
Dalam perjalanan kembali menuju ke dapur tiba - tiba terlintas suatu ide dibenak Carla.
"O ya bukankah tadi Peniel mengatakan bahwa si sombong itu sudah membuang jasnya yang kotor terkena tumpahan kopi yang kubawa tadi ?...hmm...apa tidak lebih baik jika aku mencarinya lalu mencoba untuk menghilangkan nodanya ?" pikir Carla sembari berjalan menuruni tangga.
Sebelum kembali ke dapur akhirnya Carla pun memutuskan untuk mencari terlebih dahulu jas milik Rain yang telah dibuangnya tadi ditempat khusus pembuangan sampah yang berada diarea belakang bangunan kafe tersebut.
Sesampainya disana, Carla mendapati setidaknya ada lima buah tempat sampah yang berukuran besar yang telah dikelompokkan menurut jenis sampah nya.
Sambil mengira ngira ditempat sampah yang manakah jas Rain dibuang, dengan sabar Carla mencoba memeriksa setiap tong sampah yang ada disana.
"Disini bukan ya ?..ahh tidak mungkin ini kan sampah basah, yang ini...ahh ini juga bukan ini tempat khusus sampah berbahan plastik...duh yang mana ya...?" ucap Carla sambil terus mencari cari. "Aha...sepertinya yang ini tempat sampahnya, karena ini khusus sampah yang berbahan kain. Ahh coba aku periksa dulu didalamnya ada apa saja."
Hingga sekitar setengah jam kemudian..
"Akhirnyaaa...ketemu juga jas yang kucari... rupanya usahaku tak sia - sia. Aku harus membawa jas ini ke laundry, siapa tahu noda kopinya bisa hilang, dengan begitu aku bisa terbebas dari hukuman dari si sombong itu dan aku tak perlu bekerja ditempat ini lagi...," Carla tersenyum senang.
Carla pun segera membawa jas tersebut dan menyimpannya sementara didalam tas yang diletakkannya didalam loker khusus karyawan yang disediakan dikafe tersebut. Setelah itu barulah ia kembali lagi kedalam dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Darimana saja kau, kenapa baru kembali ? tadinya kupikir kau masih ada didalam ruangan tuan muda Rain tapi salah seorang karyawan mengatakan padaku bahwa kau sudah keluar dari dalam sana setengah jam yang lalu," Peniel langsung menghampiri Carla yang baru saja masuk kedalam dapur.
"Ehh..i-itu aku t-tadi sedang berjalan jalan sebentar disekitar lingkungan kafe ini, aku hanya ingin mencari udara segar sejenak.Maaf aku tidak minta ijin dulu padamu Peniel," ucap Carla gugup.
"Ck..lain kali jangan seperti itu ya, kau disini kan sedang menjalani hukumanmu karena kesalahanmu sendiri," Peniel.
"Iya aku tahu, sekali lagi aku minta maaf," Carla.
"Ya sudah kalau begitu sekarang ikuti aku, aku akan mengajarimu tugas yang lain," Peniel.
"Iya baiklah," Carla menuruti perkataan Peniel yang merupakan kepala pelayan di kafe tersebut sekaligus merangkap sebagai supervisor sementara semenjak supervisor yang lama dipecat karena melakukan suatu kesalahan dan anehnya Rain belum juga mencari penggantinya hingga kini.
Setelah bekerja seharian dikafe itu, akhirnya Carla di ijinkan pulang pukul 5 sore. Mengingat ia bukanlah karyawan tetap dikafe tersebut, maka ia di ijinkan untuk pulang lebih awal dibandingkan dengan karyawan yang lainnya. Sebelum pulang, Carla diminta untuk meninggalkan kartu identitas beserta nomor ponselnya sebagai jaminan bahwa ia tidak akan melarikan diri dari hukuman yang harus ia jalani akibat kesalahannya tadi.
Carla pun hanya bisa menuruti semua permintaan tersebut, dan tanpa sepengetahuan Peniel atau siapapun, Carla pun membawa pulang jas kotor milik Rain tersebut kerumah dengan harapan agar noda yang ada dijas tersebut dapat dihilangkan.
*
*
Pukul 18.00 Carla sudah tiba dirumah, dengan mengendap endap ia pun memasuki rumah milik kekasihnya itu. Hati Carla berdegup kencang saat ia mendapati mobil Alex telah terparkir dihalaman depan rumah yang menandakan bahwa sang empunya mobil kini telah berada didalam rumah.
"Aduh bagaimana ini jika Alex bertanya aku habis dari mana ? apa yang harus kukatakan ?" batin Carla cemas.
Dan benar saja saat Carla baru saja memasuki ruangan tengah rumah tersebut tampak Alex kini tengah menunggunya sembari duduk disofa dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
"Ehemm...," deheman dari Alex pun seketika menghentikan langkah Carla.
"Dari mana saja kau jam segini baru pulang ?" tanya Alex.
"Ng...a-aku d-dari...dari...ng..." Carla gugup tak tahu harus menjawab apa, ia sangat takut Alex akan memarahinya saat ini.
"Kau Pasti pergi menemui ayahmu lagi kan ?" Alex.
"A-Apa ?...t-tidak kok. A-Aku hari ini hanya keluar untuk mencari udara segar, aku bosan karena berada dirumah terus," bohong Carla.
"Benarkah ?" Alex menatap tak percaya.
"Iya benar," Carla.
"Kalau ucapanmu benar, kenapa kau tampak gugup seperti itu ?" Alex.
"Aku gugup karena takut kau akan memarahiku yang tidak minta ijin dulu padamu untuk pergi keluar rumah hari ini," Carla.
"Hhh...," Alex menghela napas panjang lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati Carla.
