
"O ya apa kau tahu ada beberapa orang yang saat ini berada diruanganmu sedang menata ruangan kantormu itu," ucap Carla disela makannya kepada Rain.
"Tentu saja aku tahu, aku kan yang memanggil mereka kemari," jawab Rain tanpa memandang kearah Carla dan fokus pada makanan di piringnya.
"Eum..jadi kau mendengarkan saranku ya" ucap Carla percaya diri.
Mendengar itu Rain pun menghentikan makannya sejenak dan melihat ke arah Carla yang didepannya.
"Maksudmu ?" Rain pura - pura tidak mengerti dengan ucapan Carla.
"Maksudku, kau mendengarkan saranku untuk menata ruangan kantormu yang tampak membosankan itu kan ?"
"S-Siapa bilang ?...tidak. A-Aku mendengarkan saranmu ?...haha..yang benar saja, memangnya kau itu siapa hah ?...sampai aku harus mendengarkan saranmu haha...," Rain tertawa kikuk.
"Itu buktinya kau memanggil Desainer interior untuk menata kantormu setelah aku memberi saran kepadamu kemarin, iyakan ?"
"Itu cuma kebetulan saja, sebenarnya aku memang sudah merencanakan untuk menata ruang kantorku jauh jauh hari sebelum bertemu denganmu kok," elak Rain yang merasa gengsi jika harus mengakui yang sebenarnya.
Carla menyipitkan matanya tak percaya, "Yang benar ?"
"I-Iya benar," Rain sedikit salah tingkah, namun segera mengalihkan pandangannya kembali ke makanan nya.
"Sudah jangan banyak bicara, cepat habiskan makanmu, dan cepat lanjutkan kembali kerjamu !" Rain berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Cih...nggak mau ngaku lagi, bilang aja iya susah amat. Jelas - jelas dia memanggil Desainer interior itu setelah kemarin aku mengatai ruangannya membosankan" batin Carla kesal sambil meneruskan kembali makan siangnya.
Setelah selesai makan siang, Carla pun kembali ke dapur untuk meneruskan kembali pekerjaannya, sementara Rain pergi kelantai dua untuk melihat ruangan kantornya yang kini masih dalam proses penataan.
*
*
Waktu kini telah menunjukkan pukul 16.30 sore, namun Alex masih tampak sibuk dengan berkas - berkas dimeja kantornya.
"Drrtt...drrtt...drrtt..." Tiba - tiba ponsel Alex pun berdering.
Alex meraih ponselnya yang diletakkannya diatas meja dan melihat siapa nama pemanggil yang tertera di layar ponselnya.
"Jessica ?...ada apa dia meneleponku" gumam Alex dalam hati sebelum ia menerima panggilan tersebut.
"Halo, Jessica ada apa ?"
__ADS_1
"Alex, apa kau masih sibuk dikantor ?"
"Iya aku masih dikantor, masih ada pekerjaan yang harus kubereskan. Ada apa ?"
"Oh begitu. mmm...tidak ada apa - apa, aku hanya ingin bertemu denganmu saja hari ini. Apa kau masih lama dikantor ?"
"Tidak juga. Sebentar lagi pekerjaanku juga sudah mau selesai kok, hanya beberapa berkas saja yang masih harus kuperiksa dan tanda tangani."
"Kalau begitu nanti kalau sudah selesai tolong kabari aku ya. Kau mau kan bertemu sebentar denganku hari ini ?"
"Baiklah jika sebentar saja tidak masalah, asalkan jangan terlalu malam. Karena aku tak ingin membuat Carla menungguku terlalu lama dirumah."
"Ck...iya baiklah aku mengerti. Nanti temui aku sebentar di restoran favorite kita, oke."
"Oke, nanti aku kabari saat aku akan berangkat kesana. Nanti kutelepon lagi yah, dah."
*
*
Pukul 18.00 sama seperti waktu kemarin, Carla kini sudah tiba kembali kerumah.
Kali ini Carla tampak merasa lega, saat ia tak mendapati mobil Alex yang biasanya terparkir dihalaman jika sudah tiba dirumah.
Sesampainya dikamar Carla pun segera merebahkan tubuhnya sejenak diatas ranjang tempat tidurnya.
"Ahh...lelah sekali rasanya." Carla pun memejamkan matanya sejenak untuk sekedar melepas penat dan lelah ditubuhnya.
"Ting!!" tiba - tiba sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.
Dengan malas, Carla pun membuka matanya dan meraih ponselnya dari dalam tasnya yang kini tergeletak diatas kasur nya.
"Ada pesan rupanya," ucapnya dalam hati sambil membuka pesan yang ternyata dari Alex itu.
