukanku dan ingin bertemu denganku hari ini ?"


"Uhuukk..uhuukk...," Carla terbatuk mendengar ucapan Rain barusan.


"Nih minum, makanya kalau makan tuh hati - hati jangan sambil ngebatin," ucap Rain sambil mendekatkan gelas berisi minuman milik Carla.


"Ini semua gara - gara kau, dasar kepedean," ucap Carla setelah menenggak minuman miliknya.


Rain tersenyum nakal mendengar ucapan Carla barusan.


"Tapi memang iya kan, kau mencari ku tadi ?"


" Iya."

__ADS_1


"Memangnya ada keperluan pribadi apa yang ingin kau sampaikan padaku hah ?"


Carla merogoh sesuatu dari dalam saku bajunya dan menyodorkannya pada Rain.


"Nih sapu tanganmu yang kemarin kau pinjamkan, terimakasih ya," ucap Carla.


Bukannya langsung menerima sapu tangan tersebut dari tangan Carla, tapi Rain malah terdiam memandangi nya.


"Simpan saja untukmu, pakailah jika suatu saat nanti kau menangis tanpa ada aku disampingmu,"


"Hah..?" Carla malah melongo.


"Sudah simpan saja !" Rain memaksa sambil mendorong mundur tangan Carla yang terulur kearahnya itu, hingga Carla pun menyerah dan memasukkan kembali sapu tangan itu kedalam saku bajunya.


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih," ucap Carla pura - pura cuek, dan melanjutkan makan siangnya kembali.


Rain hanya memandangi gadis itu sambil sesekali tersenyum.


"Ehh kau tidak makan ?" tanya Carla kemudian.


"Tidak, aku sudah makan diluar tadi bersama rekan Bisnisku,"


"Ohh...," sahut Carla singkat.


"O ya nanti malam, apa kau ada acara ?"


"Hehh..aku ?...ng...memangnya kenapa ?"


"Ada acara tidak ?...ditanya malah balik nanya," protes Rain.


"S-sepertinya sih tidak," jawab Carla ragu.


"Ehh..tunggu, hei...!!," Carla berusaha memanggil Rain, tapi Rain sudah berjalan menjauh.


"Aduh bagaimana ini, nanti malam aku harus bilang apa pada Alex jika aku keluar malam - malam," hati Carla resah.


*


*


Sore telah tiba, didalam perjalanan pulang saat sudah dekat dengan rumah, tiba - tiba ponsel Carla berbunyi. Ia pun melihat nama Rain tertera di layar, dan langsung menjawabnya.


"Halo, ada apa kau menghubungi ku ?"


"Aku hanya ingin mengingatkan, nanti pukul 7.30 malam, jangan lupa makan malam denganku, alamatnya sudah kukirim, bye..,"


"T-tapi kan aku tidak bilang kalau aku ma....," belum selesai Carla berbicara, tiba - tiba Rain telah mematikan sambungan teleponnya secara sepihak.


"Ckk...kenapa dimatikan, aku kan tidak bilang kalau aku mau makan malam dengannya, aduh bagaimana ini...," Carla pun menjadi resah.


Sesampainya dirumah, Carla merasa lega karena ternyata Alex belum tiba dirumah, untuk melepaskan lelahnya, ia pun merebahkan tubuhnya sebentar disofa.


"Ahh...leganya, aku sudah sampai dirumah."


Namun karena terlalu lelah, Carla malah ketiduran disofa hingga malam tiba.


"Drrrtt...drrttt....drrtt...," suara dering ponsel membuat Carla terbangun dari tidurnya.

__ADS_1


"Heuhh...berisik...siapa sih ganggu aja...," ucap Carla sambil menggeliatkan tubuhnya sementara tangan kanannya mencoba meraih ponselnya yang berdering diatas meja tanpa beranjak dari posisi tidurnya disofa.


Carla pun mencoba membuka matanya sedikit dan seketika ia pun terbelalak kaget saat melihat nama Alex di layar ponselnya.


"Halo Alex," ucapnya sambil mendudukan dirinya disofa.


"Halo Carla, aku menghubungi mu sejak tadi kenapa baru diangkat ?"


"Oh maaf Alex, aku tadi tidak dengar. Kau ada dimana sekarang, kenapa belum pulang ?"


"Aku ada di restoran langganan kita berdua, bisakah kau kemari sekarang ? aku ingin makan malam denganmu disini, lagipula sudah lama kita berdua tidak makan diluar bersama, iya kan ?"


"I-iya sih."


"Ya sudah, kalau begitu cepatlah kemari, aku menunggumu dari tadi"


"I-iya baiklah, kalau begitu aku siap - siap dulu ya."


"Oke, jangan lama - lama ya sayang, sampai bertemu di restoran."


Carla pun menutup panggilan teleponnya, lalu melihat kearah jam dinding.


"Astaga...sudah jam 7 malam, duh tadi aku ketiduran rupanya."


Carla bangkit dari sofa hendak berjalan kearah kamarnya, namun tiba - tiba langkahnya terhenti saat tiba - tiba muncul nama seseorang dibenaknya.


"Rain...? Ohh..astaga, bagaimana ini ? dia kan juga mengajakku pergi makan malam ?" Carla mulai panik.


*


*


Ditempat lain, tepatnya disebuah restoran bernama Paradise Resto, Rain yang baru saja tiba, kini tengah memasuki ruangan VIP yang telah dipesannya secara khusus untuk makan malam dengan Carla malam itu.


Rain memang sengaja datang lebih awal dari Carla, karena ia tak ingin membuat Carla menunggu di acara makan malam pertama mereka pikirnya.


Sambil duduk menanti, tak henti hentinya Rain mengembangkan senyumnya.


"Aneh, kenapa aku bisa sebahagia ini ya, hanya karena ingin makan malam dengannya," ucapnya dalam hati.


Dan tak jauh dari ruangan tempat Rain berada, tepatnya masih dalam restoran yang sama, Alex pun kini juga sedang menunggu kedatangan kekasihnya Carla.


Seperti biasanya, Alex pun juga memesan ruangan khusus untuk makan malamnya bersama Carla. Restoran tersebut memang merupakan restoran yang sering dikunjungi Alex jika sedang ingin berkencan dan menikmati makan malam diluar bersama Carla.


Sesekali Alex melihat kearah jam ditangan kirinya, sambil mengira - ngira kapan Carla akan segera tiba.


"Hmm..sudah lama aku tak mengajaknya berkencan, malam ini akan kubuat menjadi malam spesial untuknya. Setidaknya dengan begini aku bisa mengurangi rasa bersalahku terhadap Carla," pikir Alex.


*


*


Sementara itu dirumah, Carla yang kini telah siap dan berpakaian rapi, malah duduk termenung diruang tamu.


"Duh bagaimana ini, waktu sudah menunjukkan pukul 19.30, Rain pasti sudah menungguku. Tapi kan Alex juga sedang menungguku, Ahh...bagaimana ini...?" Carla mengusak rambutnya frustasi.


"Tunggu sebentar, tadi bukan kah alamat restoran yang di kirim oleh Rain sama dengan restoran yang biasa aku kunjungi dengan Alex ?...berarti saat ini mereka berdua sedang menungguku di restoran yang sama ?...Wahh gawat bagaimana ini ? siapa yang harus kutemui kalau begini ?" Carla semakin bingung dibuatnya.

__ADS_1


Setelah lama berpikir, akhirnya Carla dapat menetapkan suatu rencana dihatinya. Lalu ia pun bergegas berangkat menuju ke Paradise resto ketempat kedua pria tampan yang sedang menunggunya tersebut.


__ADS_2