"Sayang....," Alex membelai lembut rambut Carla.
"Kalau hanya sekedar berjalan jalan mencari udara segar atau jika kau ingin pergi ke restoran ataupun berbelanja keperluanmu, aku Pasti tidak akan marah. Asalkan kau jangan pergi menjenguk ayahmu saja, hanya satu hal itu saja yang tak kusukai," Alex.
"Eumm...aku mengerti," Carla.
Carla yang menyembunyikan wajahnya didada Alex, memejamkan matanya didalam pelukan Alex saat Alex mulai mencium kepalanya dengan lembut. Kedua tangan Alex membelai lembut punggung Carla.
Beberapa saat kemudian Alex melepaskan pelukannya dan memandangi wajah Carla sambil tersenyum dan Carla pun membalasnya dengan senyuman manis.
"Kau tahu aku sangat merindukanmu hari ini, karena itu aku sangat marah saat tak mendapatimu dirumah waktu aku pulang tadi," Alex.
"Maaf karena aku tak bilang dulu padamu kalau aku mau pergi keluar," Carla.
"Iya sudah tidak apa, aku memaafkanmu sayang. Ya sudah sekarang kau mandilah dulu, setelah itu kita akan makan malam bersama. Kebetulan tadi dijalan aku mampir ke restoran dan membelikan menu makan malam untuk kita berdua malam ini," Alex.
"Eumm...baiklah kalau begitu aku akan mandi dulu," pamit Carla lalu bergegas menuju ke kamar nya.
Sesampainya didalam kamar, Carla segera mengeluarkan jas kotor milik Rain dari dalam tasnya.
"Besok aku akan membawa jas ini ke laundry agar nodanya hilang, setelah itu aku akan segera mengambalikannya kepada si sombong itu. Dengan begitu aku akan terbebas dari hukuman yang diberikanya jadi aku tak perlu repot - repot bekerja disana lagi. Hmm...tapi sekarang aku harus menyembunyikan jas ini terlebih dahulu, jangan sampai ketahuan oleh Alex apa yang baru saja kualami hari ini, karena dia pasti akan memarahiku," Carla pun segera memasukkan jas itu kedalam sebuah kantong plastik dan menyembunyikannya kedalam lemari pakaiannya.
*
__ADS_1
*
Malam telah larut dan Carla kini tengah terbaring ditempat tidurnya untuk tidur namun sayangnya hingga pukul 12 malam ia masih terjaga dan belum merasakan kantuk. Namun meskipun begitu Carla tetap mencoba untuk memejamkan matanya agar lekas tidur.
Namun tiba - tiba ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka dan langkah kaki seseorang berjalan mendekat kearah tempat tidurnya. Karena takut Carla malah memilih diam dan pura - pura tertidur, meskipun jantungnya kini berdegup sangat kencang.
Tak lama kemudian, ia merasakan ada seseorang yang menaiki tempat tidurnya dan kemudian memeluk pinggangnya dari belakang. Tak ayal hal itu membuat matanya terbuka lebar dan ia pun berteriak.
"AAAA....SIAPA KAU ????..." teriaknya sambil memukulkan bantal gulingnya berkali kali kearah orang disampingnya tersebut.
"Auwww...hei...Carla hentikan !! ini aku Alex," Alex berusaha menepis setiap pukulan dari guling yang diayunkan Carla kearahnya.
Mendengar itu, Carla pun seketika berhenti memukulkan guling nya. "Alex ?...."
"Iya ini aku, kenapa kau malah berteriak sih ? ini kan sudah malam, berisik tau...," Alex.
"Habisnya kupikir tadi ada maling yang masuk kedalam kamarku. Lagipula kau juga masuk tanpa mengetuk pintu dulu sih," Carla.
"Maaf kupikir kau sudah tidur, makanya aku tidak mengetuk pintu dulu karena takut membangunkanmu. Lagipula kamarmu juga kan tidak dikunci," Alex.
"Ohh begitu, tapi tetap saja kau membuatku takut tadi," Carla mempoutkan bibirnya.
"Iya aku minta maaf kalau aku sudah menakutimu dan membuatmu kaget," Alex.
"Tapii....ngomong - ngomong kenapa tiba - tiba malam - malam begini kau datang ke kamar ku ?" tanya Carla heran.
"Entah kenapa malam ini aku tidak bisa tidur, makanya aku kemari. Siapa tahu aku bisa segera tidur bila memelukmu," Alex.
"Huh modus...awas ya kau jika ternyata ingin berbuat macam - macam denganku. Ingat kita ini bukan suami istri jadi tidak boleh melakukan hal - hal yang tidak - tidak, kau mengerti kan ?" Carla.
"Iya aku mengerti. Lagipula memangnya siapa yang mau berbuat macam - macam. Aku kesini hanya ingin tidur sambil memelukmu, tidak lebih dari itu," Alex.
"Yakin tidak akan lebih dari itu ?" Carla.
"Iya," Alex.
"Janji ?..." Carla.
"Iya aku janji," Alex mencoba meyakinkan Carla.
"Eumm...oke baiklah, asal kau bisa menepati janjimu maka aku tidak keberatan kau tidur disini malam ini," Carla.
Alex tersenyum penuh arti mendengar jawaban Carla tersebut. "baiklah sayang, terimakasih," ucap Alex kemudian.
__ADS_1
Carla kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur dengan posisi miring membelakangi Alex, kemudian Alex pun mulai memeluknya dari belakang.
Meskipun harus berjuang menahan hasratnya sebagai laki - laki, Alex pun menepati janjinya untuk tidak berbuat macam - macam pada Carla. Kedua insan itupun akhirnya bisa tertidur lelap hingga pagi menjelang dengan posisi Alex yang masih setia memeluk Carla dari belakang.