"Sayang, maaf malam ini aku akan pulang sedikit terlambat. Jessica tadi menghubungi ku dan memintaku untuk bertemu sebentar dengannya. Mungkin ada masalah yang ingin disampaikannya padaku. Aku janji akan pulang cepat kali ini, dan tidak akan terlalu malam. Jaga diri baik - baik dirumah ya. Love you, bye." Begitulah isi pesan yang dikirim oleh kekasihnya Alex.
"Ck...lagi - lagi Jessica. Dia pikir aku tidak tahu, kalau selama ini dia selalu mencari cari kesempatan untuk merebut Alex dariku. Hhh..dasar perempuan licik," mood Carla pun berubah menjadi tidak baik setelah membaca pesan dari Alex barusan.
*
*
__ADS_1
Kini Alex dan Jessica tengah berada disebuah restoran favorite mereka sejak mereka masih duduk dibangku SMA dulu.
"Ada apa tiba - tiba kau ingin bertemu denganku ? apa kau masih sedih karena putus dengan Sean ?" tanya Alex.
"Ahh tidak, kalau masalah itu sebenarnya aku kini sudah baik - baik saja kok. Yah walaupun masih ada sedikit rasa kesal jika mengingatnya. Tapi tenang saja, aku sudah mulai tak memikirkannya lagi kok," Jessica.
"Wah cepat sekali kau melupakannya."
"Heuh...Tentu saja. Melupakan pria lain selain dirimu itu sangat mudah bagiku. Hanya kau lah satu satunya yang tak pernah bisa aku lupakan, Alex."
"Ck...sudahlah jangan terlalu berlebihan. Kita ini hanya sahabat dan tidak pernah lebih dari itu."
"Kau yakin, selamanya kita hanya akan menjadi seorang sahabat ?"
"Yakin. Seperti yang sudah sering kukatakan berulang kali, bahwa kau itu adalah sahabatku dan selamanya akan menjadi sahabat terbaikku."
"Bagaimana jika suatu saat semua itu dapat dirubah ?"
"Ck...kau ini bicara apa sih. Sudahlah jangan bahas itu lagi, aku tidak tertarik."
"Dasar menyebalkan. Baiklah kalau begitu aku akan bicara hal lainnya saja. O ya apa kau tahu, kemarin saat aku sedang mengendarai mobilku dijalan, tanpa sengaja aku melihat Carla keluar dari sebuah bangunan Lapas. Kira - kira apa yang dia lakukan disana ya ?"
Alex terperangah kaget mendengar ucapan Jessica barusan, namun buru - buru mengubah mimik wajahnya setenang mungkin. "Sial...ternyata kemarin kau membohongiku Carla" ucapnya dalam hati.
"Ahh...masa ?...kau salah lihat kali, mana mungkin Carla pergi ke Lapas, lagi pula untuk apa dia kesana," Alex berusaha menutupi.
"Benar kok, aku tidak salah lihat. Itu benar - benar Carla, aku tidak mungkin salah lihat."
"Aku yakin kau pasti salah lihat, itu bukan Carla, mungkin hanya mirip. Lagipula kemarin Carla ada dirumah seharian, dia tidak pergi kemana mana kok," bohong Alex.
"Masa sih ?...ahh tapi aku sungguh yakin jika yang kulihat kemarin itu Carla, sepertinya ada yang Alex sembunyikan dariku mengenai Carla. Hmm...ini menarik, aku rasa aku harus mencari tahu tentang apa yang dilakukan Carla diLapas itu kemarin," ucap Jessica dalam hatinya.
*
*
Pukul 20.30 Alex telah tiba dirumah. Carla yang menunggunya sejak tadi, berlari kegirangan saat ia mendengar suara mobil Alex yang memasuki halaman rumah.
"Alex..." teriak Carla dari balik pintu yang baru saja dibukanya. Gadis itupun segera berlari menghampiri Alex yang baru saja turun dari mobilnya.
"Alex, akhirnya kau pulang juga. Aku sudah lama menunggumu" Carla segera memeluk Alex setibanya dihadapan Alex. Namun Alex melepaskan pelukan gadis itu dan mendorongnya kesamping dengan kasar.
__ADS_1
"Minggir !! Aku mau masuk," ucap Alex dingin seraya berjalan menuju ke pintu rumahnya.
Carla yang terkejut dengan sikap Alex barusan, termenung sejenak. "Ada apa dengan Alex, kenapa dia bersikap begitu padaku ? Ahh mungkin dia hanya lelah, karena baru tiba," Carla mencoba untuk berpikir positif.