Adakah Cinta Untuk Carla

Adakah Cinta Untuk Carla
Bab 13


__ADS_3

Malam telah tiba, waktu telah menunjukkan pukul 10 malam, namun Alex tak kunjung pulang kerumahnya.


Carla menatap nama Alex di layar ponselnya, ingin rasanya ia menghubungi kekasihnya itu dan menanyakan keberadaannya, namun ia ragu sehingga mengurungkan niatnya.


"Kalau aku menghubunginya, apakah dia akan memarahiku ? Alex, sebenarnya kau ada mana, kemana jam segini belum juga pulang ?" gumam Carla yang merasa resah menunggu kepulangan Alex yang tak kunjung tiba.


"Ting !" tiba - tiba terdengar bunyi notifikasi di ponsel Carla.


"Alex...," seru Carla semangat dan langsung melihat kelayar ponselnya, tapi ternyata bukan Alex melainkan sebuah pesan dari nomor yang tak dikenalnya.


"Nomor siapa ini ?" Carla pun membaca pesan tersebut.


"Hei gadis kopi tumpah" isi pesan tersebut.


"Rain ?" Carla mengernyitkan keningnya.


"Kau siapa ?" karena penasaran Carla pun membalas pesan tersebut.


"Menurutmu aku siapa ? masa kau tidak mengenaliku, gadis kopi tumpah,"


"Satu satunya orang yang memanggilku seperti itu hanya Rain si sombong itu, tapi apakah benar ini adalah dia ?" batin Carla.


"Apakah kau tuan muda Rain ?" balas Carla kemudian.


"Yup, betul sekali,"


"Kau tahu nomorku dari mana ?"


"Dari Peniel sipelayan itu, lagi pula aku ini bos dikafe tempatmu bekerja jadi wajar saja kalau aku tahu nomormu,"


"Ah iya terserah apa katamu saja. Ada apa kau mengirimiku pesan ?"


"Cuma ingin tahu apa yang sedang kau lakukan saat ini,"


"Memangnya kenapa kau ingin tahu ?"


"Ya cuma pengen tahu saja, memangnya tidak boleh ?"


"Tidak boleh."


"Kenapa ? apa aku mengganggu mu ?"


Carla berpikir sejenak, lalu kemudian membalasnya lagi.


"Aku sedang duduk," balasnya singkat.


"Katanya tidak boleh, tapi dibalas juga,"

__ADS_1


"Ya supaya kau puas,"


"Hmm...kau sedang duduk memikirkan ku ya ?"


"Cihh kepedean, siapa yang lagi memikirkanmu. Aku hanya sedang bersantai kok,"


"Ini sudah malam, lebih baik kau tidur. Jangan suka tidur malam - malam, nanti kau sakit,"


"Nih orang kesambet lagi kayaknya, kenapa dia tiba - tiba sok perhatian lagi sih," batin Carla yang entah kenapa tanpa sadar ia malah tersenyum membaca balasan pesan dari Rain tersebut.


"Iya, terimakasih," balas Carla.


"Terimakasih untuk apa ?"


"Untuk nasehatnya," jawab Carla singkat.


"Ohh...oke. Selamat malam ya, sampai bertemu besok,"


Carla tak membalas lagi pesan terakhir dari Rain tersebut, karena ia tidak tahu harus menjawab apa. Namun entah kenapa, kini timbul rasa yang tak dapat dijelaskan oleh Carla dalam hatinya.


"Astaga, perasaan apa ini, kenapa aku merasa senang mendapat pesan dari si sombong itu," batin Carla.


*


*


"Hei pelayan, tuangankan lagi minuman itu...aku ingin minum lagi, berikan aku botol itu cepat....Arrghh..!" pinta Alex pada sang bartender sambil menggeram kesal.


"Maaf tuan, anda sudah sangat mabuk. Lebih baik anda pulang saja sana !" ucap bartender tersebut yang sudah tak ingin melayaninya lagi karena memang Alex sudah terlalu banyak minum sejak tadi.


"Alex ?..." tiba - tiba Jessica yang baru saja masuk kedalam bar tersebut, terkejut saat melihat Alex yang kini sedang dalam keadaan mabuk berat.


"Apa anda mengenalnya nona ?" tanya bartender tersebut.


"Iya aku mengenalnya," jawab Jessica.


"Syukurlah, kalau begitu bisakah anda membawanya keluar dari sini, karena kondisinya sudah sangat mabuk," pinta bartender tersebut.


"Ah iya baiklah, tentu saja," Jessica pun segera memapah tubuh Alex yang berjalan sempoyongan itu, untuk keluar dari dalam bar menuju ke mobilnya.


Tapi bukannya langsung mengantar Alex kerumahnya, Jessica malah membawa Alex ke apartemen pribadinya.


