
Carla POV
Aku membuka mataku perlahan, mengedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan. Seketika aku sadar kini tubuhku tengah terbaring diatas tempat tidurku dengan selimut yang menutupi tubuhku hingga kebagian dada, dan aku merasakan ada sesuatu dikeningku. Aku pun mulai merabanya. "Ahh...apa ini?" gumamku. Aku menarik sebuah lipatan handuk kecil dari atas keningku yang kini sudah mulai mengering.
"Ahh ini pasti Alex yang melakukannya untukku," pikirku. Dengan posisiku yang masih terbaring aku pun termenung sejenak, aku tahu dibalik sikap kasarnya, Alex sebenarnya masih sangat menyayangiku, sama halnya seperti diriku yang juga sangat menyayangi Alex yang adalah merupakan cinta pertamaku. "Terimakasih," ucapku lirih sambil menyunggingkan sedikit senyuman dibibirku seraya membayangkan wajah tampan Alex kekasihku.
Aku melihat kearah jam dinding di kamar ku, "Ahh...astaga sudah jam 12 siang, ini benar - benar sudah siang rupanya," ucapku kaget karena melihat jam yang menunjukkan waktu yang sudah sangat siang bagiku yang kini sudah tidak memiliki pekerjaan semenjak tinggal bersama dengan Alex. Ya semenjak aku tinggal dirumah Alex, ia tak mengijinkanku untuk bekerja lagi ditempat kerjaku yang dulu, dan memintaku untuk diam saja dirumahnya karena segala kebutuhan ku akan ditanggung olehnya. Aku memang tak pernah kekurangan kebutuhan apapun selama tinggal bersama Alex, semua yang aku butuhkan seperti pakaian ataupun makanan dan hal lainnya yang kuinginkan selalu ia penuhi kecuali satu hal, yakni mengunjungi ayahku dipenjara. Dan hal itu sangat membuatku sedih, karena hanya ayahlah satu satunya keluarga yang kupunyai didunia ini, sementara ibuku telah meninggalkanku sejak aku berusia dua tahun.
Meskipun ayahku dinyatakan bersalah oleh pengadilan, namun dalam hati kecilku aku selalu yakin bahwa ayahku tidak bersalah, beliau adalah orang yang baik dan jujur, aku yakin suatu saat nanti keadilan akan berpihak pada ayahku yang kini harus merasakan dinginnya dinding penjara akibat fitnahan dari rekan sekerjanya ditempat kerjanya dulu.
Dan kini kegiatan sehari hariku hanyalah berada dirumah Alex dan mengurus rumahnya seperti bersih - bersih dan memasak, meskipun Alex sebenarnya tidak pernah menyuruhku untuk melakukan semua hal itu, namun aku sendiri yang ingin melakukannya ketimbang tidak melakukan apapun sama sekali pikirku. Dan sesekali tanpa sepengetahuan Alex, diam - diam aku sering mengunjungi ayahku dipenjara, yah walaupun pada akhirnya ketahuan juga oleh Alex, hingga akhirnya ia pun memarahiku dan bahkan seringkali aku harus menerima pukulan ataupun tamparan darinya jika aku membantah perkataannya, namun bagiku itu tidak jadi masalah asalkan aku sudah bisa menjenguk ayahku, hatiku sudah cukup senang rasanya.
__ADS_1
Aku berusaha bangkit dari tempat tidurku meskipun kini tubuhku terasa lemas, dan "Ahh...kepalaku...rasanya sakit sekali," aku memegangi kepalaku yang terasa pusing. Mungkin ini akibat aku menangis semalaman pikirku, dan tubuhku juga terasa sedikit demam.
"Drrtt...drrtt...drrtt...," suara dering ponselku mengalihkan perhatianku yang kini terduduk dan bersandar pada kepala ranjang tempat tidurku. Aku pun meraih ponselku yang kuletakkan diatas meja nakas disamping tempat tidurku.
"Ahh Alex rupanya," ucapku setelah melihat nama penelepon yang tertera di layar ponselku.
"Halo Alex, ada apa?" ucapku.
"Iya sayang aku sudah bangun, maaf aku kesiangan sehingga aku tidak melihatmu saat kau berangkat kekantor tadi pagi. Dan jangan khawatir karena aku baik - baik saja, aku hanya sedikit tidak enak badan saja kok," ucapku berusaha menenangkan nya.
"Kalau kau sakit, kau jangan banyak bergerak. Istirahat saja ditempat tidur dan jangan melakukan kegiatan apapun dirumah. Nanti aku akan memesan makanan untukmu dan akan diantar kerumah," ucapnya lagi.
__ADS_1
"Baik sayang, terimakasih. Dan...mmm...terimakasih juga karena tadi pagi kau sudah mengompres keningku."
"Eumm...," hanya itu yang diucapkannya namun aku tahu diseberang sana saat ini ia pasti sedang tersenyum, karena begitulah biasanya respon yang diberikannya setiap kali aku mengucapkan terimakasih atas hal baik yang dilakukannya bagiku.
"O ya...kalau bisa hari ini kau pulang cepat ya, soalnya aku kan sedang sakiiit," ucapku dengan nada manja.
"Eumm..iya sayang akan aku usahakan, jika hari ini tidak banyak pekerjaan, aku pasti akan pulang cepat. Jaga dirimu baik - baik dirumah ya," ucapnya dengan nada lembut.
"Oke baiklah dah...," dan aku pun segera menutup panggilan telepon itu.
Aku tersenyum lega, karena disaat hatinya sedang tenang aku pun bisa sedikit bersikap manja dengannya. Dan tak kupungkiri aku sebenarnya selalu merasa senang dengan setiap perhatian yang ia berikan untukku.
__ADS_1
"Alex kaulah pria yang kucintai didunia ini, semoga kita bisa bersama selamanya. Meskipun kini terkadang kau suka bersikap kasar kepadaku, namun aku tetap mencintaimu," gumamku.