Sesampainya di apartemen, Jessica merebahkan tubuh Alex di ranjang tempat tidurnya. Alex yang masih tak sadarkan diri itu pun hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Jessica terhadapnya.


"Alex, kau kenapa seperti ini ? apa kau sedang ada masalah hah ?" tanya Jessica.


"Carla...bodoh...dasar bodoh...hhh...," ucap Alex yang kini masih dalam pengaruh alkohol.

__ADS_1


"Carla ?...apa Alex sedang ada masalah dengan gadis menyebalkan itu ?" batin Jessica. Ia pun tersenyum miring, tiba - tiba terlintas dibenaknya untuk mencari tahu dengan cara memanfaatkan kondisi Alex yang sedang mabuk itu.


"Memangnya ada apa dengan Carla ? kenapa kau menyebutnya bodoh ?" Jessica berusaha memancing pertanyaan kepada Alex.


"Iya dia itu memang bodoh, bisa bisanya dia itu berbohong padaku dan menemui ayahnya dipenjara," ucap Alex.


"Hah ??...ayah Carla berada dipenjara ?" batin Jessica kaget tak menyangka. "Jadi benar yang kulihat waktu itu adalah Carla, rupanya dia keluar dari gedung Lapas itu karena menjenguk ayahnya,"


"Ohh jadi Carla membohongimu ya ?" pancing Jessica lagi.


"Iya dia memang sering membohongiku, padahal aku sudah melarangnya berkali kali untuk tidak menjenguk ayahnya dipenjara, tapi dia tidak mau mendengarkan ku,"


"Memangnya ayahnya Carla dipenjara karena apa ?"


"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, yang jelas status ayahnya adalah seorang narapida, dan aku takut kalau keluargaku mengetahuinya,"


"Memangnya kenapa jika keluargamu tahu ?"


"Ayah dan ibuku pasti akan menyuruhku putus dengannya, ahh....," setelah mengucapkan itu Alex pun tiba - tiba tak sadarkan diri dan tertidur pulas.


Melihat itu Jessica pun tersenyum puas, " akhirnya aku bisa mendapatkan informasi langsung darimu Alex, jadi aku tak perlu repot - repot lagi untuk mencari tahu tentang mengapa Carla keluar dari Lapas waktu itu,"


Jessica memandangi wajah damai Alex.


"Alex, Apa kau tahu ? aku sebenarnya sudah menyukaimu sejak kita masih kecil, namun aku baru berani menyatakan perasaanku padamu saat kita masih duduk dibangku SMA, tapi kau malah menolakku...Ck menyebalkan...hhh...," Jessica merasa kesal mengingat kejadian waktu itu.


"Tapi aku tak pernah menyerah untuk mendapatkan cintamu dan aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk menjadikanmu milikku," lanjut Jessica sambil tersenyum licik.


Jessica pun melepaskan jas yang dikenakan Alex, lalu kemudian ia pun mulai melepaskan satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Alex. Perlahan namun pasti Jessica pun menanggalkan seluruh pakaian yang dikenakan Alex dan hanya menyisakan celana dalamnya saja.


Dan kini giliran Jessica yang melepaskan satu persatu pakaian yang ia kenakan sendiri dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja. Kemudian ia pun merebahkan tubuhnya disamping Alex, lalu ia menutupi tubuh mereka berdua dengan selimut miliknya.


Jessica mendekatkan wajahnya ke wajah Alex, lalu mengecup bibir pria yang sudah lama disukainya itu dengan penuh hasrat.


"Malam ini akan menjadi malam yang terindah untukku," senyum Jessica pun mengembang, hatinya dipenuhi rasa bahagia karena bisa bersama Alex malam itu.


*


*


Malam semakin larut, Carla yang kini duduk menunggu diruang tengah, berusaha keras untuk menahan kantuknya, sementara hatinya kini tiba - tiba diliputi perasaan yang tidak menentu.


"Kenapa perasaanku tidak enak ya ? apakah terjadi sesuatu pada Alex ?...Ck...Alex sebenarnya kau ada dimana ? kenapa belum pulang juga," batin Carla cemas.


Kali ini Carla memberanikan diri untuk menghubungi Alex. Ia mencoba mendial nomor Alex berkali kali, namun sayangnya ponsel Alex tidak aktif. Hingga akhirnya Carla memutuskan untuk mengiriminya pesan.


"Alex kau dimana ? cepatlah pulang jika kau sudah membaca pesan ini ya. Aku mengkhawatirkan mu Alex," isi pesan Carla kepada Alex.

__ADS_1


Namun karena sudah tak kuasa lagi menahan rasa kantuk dan lelah ditubuhnya, akhirnya Carla pun tertidur.


__ADS_2